NovelToon NovelToon
Setelah Aku Pergi

Setelah Aku Pergi

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:97.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Eys Resa

Follow IG othor @ersa_eysresa

Anasera Naraya dan Enzie Radeva, adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Namun tepat di hari pernikahan, sebuah tragedi terjadi. Pesta pernikahan yang meriah berubah menjadi acara pemakaman. Tapi meskipun begitu, pernikahan antara Ana dan Enzie tetap di laksanakan.

Namun, kebahagiaan pernikahan yang diimpikan oleh Ana tidak pernah terjadi. Karena bukan kebahagiaan yang dia dapatkan, tapi neraka rumah tangga yang ia terima. Cinta Enzie kepada Ana berubah menjadi benci di waktu sama.

Sebenarnya apa yang terjadi di hari pernikahan mereka?
Apakah Ana akan tetap bertahan dengan pernikahannya atau menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Depresi

Enzi memang mencoba bangkit, seperti yang dia katakan pada Arvin, tetapi trauma atas kematian Ana jauh lebih dalam dari yang ia bayangkan. Dia mencukur janggutnya, mengenakan setelan jas terbaiknya, dan kembali ke kantor keesokan harinya. Namun, semangatnya telah hilang. Setiap ruangan terasa hampa, setiap suara bising terasa mengganggu.

Di ruang rapat, Enzi hanya bisa menatap kosong ke arah presentasi. Pikirannya melayang kembali ke masa lalu—saat ia terakhir berbicara kasar pada Ana, saat ia menolak ajakan makan malamnya, saat ia menukar waktu berharganya dengan Amel.

"Pak Enzi, bagaimana menurut anda tentang proyek investasi di sektor energi baru ini? Potensi untungnya sangat besar," tanya salah satu direktur, suaranya terdengar jauh.

Enzi tersentak. Ia menatap berkas di tangannya, tetapi huruf-huruf itu tampak menari-nari dan membentuk bayangan wajah Ana yang sembab. "Proyek? Ya... tunda saja. Aku tidak melihat keuntungannya," jawab Enzi, tanpa dasar, tanpa analisis.

Keputusan itu segera diperbaiki oleh Arvin yang duduk di sampingnya, dengan sigap mengambil alih. Arvin tahu Enzi belum siap. Keputusannya yang tiba-tiba menolak proyek bernilai miliaran itu bisa merugikan perusahaan.

"Maaf, semuanya. Pak Enzi sedang sedikit kelelahan. Proyek ini sangat menjanjikan, dan kita akan lanjutkan persiapannya. Pak Enzi dan saya akan meninjau rinciannya nanti," Arvin menutup rapat itu dengan cepat, memberikan tatapan tajam pada Enzi.

Di ruang kerjanya, Arvin menghardik Enzi. "Kau mau menghancurkan perusahaan ini juga, Zie? Kau tidak bisa terus-terusan begini! Ribuan orang bergantung pada keputusanmu. Karyawanmu, keluarga mereka, investor, mereka semua akan hancur jika kau terus-menerus melamun dan tidak fokus pada pekerjaanmu!"

Enzi menyandar di kursinya, memijat pelipisnya. "Aku tidak bisa fokus, Vin. Aku melihatnya di mana-mana. Aku merasa dia ada di sampingku, menatapku dengan tatapan kecewa. Bagaimana aku bisa membuat keputusan rasional saat aku merasa seperti pembunuh?"

"Kau harus berjuang melawannya! Kau sudah kehilangan Ana, jangan kehilangan dirimu sendiri dan warisan yang kau bangun!" desak Arvin. "Dengarkan aku. Ketika bayangan itu datang, akui itu. Katakan pada dirimu sendiri, 'Ya, aku melakukan kesalahan, dan aku akan hidup dengan rasa bersalah ini.' Kemudian, alihkan fokusmu pada pekerjaan. Kau tidak bisa lari. Satu-satunya cara adalah menghadapinya, bekerja, dan membuktikan kau bisa berubah. Untuk Ana. Untuk dirimu."

Arvin terus menasihati dan membereskan kekacauan yang Enzi buat. Dia tahu, rasa bersalah Enzi terlalu besar, dan hanya waktu serta keinginan kuat yang bisa menyembuhkannya. Arvin mengambil alih sebagian besar beban kerja Enzi, membiarkan Enzi fokus pada pemulihan mental, tetapi tetap memaksanya hadir dan terlibat agar tidak semakin terpuruk, dan menyadarkannya kalau dia memiliki tanggung jawab yang sangat besar.

