NovelToon NovelToon
Kamu Yang Meninggalkanku

Kamu Yang Meninggalkanku

Status: tamat
Genre:Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: jewu nuna

Saat kamu menemukan seseorang yang sangat amat kamu cintai, lebih dari sahabat, namun dia malah meninggalkanmu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jewu nuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Stay At Home

Hana menghela napas panjang. Lagi lagi dia harus bangun dengan keadaan kamar yg sepi dan dingin. Bahkan tirainyapun belum terbuka padahal jam sudah hampir menunjukkan pukul 8 pagi.

Hana memilih duduk dipinggir ranjang. Mengikat rambutnya sebelum menyeruput air putih yg memang sudah biasa Haruto letakkan di nakas.

"Udah bangun?"

Hana menoleh.

"Kamu mau jalan jalan ngga? Aku ada tempat bagus buat sarapan"

Wanita itu masih diam. Menatap Haruto yg masih memakai piyamanya, membuka tirai sambil menyerocos.

"Yuk?" Haruto menoleh.

"..."

"Sayang? Kenapa?"

Haruto menatap Hana heran.

Namun selang beberapa saat, dia tersenyum menatap wajah khas Hana bangun tidur. Entalah, gadis, maksudnya wanita itu terlihat jauh lebih bersinar semenjak hamil. Atau hanya karena Haruto jarang saja melihat istrinya dipagi hari seperti saat ini?

"Sayang?"

"To?"

"Mau sarapan apa?"

Hana menghela napas, berusaha memetralkan wajahnya yang sedikit terkejut. Sudah berapa lama ya, Hana tidak melihat Haruto seperti ini?

Ah, rasanya cukup lama semenjak mereka pertama kali membuat persetujuan itu.

"Sayang? Jangan bengong gitu ah" pria itu mendekat, meninggalkan jejak kecupan pada pipi kanan istrinya sebelum duduk disebelah Hana.

"Babynya pengen dirumah aja"

"Oke" Haruto tersenyum mengusap puncak kepala Hana.

"Mau pancake dong, kamu bisa buat kan?"

"Bisa dong, kamu disini aja?"

"Aku ikut"

Pria itu kembali tersenyum, mengusap pipi istrinya sebelum mengecup sudut bibir wanitanya dengan lembut.

"Cantik banget sih?"

"Aku belom mandi, To"

"Ngga mandi aja cantik, apa lagi mandi"

Hana terkekeh "kamu kenapa sih?"

"Engga, aku lagi seneng aja kantor udah lebih baik dari yang kemarin aku bicarain" ucapnya sambil berjalan menuju dapur, diikuti Hana yang mengekor dibelakangnya.

Kali ini pria itu meraih pan yang tergantung di dinding dapur. Sementara Hana sudah lebih dulu ada di samping Haruto dan mengusap tengkuknya dengan lembut "selamat ya"

"Makasih, mungkin aku bakal kasih kepercayaan lebih buat Keita"

"Sekertaris kamu itu?"

Haruto mengangguk. Mengambil beberapa bahan untuk membuat pancake.

"Sampai tahun dimana aku bisa bener bener siap buat ngga khawatir kalo ninggalin kamu sama baby dirumah"

"Lebay banget sih, lagian aku bisa kok" Hana meraih pisang yang ada di meja pantry, sambil sesekali mencuri pandang pada suaminya yang sibuk meracik bahan pancake itu.

"Yakin? Atau kita sewa babysitter aja supaya ngga repot?" Haruto menoleh setelah menuang tepung pancake instan ke mangkuk.

"Aku cuma takut kalo baby jadi ngga kenal sama bundanya"

"Bunda?"

Hana terkekeh, tepat saat Haruto justru mendekat, dan mengusap perut Hana.

"Iya, bunda"

"Aku mau namain dia Sasuke"

Haruto mendongak "kalo cewek?"

"Sakura?"

"Kamu mau buat keluarga kita jadi kaya di series Naruto ya?"

Hana tertawa, bahkan setelah idenya untuk tidak tahu gender baby Watanabe, wanita itu belum berhenti tersenyum.

"Mau coklat atau stroberi, sayang?"

Hana sedikit mendongak, menatap punggung Haruto setelah pertanyaannya itu justru membuat Hana penasaran dengan hasil masakannya.

"Apa aja"

Pria itu meletakkan dua piring pancake di meja pantry dengan dua selai yang memang sengaja belum dia balurkan. Jangan lupa dengan buah pisang dan stroberi yang sudah dia potong disela membuat pancake tadi.

"Mau bantuin?"

Hana menggeleng pelan, mengoleskan selai coklat ke atas pancake sebelum melahapnya.

"Pelan pelan" Haruto mengusap sudut bibir Hana sambil mengamati istrinya makan. Bahkan melihat Hana makan saja sudah membuat Haruto kenyang.

Astaga, perasaan macam apa ini? Bahkan kebahagiaan yang tidak Hana utarakan saja bisa membuat wajahnya secerah ini. Bagaimana dengan perasaan bahagia yang terang terangan Hana utarakan?

"Enak?"

Hana mengangguk, "punya kamu ngga dimakan?"

Haruto menyelipkan anak rambut kebelakang telinga Hana sebelum meraih pancake miliknya.

