Arifah yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar seringkali mendapatkan kenakalan teman-temannya bahkan gurunya sendiri pernah sesekali mempermalukannya.
Puncaknya, Aska sebagai saudara kandung Arifah tidak memberitahunya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal karena kecelakaan sebuah pesawat. Tidak sampai disitu, Aska sebagai keluarga satu-satunya yang ia punya pun juga pergi meninggalkannya. Belum lagi menghadapi anak angkat Mami yang ternyata seseorang yang datang hanya untuk mengambil keuntungan dari keluarganya.
Lalu mampukah Arifah berdamai dengan takdir yang telah digariskan? Dan apakah dengan hadirnya malaikat pelindung disisinya mampu membuatnya menjadi pribadi kuat dan tangguh?
Saksikan kisah selengkapnya ya, jangan lupa like dan vote juga. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 32 Januar dan Tama adalah Teman
Arifah bingung dengan Maya sedari tadi duduk dikantin cengar cengir terus, entah apa yang ada dipikiran sahabatnya itu. Apa Maya punya malaikat pelindung jugakah sepertiku? Daripada penasaran mending aku tanya saja.
"Kelihatannya kamu lagi bahagia, dari tadi aku perhatiin senyum-senyum terus." Ucap Arifah menyelidik sembari mengunyah bakso yang baru saja masuk kedalam mulutnya.
"Aku bahagia sekali tau. Semalam aku seharian bersama Januar."
"Oh jadi Januar yang membuatmu seperti ini?"
"Tentu saja, siapa lagi. Kamu kan tahu sendiri kalau aku menyukai Januar sejak dulu."
"Memang sejak kapan?" Tanya Arifah santai sambil terus menyuap bakso kedalam mulutnya.
"Ish kamu ini, waktu itu kan aku sudah pernah bercerita padamu!" Jawabnya kesal.
"Iya aku lupa, sampai kamu harus memutuskan persahabatan kita ya."
"He'em. Dan aku rasa sekarang Januar sudah mempunyai perasaan yang sama dengan ku."
"Benarkah? Bagus tuh."
Maksud hati Maya ingin memanas-manasi Arifah, eh malah Arifah cuek.
"Bagaimana kamu dengan Tama?" Tanya Maya melahap nasi goreng yang masih hangat dimeja.
"Emm dia baik dan juga mandiri."
"Kamu menyukainya?"
"Pertanyaan apa itu, aku tidak suka padanya. Aku hanya menganggapnya teman, tidak lebih. Aku rasa aku dan Tama bisa menjadi sahabat baik." Jelas Arifah.
Hufhh, Tama kamu harus bekerja lebih keras lagi mendekati Arifah.
"Tapi aku tahu kalau Tama menyukaimu." Maya berusaha meyakinkan Arifah.
Arifah sangat kesal dengan Maya, entah apa yang ada dipikiran sahabatnya itu.
"Dengar aku masih kecil, dan aku tidak menyukai siapapun termasuk Januar. Jadi kamu tidak perlu mengkhawatiran apapun. Berjuanglah terus untuk mendapatkan hati Januar. Aku mendukungmu." Ucap Arifah menyemangati Maya. Ia sadar sebenarnya Maya masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Januar tidak menyukainya. Dan sekarang Arifah menyesal telah bertanya sebab Maya senyum-senyum tidak jelas.
"Aku harap suatu saat nanti kalian berjodoh, kalian pasangan serasi." Ucap Maya sembari tangannya mengacungkan simbol 'ok'.
"Bagaimana kalau kita bahas yang lain saja!" Ucap Arifah kesal.
Namun tiba-tiba Tama dan Januar datang dan duduk diantara mereka berdua. Januar sudah lebih dulu sampai dan duduk disamping Arifah.
"Kenapa kalian?" Tanya Arifah menangkap sesuatu yang berbeda dari wajah keduanya.
"Ada yang ingin aku tanyakan." Ucap Januar.
"Padaku atau.." Ucap Arifah terpotong.
"Padamu!" Jawab Januar memotong ucapan Arifah.
"Oh, apa?"
"Ini mengenai tugas kelompok Bahasa Inggris."
"Terus?"
"Bagaimana kalau Tama menggantikan posisiku bersama Maya dan aku bersama mu?"
Arifah kaget apalagi Maya, dia langsung menggebrak meja.
"Maksud kamu apa!" Ucap Maya berteriak.
"Maya! Turunkan volume suaramu, tidak enak didengar orang." Ucap Arifah pelan berusaha menenangkan Maya.
"Tidak, aku tetap dengan Tama."
"Aku mohon." Ucap Januar menatap Arifah penuh harap.
"T I D A K, TIDAK." Ucap Arifah dengan mengeja kata 'TIDAK'.
"Kamu dengar sendiri kan, Arifah akan tetap bersama ku!" Ucap Tama menang.
"Sudah sudah. Aku tidak mau ada ketegangan lagi. Mulai sekarang kita berteman. Dan kamu Maya aku tidak menyukai Januar maupun Tama, kalian semua adalah temanku dan aku tidak mau lebih dari ini. Aku pusing sekali dengan kalian yang memiliki pemikiran diluar nalarku!" Jelas Arifah panjang lebar sembari menyantap bakso sampai mulutnya penuh. Huffhh kemarin aku dibuat kesal dengan Vika yang sesuka jidatnya. Sekarang mereka malah seperti ini. Ya Tuhan kirimkan aku sahabat yang benar-benar tulus.
