NovelToon NovelToon
My Queen

My Queen

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: Arisha Langsa

" Boleh kah aku bertanya satu pertanyaan?" Nymera Elvaretta Lennox "

" Katakan?" prince Rafael Benitez"wajahnya dingin, tatapan matanya tajam.

" Tolong katakan apa kurang nya aku kak? sampai kakak tak bisa melihatku sebagai seorang wanita" tatapan matanya sendu.

" karena kau hanyalah gadis manja" .

Perlahan,gadis bernama Nymera Elvaretta Lennox itu melangkah mundur, matanya menatap sendu pria di depan nya,pria yang sejak kecil ia kagumi dan ia tau telah di jodohkan dengan nya.

Dengan bibir tersenyum, bukan senyuman indah dan manis, melainkan senyuman menyakitkan, bahkan bibirnya terlihat sedikit bergetar saat dengan lirih ia berkata " Terimakasih telah menyadarkan ku, selamat tinggal, semoga kakak terus bahagia" masih sekuat tenaga ia mengucapkan kalimat perpisahan.

setelah sedikit membungkukkan tubuhnya, sebagai cara menunjukkan penghormatan kepada keluarga kerajaan,gadis cantik yang akrab disapa Mera itu berbalik dan melangkah meninggalkan pria yang masih menatapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisha Langsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

Setelah dari gedung tempat Rafael mengadakan konferensi pers dan Meera ikut menghadiri nya, Cecilia tak membawa sahabatnya itu pulang ke rumah, ia justru membawa Meera ke suatu tempat yang tak terlalu jauh dari pusat kota, Cecilia melajukan mobilnya menuju sebuah pantai yang berada tak terlalu jauh dari ibu kota, membutuh waktu tempuh sekitar satu setengah jam.

" kita ke mana?" tanya Meera saat ia sadar bahwa mereka terlihat melintasi jalanan yang tak asing menurutnya,namun juga tak familiar,ia merasa seperti pernah melewati jalanan tersebut.

" Tenang aja,kita happy-happy,aku udah izin sama om dan Tante dan mereka mengizinkannya" jawab Cecilia cepat, ia tau Meera tak terbiasa bermain jauh jika itu tanpa dampingan keluarga.

Tak menolak atau protes,Meera mengangguk,ia memilih mempercayai keputusan sahabatnya itu,ia akan patuh mengikuti kemanapun Cecilia akan membawanya.

Tak ia dan Cecilia sadari bahwa sejak tadi orang-orang khusus yang Rafael siapkan terus mengikuti dan mengawasi nya dari jarak yang cukup jauh.

Sebuah pesan masuk ke aplikasi WhatsApp miliknya.

Meera membuka pesan yang ternyata dari seseorang yang benar-benar sangat ingin Meera lupakan dan hapus dari ingatan nya.

📥-" Kamu dimana Ra?" tanya Rafael dalam pesan nya,ya yang mengirimkan pesan pada Meera adalah Rafael.

Tak sedikitpun berniat membalasnya,Meera memutuskan menonaktifkan ponselnya, yang penting orang tuanya sudah tau dan mengizinkannya pergi bersama Cecilia.

" kenapa ? Kok muka kamu kelihatan kesel gitu?" tanya Cecilia penasaran,matanya fokus pada jalanan, sesekali ia melirik Meera yang berada di samping nya.

" Kak El,dia nanya aku dimana" jawab Meera jujur.

" Kok ngak di balas?" tanya Cecilia sengaja ingin mengetahui alasan sahabat nya itu.

Meera menggeleng pelan " sudah saat nya aku melupakan perasaan ku padanya, aku sadar sesuatu yang tidak ingin kita genggam memang sebaiknya kita lepaskan,maka ia tidak akan menyakiti kita,aku akan cari kebahagiaan ku bersama yang lain, hidupku tidak mungkin kan hanya melihat ke arah nya saja" jawab meera bijak.

Cecilia mengangguk seraya melirik sesaat wajah sahabat nya yang tau tengah berusaha tegar,ia tau Meera tengah berusaha menujukkan bahwa ia bukan lagi gadis manja seperti yang Rafael ucapkan kemrin dan Cecilia merasa bangga dan bahagia melihat ketegaran yang berusaha Meera tunjukkan.

Walaupun ia tau, seperti apa sebenarnya perasaan sahabat nya itu,pasti terluka dan sangat sakit.

