NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kau Buang

Wanita Yang Kau Buang

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: ririn rira

Skywa Caeloryn Isyra

Seorang gadis hidup tanpa ibu. Di besarkan oleh orang tua tunggal membuatnya menjadi kepribadian yang mandiri. Dari kalimat yang asal di ucap namun bermakna serius. Mengantarkan Cael—begitu orang memanggilnya ke pernikahan yang dingin. Cael bak kasat mata dalam istana megah. Cinta sepihak menghancurkan seluruh mimpi dan harapannya setelah suaminya—Kavi Danendra Bimantara. Membawa wanita lain sebagai adik madu nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririn rira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ego yang terusik

Kavi seketika terpaku di tempatnya. Matanya melebar penuh rasa terkejut melihat mantan istrinya berada di sana, memancarkan aura kepemimpinan dan pesona yang jauh lebih memukau daripada saat mereka masih bersama. Langkah pria itu mendadak terkunci saat netra mereka tidak sengaja berpapasan. Namun, keterkejutan itu langsung berubah menjadi rasa tidak nyaman saat ia melihat respons sang mantan. Tidak ada kepanikan, tidak ada amarah. Tatapan mata Cael begitu datar, dingin dan kosong—seolah-olah pria di hadapannya hanyalah sebuah benda mati yang kebetulan ada di lobi.

"Ada yang bisa dibantu, Pak?" Devan melangkah maju menghampiri tamu mereka itu.

Kavi masih mengunci tatapannya pada Cael yang bersikap biasa saja. "Tidak ada, saya hanya memperpanjang waktu menginap." Jawabnya tanpa mengalihkan pandang.

Menyadari itu Devan menarik tangan Cael dan Kaia agar berdiri sejajar dengannya. "Ah, perkenalkan ini Caeloryn —manajer perencana pernikahan menangani event skala internasional dan korporat. Dan ini, Kaia asistennya."

Sudut bibir Kavi terangkat meremehkan. Sorot matanya mengandung ketidak terimaan. "Jadi, acara kami semalam bukan dia yang menanganinya?" Nada suara itu datar namun penuh kekesalan.

"Maaf pak, Cael tetap ikut mengatur pesta anda. Tapi juga mempercayai junior kami untuk menanganinya. Dan selamat ulang tahun pernikahan acara nya juga sukses." Sahut Devan.

"Ck, saya tidak menyangka kalau hotel ini memilih klien nya. Apa karena acara dinner saya yang biasa saja sampai manajer tidak secara langsung melayani." Kavi merasa tersentil ego nya ketika Devan seolah membela Cael.

"Kami akan memaksimalkan pelayanan kepada klien tapi waktu yang anda pilih sangat mepet. Dibalik itu semua pesta anniversary anda tetap berjalan lancar dan sukses. Kami juga mendengar anda dan istri sangat puas. Kami berterimakasih untuk itu. Sejauh ini kami melayani anda lebih dari sangat baik." Jawab Cael panjang lebar dengan intonasi datar dan tegas. "Sekali lagi, selamat ulang tahun pernikahan sebagai hadiah dari kami. Malam ini kami siapkan makan malam romantis untuk anda dan istri."

Kavi tertegun bercampur kesal. Kedua tangannya mengepal erat. Cael benar-benar berubah, berkata panjang lebar dan tegas seolah mereka tidak mengenal sebelumnya.

"Baiklah, karena tidak ada lagi perlu kita bahas kami permisi dulu, Pak Kavi. Bersiaplah untuk dinner romantisnya nanti malam." Kaia menjawil lengan Cael dan Devan untuk cepat pergi.

Kavi semakin mendidih hingga wajahnya merah padam. Sekali pun Cael tidak pernah menyebut nama nya. Pandangan gadis itu terlalu datar dan dingin. Namun, Kavi berkeyakinan Cael hanya masih belum menerima perceraian mereka.

Setiap ketukan sepatunya di atas lantai marmer lobi terdengar seperti hantaman bagi harga dirinya sendiri. Kavi melangkah pergi dengan cengkeraman tangan yang begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih. Napasnya memburu, lambungnya terasa bergejolak oleh kombinasi antara rasa malu, amarah, dan sikap tidak ia terima.

Cael sama sekali tidak menganggap keberadaannya. Tatapan dingin itu dengan jelas mengirimkan pesan bahwa dirinya tidak lagi memiliki arti apa pun dalam hidup wanita itu—bahkah hanya sekadar di benci.

...----------------...

Sebuah meja bundar yang dihias megah telah disiapkan di area privat tepi pantai hotel. Sebagai bentuk apresiasi dari manajemen untuk paket pernikahan mewah yang diambil, pihak hotel memberikan hadiah berupa romantic dinner tambahan. Di atas hamparan pasir putih pelabuhan, obor-obor bambu menyala estetik, memantulkan cahaya keemasan pada deburan ombak malam yang tenang.

Di meja itulah Kavi dan Sheza duduk menikmati hidangan laut kelas premium. Semua tampak begitu sempurna. Alunan biola mengalir lembut di latar belakang, berpadu dengan aroma wangi bunga melati segar yang melingkari lilin-lilin aromaterapi.

"Tempat ini benar-benar luar biasa, Sayang. Kamu pintar sekali memilih lokasi," ujar Sheza sambil memotong daging lobster premium di piringnya, matanya berbinar menatap dekorasi lilin di sekeliling mereka.

"Ini hadiah dari pihak hotel." Sahut Kavi pendek.

Sheza mengangguk. "Seandainya mama dan papa mau datang pasti kita sangat bahagia, sayang. Orang tua ku juga tidak bisa hadir tapi mereka tetap mengirim hadiah. Sudah dua tahun tapi orang tua mu belum bisa menerima aku."

