Sakitnya dikhianati pria yang dicintainya, membuat Amanda Adelia menjadi frustasi, ia pergi ke club malam dan tidak sengaja tidur dengan seorang pria bernama Brian Marcelino Bramasta. Namun, tidak disangka-sangka pria itu justru paman dari mantannya, Reno Bramasta.
Bagaimana kisah mereka?
follow akun IG othor Marica-Author
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Sasha
Kabar tentang perjodohan Brian dan Shasa sudah tersebar ke seluruh negeri bahkan mungkin ke luar negeri dan itu membuat Amanda merasa kesal.
Waktu menunjukkan pukul 12 siang. Saat ini Amanda dan beberapa rekan kerjanya sedang berkumpul, menonton berita gosip di ponselnya. Berita yang tengah menayangkan hubungan kedua keluarga, Bramasta dan Kusuma, juga tentang perjodohan anak mereka.
"Wah! Ternyata bos besar kita sudah memiliki tunangan. Kasihan sekali wanita yang berharap besar padanya," kata Jolie, sengaja ingin menyindir Amanda.
"Siapa yang kamu maksud, Jolie?" tanya Hana.
"Siapa lagi kalau bukan Amanda." Jolie menjawab dengan melihat ke arah Amanda, juga dengan menujukkan senyuman miring seolah sedang mengejeknya.
Mendengar namanya disebut Amanda manjadi kesal, ia lantas melihat ke arah Jolie, menatapnya dengan tatapan tidak bersahabat. "Kamu sedang membicarakan aku atau dirimu sendiri?" balas Amanda.
"Kamu—" Ucapan Jolie terpotong karena atasan mereka datang.
"Nona Shasa datang. Ayo kita sambut," ajak Dina.
Semua orang pun membubarkan diri dan sama-sama melangkah menuju pintu masuk. Mereka lantas berjejer untuk menyambut kedatangan Sasha. Semua orang terpana melihat wanita yang tengah berjalan memasuki tempat itu. Cantik dan tentunya elegan. Yang paling membuat Sasha terlihat mencolok adalah barang-barang mahal yang dipakainya.
"Selamat datang, Nona," sambut mereka semua, seraya membungkuk sebagai bentuk penghormatan untuknya.
Wanita bernama Sasha merespon dengan menujukkan telapak tangannya juga dengan tatapan sinis, seolah menganggap rendah orang-orang disekitarnya.
"Nona Sasha, saya Jolie. Saya akan melayani Anda," kata Jolie tiba-tiba mendekat ke tempat Sasha.
"Huh, dasar penjilat!" gerutu Amanda.
"Aku haus, ambilkan minum!" perintah Sasha pada Jolie.
"Baik, Nona. Anda ingin minum apa?" tanya Jolie, berusaha ramah meskipun sebenarnya ia kesal pada Sasha.
"Jus strawberry," jawab Sasha.
"Baik, Nona," balas Jolie. "Apa Anda butuh yang lain juga?"
"Emmm." Sasha tidak langsung merespon pertanyaan Jolie. Ia bergumam seraya berpikir. "Aku mau cheesecake juga."
"Baik, Nona. Silahkan menunggu di ruangan tunggu!" kata Jolie.
Sasha tidak bicara apa pun lagi dan langsung meninggal tempat itu, mengayunkan ke ruangan tunggu diikuti oleh dua bodyguardnya.
-
-
Setengah jam berlalu, Jolie datang bersama seorang pelayan yang membawa makan dan minuman yang diminta oleh Sasha. Jolie kemudian meminta pada pelayan untuk meletakan makanan itu di meja.
"Silahkan, Nona," kata Jolie kemudian bersiap untuk pergi. Jolie tidak ingin berlama-lama di tempat itu. Ia malas jika Sasha memerintah dirinya kembali.
Namun saat akan pergi, Sasha justru memanggilnya. Jolie pun berhenti dan mengumpat di dalam hati. "Mau apalagi sih?"
"Ke sini kamu!" perintah Sasha pada Jolie.
Tidak punya pilihan lain, Jolie berbalik dengan menujukkan senyumnya yang dibuat-dibuat. "Ada apa, Nona? Anda membutuhkan sesuatu."
Sasha tidak langsung menjawab pertanyaan Jolie, ia memainkan kukunya sebelum kembali bicara. "Saya dengar ada wanita yang sering mendekat Brian. Kamu tahu?"
Perkataan Sasha membuat Jolie tiba-tiba bersemangat. Seringai licik pun muncul di bibir Jolie saat ia mendapatkan sebuah ide licik. Ia berencana untuk mengkambinghitamkan Amanda. "Iya, Nona. Saya tahu. Bahkan saya sering melihat dia diam-diam menemui Tuan Brian."
Ekspresi Sasha tiba-tiba berubah. Kilatan kemarahan tergambar jelas di wajah wanita itu, membuat Jolie amat senang. "Siapa dia!"
"Namanya Amanda, Nona," jawab Jolie.
Sasha berdiri dengan mengepalkan kedua telapak tangannya. "Amanda? Segera bawa dia ke hadapanku!"
"Baik, Nona," sahut Jolie dengan penuh suka cita juga senyuman jahat.
Jolie pun pergi bersama salah satu bodyguard Sasha. Mereka pergi untuk membawa Amanda ke hadapan Sasha.
Sepanjang jalan Jolie tertawa di dalam hatinya. Ia merasa senang bisa membuat Amanda berada dalam masalah. Sesaat kemudian langkah mereka terhenti. Jolie lantas dengan paksa menarik Amanda.
"Jolie, apa-apaan ini?" Amanda yang merasa bingung berusaha memberontak, tetapi tenaganya kalah.
