NovelToon NovelToon
TERJERAT CINTA MAJIKAN

TERJERAT CINTA MAJIKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: AlinaKS

Neysa seorang gadis cantik, terperangkap menjadi pelayan karena suatu alasan. Siapa sangka Anak Majikannya, Darren akan jatuh hati padanya. Seribu cara ia lakukan, agar Neysa jatuh ke tangannya. Namun siapa yang tahu, Neysa yang biasa saja, wanita yang selalu terpojok oleh keadaan itu menyimpan sesuatu hal yang besar. Ternyata ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AlinaKS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24

****

Darren melepaskan ciumannya, menatap Neysa dengan intens. Sorot matanya begitu tajam, seolah menyelami pikirannya. Neysa hanya berdehem pelan, mencoba menguasai diri sambil menatap tangan Darren yang masih memegang kedua lengannya.

“Bisa kau lepaskan aku dulu?" pinta Neysa gugup.

Bukannya menurut, Darren malah mendekatkan wajahnya. Napasnya terasa hangat di wajah Neysa, membuatnya refleks memalingkan muka. Jantungnya berdegup tak karuan. Padahal kemarin ia dengan percaya diri mengajak Darren tidur bersama, tapi kini, di bawah tatapan intens itu, Neysa justru merasa malu.

“Kau sengaja pindah ke halaman belakang agar aku tidak bisa melihatmu, kan?” tanya Darren, suaranya rendah namun penuh tekanan.

Neysa tetap diam, tidak tahu harus menjawab apa. Dia tidak menyangka Darren akan menyadari perubahan kecil seperti itu.

“Aku tahu kau tahu,” lanjut Darren, suaranya semakin menekan. “Aku sering memperhatikanmu, dan kau tahu itu.”

Neysa berpura-pura terkejut. “Kau sering memperhatikanku? Aku baru tahu,” katanya dengan nada santai yang jelas-jelas dibuat-buat.

Darren hanya tersenyum tipis sebelum mendekatkan wajahnya lebih lagi. Tanpa peringatan, bibirnya mengecup b1b1r Neysa, membuat Neysa tersentak.

"Kalau kau tidak jujur, aku tidak akan berhenti menciummu?” ancam Dareen di telinganya.

Neysa hanya terdiam sejenak sebelum menggeleng perlahan sambil tersenyum malu. Senyum Darren semakin lebar. “Bagus,” ucapnya, sebelum menarik Neysa lebih dekat dan kembali menciumnya.

Pautan b1b1r mereka kali ini lebih lama, tanpa ada usaha Neysa untuk menghentikannya. Secara refleks, tangannya melingkar di leher Darren, seolah memberi isyarat bahwa ia tidak ingin momen itu berakhir. Suasana di antara mereka semakin panas sampai Neysa menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.

---

Di tempat lain, Derrick duduk di kursinya, menatap layar laptop yang sudah mati. Wajahnya kosong, tapi pikirannya penuh dengan berbagai hal yang terus berkecamuk.

“Jack,” panggilnya dengan nada datar.

Jack yang sejak tadi berdiri di pojok ruangan langsung mendekat. “Ada yang bisa saya bantu, Tuan?”

Derrick memandangnya sebentar sebelum bertanya, “Apa kau sudah mengecek kondisi Neysa?”

Jack mengangguk. “Anak buah saya sudah menyusup ke sana. Kondisinya baik-baik saja.”

Derrick tidak memberikan reaksi apapun, tapi sorot matanya menunjukkan ada sesuatu yang mengganjal. “Panggil Lia ke sini,” perintahnya akhirnya.

Tidak lama kemudian, Lia atau Yumi masuk ke ruangan dengan kepala tertunduk. Dia berdiri di hadapan Derrick tanpa berani mengangkat wajahnya.

“Kau hampir aku lupakan,” ujar Derrick sambil menatap tajam. “Urusanku terlalu banyak akhir-akhir ini.”

Lia semakin menunduk, bibirnya bergetar.

“Katakan,” Derrick melanjutkan, “Apa kau sudah memberitahu Neysa tentang ayahnya?”

Lia mengangguk pelan. “Sudah, Tuan. Saya katakan padanya kalau ayahnya sedang sakit.”

“Bagus. Sekarang jelaskan semuanya.”

Lia tampak ragu, tangannya gemetar. Derrick membuka laci meja, mengeluarkan sebuah pistol, dan meletakkannya di atas meja. “Kalau kau berbohong, aku tidak akan ragu menembakmu di tempat. Bahkan mau lari kemanapun aku masih bisa menemukanmu."

