NovelToon NovelToon
ANNA

ANNA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:112.1k
Nilai: 5
Nama Author: Christ

SYNOPSIS:

HANNA GRACE, Atau Yang lebih akrab di sapa Anna, adalah gadis Yang hidupnya di penuhi oleh KE-MA-LA-NGAN.

Saking Tragis nya, bahkan KEMATIAN pun enggan untuk menghampiri-nya.

Maka pertanyaan nya; mampukah Anna meluluhkan Sang Pembuat takdir dan menemukan seberkas cahaya untuk menerangi hidupnya Yang begitu gelap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ANNA-32

...🍁🍁🍁...

Ada beberapa alasan bagi seseorang untuk pergi dan menyembunyikan diri dari dunia luar, salah satunya adalah karena ingin membenahi sesuatu yang telah salah di waktu sebelumnya.

Tak ada salahnya mengambil waktu sejenak untuk mengembalikan rasa kepercayaan diri dan juga menggunakan sebuah kesunyian sebagai salah satu cara untuk memperbaharui perasaan yang baru.

Sinar matahari pagi yang mengintip dari sela-sela gorden menyentak kesadaran Sam dari tidurnya yang damai.

Tepat pukul sembilan pagi, Sam baru saja membuka mata ditengah-tengah kesunyian kamar hotel yang sudah ditempati selama kurang lebih satu minggu terakhir

Saat ini Sam sedang berada di Los Angeles.

Setelah melakukan peluncuran perdana program SO1 beberapa minggu yang lalu, Sam langsung memberikan Surat resmi perihal pengambilan cuti selama dua pekan lamanya, dan hal tersebut langsung di setujui oleh presdir utama.

Meskipun tak ada yang menanyakan alasan di balik pengambilan cuti dirinya;

Sam berharap, dengan pergi jauh dari kota Florida, Sam bisa kembali menstabilkan segala sesuatu yang tidak berada pada tempatnya, salah satunya adalah perasaan Sam.

Meskipun begitu, Sam sesungguhnya tidak benar-benar pergi dan melalaikan tugas serta tanggung jawab sebagai seorang wakil presdir, Sam hanya sedang merubah suasana hati yang sedang tidak baik-baik saja.

Toh Sam bukanlah seseorang yang suka membuang waktu untuk hal-hal yang tidak menguntungkan dirinya.

Tapi kali ini, Sam memutuskan untuk memberi waktu bagi dirinya sendiri.

Setelah melakukan sedikit peregangan pada tubuhnya, Sam langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Lima belas menit kemudian, wajah yang tadinya sayu sudah berubah segar layaknya sekuntum bunga yang baru saja mendapatkan kesejukan embun pagi.

Sam mengenakan pakaian dengan cepat, lalu kembali ke atas ranjang, kemudian Sam juga mengambil ponsel yang disimpan di atas nakas.

Ponsel itu adalah ponsel yang sama-yang terus saja berbunyi bahkan jauh sebelum Sam mendapatkan kesadarannya.

"Anda mendapatkan e-mail baru." notifikasi yang tertulis pada layar smartphone miliknya.

Sam ingat, jika Pada malam harinya, Sekertaris Sam telah mengirimkan email berisi undangan rapat yang diperuntukan bagi para pemilik jabatan.

Sebuah rapat direksi yang harus di hadiri oleh seluruh kepala divisi, manager, dan juga jajarannya, namun karena Sam masih dalam waktu cuti, ia hanya membaca sekilas, tanpa berminat untuk mengikuti rapat tersebut.

Lagi pula rapat yang akan dilangsungkan hanyalah tentang penempatan sang pewaris tahta dari keluarga Stompson; dan hal seperti itu tak akan berpengaruh apa-apa kepada seorang Samuel McAdam.

Setelah membuka notifikasi pesan email pada ponselnya, Sam membaca sekilas, lalu beralih kepada laptop yang berada di atas ranjangnya. Sam berniat untuk membaca keseluruhan hasil rapat disana.

