NovelToon NovelToon
Harris & Raya

Harris & Raya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:621.2k
Nilai: 5
Nama Author: bulanseptember

Area 21+

🌸🌸🌸

"How damn you are Naraya."

Naraya terdiam cukup lama berdiri di balkon kamarnya, memandangi langit mendung dan memikirkan nasib hidupnya yang jungkir balik hanya dalam waktu semalam.

Tepat dihari kelulusannya diterima disalah satu Universitas ternama di kota A, Naraya harus menerima kenyataan pahit. Naraya akan dijodohkan dengan Harris. Padahal setahu Naraya, Harris adalah kekasih kakaknya sendiri yaitu Nadira.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bulanseptember, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siasat Nadira

Di rumah Grace

"Udah lo kirim belum?" Tanya Grace pada Nadira.

Nadira tidak menjawab pertanyaan Grace, Nadira hanya memperlihatkan senyum liciknya. Nadira tidak terima jika akhirnya malah Narayalah yang akan menghabiskan waktu di apartemen Harris.

Nadira mengirim pesan kepada Harris berisi beberapa foto Naraya dan Cakra yang diambilnya di toko buku waktu itu. Nadira yakin ketika Harris melihat foto itu ia akan semakin percaya ucapan Nadira tempo hari.

Saat Nadira membawakan bekal makan siang untuk Harris, Nadira memberitahu jika ia sempat mendengar desas- desus teman-temannya yang mengatakan jika kini Naraya dan Cakra sedang menjalin kasih.

Dan kini Nadira sangat yakin, bahwa Harris akan semakin mempercayai ucapannya kemarin. Nadira sadar, selama ini Harris tidak pernah menyatakan cinta kepadanya. Bahkan Harris selalu memperlakukan Nadira seperti adiknya, tidak pernah lebih dari itu.

Harris selalu mengatakan bahwa ia menyayangi Nadira seperti adiknya sendiri, sama seperti Harris menyayangi Naraya selama ini.

Berkali-kali mendengar perkataan Harris itu membuat Nadira menyimpan ketakutan yang sangat dalam dihatinya, ia takut bahwa akhirnya Harris akan menikahi Naraya dan jika itu sampai terjadi maka habis sudah harapanya.

Nadira sangat sangat mencintai Harris, bagi Nadira hanya Harrislah yang tidak boleh dimiliki oleh Naraya.

"Aw!" Tiba-tiba Nadira meringis, memegangi punggung bagian bawahnya yang terasa sangat nyeri.

"Lo masih sakit?" Grace pun mendadak cemas, grace mengacak-ngacak isi tas Nadira dan mencari botol kecil obat pereda nyeri milik Nadira.

Sudah lumayan lama Nadira sering merasa nyeri pada punggung bagian bawahnya, terkadang nyeri itu menjalar hingga ke perut bagian bawah.

Grace pun berulang kali mengingatkan Nadira untuk memeriksakan diri ke dokter, namun Nadira selalu menolak. Baginya cukup meminum obat pereda nyeri saja maka itu sudah cukup.

"Gue takut lo kenapa-kenapa deh Ra." Grace.

"Kita ke Rumah Sakit sekarang ya?" Grace menunjukkan wajah cemasnya.

Grace sebenarnya tidak terlalu peduli kepada Nadira. Sifat Nadira yang ambisius dan selalu ingin menjadi nomor satu membuatnya kurang nyaman berteman dengan Nadira.

Namun melihat Nadira yang seperti berpenyakit membuatnya sedikit iba.

"Gue baik-baik aja Grace, sebentar lagi juga pasti baikan." Nadira memegangi pinggiran kursi yang ada dibalkon kamar Grace, ia menahan sakit hingga keringat dingin membasahi keningnya.

Akhirnya Grace hanya bisa diam, tidak akan menang dia berdebat dengan Nadira.

***

Basement Apartemen Harris

Harris menatap wajah Naraya yang bingung, kenapa genggaman tangannya dilepas.