Januar menatap Tama dan Maya bergantian dengan senyuman yang tidak dapat dijelaskan.
***
Sesampainya dirumah..
Dengan malas Arifah merebahkan tubuhnya disofa.
"Adik Mas sudah pulang."
Suara itu?
Arifah celingak celinguk mencari keberadaan suara yang membuatnya rindu setengah mati. Matanya terpusat pada sosok tampan, lembut dan berwibawa berjalan mendekatinya.
"Mas Aska!" Sontak Arifah berlari dan bergelanyut digendongan Aska.
"Mas aku kangen sekali, hiks.." Ucap Arifah setelah turun dari gendongan Aska.
"Mas juga, Mas juga kangen. Tapi sekarang bersihkan badanmu dan ganti baju mu. Kamu itu bau sekali."
"Apa sih Mas, mana ada bauk. Menyebalkan!" Ucap Arifah sembari berjalan meninggalkan Aska dengan senyum mengembangnya karena berhasil membuat Arifah kesal.
Didalam kamarnya Arifah mandi merendam tubuhnya cukup lama. Ia sedang tidak ingin memikirkan hari-harinya yang rumit.
Selesai dengan aktifitas mandinya, Arifah mendatangai Aska yang sedang bersantai dikamarnya.
"Pintunya terbuka.." Gumamnya. Ia pun langsung masuk kedalam.
"Mas ngapain?" Tanya Arifah membaringkan tubuhnya disamping Aska yang tengah sibuk dengan ponselnya.
Aska mengalihkan pandangannya menatap Arifah dengan senyum tipisnya.
"Mas punya sesuatu buat kamu." Aska mengambil sesuatu disaku celananya.
"Taraaa, komik kesukaan kamu. Kamu pasti sudah melupakannya kan tapi tidak dengan Mas.." Ucap Aska sembari menyentil hidung Arifah.
"Wahh iya aku lupa. Makasih ya Mas..." Ucap Arifah mulai membacanya.
"Daaan janji Mas lunas!"
Arifah mengangguk senang Aska tidak melupakan janjinya. Ia sangat menyukai komik permberian Aska saat ulang tahunnya yang ke 11.
"Katanya keluar kota seminggu, tapi kok cuma empat hari?"
"Mas gak tega lihat kamu sendirian dirumah. Jadi Mas harus segera menyelesaikan pekerjaan Mas secepat mungkin dan pulang.." Jelasnya.
"Dan besok Mas akan melamar Mbak Viona." Tambahnya.
"Besok? Secepat itu? Bukannya Mas bilang waktu itu gak jadi ya?" Cecar Arifah kecewa.
"Mas kira Mbak Viona menolak Mas, Mas salah.."
"Ohh.."
"Jadi besok sepulang sekolah kamu ikut Mas, oke?"
Arifah mengangguk.
Ia senang akhirnya Aska akan segera melamar Mbak Viona, tapi disisi lain ia juga sedih Aska akan menjadi milik orang lain. Itu artinya perhatian Aska terhadapnya akan berkurang, mau tidak mau ia harus menerima itu, tidak mau membuat Aska kecewa. Sifatnya yang manja yang selalu ingin dekat dengan Aska harus dihilangkan. Karena bagaimana pun hidup Aska akan terus berlanjut dengan menikah dan memiliki keluarga kecil.
"Kamu baik-baik saja?" Tanya Aska.
"He'em."
Tok.. Tok.. Tok..
"Maaf Tuan ada seseorang yang mencari Tuan." Ucap Bu Aminah.
"Iya.."
Aska beranjak menuju ruang tamu menemui seseorang yang entah siapa.
"Kenalkan Saya Azizah putri Pak Viktor. Ayah menitipkan ini pada Saya untuk diserahkan kepada Pak Aska, Anda yang bernama Aska bukan?" Ucapnya ramah sembari mengulurkan tangannya.
Aska menyambut tangannya.
"Aska" Ucap Aska memperkenalkan diri.
Wanita cantik berhijab, memiliki kulit putih susu, senyum yang sangat manis, dan hidung mancung seperti orang arab, perfect!
"Silahkan duduk!"
"Ayah Saya tidak sempat berkunjung kesini bertemu dengan Anda karena beliau menghadiri acara penting hari ini. Jadi Saya yang mengantarkan berkas ini, kebetulan disini Saya ada tugas survey dari kampus." Jelas Azizah.
"Oh jadi kamu masih kuliah?"
"Bukan, Saya dosen.."
"Oh panggil Aska saja jangan panggil Pak supaya lebih enak ngobrolnya."
"Oh baiklah Aska.." Ucap Azizah canggung.
"Kalau begitu saya permisi.." Lanjutnya.
"Silahkan.." Ucap Aska sembari mengantar Azizah keluar dari rumahnya.
Masih muda, cantik, dosen, berhijab pula masya Allah.
"Ya ampun, apa yang baru saja aku pikirkan!" Gumam Aska mengusap wajahnya kasar.
.
.
.
TBC!
Jangan lupa like n vote 😊
jangan lupa jaga kesehatan jugaa
like nya sudah mendarat
lanjut dan semangat selalu💪😍💜
Semangat tuk karyanya ya kak 🤗❤️