NovelToon NovelToon
Cinta Bertahan

Cinta Bertahan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rati Tiwi

Sepasang kekasih yang terlihat baik-baik saja, pada akhirnya bisa berakhir juga. Ayra Grizelle mengakhiri hubungannya pada Bagas Cakra Wardana kekasihnya, di hari bahagia mereka yaitu saat wisuda. Keduanya tampak bahagia, tapi sayang seribu sayang Bagas mendengar ucapan Ayra bahwa wanita itu ingin mengakhiri hubungan mereka.

Bagas sangat terkejut dan tidak suka dengan keputusan Ayra secara sepihak yang menurutnya egois. Bahkan Bagas belum mengetahui penyebab Ayra memutuskan hubungan mereka.

Maka dari itu, Bagas bertekad untuk membuat Ayra kembali padanya sekaligus ingin mengetahui penyebab Ayra meninggalkan dirinya. Semua usaha Bagas untuk mendapatkan Ayra menjadi miliknya kembali haruslah dia tempuh dengan caranya sendiri. Setiap perjuangan bahkan ujian akan dia hadapi walau itu membuat dirinya kecewa. Tapi kalau jodoh pasti tak akan kemana. Bagas yakin jika Ayra memang jodohnya maka dia pasti akan bersatu dan kembali bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rati Tiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makhluk Bernama Ayra

Dunia Bagas kini semakin rumit, pikirannya kacau dan dia sangat bingung harus bagaimana menghadapi hari esok bersama dengan Ayra. Wajar saja sejak Ayra tau tentang asal usul Bagas beberapa tahun lalu, selang satu Minggu, Ayra memutuskan hubungan mereka. Kini Bagas sudah mengetahui semuanya dan Bagas pun bingung untuk mengatasi masalah ini, sedangkan mama Rima menyuruh Bagas untuk merahasiakan soal identitas Ayra yang sudah diketahui oleh Bagas.

Hari ini, pikiran Bagas seperti benang kusut seolah dia mendapatkan jalan buntu. Untuk ke kantor pun masih ragu, apalagi jika bertemu dengan Ayra. Bukannya pecundang tapi Bagas butuh waktu untuk bisa mencari solusi yang baik agar saat Ayra tau semuanya, wanita itu bisa menerima kenyataan dan tentunya Bagas berharap Ayra pun tidak membencinya lagi lalu kembali menjalin hubungan cinta.

Cukup banyak waktu yang habis oleh pikiran Bagas hingga dia menemukan satu ide agar Ayra tidak lagi cuek dan tidak lagi menjaga jarak pada Bagas. Itu saja cukup untuk membuat hubungan mereka lebih baik lagi dan selebihnya nanti Bagas akan memikirkannya lagi.

Bagas meraih ponselnya lalu mengetikkan sesuatu dilayar untuk menghubungi seseorang.

"Hallo, Gian tolong kau handle semua pekerjaan saya di kantor pusat. Kau bisa temani Ayra jika ada rapat mendadak. Saya sedang sakit, mau check up ke rumah sakit," ucap Bagas pada Gian memberi perintah.

Panggilan pun terputus secara sepihak oleh Bagas. Ternyata Bagas menghubungi asisten pribadinya, Gian.

Senyuman pun terbit di wajah Bagas. Senyuman itu seolah mengartikan sesuatu yang tersembunyi dalam dirinya.

"Setelah ini, kau masih bisa cuek padaku Ayra? Kita lihat saja nanti," ucap Bagas dengan sendirinya. Senyuman pun dia terbitkan.

Itu lah yang mungkin menjadi senjata Bagas dari hasil idenya. Ide untuk mengelabui Ayra agar wanita itu tak lagi cuek pada Bagas. Dan Bagas berharap Ayra tak lagi menjaga jarak padanya.

*******

Di kantor, Ayra sudah berada di ruangannya. Sejak tadi wanita itu berkutat dengan laptopnya mengetik sesuatu. Sesekali Ayra menelisik arah luar untuk melihat kedatangan Bagas, sang atasannya di kantor. Namun sudah 1 jam lebih Ayra tidak mendapati Bagas melewati ruang kerjanya.

