NovelToon NovelToon
Daddy, I Love You!

Daddy, I Love You!

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wida Dwi Oktafiani

'Seharusnya kamu sadar Fahisa bahwa dia menikahi kamu bukan untuk menjadi istri yang dicintai, tapi hanya untuk menjadi ibu pengganti'

Fahisa Diandra Aditama, gadis berusia 20 Tahun yang bekerja di salah satu Taman Kanak-Kanak yang terletak di kawasan perumahan elite membawanya kepada suatu kejadian tak terduga yang merubah hidupnya.

Pertemuan Fahisa dengan putri seorang CEO yang merupakan seorang duda membawanya kepada sebuah ikatan sakral bernama pernikahan.

Tapi, Fahisa harus menelan kenyataan pahit bahwa lelaki yang dinikahinya masih sangat mencintai istrinya yang sudah meninggal dan kenyataan itu membuat Fahisa berniat untuk membebaskan diri ketika rasa cinta mulai datang menghampiri.

Dia tidak mau perasaan itu semakin jauh.

Tapi, bagaimana jika perlahan Daffa mulai terbiasa dengan kehadiran Fahisa?

Akankah dia mempertahankan Fahisa disisinya dan juga putrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida Dwi Oktafiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tigapuluh dua

Kehamilan Fahisa sudah memasuki bulan keenam dan perutnya sekarang sudah mulai membesar membuat Sahara merasa sangat bahagia, setiap hari dia pasti akan mengusap perut Fahisa lalu berbicara seolah adiknya akan mendengar semua ucapannya. Kesehatan di kandungan Fahisa juga sangat baik kemarin dia dan Daffa baru memeriksakannya, masalah jenis kelamin keduanya memilih untuk tidak bertanya supaya menjadi kejutan nantinya.

Baik Daffa ataupun Fahisa keduanya sama-sama antusias menyambut kelahiran bayi yang dikandung Fahisa dan sama seperti anaknya setiap malam Daffa selalu mengusap perut istrinya dan berbicara dengan anaknya di dalam sana. Namun, tanpa ada yang tau bahwa di balik kebahagiaan yang Daffa rasakan dia juga menyimpan ketakutan yang amat besar.

Daffa takut jika kejadian ketika Renata melahirkan Sahara akan terulang.

Hanya saja Daffa berusaha mengenyahkan fikiran tersebut dia percaya bahwa semua akan baik-baik saja, Fahisa pasti akan kuat.

Hari ini Daffa akan membawa keluarganya ke rumah Tania dan untuk tiga hari ke depan mereka akan tinggal disana karena Daffa akan pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan. Sejak pagi Fahisa terus menekuk bibirnya dia tidak mau di tinggal sampai menginap begitu karena Fahisa terbiasa tidur dengan memeluk suaminya, dia pasti akan kesulitan untuk tidur nantinya.

"Hanya tiga hari Fahisa aku janji kalau pekerjaanku bisa selesai lebih cepat aku akan pulang." Kata Daffa berusaha membuat istrinya itu untuk mengerti

"Mas Daffa jahat." Kata Fahisa dengan kesal

Kenapa sih harus keluar kota?

Menghela nafasnya pelan Daffa harus lebih berusaha lagi untuk meyakinkan istrinya. Jujur saja dia juga tidak mau, tapi masalahnya pekerjaan ini tidak bisa diwakilkan dan mau tidak mau Daffa harus berangkat sendiri.

"Fahisa, hanya tiga hari hmm? Jangan cemberut gitu aku jadi pengen cium." Kata Daffa membuat Fahisa melotot ke arahnya

Tertawa kecil Daffa mencubit kedua pipi Fahisa dengan gemas membuat istrinya itu semakin cemberut, tapi bukannya berhenti Daffa malah jadi semakin gemas melihat tingkahnya. Tubuh Fahisa yang lebih berisi membuatnya jadi semakin lucu apalagi dengan perutnya yang mulai membesar.

Membawa Fahisa kepelukannya Daffa memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang mengusap kepalanya dengan lembut dan berbisik pelan.

"Aku janji akan segera pulang, jadi jangan cemberut begitu hmm?"

Membalas pelukan suaminya Fahisa berbicara dengan suara pelan, dia mengatakan kalimat yang membuat Daffa merasa sangat bahagia.

"Nanti kalau malam aku tidurnya gimana? Gak ada yang bisa Hisa peluk." Kata Fahisa pelan

"Bisa peluk Ara, hanya tiga hari aku juga tidak bisa memeluk siapa-siapa nanti kalau malam." Kata Daffa

Melepaskan pelukannya Fahisa menatap suaminya dengan curiga, tiba-tiba saja fikirannya jadi negatif. Bagaimana kalau disana Daffa menemukan wanita lain?