"Jangan sedih, suatu saat mereka akan menerima kamu." hibur Kavi lembut.

Dinner itu tidak seenak hidangan yang tersaji. Pikiran Kavi melayang pada sosok mantan istri. Cael banyak berubah namun ego nya tidak ingin mengakui. Kavi hanya ingin jadi yang paling unggul untuk membuktikan jika keputusannya saat itu sudah benar.

...----------------...

Matahari pagi baru saja terbit di ufuk timur, memancarkan cahaya keemasan yang memantul di atas permukaan air laut pelabuhan yang tenang. Aroma khas garam laut bercampur dengan wangi kopi hitam pekat yang baru diseduh dari warung-warung pinggir dermaga. Suara klakson kapal tanker yang bersandar berpadu ritmis dengan deru mesin truk kontainer dan riuh rendah aktivitas para pekerja pelabuhan yang mulai bongkar muat barang.

Di sudut lain kota yang sibuk ini, Cael berdiri di depan jendela kaca besar apartemennya dengan perasaan campur aduk. Sebagai seorang Manajer Perencana di hotel resor bintang lima terkemuka, otaknya sudah berputar cepat sejak mata terbuka. Hari ini adalah hari penentu, namun sebuah surel mendadak yang masuk pada pukul lima pagi tadi mengacaukan semua rencana matangnya.

Draf presentasi konsep pembaruan hotel untuk pasar digital yang telah ia susun berbulan-bulan tiba-tiba ditolak oleh direktur keuangan karena dinilai terlalu mahal dan berisiko tinggi. Lebih buruk lagi, salah satu anggota tim kepercayaannya mendadak mengundurkan diri pagi ini dan membawa pergi beberapa data riset penting bersamanya.

Dengan tangan yang sedikit gemetar namun tatapan tetap fokus, Cael mengenakan blazer formalnya dengan cekatan. Pikirannya berpacu melawan waktu, memikirkan bagaimana cara merombak strategi anggarannya dalam perjalanan menuju kantor tanpa kehilangan esensi ide-ide segarnya, seperti ruang kerja bersama yang menghadap langsung ke laut. Sambil meraih tas kerja dan kunci mobilnya, ia melangkah mantap keluar pintu, bersiap menghadapi rapat direksi yang akan menjadi medan pertempuran profesional terbesarnya.

"Kamu."

Langkah Cael terhenti. Pandangan jatuh pada sosok yang berdiri tepat beberapa langkah di hadapannya. Ya, wanita itu yang pernah jadi madunya. Wajah yang sudah Cael lupa dulu pernah tersenyum penuh kemenangan saat Kavi memilih bercerai.

"Selamat pagi, Bu. Ada yang bisa saya bantu terkait fasilitas hotel kami?" Nada bicara Cael cukup profesional disertai senyum tipis ramah sebagai bentuk pelayanan tamu.

"Kenapa kamu ada disini?" Sheza menatap tajam dengan raut terkejut yang tidak bisa disembunyikan. "Kenapa kamu ada di hotel ini?!" Nada wanita itu naik satu oktaf cukup menarik atensi sekitar.

"Saya bekerja disini dan saya punya akses kesini." Cael memperlihatkan name tag yang tersemat di baju nya. "Baiklah jika ibu tidak punya keperluan saya pamit dulu." Sambungnya sambil mengangguk dan melangkah pergi.

1
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Anonim
❤️❤️❤️
Anonim
😍😍😍
Anonim
❤️❤️
Anonim
😭😭😭
Anonim
Sedih nya
Anonim
❤️❤️
Ayuwidia
Modus ya, Dev? 😄
Ayuwidia
Jangan2, Devan bukan cuma seorang pemimpin divisi di hotel itu, tapi seorang pewaris takhta yang lagi menyamar. 🤔
Ayuwidia
Pelan tapi pasti, luka Cael akan sembuh. Dan kelak, mungkin mantan suaminya akan teramat menyesal karena telah menyia-nyiakan seorang wanita setegar dan sehebat Cael.
Ririn Rira: Iya kak dari bab ini babak baru buat Cael
total 1 replies
Ayuwidia
Nyeseknya sampai sini 🥺
Ririn Rira: iya kak rencana nya bakal di lanjutin nanti awal juni
total 1 replies
Ayuwidia
Syukurlah nyawa Sadipta terselamatkan. Udah deg deg gan, takut nasib Cael semakin menyedihkan kalau Sadipta meninggal
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Ayuwidia
Sebagai seorang anak, bisa2 nya Kavi berbagi tawa/ senyum dengan istri keduanya di tengah duka, sementara Cael dan mamanya sangat mencemaskan keadaan tonggak keluarga.

Semoga kelak, Kavi akan dihinggapi rasa sesal yang mendalam karena telah memilih Sheza
Ayuwidia
Ucapanmu memang benar, Kavi. Tapi caramu salah. Harusnya, dari awal, kamu menolak dengan tegas. Berterus terang, kalau kamu sudah mempunyai kekasih. Bukan malah tetap mengikuti kemauan orang tua, dengan mengorbankan perasaan dan menginjak harga diri Cael.
Ayuwidia
Bagus, Cael. Jangan lemah di hadapan madu 😏
Ayuwidia
Masih penasaran, siapa lelaki berandalan itu....
Ayuwidia: woahhh jangan2 dia kelak jadi rival Kavi 😃
total 2 replies
Ayuwidia
Cerdas, Cael. Itu syarat yang sangat bagus, biar Kavi nggak terlalu sewenang-wenang
Ayuwidia
Meski berpenampilan spt berandal, mungkin hatinya spt malaikat, tidak spt Kavi 😊
Ayuwidia
Semoga kelak, Kavi menyesali kekejamannya ini...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!