Naraya tidak tahu bahwa Harris kini sedang terbakar api cemburu, hatinya panas dan otaknya terasa mendidih. Terlihat jelas dari foto-foto yang dikirim nomor baru itu kedekatan antara Naraya dan Cakra.

Cakra yang menatap mesra Naraya dan Cakra yang mengelus lembut kepala Naraya.

Bahkan foto itu diambil saat hari pertama Harris magang, saat itu Harris sangat berharap bahwa Naraya akan menemuinya. Tapi justru malah Naraya menemui Cakra.

Harris mengusap wajahnya frustasi.

Apa kurang jelas peringatan Harris dulu bahwa Naraya tidak diizinkan menemui Cakra lagi?

Harris mencoba menenangkan emosinya, Harris menatap dua bola mata indah Naraya lagi, mencoba mencari jawaban atas perasaan Naraya yang sesungguhnya.

Adakah dia disana?

Pertanyaan tentang perasaan Naraya kepadanya masih belum terjawab hingga kini. Masih terus berharap bahwa yang dikatakan Selena tadi adalah benar.

Benarkah ada cinta untuknya?

Beranikah Naraya memperjuangkannya dari Nadira?

Maukan Naraya berjuang bersamanya?

Harris menundukkan kepalanya, Naraya sangat menyayangi Nadira dan Harris tau itu. Selama Nadira tidak melepaskan Harris Naraya tidak akan merebutnya.

Harris menggenggam tangan Naraya lagi, kini genggamannya terasa sakit bagi Naraya. Harris memutuskan untuk percaya kepada Naraya, dan dia akan menanyakan perihal foto itu nanti.

"Lo kenapa sih kak?" Tanya Naraya bingung dan sambil menahan rasa sakit di tanganya, jujur dia takut melihat perubahan raut wajah Harris. Naraya bisa melihat dengan jelas bahwa kini Harris sedang menahan emosinya.

Harris diam saja, wajahnya pun berubah menjadi sangat dingin hingga Naraya kehilangan keberaniannya untuk melawan Harris. Bahkan untuk menarik tangannya yang terasa sakit pun Naraya tidak berani.

Harris dan Naraya sampai didepan pintu unit apartemen Harris.

"Buka pintunya, password tanggal pertunangan kita." Ucap Harris dingin.

Naraya tertegun beberapa detik, tak ingin membuat Harris menunggu langsung saja Naraya buka pintu itu, dan ternyata benar passwordnya adalah tanggal pertunangan mereka.

Entah kenapa disudut hati Naraya merasakan sedikit kebahagiaan.

Harris menarik tangan Naraya kasar hingga tiba disalah satu ruangan, dan ternyata itu adalah kamar Harris.

Naraya semakin merasa takut, ia memegangi paper bag bawaanya didepan dada. Harris berubah menjadi sangat menakutkan, dingin dan tidak ada hangat-hangatnya sama sekali. Seperti yang selama ini selalu ditunjukkannya kepada Naraya.

Harris meninggalkan Naraya didepan pintu dan tidak memberikan instruksi apapun. Naraya dapat melihat Harris memasuki salah satu ruangan dikamar itu, Naraya yakin itu adalah ruangan walk in closet Harris.

Tak butuh waktu lama Harris keluar dari ruangan itu dengan membawa setelan baju ditangannya. Sedangkan Naraya masih terdiam ditempat yang sama, didepan pintu kamar Harris.

"Kamu mandi disini, aku akan mandi di kamar mandi luar." Ucap Harris dingin dan kemudian berlalu meninggalkan Naraya.

Setelah terdengar suara pintu yang tertutup sempurna barulah Naraya bisa bernapas lega.

"Harris kenapa sih?" Gumam Naraya dan berjalan mendekati ranjang Harris, ia meletakkan paper bag nya disana.

Naraya kemudian melihat kearah nakas disamping tempat tidur Harris, Naraya tadi melihat Harris meletakkan ponselnya disana.

Dan benar, ponsel Harris tergeletak disitu. Naraya curiga dengan pesan yang diterima Harris tadi, setelah melihat ponselnya itulah Harris berubah menjadi sangat dingin.