Sementara laptopnya menyala, Sam kembali meninggalkan ranjang dan langsung beralih ke pantry untuk mengambil sarapan yang sudah di siapkan oleh pegawai hotel.

Sambil membawa sandwich dan juga segelas jus di tangan, Sam membuka semua tirai di samping ranjang; tidak lupa juga dengan pintu balkon kamar tersebut.

Sam ingin membiarkan angin segar masuk dan memenuhi ruang kamarnya yang terasa pengap.

"Sepertinya sudah selesai." gumam Sam, mengangkat laptop itu dengan satu tangan dan berpindah ke kursi santai yang ada di balkon.

Baru saja Sam mendudukkan bokongnya, ponsel di atas ranjangnya sudah kembali berbunyi; Sam pun kembali masuk dan menerima panggilan tersebut;

"Ya, ada apa?" sahut Sam dingin tanpa berbasa-basi. "Saya sudah mengirimkan email agenda rapat dan juga hasil rapat hari ini tuan, seperti permintaan anda sebelumnya, saya sudah menempatkan seorang sekertaris baru untuk wakil presdir utama " jelas sekertaris Sam secara terperinci.

"Baiklah, pastikan calon presdir baru mendapatkan semua yang layak untuknya. Laporkan juga padaku apa saja pekerjaan yang akan di tanganinya dan siapkan juga semua hasil representasi rapat dari semua tim. Terutama divisi pemasaran." perintah Sam, sambil kembali fokus kepada laptop di atas meja.

"Baik tuan, akan saya lakukan seperti yang anda inginkan." sahut sekertaris Sam kemudian panggilan pun berakhir.

Mata Sam memicing dan kedua alisnya bertaut saat membaca nama yang sang wakil presdir baru yang ada di laptop nya, "Hanna Grace Stompson."- Sam mengucapkan nama itu dengan perlahan, "Nama yang bagus." ucapnya.

Sam menjadi sedikit penasaran, apakah sang adik akan secakap sang kakak dalam menangani urusan pekerjaan.

Pikiran Sam kembali melayang, teringat bagaimana dulu saat Mella memulai kariernya di OCDC. Wanita muda yang sangat antusias dan juga bersemangat. Ia memulai kariernya dengan menjadi seorang manajer pemasaran program.

Mella adalah wanita cukup berambisi layaknya Darco, bahkan sejak awal wanita itu telah menetapkan targetnya. Di usia dua puluh Lima tahun, Mella bahkan telah membuat namanya di ingat sebagai Salah satu manager pemasaran terbaik sepanjang sejarah OCDC berdiri.

Karena itulah, Sam sangat menantikan bagaimana cara wakil presdir yang baru memberikan kontribusi besar bagi OCDC.

Dengan seringai khas di wajahnya, Sekali lagi Sam membaca secara lengkap hal-hal apa saja yang tertulis dalam profile Hanna, dan sekali lagi Sam kembali menautkan kedua alisnya saat melihat tulisan yang tertera disana, Wakil presdir yang baru masih berusia dua puluh satu tahun.

Apakah kali ini Sam terlalu berharap tinggi dari wanita muda ini?

"Heh- Benar-benar menarik, apakah Mr.Stompson berniat melatih seekor kelinci?" cibir Sam disertai senyuman sinis, kemudian segera menutup laptopnya.

...🍁🍁🍁...

...Sementara itu......

"Silahkan nona, ini adalah ruang kerja anda. Satu lantai di atas anda, adalah ruang presdir dan ruangan yang ada di bagian kanan adalah milik Wakil presdir yang lain." jelas sekertaris pribadi Sam, saat ini ia tengah melakukan tugasnya untuk menghantarkan Anna melihat ruang kerja pribadinya.

"Terima kasih." ucap Anna, kemudian masuk ke dalam ruangan tersebut. Ruangan dengan lebar delapan puluh meter kuadrat itu di dominasi oleh warna hitam dan juga abu-abu, tak ada sentuhan feminisme sedikitpun, dan ruangan itu juga telah di isi dengan fasilitas yang lengkap.

