Selina, seorang gadis muda yang baru saja lulus tiba-tiba bertransmigrasi ke dunia beastman ketika sedang tertidur. Hidup didunia asing yang mengandalkan kekuatan untuk bertahan hidup, Selina yang tak memiliki chat curang atau mengetahui jalan cerita takdirnya seperti yang selama ini dialami oleh para transmigator lainnya memilih untuk menggunakan ingatan dan kemampuannya di dunia modern demi bertahan hidup yang tanpa sadar upaya dan terobosan yang dibuatnya mempengaruhi kehidupan suku rubah dimana ia tinggal,membuat peradaban di suku rubah mengalami kemajuan dan seiring dengan perkembangan sukunya nama Selina pun semakin terkenal dan dianggap sebagai pelopor dan iapun yang semula hanyalah seorang betina lemah dan sakit-sakitan tanpa kemampuan berubah menjadi wanita kuat dan penuh inovasi yang membawa sukunya menjadi besar dan diperhitungkan di dunia Beastman
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENCARIKAN SUAMI KEDUA
Setelah misi pertama sukses, Selina kembali ke gua batunya bersama Arvello. Karena terlalu lelah, setelah makan dan membersihkan diri iapun tertidur lelap.
Tidur malam ini sangat lelap bagi Selina, selama ia berada di dunia beastman. Ketika ia terbangun, matahari sudah tinggi.
Selina yang baru saja terbangun, duduk diranjang jerami miliknya sambil mengerjakan mata beberapa kali sambil meregangkan tubuhnya yang terasa kaku.
"Eh, apakah aku benar- benar tidur selama ini?",gumamnya pelan begitu melihat sinar matahari yang masuk melalui celah kamarnya.
la semula mengira bahwa ketika bangun hari masih pagi. Bagaimanapun, ia tertidur setelah kembali dari rumah kepala suku.Di dunia para beastman memiliki satu kekurangan yaitu tidak ada jam, sehingga ia sama sekali tidak mengetahui waktu dengan pasti dan hanya mengira-ngira dengan melihat sinar matahari dilangit.
Arvello yang baru masuk dan mendengar gumanan Selina langsung menyahut. "Ini efek kehamilanmu. Semakin lama waktu tidurmu pun akan semakin panjang dan kamu juga akan lebih mudah lapar dan mengantuk".
"Oh jadi begitu ya", guman Selina pelan.
Melihat jika Selina sudah sepenuhnya tersadar, Arvello dengan lembut menggendongnya dan membantunya membersihkan diri, rutinitas yang Selina lakukan setelah bangun tidur.
Setelah selesai dibantu mencuci muka dan sikat gigi, Selina pun di duduk di depan meja batu bersama suaminya.
"Hari ini kita akan makan daging panggang, tumis sayur liar dan sop jamur segar", ucap Arvello sambil menata satu persatu hidangan diatas meja.
Selina mengangguk sebagai jawaban. Sambil makan, Selina membuka percakapan. "Apakah tidak apa aku makan sebanyak ini? Rasanya, setiap hari nafsu makanki semakin meningkat".
Arvello menoleh kepadanya. "Kau sedang mengandung anak, jadi banyak tidur dan bertambah nafsu makan itu wajar. Lagi pula yang kau kandung adalah anak ular king Verse. Saat ini porsi makanmu masih tergolong kecil. Setelah empat puluh lima hari, nafsu makanmu akan jauh lebih besar dari sekaranh", jelas Arvello.
Selina kembali menganggukkan kepala sebagai jawaban karena mulutnya penuh makanan.
Setelah makanan dimulutnya tertelan, ia kembali menatap Arvello. "Kalau begitu, kapan aku akan melahirkan?", tanyanya.
Selina dahulu pernah membayangkan bagaimana rasanya menjadi ibu, tetapi tidak pernah terpikir bahwa ia benar-benar akan menjadi seorang ibu, dan itu untuk lima ekor anak ular.
"Masa mengandung memakan waktu lebih dari dua bulan, kira-kira sekitar tujuh puluh hari. Setelah lahir, aku harus mengerami telur. Kira-kira dua bulan juga jadi total keseluruhan untuk prosesnya sekitar 4bulan lebih sepuluh hari", jelas Arvello.
Saat mengucapkan itu, Arvello tersadar. Selina hanya memiliki satu pasangan, dan setelah anak menetas nanti, ia harus mengerami telur sehingga ia tidak bisa merawat Selina selama proses tersebut.
Kening Arvello berkerut, hatinya sedikit gelisah. Semula ia tidak pernah berniat mencari pasangan lain untuk Selina. Dalam pandangannya, tidak ada yang lebih kuat darinya, dan ia mampu melindungi serta merawatnya. Namun setelah telur ular lahir, ia harus mengeram tanpa boleh beranjak sedikit pun.
Telur ular memerlukan suhu dan kelembapan yang sangat ketat. Ketika ia mulai mengeram, telur akan mengenali suhu tubuhnya.