Ayra cukup bosan dan lelah dengan pekerjaannya yang satu hari kemarin sudah terbengkalai. Berkas sudah menumpuk untuk menunggu tanda tangan Bagas. Karena sejak kemarin Bagas tidak masuk kantor dan hari ini batang hidung Bagas pun tak tampak. Ayra sedikit kesal apalagi saat melihat pekerjaan yang tertunda begitu banyak.

Tak lama kemudian, Gian datang ke ruangan Ayra dan menyerahkan berkas laporan kepada Ayra.

"Ini ada berkas dari bos untuk kamu pelajari pas rapat nanti. Oh ya dan satu lagi, tolong kumpulkan semua berkas yang membutuhkan tanda tanggan bos, aku yang akan menyelesaikannya," ucap Gian sambil menyerahkan satu berkas laporan pada Ayra.

Ayra diam tak bergeming, dia hanya menerima berkas laporan dari Gian dan melihatnya sekilas. Sebenernya Ayra kaget karena Gian yang datang padanya. Biasanya kalau rapat seperti ini, hanya Bagas yang memerintah langsung pada Ayra. Sungguh Ayra bingung.

"Dua jam lagi rapat akan dimulai, aku yang akan menemani kamu saat rapat nanti," ucap Gian lagi.

Sontak Ayra kaget. Bukan kenapa, Ayra bingung karena Gian yang menemaninya saat rapat nanti bukannya Bagas. Lalu kemana Bagas? Banyak sekali pertanyaan yang ada di kepala Ayra saat ini.

"Pak Bagas kemana?" tanya Ayra singkat.

"Bos sedang sakit, dia mau check up ke rumah sakit," jawab Gian apa adanya.

Ayra pun kaget kembali mendengar jawaban dari Gian. Sakit? Check up? Ayra mulai tidak tenang. Rasanya tidak enak sekali mendengar Bagas sakit? Apa Bagas kemarin tidak masuk kantor pun karena sakit? Sungguh Ayra merasa tidak enak hati. Apalagi beberapa Minggu ini Ayra cuek dan menjaga jarak dari Bagas. Jadi Ayra merasa bersalah tidak tau sama sekali soal Bagas yang sakit.

"Baiklah, saya permisi. Jangan lupa dua jam lagi rapat. Persiapkan dengan baik," ucap Gian berpesan.

"Ya baiklah," ujar Ayra sambil mengangguk.

*******

Malam pun tiba, di apartemen Ayra sedari tadi tak henti memegang ponselnya. Dia melihat-lihat layar ponselnya kemudian beralih membuka pesan. Tujuan Ayra membuka pesan adalah dia ingin sekali mengirimkan pesan pada Bagas, tapi Ayra masih ragu. Sekedar hanya ingin menanyakan kabar Bagas pun rasanya gengsi sekali untuk Ayra. Dia menyesali dirinya sendiri.

"Bodoh, bodoh kamu Ayra. Buang jauh gengsi kamu. Ya Tuhan, kenapa denganku ini?" ucap Ayra dengan dirinya sendiri.

"Bagas, bagaimana keadaan kamu sekarang? Maafkan aku karena sudah menjaga jarak darimu. Itu semua aku lakukan untuk kebaikan hubungan diantara kita," sungguh Ayra menyesali perbuatannya sendiri. Dia sedih hingga menangis sambil memeluk lututnya.

"Aku merindukanmu Bagas, sangat merindukanmu," Ayra menangis tak henti hingga dia tertidur karena lelahnya menangis sedari tadi.

*******

Di kediaman mama Rima, semenjak hubungan Bagas dan Ayra memburuk, lelaki itu menginap di rumah mama Rima. Bagas pun merasakan hal yang sama, merindukan Ayra. Tapi di satu sisi, Bagas sangat kesal pada Ayra, karena sampai malam ini tidak ada notif dari Ayra yang menanyakan kabar pada Bagas. Sungguh terlalu.