Seperti; satu meja kerja, satu set sofa santai, dan satu set meja rapat pribadi yang di letakan di dalam ruangan, kemudian ada juga kamar sebagai tempat istirahat yang sekaligus di gunakan sebagai ruang ganti.

Pantry pribadi dan juga ruang santai. Benar-benar di luar dugaan.

Ruangan itu juga dilengkapi dengan berbagai macam peralatan canggih, seperti alat pensteril ruangan otomatis, alarm darurat yang terhubung langsung dengan ruangannya dan juga OB.

Selain itu terdapat sebuah lemari khusus yang berisi begitu banyak obat-obatan serta alat medis lainnya. Untuk bagian ini- Anna sangat yakin bahwa Daddynya lah yang berperan penuh untuk mengaturnya.

Meskipun letak lemari tersebut tidak mencolok, namun bukan berarti tidak akan disadari oleh orang-orang yang nantinya akan memasuki ruangan itu,- Apakah seharusnya Anna meminta agar lemari itu di pindahkan saja?

"Bagaimana nona? Apa anda puas dengan ruangan anda?" tanya sekertaris Sam yang masih menunggu di ruangan Anna.

Sebenarnya Anna tidak membutuhkan ruangan sebesar ini, hanya saja karena semua itu telah di atur sedemikian rupa, maka Anna tidak bisa menolaknya.

"Ini cukup." sahut Anna singkat, kemudian berjalan ke belakang meja kerja nya. Pemandangan yang disuguhkan ruangan itu sangatlah indah, sepertinya Anna tidak akan pernah bosan saat bekerja.

"Kau bisa kembali, aku bisa mengurus semuanya sendiri." perintah Anna kepada sekertaris itu.

Sekertaris itu mundur selangkah kemudian menundukkan kepalanya, "Saya juga ingin menyampaikan, bahwa seharusnya wakil presdir lah yang menyambut anda secara langsung di hari pertama anda bekerja, hanya saja-karena beliau sedang mengambil cuti, beliau hanya menyampaikan ucapan selamat atas bergabung anda bersama perusahaan, dan saat beliau kembali, beliau akan langsung menemui Anda.- itu pesannya."

Anna pun hanya mengangguk samar, kemudian berkata; "Baiklah, sampaikan juga ucapan terima masih ku untuk sambutan hangatnya." balas Anna, bersikap seramah mungkin.

"Baik nona, akan saya sampaikan. Karena ruangan anda dan juga ruangan wakil presdir berdekatan, saya rasa tidak akan sulit bagi Anda untuk bertemu dengan beliau kelak." kata sekertaris milik Sam kemudian berbalik dan pergi.

Anna tidak memperdulikan apapun, selain pekerjaan. Ia tidak membutuhkan sambutan hangat ataupun kedekatan pura-pura dari lingkungan sosial hanya karena statusnya.

Yang Anna inginkan hanyalah bekerja dan bekerja, -itu saja.

...🍁🍁🍁...

Sekembalinya dari makan siang bersama Daddy nya, Anna langsung mengambil semua pekerjaan di hari pertamanya.

Ia tidak ingin berlama-lama di perlakukan secara istimewa. Anna ingin segera bekerja seperti yang seharusnya.

Tok.. Tok..

Terdengar suara ketukan pada pintu ruang kerja Anna; ia meletakan semua berkasnya dan bersuara; "Masuklah," sahut nya mempersilahkan.

Kali ini sekertaris wanita yang sebelumnya kembali muncul di hadapan Anna, tapi ia tidak sendiri. "Selamat siang nona,- sapanya, "Ada apa?" tuntut Anna tidak ingin berlama-lama di ganggu.

"Saya mengantarkan seorang sekertaris baru untuk anda, namanya Evelyn." wanita di samping wanita satunya menunduk memberi hormat.

Layaknya seorang sekertaris pada umumnya, wanita itu terlihat sangat dewasa, seksi dan juga sedikit berlebihan- menurut standard Anna.