Jika ia sampai meninggalkannya, pertumbuhan anak di dalamnya akan berhenti dan berubah menjadi telur mati. Inilah sebabnya mengapa ras ular King Verse sangat sulit berkembang biak. Setelah melahirkan, keberhasilan menetas pun masih sangat bergantung pada proses pengeraman.
Bila bertemu musim panas, ia bahkan harus menggali lebih dalam ke bawah tanah untuk mendapatkan kelembapan yang cukup, lalu mengeram di sana. la tidak bisa berburu, tidak bisa makanan ataupun minum selama dua bulan, hanya fokus mengeram hingga anak menetas.
Melihat perubahan drastis pada raut wajah Arvello, Selina terkejut. "Ada apa? Mengapa wajahmu tiba-tiba terlihat tidak baik?"
Arvello berjongkok di depannya, dengan sungguh- sungguh berkata, "Selina, setelah telur ular lahir, aku akan mulai mengeram. Selama dua bulan itu aku tidak bisa meninggalkan telur, jika tidak, anak kita tidak akan menetas."
Selina menghela napas lega. Ia sempat mengira sesuatu yang jauh lebih buruk terjadi.
"Baik, setelah anak-anak lahir, kau fokus saja mengeram", jawab Selina sambil melanjutkan makannya dengan santai.
Melihat sikap santai dan acuh tak acuh dari Selina, Arvello semakin merasa gelisah.
"Selina, aku mengatakan bahwa aku tidak dapat meninggalkan telur. Itu berarti aku tidak bisa merawatmu, tidak bisa berburu. Kau perlu mencari pasangan lain, bahkan mungkin lebih dari satu agar ada yang merawat dan menjagamu ketika aku tengah mengerami telur-telur ini", ujar Arvello dengan ekspresi sangat serius.
Di dunia beastman, hampir semua perempuan memiliki setidaknya empat hingga lima pasang, bahkan ada yang memiliki puluhan pasangan. Hal tersebut sangat wajar karena jumlah betina di dunia ini sangat sedikit sementara jumlah jantan sangat banyak dan mereka membutuhkan keturunan sehingga poliandri di jaman ini sangatlah wajar.
Mendengar ucapan Arvello, Selina terperanjat. Suaminya hendak mencarikannya suami kedua dan itu membuatnya merasa tak nyaman.
"Uh, aku bisa merawat diriku sendiri. Nanti ketika kau mengeram, kau cukup fokus saja calon anak-anak kita jangan terbebani denganku ", Selina berkata dengan lembut, berusaha meyakinkan suaminya jika ia akan baik-baik saja selama waktu itu.
Lagipula, sebagai perempuan mandiri dan memiliki ruang penyimpanan ajaib, Selina sama sekali tak takut kekurangan makanan.
Arvello tampak kesal dengan respon Selina yang ia anggap terlalu santai itu.
“Dengan kondisimu seperti ini, bagaimana kau bisa merawat diri sendiri? Sebelum aku datang, kau bahkan makan ikan berduri itu untuk mengisi perut. Jika aku tidak bisa berburu nanti, apakah kau mau makan ikan berduri itu lagi? ", tanya Arvello dengan tatapan tajam
Selina hanya dapat menyentuh hidungnya dengan canggung.
"Sebenarnya kenapa dengan memakan ikan, itu sangat enak tapi semua orang merasa jika ikan tak layak untuk dimakan", gerutu Selina dalam hati.
Melihat ekspresi Selina yang seakan tak terlalu menanggapi dengan serius ucapannya, Arvello pun segera memegang kedua bahunya dan memutarnya sehingga keduanya duduk berhadapan dengan kedua mata saling tatap.
"Selina, saat ini masih musim semi. Tanaman tumbuh pesat, beastman berkembang biak, hewan pun banyak, jadi makanan melimpah. Namun setelah ini akan datang musim panas, musim hujan, dan musim dingin. Pada musim dingin aku akan tidur panjang. Musim dingin adalah yang tersulit untuk berburu. Jika kau hanya memiliki satu pasangan seperti diriku, kemungkinan besar kau tidak akan dapat bertahan menghadapi musim dingin. Apalagi kini kita juga memiliki anak. Maka saranku, kau perlu mencari pasangan lain yang kuat untuk menjaga mu selian aku".
Nada Arvello sangat serius, dan Selina mulai menanggapinya dengan sungguh-sungguh karena ia melihat kecemasan diwajah suaminya itu. "Baiklah, aku ikut pengaturanmu saja. Yang jelas, aku belum bisa menerima seseorang menjadi suamiku jika aku belum mengenalnya dengan baik".
Selina bukanlah orang yang mudah jatuh cinta, dan menikah bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, apalagi jika tak memiliki rasa suka
Untuk suaminya, ini kasus khusus. Ia menerima karena ada anak dalam rahimnya dan itupun ia masih harus beradaptasi untuk menerimanya dengan sepenuh hati Arvello sebagai suaminya.
gak bertele tele
semangat y kk buat karya bgus bagus nya