"Nanti Mas Daffa cari wanita lain disana." Kata Fahisa dengan galak

Terdiam sebentar setelahnya Daffa tertawa mendengar penuturan Fahisa. Astaga, dia bahkan sama sekali tidak pernah berfikir kesana. Saat ini bagi Daffa istri dan anaknya adalah segalanya, dia bersumpah tidak akan menyakiti mereka.

"Tidak akan sayang, mana mungkin aku nakal sama wanita lain." Kata Daffa

"Janji?"

Mengecup kening Fahisa lama Daffa menatapnya dengan sangat lembut, dia sama sekali tidak pernah berfikir untuk mencari wanita lain.

"Janji sayang"

Saat tengah asik menghabiskan waktu berdua ketukan di pintu kamar membuat Fahisa langsung menjauhkan diri dan membuka pintu kamarnya. Saat membuka pintu Fahisa langsung disambut dengan pelukan oleh Sahara, anak itu baru saja selesai mandi dan sekarang dia sudah siap untuk pergi ke rumah Tania.

"Cantiknya anak Mommy." Kata Fahisa

Dia sangat ingin membawa Sahara kedalam gendongannya dan menciumi pipi tembam anak itu, tapi Fahisa tidak berani selain itu Daffa juga melarang karena kehamilan Fahisa sudah cukup besar sekarang.

"Haii dedek bayi sekarang kita mau main ke rumah Oma." Kata Sahara sambil mengusap perut Fahisa dengan lembut

"Mommy apa dedek bayinya masih lama di sini?" Tanya Sahara

"Sebentar lagi sayang." Kata Fahisa sambil mengusap rambut hitam Sahara dengan lembut

Di tempatnya berdiri Daffa tersenyum senang, jujur saja dia juga malas untuk pergi berjauhan dengan Fahisa, tapi dia benar-benar ingin menyelesaikan semua pekerjaannya dalam waktu dekat. Alasannya supaya nanti saat kehamilan Fahisa sudah memasuki bulan ketujuh atau kedelapan Daffa tidak lagi ingin pergi ke kantor dan akan mengerjakan pekerjaannya di rumah.

Menghampiri kedua wanita kesayangannya Daffa langsung mengajak mereka untuk pergi ke rumah Tania.

"Ayo sayang kita ke rumah Oma." Kata Daffa

Sebelum membawa Sahara ke dalam gendongannya Daffa menyempatkan diri untuk mencium pipi istrinya sekilas membuat wanita yang sedang hamil itu tersenyum senang. Di dalam gendongannya Sahara mencubiti pipi Daffa dengan kesal karena akan di tinggal untuk tiga hari kedepan, anak itu merasa kesal.

"Daddy nakal mau ninggalin Ara sama Mommy dan dedek bayi"

¤¤¤¤

Saat sampai di rumah Tania wajah Fahisa semakin sendu karena sebentar lagi Daffa akan berangkat ke bandara, dia tidak mau ditinggal. Sekarang Tania membiarkan Daffa dan juga Fahisa untuk mengobrol sebentar di ruang tamu, dia membawa Sahara ke atas dan meninggalkan keduanya disana.

Memeluk Daffa dari samping Fahisa benar-benar merasa sedih dan tidak rela, entah ini karena kehamilannya atau bukan hanya saja perasaan Fahisa sangat tidak enak. Fahisa merasa seolah akan ada sesuatu yang buruk terjadi dan hal itu membuatnya jadi tidak tenang.

"Kenapa Hisa? Kamu memikirkan sesuatu? Katakan saja." Kata Daffa saat melihat wajah istrinya yang nampak gelisah

Fahisa menggelengkan kepalanya pelan dan menangkup pipi suamianya lalu menciumi setiap bagian dari wajah tampan Daffa, dia melakukannya di ruang tamu tanpa memperdulikan jika mungkin akan ada orang yang melihat.

Sedikit tersentak Daffa tersenyum senang lalu dengan senang hati dia langsung menahan wajah Fahisa untuk menjauh ketika istrinya itu mencium bibirnya sekilas.

Daffa menahan tengkuknya dan malah memperdalam ciuman mereka, tapi Fahisa yang memang merasa sedikit gelisah langsung membalas ciuman itu membuka mulutnya dan membiarkan Daffa menciumnya lebih dalam lagi.

Merasa pasokan udara sudah mulai menipis Daffa langsung melepaskan ciumannya dan mengusap bibir merah Fahisa dengan ibu jarinya.