"Evelyn lah yang nantinya akan mengurus semua agenda pribadi anda, dia mahir dalam hal apapun nona, jika ada yang tidak anda ketahui maka Evelyn akan mengerjakannya bagi anda beserta tugas-tugas lainnya." jelas wanita pertama.

Anna tersenyum samar kemudian menunjukan sedikit ekspresi meminta maaf, sepertinya wakil presdir khawatir ia tidak bisa melakukan tugasnya; "Terima kasih dan juga maaf karena sudah merepotkan mu,- ucapnya, kemudian kembali berwajah datar.

"Tentang ini," Anna mencondongkan sedikit tubuhnya ke depan, "Bisakah Evelyn ditempatkan di ruangan yang sama dengan mu, itupun jika kau tidak keberatan berbagi tempat dengan orang baru." pinta Anna dengan mimik wajah tak perduli,

"Itu, -

"Aku sudah memilih sekertaris pribadi ku sendiri," ucap Anna cepat; "Karena Evelyn sudah diterima di perusahaan ini, sangatlah tidak etis jika kita langsung memecatnya di hari pertama bekerja bukan? karena itu, aku menyarankan untuk berbagi tempat dengan mu. Bagaimana, kau tidak keberatan kan dengan hal itu?"

Tanya Anna menaikan satu alisnya; ia menolak kepedulian yang terasa aneh.

"Tapi nona, Evelyn adalah sekertaris yang di pilih langsung oleh wakil presdir- jadi sepertinya-

"Karena itulah aku mengatakan agar Evelyn bisa berbagi tempat dengan mu,- sela Anna, tak ingin di debat.

Menurut peraturan yang berlaku, Anna bisa memilih sekretarisnya secara langsung dan itu adalah hak miliknya, tapi yang tidak ia mengerti adalah mengapa wakil presdir sampai harus menyiapkan sendiri seorang sekertaris untuk dirinya;

Terlebih lagi sekertaris itu juga datang di hari pertama Anna bergabung ke dalam perusahaan; seolah-olah itu sudah di rencanakan dari jauh-jauh hari. Sungguh mencurigakan.

"Baik nona, akan saya lakukan seperti perintah anda." jawab wanita pertama tanpa ada bantahan lagi.

...🍁🍁🍁...

Pukul lima sore, Antonio sudah memarkirkan mobilnya di depan gedung OCDC. Ia sengaja datang ke sana disaat jam bekerja akan berakhir.

Selain untuk mendatangi Anna, Antonio juga ingin menjemput kekasihnya yang sebentar lagi akan pulang bekerja.

Antonio sudah menyiapkan sebuah karangan bunga dengan ucapan -Selamat- yang tertulis pada kartunya;

Dengan senyum yang terus mengukir di wajah tampannya, Antonio keluar dari mobil dan segera memasuki area lobi,

"Selamat sore, saya ingin bertemu dengan wakil presdir utama," kata Antonio di meja resepsionis, "Apa anda sudah membuat janji sebelumnya?"

"Katakan saja Antonio Brisson ingin menemuinya,- ini kartu nama ku." ujar Antonio, masih menunjukan senyum. "Baik tuan, tunggu sebentar."

Beberapa detik kemudian, "Silahkan langsung ke lantai tujuh belas tuan, dengan lift yang berada di sebelah sana." ujar wanita resepsionis tersebut. Antonio pun bergegas pergi.

Untuk kesekian kalinya, terdengar suara ketukan yang amat sangat familiar pada pintu berwarna coklat gelap diruang kerja Anna; tapi kali ini ia sudah mengetahui siapa yang berada di balik pintu,

Karena itu jugalah, Anna bisa menampilkan senyuman lebar di wajah nya sementara pintu itu terbuka, "Masuklah,"- seru Anna dari balik meja kerja nya.