" Yups....bener banget, sudah seharusnya kamu menatap ke depan, mencari dan menciptakan kebahagiaan bersama yang lain,dan sepertinya bersama Kak Gio kamu cocok,dari tebakan ku kak Gio suka deh sama kamu" .

Meera langsung melotot menatap sahabatnya yang terlihat santai saja saat mengatakan semua itu.

" Jangan asal deh ngomong nya,gimana kalau seandainya ada yang dengar, dan sampai ke telinga pacar atau wanita yang tengah kak Gio dekati,kan bisa menimbulkan salah paham" tegur Meera.

Cecilia justru tertawa kecil seraya menggeleng,ternyata selama ini sahabatnya itu benar-benar tak pernah peduli dengan para pria yang mencuri-curi pandang, padanya,ga pernah tau tentang para pria yang mengagumi nya, yang ia tau hanya prince Rafael Benitez, kasihan sekali sahabat nya itu yang menyia-nyiakan cintanya hingga bertahun-tahun.

***

Di lain tempat.

Rafael membanting ponselnya, hampir satu jam ia menunggu balasan pesan dari Meera, padahal dengan jelas ia melihat,gadis itu telah membaca pesan darinya,namun tak ada tanda-tanda pesan balasan dari Meera.

" Shit...aku bisa gila Res kalau seperti ini terus" umpat Rafael saat Damares tiba-tiba datang,saat ini Rafael tengah berada di kediaman pribadinya di luar istana,tadi ia meminta izin pada ibunya untuk memberinya waktu sendiri dan disinilah ia berada.

" Ada apa?" Damares memilih pura-pura tidak paham maksud dan tujuan sahabatnya itu,dalam hati ia bisa menebak, sahabatnya itu galau karena Meera lagi.

" Dia bahkan tak mau lagi balas pesan ku, padahal jelas-jelas dia sudah membacanya,dan sekarang dia malah menonaktifkan ponselnya" omel Rafael menggebu-gebu.

Damares menggeleng, sedangkan Alexander memilih diam ia menatap serius pada layar tablet nya,ia tengah meeting virtual dengan beberapa kepala divisi.

" Dia berhak melakukan itu sekarang,kalian tidak lagi memiliki hubungan apapun,kecuali sebagai dua orang yang saling mengenal, bahkan mungkin bertemanpun ia sudah tidak lagi mau,semua itu pasti akan berbeda,tidak akan mungkin bisa sama seperti dulu" ucap Damares mencoba menyadarkan sahabat nya.

Rafael meremas kuat rambutnya,ia memejamkan matanya, dadanya terlihat naik turun seperti tengah menahan emosi, pengawal kepercayaan nya mengirimkan laporan mengatakan bahwa Meera sepertinya tengah dalam perjalanan menuju pantai yang tak jauh dari pinggiran ibu kota.

Dan Rafael langsung menebak,dia memastikan dan yakin di sana pasti akan ada Gio dan teman-teman nya yang lain, belakangan ini Meera memang cukup dekat dengan mereka dan hal itu membuatnya semakin merasa tidak tenang.

" Aku harus menyusul nya" ucap Rafael tiba-tiba.

" Stop masih mengikutinya,kalau kau tidak ingin dia semakin membenci mu,kamu harus pikirkan tentang pandangan dan penilaian orang-orang untuk nya jika nantinya di sana ada wartawan, bagaimana kamu bisa meyakinkan mereka bahwa dia tidak termasuk orang terdekat mu? Kau ingin mengancam nyawa nya?" Damares lama-lama merasa geram dengan kelakuan sahabatnya.

" Yang Ares katakan benar,mereka pasti masih mengawasi hubungan kalian, yang terpenting adalah memastikan pengawasan terhadap nya selalu aman,namun jangan terlalu kentara,dan juga orang tuanya selalu menyediakan bodyguard di sekitarnya berada,hal itu cukup membantu orang-orang kita agar tak terlalu terlihat" ucap Alexander tiba-tiba,ia baru saja selesai meteng nya.

Rafael kembali duduk, lagi-lagi tangan nya sibuk mengotak-atik ponselnya, menghubungi Meera hingga kesekian kalinya,dan ekspresi nya semakin suram saat orang-orang nya mengirimkan beberapa informasi beserta foto saat Meera dan Cecilia telah tiba di tempat tujuan mereka.

Benar seperti dugaan orang suruhannya,Meera dan Cecilia menuju pantai,dan benar juga seperti dugaan nya yaitu kehadiran Gio dan teman-teman nya, mereka terlihat begitu dekat, antusias menyambut kedatangan Meera , interaksi mereka terlihat begitu akrab.