"Kamu memikirkan sesuatu kan?" Tanya Daffa sambil mengangkat dagu Fahisa dan membuat wanita itu menatap ke arahnya

Fahisa menganggukkan kepalanya.

"Perasaanku tidak enak Mas dan hal itu buat

aku jadi tidak tenang," Kata Fahisa sambil menatap suaminya dengan sedih

"Aku takut"

Suara lirih Fahisa membuat Daffa tersentak, tapi dia langsung berfikir jika itu semua karena kehamilan Fahisa.

Jadi Daffa hanya tersenyum dan mengusap kedua pipi Fahisa penuh kasih sayang.

"Semua akan baik-baik saja Fahisa, percaya sama suami kamu." Kata Daffa

Ketika kedua mata mereka bertemu Daffa menganggukkan kepalanya, meyakinkan kepada Fahisa jika semua akan baik-baik saja.

"Cepat pulang"

¤¤¤¤

Sudah saatnya Daffa berangkat ke bandara dan selama itu pula wajah sedih Fahisa semakin terlihat dia terus mengganggam erat tangan suaminya, entahlah rasa takut itu masih ada. Melihat menantunya yang sangat sedih membuat Tania tersenyum penuh arti dia menepuk pelan pundak Fahisa dan tersenyum menenangkan.

Sebelum pergi Daffa mencium pipi Tania lalu beralih untuk mencium pipi Sahara, tidak menangis seperti biasanya Sahara tersenyum dan memeluk singkat Daffa.

Saat berhadapan dengan Fahisa dia tersenyum dan langsung membawa wanita itu kedalam pelukannya mengusap rambutnya dengan begitu lembut.

Mendongakkan kepalanya Fahisa berusaha tersenyum saat mata keduanya bertemu, tapi Daffa sangat tau jika senyum Fahisa palsu.

"Mas Daffa jangan lupa makan terus tidurnya juga jangan telat dan jangan nakal sama wanita lain." Kata Fahisa mengingatkan

"Iya sayang, jangan sedih, cuman sebentar dan aku janji akan pulang secepatnya." Kata Daffa dengan senyuman manisnya

Saat Daffa akan pergi Tania sempat menanyakan hal yang membuat Fahisa langsung tersentak.

"Jira jadi ikut?"

Dan Fahisa benar-benar tidak tenang sekarang.

1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒓𝒆𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
Dwi Wardani
😭😭😭😭😭😭
Fatmawati Alican
baru baca ampe bab7 sih..rasanya cerirtanya aman2 aja..blm ada konflik..secara tulisan cakep bgt ..katawnya mengalir dgn cantik tanpa typo shngg serasa ammmaaan aja..
arfan
up
Saras Dewi
👍👍👍
Siti Nurjanah
ceritanya lama amat terlau medetail....di persingkat gitu hamilnya udah 9buln gitu
Siti Nurjanah
tepat dugaanku...kmu ja yg bidoh dafa
Siti Nurjanah
aneh deh masa sih di rumah orang kaya gaada cctv....bodoh nya si daffa dia ga peka sama gelagat dan pirasat....masa kmu ga punya anak buah buat cari tuh si pelaku...ktny orang kaya...ga greget bngt sih
Siti Nurjanah
coba panggilannya ke istrinya di ganti...jngn panggil nama trs ga asyik kayanya
Siti Nurjanah
ceritanya datar terlalu mendetail sampe pagi siang mlm beruntun ceritanya.....aga di percepat gitu
Rhenii RA
Kek bocah😒
Liannawaty suparman
aq salah baca thor he he he...hrsnya baca yg ini dlu trs baca kisah sahara ma arjuna trs baca devano ma devina baru dah baca istri manja Zico wkwkkwkwk...aq ulang dah nanti baca lagi kisah Zico ma devina...lucu soalnya..semangat thor 😋😉
Imroatul Mufidah
minta 1 yg seperti daffa bisa ???
Imroatul Mufidah
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Imroatul Mufidah
alurnya pelan ...
Kim Seok Jin
ko ia
naviah
mampir thor
Nadia Laili
hamil anak pertama bawaannya tiap pagi sampai menjelang siang harus mendengarkan Linkin Park keras 2 hahaha,metal kali calon anakku, hamil anak kedua,pingin baca koran Kompas harus Kompas gak mau yg lain,jd selama kehamilan langganan Kompas hahaha
Dewi Ruli
yeeeiii...selamat yaaaa....semoga sehat & selamat sampai si kembar lahir....pasti seruuu deeeh....thor...jng di bikin keguguran lagi yaaa....linu....sedih bacanya....👍❤😘😍
maylinda
kaya Vano yg lagi ngomong y 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!