Rasa penasaran Naraya pun membawanya mendekati nakas dan mengambil ponsel Harris.

"Apa ya passwordnya?" Gumam Naraya sambil berpikir.

"Masa iya tanggal tunangan kita lagi." Meski tidak percaya tapi Naraya tetap mencobanya.

"Ha!" Naraya menganga.

"Jadi bener passwordnya tanggal tunangan kita." Naraya masih tidak percaya juga, padahal jelas-jelas dia memasukkan tanggal pertunangan mereka dan password ponsel Harris langsung terbuka.

Naraya mencoba mengunci dan membuka ponsel Harris hingga tiga kali, barulah Naraya percaya.

"Gue nggak halu." Gumamnya.

Naraya kemudian mulai membuka ponsel Harris, yang pertama Naraya tuju adalah aplikasi chat. Di dalam chat itu yang terakhir mengirim pesan adalan nomor baru. Tanpa menunggu lama Naraya langsung membuka pesan itu.

"Ini kan foto gue sama Cakra." Ucap Naraya.

"Waktu di toko buku kemaren." Lanjutnya.

"Kenapa orang ini ambil foto gue dan dikirim ke Harris?" Naraya.

Naraya mengingat-ingat, selama ditoko buku kemarin tidak ada satu hal pun yang aneh yang terjadi kepadanya. Tidak ada pula teman yang dijumpainya selain Cakra dan kedua temannya.

Lalu siapa yang mengambil foto ini?

Naraya kemudian mencoba menghubungi nomor baru yang mengirin foto itu, tapi sayang nomornya sudah tidak aktif.

"Apa maksudnya dia kirim foto ini ke Harris?" Ucap Naraya penasaran.

"Kamu sedang apa?" Tiba-tiba terdengar suara menggelegar Harris yang sangat mengagetkan. Naraya pun memberanikan diri mengangkat wajahnya dan melihat kearah sumber suara, dan benar Harris sudah berdiri didekat sofa dengan tatapan yang dingin menusuk.

"Gawat! gue ketahuan!" Batin Naraya.

🌸🌸🌸🌸🌸

Hai hai hai reader ku zeyeeng bala otor sholeha, jangan lupa LIKE, FAVORIT, RATING 5 + VOTE yaa..

Ai Lap You, cium 😙😙

1
pink magenta
oh cintanya ama si raya toh bukan ama diraaaa wkwkwk
pink magenta
ini kenapa jawabannya begini yak?
Nurlaela
up terus...menarik bgt ceritanya
Vanni Sr
ko gada yaa cerita selena dn kris
chaaa
memperjuangkan cinta sih oke2 aja Ray..tp gak gini jg lah.malah jadi agresif bgt..sampe cium2 laki.jadi perempuan 'mahal' itu lbih baik dr pada ngemis2 cinta gini.
chaaa
segitunya Lo Ray ngemis cinta laki2..
Melly Hapitasari
ok banget
Jalma Listya
keren
She uchull: kak, mau tanya siapa yang plagiat karya saya?
total 1 replies
AsnitaParassa Tabang
naraya kok k gk ada hrg diri nya sbagai perempuan huu
AsnitaParassa Tabang
Haris ma egois
Afrilho
masih menyimak
Afrilho
alur yg bagus mulai....
Diana Lestari
wow visual nya okok thor
Riska Wulandari
d tinggu karya karyanya terbarunya kaka..
penasaran banget cerita Selena -Kris tapi knpa g lanut lagi kak??
Riska Wulandari
hareudang2 Krissss..🤣🤣🤣
Riska Wulandari
akhirnya..lega..🥰
Riska Wulandari
biar g lupa rasanya??🤭🤭
Riska Wulandari
Selena sama Kris aja ya thor,,kayaknya cocok..
Riska Wulandari
hanya beberapa trilliun saja!!
horrang kaya mah bebas yah thorr..😁🤭
Riska Wulandari
🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!