*************

Di Paris, pagi itu Sera sudah bangun pagi-pagi sekali Ada energi baru dalam dirinya, kegembiraan seorang yang terbelenggu dan akhirnya bebas. Dia berdandan dengan hati-hati, memilih pakaian baru yang sudah disiapkan Fabian. Ia tersenyum pada pantulan dirinya, Sera Valencia, wanita dengan kesempatan kedua.

Fabian sudah menunggunya di ruang tamu, terlihat segar dan tampan.

"Siap untuk tur properti?" tanya Fabian sambil menyerahkan mantel tebal.

"Siap! Aku sudah menyiapkan diriku," jawab Sera bersemangat. Ia membawa tas selempang kecil, dengan rambut tertata rapi. Ia membayangkan apartemennya pasti berada di pinggiran kota, jauh dari keramaian, agar identitasnya aman.

Mereka berjalan keluar dari apartemen Fabian. Dan mengikuti langkah Fabian yang menuju ke apartemen yang terletak di tepat di unit apartemennya, dia lalu membuka pintu apartemen itu dengan mudah dan tersenyum lebar kepada Ana.

"Ini dia. Rumah barumu," kata Fabian bersikap tanpa dosa.

Sera mengerutkan kening. "Di sini? Fab, kau bilang kau akan mencarikan tempat yang jauh dan aman..."

Fabian tertawa, tawa renyah yang membuat Sera kesal. Ia melihat ke tas selempang Sera. "Kau sudah bersiap-siap seperti mau melakukan perjalanan antar provinsi, Na. Apartemenmu berada tepat di depan unit apartemen ku, masuklah. Aku sudah menyiapkan semuanya.

"Apa? Kenapa sedekat ini? Bagaimana jika Enzi curiga...."

"Ssst," Fabian menyentuh bibir Sera. "Pertama, tidak ada 'Enzi' lagi di sini. Kedua, Enzi mengira kau sudah hangus menjadi abu. Tidak ada yang akan mencarimu di pusat kota Paris, di bawah pengawasan ketatku. Dan ketiga, ini yang terbaik untukmu saat ini,aku bisa menjagamu dengan baik disini. "

Sera terdiam, dia tidak menyangka kalau Fabian akan menjaganya sejauh ini, dia merasa sudah merepotkan Fabian terlalu banyak.

Mereka berdua masuk, Fabian menjelaskan sambil memimpin Sera ke dalam apartemennya yang baru. Tempat itu dilengkapi dengan perabotan modern, pemandangan kota yang menawan, dan pencahayaan yang hangat.

"Aku ingin kamu tetap aman, dan aku ingin kamu tetap dalam jangkauan. Kamu baru saja memulai hidup baru di negara ini. Kamu butuh dukungan, Sera. Aku tidak akan membiarkanmu sendirian di kota asing," jelas Fabian dengan nada serius. "Anggap saja ini sebagai 'masa orientasi' di kehidupanmu yang baru."

Sera merasa terharu, namun juga sedikit kecewa. Karena dia ingin mandiri sepenuhnya, tapi Fabian tidak mengijinkannya.

"Aku mengerti, Bian. Terima kasih. Ini sangat indah," kata Sera, memeluk Fabian

Fabian terkejut, namun sedetik kemudian senyuman kembali terbit di bibirnya dan membalas pelukan Sera. Setelah dirasa cukup mengungkapkan rasa terima kasihnya, Sera melepaskan pekukan itu dan melihat sekeliling apartemen yang akan menjadi rumah barunya.

"Baik. Sekarang, tentang kemandirian yang ingin kamu lakukan. Aku tahu kamu ingin mandiri dan membuka usaha sendiri. Tapi untuk sementara, aku punya rencana. Besok, aku ingin kamu datang ke kantor bersamaku. Aku akan mempekerjakanmu sebagai asisten pribadiku."

Sera terkejut. "Melamar di perusahaanmu? Tapi aku ingin bekerja di tempat lain."

"Aku tahu. Tapi dengarkan. Di perusahaanku, kamu akan belajar beradaptasi dengan lingkungan kerja baru, membangun relasi, dan yang paling penting, kamu akan aman. Setelah enam bulan atau, setelah kau sudah siap dengan budaya kerja di sini dan kamu memiliki relasi bisnis yang cukup, aku akan membantumu mencari tempat untuk membuka usahamu sendiri. Tapi untuk sekarang, aku perlu mengawasimu dan memastikan 'Sera Valencia' mendapatkan landasan yang kuat. Ini adalah syaratku untuk semua bantuan ini."