" Aaa....." prang....salah satu ponselnya pecah berserakan di lantai setelah dengan kuat membentur dinding.

Rafael benar-benar terlihat begitu kacau,ia meraih gelas dan botol anggur, menuang nya asal dan menenggaknya sekaligus tanpa jeda.

" Rasanya aku sangat ingin menculik nya dan membawanya pergi dari negara ini, mengurungnya di mansion itu" ucap Rafael tiba-tiba.

Damares dan Alexander menatap terkejut,mereka tak percaya dengan apa yang Rafael pikirkan,jika sampai itu terjadi apa yang akan terjadi dengan dua keluarga itu? Terutama dengan kerajaan,sang calon pewaris tahta meninggalkan tahtanya, Rafael benar-benar gila di mata kedua sahabatnya.

1
KIM TAMIE
kayanya sih Pangeran udah bilang ke bapaknya Meera alasan sebenernya dari pembatalan pertunangan itu.
Siti Naimah
wah ternyata gio masih sepupu sama Rafael...gak bisa kemana mana dong Meera 🤭
Siti Naimah
Rafael kini menanggalkan sifat jaimnya sebagai pangeran...dalam rangka merebut hati Meera 😄
KIM TAMIE
kenyang tamparan maut khan EL 🤭.
abis digampar Meera, sekarang bapaknya Meera, btw gpp namanya juga usaha, kerahkan seluruh usaha dan sabarmu ya EL
Ganbatte 💪
Leha Leha
Thor bz ke Tk up😭
Siti Naimah
lhoh apa urusan nya kok si Rafael sampai memukul gio? ya salah sendiri kenapa mutusin Meera.. akhir nya jadi sewot sendiri 🤭
Siti Naimah
kenapa sih Rafael kok masih aja mengganggu hidup nya Meera?kan dia sendiri yang mutusin Meera?
harus konsekuen dong dengan pilihan nya...ya sana jalan aja atau berkencan sama si Camelia..kan ngebet banget sama pangeran 😄
Siti Naimah
sukurin lho Rafael...makanya memutuskan apa2 harus dipikir mendalam dulu.jika alasannya Meera itu gadis manja kan bisa belajar untuk menjadi dewasa?mau dapat ganti seperti si Camelia itu?🤭
Siti Naimah
betul banget Meera...kamu harus mengambil sikap tegas.. tunjukkan bahwa kamu kuat dan bisa mandiri 👍
Siti Naimah
iih..si camel kok kayak gak rela Meera mau menemui pangeran? kelihatan banget kalau si camel hatinya gak baik.yakin si Rafael mau membuang Meera dan memilih si Camelia?🤣
Siti Naimah
kebayang betapa panasnya hati Rafael 🤭
Siti Naimah
kira2 pihak mana ya yang mencelakai Meera? semoga cepat ketahuan dan ketangkep
KIM TAMIE
selamat berjuang EeLLLLLL.
ini pasti akan sedikit lebih sulit.
Meeramu sudah berubah, dia bukan lagi Meera yg dulu
Siti Naimah
lhoh katanya Rafael berencana mau putus sama Meera? hla kok begitu Meera coba dekat dikit sama yg Laen kok udah merasa panas sih? gak boleh egois dong
Siti Naimah
walah2 pangeran Rafael..sok2 an kamu mau putusin Meera..bisa2 berubah jadi linglung lho...apalagi jika Meera bakal dideketin sama cowok2 kece...terus elo dapat ganti cewek yg tidak lebih baik dibanding Meera....
merana deh🤣
Siti Naimah
begitu kejamnya sosial media...
Meera kamu harus semakin kuat..
belajar menghadapi tantangan hidup
yg tentu tidak mudah.. yakinkan diri bahwa kamu kuat kamu bisa💪💪
KIM TAMIE
bagus Meera, jangan mau dikendalikan dia, dia udah bukan siapa2 elu lagi
Leha Leha
Ingat kan di culik meera dgn Rafael thor Rupanye lg ade perasaan
Leha Leha
Jgn lama Lama up thor 🙏🙏🙏bg la lebih episode kesian org tunggu tunggu tiap minit di buka tgk Tk ade
Siti Naimah
kenapa minum obat kok mendadak dihaluskan?kan jadi terasa pahit.. mending langsung ditelan aja jadi ga terasa pahit nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!