"Ayo ikut! Nona Sasha ingin bertemu denganmu!" kata bodyguard Sasha.
"Tapi jangan tarik-tarik begini. Aku bisa jalan sendiri," kata Amanda.
Namun Jolie dan wanita yang merupakan bodyguard Sasha tidak memperdulikan Amanda. Mereka terus menariknya hingga sampai ke hadapan Sasha.
"Nona wanita ini yang sering mendekati tuan Brian," kata Jolie membuat Amanda terbelalak.
"Apa? Jangan—" Amanda belum selesai bicara, tetapi sebuah tamparan membuat ucapannya terhenti.
PLAK
"Jadi kamu wanita yang suka menggoda calon suamiku!" kata Sasha dengan suara keras, membuat Amanda terkejut.
"Bukan," sahut Amanda dengan suaranya terdengar bergetar karena rasa terkejutnya.
"Dasar wanita murahan!"
PLAK
Sasha kembali menampar Amanda.
"Amanda."
Semua orang menoleh ke asal suara, mereka melihat Hana datang. Sebelumnya Hana yang merasa kasihan melihat Amanda memutuskan untuk mengikutinya. Siapa sangka ia melihat temannya mendapatkan perlakuan buruk.
"Amanda, kamu nggak apa-apa?" tanya Hana disambut gelengan oleh Amanda.
"Kamu jangan ikut campur!" Jolie berucap seraya menjauhkan Hana dari Amanda.
"Lepas!" Hana berhasil meloloskan diri dari Jolie dan kembali mendekati Amanda. Pandangannya kembali mengarah pada Jolie. "Kamu jahat Jolie, kenapa kamu memfitnah Amanda. Bukankah kamu juga berusaha mendekati tuan Brian."
"Apa?" Sasha memekik seraya melihat ke arah Jolie.
Jolie nampak gugup dan segera berkilah. "Itu tidak benar, Nona."
Pandangan Jolie lantas mengarah pada Hana, menatapnya penuh amarah. "Kamu jangan bicara sembarangan!"
"Siapa yang bicara sembarangan? Itu kenyataan," balas Hana.
"Sudah, sudah! Kalian membuat aku pusing," sela Sasha.
Hana dan Jolie pun terdiam, tetapi keduanya masih saling menatap penuh permusuhan.
"Dan kamu!" Sasha mencengkram rahang Amanda. "Jangan berani untuk mendekati Brian atau kamu akan mendapatkan masalah."
Amanda diam, tak berminat untuk membalas perlakuan Sasha padanya. Namun saat Sasha berniat untuk menyiram kepalanya dengan jus, Amanda menepis tangan Sasha, membuat gelas yang Sasha pegang jatuh ke lantai.
Sasha memekik kemudian menatap tajam Amanda. "Berani sekali kamu!"
"Tolong jangan berbuat di luar batas, Nona," kata Amanda.
"I don't care!" Setelahnya Sasha sengaja membuang cake ke lantai.
"Sini kamu!" Sasha menarik rambut Amanda dengan kuat membuat Amanda meringis menahan sakit.
"Nona, jangan!" Hana mencoba untuk membela Amanda, tetapi dua bodyguard Sasha menahannya.
"Tahan dia!" perintah Sasha pada Jolie.
"Baik, Nona!" Jolie menahan kedua tangan Amanda, membuat Sasha mudah untuk membuat Amanda bersimpuh.
"Kamu cepat minta maaf dan bersujud di kakiku!" perintah Sasha masih dengan menjambak rambut Amanda.
"Apa? Nggak mau!" tolak Amanda.
"Oh kamu melawan ya," kata Sasha seraya tersenyum lebih licik.
Sasha kemudian mendorong tengkuk Amanda dan memaksanya untuk memakan cake yang ada di lantai. "Sekarang jilat cake itu!"
Amanda menutup mulutnya erat-erat juga menggeleng. Ia mencoba bertahan dengan situasi yang sulit itu.
"Hentikan!"
Suara berat seseorang membuat tindakan Sasha terhenti. Mereka semua melihat ke asal suara. Terlihat Brian datang membuat mata semua orang terbelalak. Tidak dengan Amanda, ia memejamkan mata dan bernapas panjang, ia merasa bersyukur Brian datang.
"Sayang." Sasha melepaskan Amanda dan berniat untuk mendekati Brian.
"Tetap di situ!" Brian menahan Sasha untuk mendekat membuat Sasha memberengut.
Brian kemudian membungkuk untuk membantu Amanda berdiri. "Ada apa ini?" yang Brian dengan suaranya yang berat dan tegas.
Semua orang diam, tak Ada satu pun yang berani menatap Brian. Saat ini pria itu nampak mengerikan. "KATAKAN!"
Semua orang terkejut mendengar teriakan Brian, belum lagi sorot matanya yang tajam bak pemburu mengintai mangsa.
"Itu Tuan, nona Sasha menampar Amanda dan memaksanya untuk memakan cake yang ada di lantai. Nona Sasha melakukan itu karena mengira Amanda suka menggoda Anda," adu Hana.
Jangan ditanya seberapa gelap aura Brian saat ini. Bahkan tatapannya mampu membekukan ruangan.
"Berani sekali kamu berbuat onar di sini dan menyiksa wanita ini!" kata Brian pada Sasha, pelan tapi penuh tekanan.
"Tapi--dia—"
"Tutup mulutmu!" perintah Brian, membuat Sasha bungkam dalam sekejap. "Kamu balas dia!"
Amanda lantas menoleh ke arah Brian, sedikit bingung dengan perkataan Brian. "Apa?"
"Kurang jelas?" kata Brian dengan suaranya yang tegas. "Balas tamparannya!"
rupanya hanya anak adopsi koq belagu banget🤣🤣🤣