Sera menatap Fabian. Dia tahu ini adalah bentuk kepedulian Fabian padanya yang berlebihan, tetapi dia juga tahu niat Fabian yang tulus.

"Baiklah. Aku terima. Asisten pribadimu, ya?" Sera tersenyum.

"Tentu. Selamat datang di Paris, Sera. Sekarang, ayo kita rayakan awal yang baru ini, dengan makan siang" kata Fabian, matanya dipenuhi harapan untuk masa depan sahabatnya.

Ana (Sera) sudah terpisah oleh takdir yang kejam, namun nasib telah mempertemukannya dengan Fabian yang kini menjaganya. Di dua benua berbeda, ada dua kehidupan yang berbeda, seorang pria yang menjalani kehidupan yang hancur dalam penyesalan dan seorang wanita yang memulai kehidupan baru.

1
Marina Tarigan
good very good happy ending
Marina Tarigan
kok jadi penghianat Lisa lamu ydk tahu hidup Enzi secara nyata fia hancur ke ttk terendah hidupny a enxi. sangat 2 menderita kamu nerulah demi cintamu dia sdh mati rasa yg namanya cinta
Marina Tarigan
aidan tdk akan diambil paksa oleh Enzi biarkan dia memeluk anaknya demi anakmu dan enzi walaupun dia meninghal dlm penuh pemyesalan supsya kamu juga tdk merada bersalah seumur hidupmu okuti perkayaan suamimu
Marina Tarigan
bisrkan enzi memeluk anaknya yg terachir zana enzi tdk mengambil anakmu biar enzi puas memeluk anaknya senelum hifupnya berschir kebenarsm tdk bisa ditutupi selamanys demi Aidan juga
Marina Tarigan
memang kesalahanmu sangat fstal enji biatkan anakmu bersama ibunya dan ayahnya percayalah sesdh besar nanti dia akan mencari kebenaran Sera bukan istrimu dia tdk mungkin kembali pfmu dia sdh punya kelusrga sendiri
Marina Tarigan
oo rupanya afa udang dibalik kelamnu ya kamu mencintai enji hati2 nak kupikir dari bab2 terdahulu kamu super segalanya jgn tambah masallah ikuti alurnya jgn maksa kehendak enji belum pernah melihat kamu sebagai wanita
Marina Tarigan
yg terpenting Enzi sdh tahu bahwa Aidan adalah darah dagingnya tapi jgn dipaksa merebutnya bisrkan dia dewada dan Ana itu tdk bisa kembali pd Enzi karena sdh cerai
Marina Tarigan
gimanapun Enzi berhak darah dagingnya walau bagaimanapun lama kelamaan pasti terkuak memang Ana walau bagaimanapun tdk bisa balik sm Enki ksrena putusan perceraian dari pengadilan sah
Marina Tarigan
semoga kamu akan baik dan sembuh total Enzi kita sebensrnya kasihan sm kamu perbuatanmu dulu diluar nalar sm Anna yg kamu cintai sebensrnya semuanya menyakiti nya lahir batin semoga kamu dpt wanita seperti Ana lagi bukan wsnita jalang seperti Amel
Marina Tarigan
kok ana meninggal sih
Marina Tarigan
ana patuh lah sm Drakula dgn taktik yg jitu utk apa melawan tekat sdh bulat
Marina Tarigan
begitu dong jgn mau disakiti terus pergi jsuh
Marina Tarigan
lanjut enzi suka2mu terserah kamu saja
Marina Tarigan
berkinisambungan thour jgn bolak nalik terus kekerasan yg nerulang 2 itu tdk baik
Marina Tarigan
model kaya Amel semua pelacur mau menggaet prria berduit jgn kau lampiaskan pd idtrimu biadap
Marina Tarigan
jgn mau ditindas Ana kau juga bisa hixup semdiri
Marina Tarigan
semoga Ana cepat terlepas dari psikopat dadakan itu pafuka Enzi
Marina Tarigan
jamu bekerja dari rmh biarkan saja pemasukanmu je rek eningmu ttp berjalan lihat saja apa yg dilakukan Enji perharinya ikuti dgn diam2 kalau sdh berulah kau caramu ikuti saja
Marina Tarigan
memang wanita yg sdh jatuh cinta akal warasnya sdh lenyap ke samudra sana dia bilang tdk bisa menyentuhnya sblm kecewanya kita harap sebesar2nya jgn sentuh Ana sampai dia pergi meninggalkanmu
Marina Tarigan
terserah kamu Ana bertahan atau tdk kalau pembaca tdk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!