Bertengkarnya Mama dan Papa Erin,membuat Mama Erin pergi entah kemana dan Papa Erin disibukkan oleh keluarga barunya.Sehingga Erin tinggal sendirian dirumahnya tanpa pengawasan orangtua.
Rafan,teman sekelas Erin juga orang yang selalu berdebat dengannya.Tiba-tiba datang ke rumah Erin dalam keadaan mabuk dan dibawah kendali obat perangsang.
Membuat Rafan melakukan hal yang tidak terduga,yaitu mengambil mahkota Erin.Karena tidak orang di dalam rumah itu kecuali mereka berdua,membuat kejadian itu tidak bisa dicegah.
Kejadian itu membuat Rafan harus tanggung jawab atas apa yang dilakukannya.Membuat mereka harus menikah dini.
Erin adalah gadis yang bertubuh mungil dan memiliki sifat yang jahil.Rafan,laki-laki yang memiliki wajah yang tampan,pewaris keluarga konglomerat,cuek juga emosian.
Bagaimana jika kedua orang tersebut disatukan dengan hubungan pernikahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon InaNa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 32
Naomi
Lo cepat datang kesini,jalan ****,Club****
Erin yang sedang rebahan dikasur,tiba-tiba menerima pesan dari Naomi.
"Club?kenapa Naomi ada di club,bukannya dia udah pindah keluar kota,kenapa dia masih disini?" gumam Erin dengan tanda tanya.
Naomi
Nggak usah banyak mikir,Cepat!!
Erin berusaha menghiraukan pesan Naomi,tapi perasaannya tidak tenang.Akhirnya Erin pergi dengan menggunakan taksi.
Sampai dialamat yang ditujukan,Erin melihat Naomi yang berpakaian kurang bahan sedang merangkul Rafan yang tidak sadarkan diri.Erin berjalan menghampiri dengan perasaan gugup.
"Naomi,kenapa lo disini?kenapa Rafan dengan lo?" tanya Erin.
Bukannya menjawab pertanyaan Erin,Naomi memberikan Rafan ke Erin.
"Mobilnya diujung sana!" kata Naomi menunjuk sebuah mobil mewah yang terparkir.
"Kenapa lo disini?bukannya lo udah pindah keluar kota?" tanya Erin lagi.
"Ck,kenapa lo bingung?" tanya Naomi sinis.
"Lo kenapa sih?"tanya Erin heran.
" Oke,gue akan jelasin semuanya,biar lo puas."kata Naomi.
"Pertama,gue nggak pernah pindah keluar kota,gue pindah disekitar sini dan berhenti sekolah,lalu jadi pelacur."
"Tapi,kenapa?" tanya Erin lirih.
"Kenapa lo bilang ha?gara-gara Papa lo yang mecat bokap gue,hidup keluarga gue hancur,adik-adik gue berhenti sekolah,bahkan untuk makan aja kami susah,Mama pergi meninggalkan kami,dan gue jadi pelacur." teriak Naomi.
"Dan gue juga yang mengantar Rafan kerumah lo dalam keadaan mabuk,gue tau kalau lo sendirian dirumah,gue juga tau keluarga hancur,gue berharap kita sama,sama-sama sudah tidak perawan,ck,tapi siRafan malah tanggung jawab,lo harusnya terima kasih ke gue karena buat lo jadi menantu orang terkaya."
Erin mendengar itu dengan mata berkaca-kaca,menahan tangis.
"Gue benci lo dan keluarga lo,karena ada lo,gue selalu dinomor duakan,gue juga yang buat lo putus dengan mantan-mantan lo,gue jelek-jelekin lo sama mereka,dan satu lagi,Rafan tadi sangat menggairahkan,mungkin tumbuh benih cinta disini." tunjuk Naomi keperutnya.
Erin menangis diam,tidak percaya dengan semua itu,Erin menampar pipinya sendiri,dan merasa sakit.
"Tidak mungkin." gumam Erin menggeleng-gelengkan kepala.
"Sepertinya gue jadi istri kedua Rafan." kata Naomi
"Gue bilangkan semua ini,gue udah capek pura pura jadi sahabat dan baik didepan lo,asalkan lo tau,kalau cerita tentang masalah lo,gue malah senang,akhirnya lo menderita juga." kata Naomi lalu pergi masuk kedalam club.
"Aaaaaaaaa,hiks...hiks...hiks....kenapa..harus ..Naomi."teriak Erin frustasi dengan wajah mengadah kelangit.
Tiba-tiba Rafan yang dirangkulan Erin bergumam tidak jelas,Erin tersadar lalu menghapus air mata nya dengan cepat,merogoh saku celana Rafan untuk mengambil kunci mobil.
Erin menuntun Rafan kearah mobil dan menidurkannya dikursi belakang.
Erin mengemudi mobil untuk pulang.Sahabat yang ia percayai,malah menjadi biang semua masalahnya.
***
Erin mengganti baju Rafan yang bau alkohol dengan piama tidur.Erin meneliti wajah Rafan dan mencium keningnya cukup lama.
" Semoga kita tetap bersama dan tidak akan pernah berpisah."gumam Erin lalu ikut membaringkan tubuhnya disamping Rafan dan menarik selimut hingga kedada.
***
Masuknya cahaya dari celah-celah gorden,membuat yang tertidur menjadi terbangun.Rafan memegang kepalanya yang sedikit pusing akibat pengaruh alkohol semalam yang belum menghilang.
Rafan merasa ada tangan yang melingkar dipinggang nya.Rafan menoleh kesamping dan melihat Erin tertidur pulas sambil memeluknya.
Rafan tersenyum lalu...
Chup
Rafan mencium pipi Erin dengan gemas,yang dicium masih tidak berkutik.Merasa tidak terganggu,Rafan melanjutkan aksinya.
*Chup
Chup
Chup
Chup*
Erin masih juga tidak berkutik,Rafan membelai rambut Erin.
"Nyenyak banget tidur nya,sampai dicium pun tidak sadar." kata Rafan.
semangat buat novel lagi kak