Antonio muncul dari balik pintu dengan sebuket bunga lili putih di tangan nya, "Hei, adik kecil.." sapa Antonio bersemangat, "Hem, lihat dirimu." ucapnya berdiri di depan Anna dengan jarak sekitar dua meter jauhnya,

"Apa Ini benar-benar adik kecil ku?" Antonio terpukau dengan sosok gadis manis nan terlihat begitu elegan dan juga dewasa yang saat ini tengah tersenyum padanya.

"Kau sungguh,- luar biasa." puji Antonio.

"Thanks Ant, apa itu untuk ku?" Anna menunjuk pada buket yang ada di tangan Antonio.

Dengan cepat Antonio pun menghampiri meja Anna, "Tentu saja untuk mu. Selamat untuk langkah pertama mu adik kecil." Antonio tersenyum sambil mengelus pelan pucuk kepala Anna.

"Thanks Ant,"

Anna melihat pada jam tangan nya kemudian melirik kepada Antonio; "Bagaimana jika kita makan malam bersama? Aku sudah memesan sebuah restoran, Dad juga akan bergabung bersama kita." usul Anna, dengan masa berbinar.

Melihat tatapan Anna yang begitu menggemaskan, Antonio tidak sampai hati untuk mengatakan-Tidak.

"Aku akan membawa Lisa, tidak apa-apa kan?" sahut Antonio, Anna pun semakin sumringah, "Tentu saja tidak masalah. Semakin ramai akan semakin menyenangkan." ujar Anna menyetujui.

"Baiklah, kalau begitu aku akan menjemput Lisa."

"Aku akan mengirimkan alamatnya pada mu." balas Anna, Antonio mengernyit, "Tidak berangkat bersama saja?"

"Bukankah kau ingin menjemput Lisa?"

Antonio mengangguk, "Benar,"

"Kalau begitu pergilah, kita bertemu disana saja." ulang Anna. "Langsung saja, lagi pula kita hanya perlu turun, ku rasa Lisa juga sudah selesai dengan pekerjaannya dan kita bisa pergi bersama-sama untuk menjemput kekasihku." usul Antonio,

"Baiklah kalau itu mau mu, aku akan memberitahu kepada Daddy terlebih dahulu."

Anna kembali untuk mengambil tas dan juga ponsel dari atas meja, kemudian meninggalkan ruang kerjanya bersama Antonio.

..."Halo, Selamat malam tuan, saya ingin menyampaikan kepada anda, jika wakil presdir utama menolak sekertaris yang sudah anda siapkan karena alasan pribadi, dan sepertinya wakil presdir juga memiliki hubungan khusus dengan CEO dari Auntum Group. Baru saja mereka pergi bersama"...

.......

.......

.......

.......

.......

1
Ririn Santi
jgn bilang klu mom sam adalah mom anna jg
Ririn Santi
apa raka tdk mendapat rekam medis scr utuh bahwa mella mendonorkan jantung dan matanya pd anna?
Ririn Santi
hah... lega anna gak apa2
Ririn Santi
tuh kan anna. klu sampe kamu sadar dan tau luck membuka bajumu bukankah itu akanbmenambah traumamu sj. keras kepala sih kamu gak mau cerita
Ririn Santi
sudahlah anna. jgn bersikap sok kuat menghadapi luck. menghadapi tubuhmu sendiri aja kamu lemah. berbagilah masalah dg orang lain agar mrk bs melindungimu. jgn keras kepala
Ririn Santi
ceritalah anna. jgn hny diam sj. engkau tdk akan bs menghadapinya sendiri
Ririn Santi
syukurlah. anna dikelilingi org baik
Muawanah
aku baru mampir nieh kak 😊
Reni Noor Aeni
akh kak Christ ceritamuu itu lohhh, bikin aku serasa naik rollercoaster 😍😍😍 kereeennnn
A.R.C: Makasih udah mampir
total 1 replies
👑 Mellysa 💣
Gak kerasa sudah tamat aja ceritanya...sempat berhenti baca karena suatu kesibukkan tapi akhirnya bisa baca lagi & menyelesaikan sampai tamat.