Lia langsung berlutut, air matanya mulai mengalir. “Saya takut, Tuan! Itulah kenapa saya kabur setelah Neysa ditemukan!”

Derrick tertawa dingin. “Kau pikir bisa kabur dariku? Keputusanmu ada di tanganku, bukan di tanganmu.”

Lia mengangguk cepat, takut membuat Derrick semakin marah.

“Sekarang, katakan,” Derrick menekankan setiap kata. “Apa yang kau bicarakan dengan Neysa di rumah Darren?”

Lia akhirnya membuka mulut, menjelaskan bahwa Neysa menikahi Darren untuk mengambil alih harta keluarga Lawrence, agar Derrick tidak mendapatkan bagian apapun.

Mendengar itu, Derrick tersenyum sinis. Ia teringat pertemuannya dengan Neysa di rumah Darren saat acara keluarga Barnes. Awalnya, ia sempat ragu itu adalah Neysa. Namun setelah mengirim Lia untuk menyamar, ia yakin wanita itu memang Neysa.

“Apa lagi yang kau bicarakan?” tanya Derrick, suaranya semakin dingin.

Lia gemetar. “Saya menduga, Neysa mulai mencintai Darren.”

Tatapan Derrick berubah tajam, membuat Lia segera bersujud, memohon ampun.

“Jack,” panggil Derrick tiba-tiba.

Jack masuk dengan sigap. “Bawa Lia keluar dari sini. Pastikan dia tutup mulut.”

“Baik, Tuan.”

Lia berteriak, memohon ampun, tapi Derrick tidak menggubrisnya. Dia hanya menatap keluar jendela dengan ekspresi dingin. Dalam hati, Derrick bertekad untuk menunggu waktu yang tepat. Setelah Neysa melahirkan, ia sendiri yang akan mengambil wanita itu dari keluarga Barnes. Neysa adalah miliknya, apapun yang terjadi.

****

Pagi yang Mengusik.

Cahaya matahari yang masuk melalui celah tirai membuat Neysa perlahan membuka matanya. Senyumnya mengembang saat mendapati Darren masih terlelap di sampingnya. Wajah pria itu tampak damai, namun tangannya yang melingkar erat di perutnya menunjukkan sisi protektif yang tidak pernah hilang.

Neysa bergerak pelan, berusaha melepaskan diri tanpa membangunkannya. Namun, baru saja ia menapakkan kakinya di lantai, suara Darren yang berat terdengar.

“Kau mau ke mana?” tanyanya dengan mata yang sudah setengah terbuka.

Neysa menoleh, gugup. “Ke toilet,” jawabnya singkat, berharap Darren tidak bertanya lebih jauh.

Namun, Darren hanya menghela napas pelan, lalu bangkit dari tempat tidur. Sebelum Neysa sempat melangkah, Darren sudah mengangkat tubuhnya.

“Darren!” seru Neysa terkejut. “Aku bisa jalan sendiri.”

“Tidak perlu,” balas Darren singkat, melangkah mantap menuju kamar mandi.

Sesampainya di sana, Darren menurunkan Neysa ke bathtub dengan hati-hati. Dia membuka kran, membiarkan air mengisi bak mandi perlahan. Neysa menatapnya bingung.

“Aku hanya ingin mandi,” kata Neysa, mencoba memecah keheningan.

Darren menatapnya serius, lalu duduk di pinggir bathtub. “Neysa,” panggilnya dengan nada rendah.

Neysa menelan ludah. “Ya?”

“Aku tidak mau kau memikirkan rencana apa pun lagi tentang keluarga Barnes,” ucap Darren tegas, sorot matanya tajam.

Neysa terdiam sesaat, lalu mengangguk kecil. “Aku tidak punya alasan untuk membohongimu lagi,” jawabnya pelan.

Namun, Darren tidak langsung merespons. Ia menatap Neysa dalam-dalam, lalu menempelkan keningnya pada kening Neysa. Suaranya berubah menjadi lebih berat ketika ia berkata, “Dulu, kau juga bilang seperti itu. Tapi pada akhirnya, kau membohongiku.”

B e r s a m b u n g ....

Sabar yah, Bang Darren. Neysa udah tobat kok.

Jangan lupa tinggalkan jejak, yah. Biar Mimin tetap semangat, makasih (⁠^⁠^⁠)

1
Juli Rosan
Lanjut👍
asy
lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!