Bagas membanting ponselnya ke tempat tidur lalu dia mengacak-acak rambutnya seperti orang frustasi. Secinta itu kah Bagas pada Ayra sampai dia tidak bisa melupakan Ayra hingga detik ini? Rasanya amarah Bagas tidak terbendung lagi pada wanita yang bernama Ayra itu. Tapi sebisa mungkin Bagas bisa sabar menghadapi makhluk yang bernama Ayra itu.

"Apa kau sudah tidak peduli lagi padaku, Ay? Sekedar menanyakan kabarku, kau seperti nya jual mahal padaku. Gengsi mu terlalu tinggi Ayra," ucap Bagas dengan sendirinya. Dia sangat kesal.

"Sia-sia aku hari ini berbohong soal sakit, check up, tapi masih saja kau tak peduli padaku Ayra," ucap Bagas lagi yang kali ini mondar mandir di dalam kamarnya tak tenang karena mengingat perlakuan Ayra padanya hingga detik ini.

"Oh makhluk yang bernama Ayra, Aku bersumpah tidak akan ada lelaki yang bisa mendapatkan kamu kecuali aku!" teriak Bagas seperti memohon.

Tak menyadari hal itu, tiba-tiba saja mama Rima mengetuk pintu dan memanggil nama Bagas. Ternyata teriakan Bagas sampai terdengar pada mama Rima, karena tidak sengaja pula mama Rima berjalan melewati kamar Bagas dan tak sengaja mendengar teriakan Bagas walau hanya samar-samar.

"Bagas, kamu kenapa? Kamu baik-baik saja?" tanya mama Rima dengan suara keras.

"Iya, Ma. Bagas baik-baik saja kok," teriak Bagas menjawab pertanyaan Mama Rima.

Mama Rima pun kembali ke kamarnya setelah mendengar jawaban dari Bagas. Mama Rima hanya khawatir pada kondisi Bagas yang beberapa hari ini tidak baik-baik saja.

"Astaga, aku lupa jika ini di rumah mama, semoga mama tidak mendengar semua ucapanku," ucap Bagas dengan sendirinya, dia sangat malu karena dia teriak-teriak menyebut nama Ayra.

Bagas lupa bahwa dirinya sekarang berada di rumah mama Rima. Makanya Bagas lebih nyaman bila tinggal di apartemennya sendiri apalagi saat dia lagi kalut seperti ini.

Bersambung....

1
Ayu Femini
huahahaaa, ini mah kesempatan dlm kesempitan🤣 ngakak Bagas gila
Ayu Femini
udh sih ay diem aja knpa? org Bagas mau obatin jg kok, enak kali kesempatan kamu dpt perhatian sama bagas. toh kamu jg suka sama dia😁😁
Ika Rika
❤️❤️❤️❤️❤️
Farah
ceritanya ngak berbelit2, cepet tamatnya, enak bacanya
sukses selalu author ❤️
Farah
sweet bgt, Bagas bisa menganalisa kondisi saat yg tepat untk taklukan Ayra depan mama nya😁
tinggal ayra nya aja yg malu krna ulah bagas🤣
Ika Rika: betul bgt❤️
total 1 replies
Jil Andrew
berani ya Bagas bilang sayang depan mama Rima, bagussss😁👍
Violetta
yeayyy pacaran lagi, selamat ya Bagas kamu emang tau bgt situasi buat ayra patuh sama kamu 👍
Violetta
aku ikut bahagia ya utk kalian berdua Bagas dan ayra❤️
bagus thor, lanjuttttt
Tea Tea
ternyata ayra bisa manja ya😁
Michle Khan
mantul ceritanya, seru dan sangat menarik❤️❤️❤️❤️❤️
Michle Khan
akhirnya Bagas jujur nih, bagus Bagas kamu yg terbaik👍
Michle Khan
pasti dimaafin ayra👍
Jenifer Jeni
apa reaksi ayra nanti
lanjut thor
Ika Rika
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ika Rika
lanjut kak
Ika Rika
bagus❤️❤️
Ibun Once
romantis bgt bagas❤️
Only Hope
ngakak🤣🤣🤣🤣
Only Hope
emang jodoh kalian tuh
Winner
sama, aku dulu jg prnh ktmu mantan di mall bedanya😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!