Cerita Anna & Sam ini menurut aku termasuk cerita novel yg banyak pelajaran hidupnya...dimana Anna harus berjuang melawan kegelapan demi melanjutkan masa depannya.

Mulai berani untuk kembali belajar mencintai untuk kembali meraih kebahagiaan hidupnya yg sempat hilang akibar rasa sakit yg tidak tertahankan karena cinta.

Sebenarnya melupakan sesuatu yg menyakitkan itu bukanlah hal yg mudah untuk dilakukan...dimana hidup masih berjalan dan pikiran masih bekerja...bayang2 & ingatan pahit itu pasti akan terus mengikuti.

Tetapi kehidupan yg masih harus tetap berjalan membuat kita harus mencoba untuk mendewasakan diri lagi...dimana rasa pahit itu harus kita ingat untuk kita jadikan pelajaran untuk kehidupan kita selanjutnya.

Thanks Christ...ceritamu luar biasa...semoga menghasilkan karya yg lebih bagus lagi...🥰🥰🥰🥰🥰👍👍👍👍👍
👑 Mellysa 💣
Yeah...selamat akhirnya Anna & Sam mendapatkan 1 pasang anak kembar...lengkap sudah kebahagiaan Anna & Sam. Iri deh...Anna & Sam bisa mendapatkan 2 anak sekaligus dengan jenis kelamin yg berbeda...pasti seru tu.

Semoga Anna & Sam selalu berbahagia dengan keluarga kecil mereka...dan semoga selalu romantis sampai mereka menua & sampai Tuhan berkata waktunya untuk pulang...Amin...🥰🥰🥰🥰🥰
👑 Mellysa 💣
"Terima kasih sudah kembali padaku sayang"

Lah...Sam memangnya Anna pergi ninggalin kamu...? Kan Anna gak pergi kemana - mana...cuma jalan2 sebentar aja kok...ahh Sam mah lebay ihh.

Gini nih kalau cowok sudah bucin...cuma menghilang sebentar dari tatapan mata aja dibilang menghilang...tapi sikap Sam ini malah terlihat menggemaskan sih memang...😂😂😂😂😂
👑 Mellysa 💣
Eleh...siapa lagi itu yg ngambil foto Anna & Luck...kayanya kali ini kepercayaan Sam lah yg akan diuji.

Tapi kalau melihat sifat Sam selama ini sih...gak seharusnya Sam berfikiran jelek tentang Anna...semoga saja ya..? Akh...aku jadi agak ngeri juga sih mikirin konflik selanjutnya...😊😊😊😊😊
👑 Mellysa 💣
Ahhh...kalian manis amat sih...untung Anna adalah perempuan yg bisa berfikir rasional...sehingga tidak mudah bertengkar karena terpengaruh dengan hal2 yg tidak begitu penting.

Lagian juga kepercayaan antar pasangan juga harus ada...sehingga tidak selalu timbul kesalah pahaman yg panjang...semoga Anna & Sam selalu seperti itu...😊😊😊😊😊
👑 Mellysa 💣
Eleh...masa baru juga mengarungi manisnya bahtera rumah tangga tapi sudah mau berantem lagi sih...bener2 dah.

Lagian Sam oon amat sih...ngapain juga berkas yg sudah tidak penting masih disimpan...demen banget sih buat perkara.

Semoga aja hubungan mereka tidak sekacau dapur yg dikacaukan sama Anna....😂😂😂😂😂
M.M. Myka
keren banget thor critanya 🙄🙄.. sukses untk karya2 selanjutnya🤗🤗
A.R.C: terimakasih dukungan nya 🙏🥰
total 1 replies
@ Teh iim🍒🍒😘
Beneran Christ ini dah tamat
@ Teh iim🍒🍒😘: 😍😍😍😍🥰🥰
total 2 replies
Nana effendy
sedih thor💔
Anna Tampu Bolon
terimakasih kakak untuk karya nya .
next aku mau lihat judul lain nya donk kak...
Anna Tampu Bolon
bahagia itu harus di usahakan ...
sehat selalu baby twins .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!