"Kemanisan, sayang"

Hana hanya terkekeh melihat ekspektasi Haruto. Bahkan wanita itu tidak tahu seberapa banyak suaminya menuang gula pada adonan yang sudah ada takaran gulanya. Hana hanya menikmati dan mengapresiasi makanan buatan Haruto tanpa berkomentar apapun.

"Udah jangan dimakan lagi" Haruto beranjak mengambil jus jeruk didalam kulkas. Namun agaknya Hana lebih menikmati karena lapar.

"Jangan di makan, Sayang" ucapan lembut Haruto keluar tepat saat dia menuangkan jus jeruk di gelas. Lantas meminta istrinya itu untuk segera menetralisir rasa manis itu.

"Udah, aku buatin yang baru aja" Haruto kali ini meraih kedua piring untuk dia sisihkan. Kembali beranjak untuk membuat yang baru. Namun kali ini, Hana ikut andil dalam pembuatan pancake yang memang sedang dia idamkan pagi ini.

"Kamu ngga baca instruksinya ya?"

Haruto terkekeh melihat Hana menuangkan air pada tepung yang sudah dia masukkan ke mangkuk.

"Biasanya kan kamu yang buat"

"Kamu kasih berapa sendok?"

"Sedikit kok, aku kira kira"

Hana tersenyum menatap wajah Haruto yang agaknya tengah berpikir. Hana yakin pria itu menakar sesuai apa yang tengah dia pikirkan bahwa pancake instan ini belum ada campuran gulanya.

"Satu cup gelas?"

Hana mengambil alih sendok yang Haruto gunakan untuk mengaduk setelah anggukan kecil dia berikan.

"Setiap makanan instan pasti ada instruksinya harus gimana, kamu jangan lupa baca ya?"

Haruto kali ini memeluk tubuh Hana dari belakang. Meletakkan dahunya saat istrinya menuangkan adonan pada pan.

"Tapi kok tetep kamu makan?"

"Apresiasi" Hana mencolek hidung mancung Haruto dengan adonan. Sementara pria itu justru terdiam sejenak sebelum mengecup pipi Hana dari samping. Membuat adonan itu tertransfer ke pipinya.

"To!"

"Apa?!"

"Udah kamu duduk aja"

"Ga mau!"

"Ya udah terserah!"

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hana sudah menjadi WANITA Thor bukan GADIS lagi.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bumil itu moodnya gampang banget berubah², jadi wajar sih Hana ngambek karna dia butuh suami untuk bermanja di saat² masa kehamilannya... sedangkan Haruto juga sedang sibuk²nya dengan kerjaan yang ga bisa dia tinggalin jadi perlu kesadaran masing² saja buat saling mengerti meskipun sulit.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Baguslah sudah saling mengerti satu sama lain, intinya komunikasi dan keterbukaan harus tetap berjalan.👍👍👍
Saling mengingatkan satu sama lain.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
LAGI PULA thor bukan "LAGI LUPA Hana ga pernah bilang."
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Jangan keras kepala Hana, kamu dari dulu kan gitu, untung dulu Juna lebih banyak mengalah jangan jadikan sakit mu malah bikin Haruto harus khawatir dan menunda pekerjaan kantornya dan ujung²nya menumpuk.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ternyata Juna beneran sudah meninggal.😢
Benar katan Bunda mu hidup harus tetap berjalan, ga bisa terus terpaku di tempat di masa lalu jadi mulai biasakan buat nerima Haruto dannsaling melengkapi buat lembaran baru
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
aneh si Hana ini ga pernah bisa belajar dari dulu untuk ga terus egois padaha Haruto sudah mulai jujur membuka hatinya buat kamu tapiiii... ah susah sih di bilanginnya tar giliran Haruto pergi dan berpaling barubdeh ngerasa kehilangan dan nyesel.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Haruto egois, dia sendiri yang sedari awal ngasih benteng setelah pernikahan dan tanpa belas kasihan mengusir Hana dari kamarnya dan sampe Hana capek² juga harus bersihin kamar tempat dia tidur dan akhirnya sakit di tambah sekarang jarus melihat perlakuan dia dan Nara seolah itu hal biasa dan Hana ga ada jadi benar kata Hana mending ga usah pedulikan status mereka sesuai ketentuan awal.
Aku berharap sih Juna masih hidup dan Hana bercerai dengan Haruto balikan deh dengan Juna yang ga tegas dengan hati dan status hubungan pernikahannya dengan Hana.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kenapa bahasanya ada campuran bahasa asing Thor.🤔
maaf ga semua pembaca ngerti jadi kalau mau sertakan dialog bahasa asing harus sekalian sertakan juga translet bahasa Indonesianya karna jujur Aku bahasa inggris aja cuma ngerti dikit apa lagi bahasa lain.🙏😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Owh Juna meninggal karna kecelakaan pesawat... kisah persahabatan sekaligus percintaan kalian sungguh tragis banget, padahal kalian sudah cocok rapi harus berakhir dengan kematian lewat tangan Author.🤭
suka baca
bagus 😭 ceritanya ringann and sweet boy
Putri Wienda
ceritanya ringan, sweet bgtt
Putri Wienda
Weh, awalan yg gong
suka baca
pucuk dicinta, ulampun tiba
suka baca
WOI😭
suka baca
rakus bgt 😭
suka baca
bagus bgt, ceritanya ringan
suka baca
ayok 😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!