Warning 21+
Bijaklah dalam membaca!
Clarissa Louise (biasa di panggil Rissa)harus menerima kenyataan pahit. Di usianya yang masih belia orang tuanya meninggal dalam kecelakanan tunggal. Sejak itu ia pun dititipkan pada kakeknya yang bekerja di sebuah mansion megah. Kediaman milik seorang pengusaha kaya raya yang berhati dingin dan juga misterius. Namun diam-diam Rissa jatuh cinta pada pria itu.
Kini setelah lima tahun berlalu, kakeknya pun sakit hingga mengharuskan Rissa mencari biaya untuknya. Kemudian seseorang datang untuk menawarkan perjanjian pernikahan pada Rissa. Seorang pria yang sebenarnya menyimpan dendam yang dalam pada gadis itu. Apa yang akan terjadi dengan Rissa selanjutnya?
Penasaran dengan kisah Rissa? lanjut aja yuk! Author usahakan update setiap hari ya.
Happy reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 Cinta dan Benci
Happy reading...
Di dapur yang mewah dengan hiasan lampu kristal yang menggantung indah... terlihat sangat cantik menambah kesan Glamour di mansion. Dan ada seorang pria yang sejak tadi membantu Rissa mencari obat herbal.
"Apa kau tidak bisa menjaga dirimu sendiri... apa kau memang selalu ceroboh... jika tadi aku terlambat sedikit saja menangkapmu kau pasti sudah jatuh dan terluka," ucap Daniel sembari memeriksa isi lemari.
Sepasang mata Rissa terus saja menatap punggung Daniel seakan ingin memeluk pujaan hatinya, gadis itu tidak sadar dengan yang Daniel katakan padanya, ia begitu menikmati lamunannya.
Aku begitu mengagumimu... tetapi aku juga sangat membencimu... batin Rissa.
"Untuk apa memangnya?" tanya Daniel mengagetkan gadis yang ada dibelakangnya.
"Hah, apa?"
"Obat herbal yang kau cari itu untuk apa?"
"Oh, itu untuk aku minum.. biasanya Mrs.Fara memberikanya padaku saat perutku terasa sakit dan mual."
Daniel masih meraba-raba di dalam lemari dan tangannya bergerak kesana kemari mencari sesuatu...
"Ahh, sepertinya aku menemukannya. Apakah ini?" tanya Daniel lalu menunjukkan sebuah kantong seperti bungkusan teh bubuk.
"Ya, benar ini kantong rempah-rempah obat herbal yang biasa Mrs.Fara berikan padaku. Terima kasih," ucap Rissa senang lalu menerima bungkusan berisi rempah-rempah obat herbal dari tangan Daniel.
Rissa menghidupkan kompor dan meletakkan panci berisi air untuk merebus rempah-rempah obat herbal. Wajah gadis itu terlihat sedikit senang.
Daniel lalu duduk sambil memandangi gadis yang tengah sibuk merebus obat herbal itu, amarah yang ditahannya sejak dikantor kini sudah hilang entah kemana... dan gadis itu pun tidak sadar jika sedang diperhatikan. Rissa seperti tidak peduli dengan kehadiran Daniel, ia begitu serius merebus rempah-rempah obat herbal sambil mengaduk-ngaduk air di dalam panci.
"Sudah jadi!! serunya, lalu gadis itu menuang air rempah-rempah ke dalam gelas, Apa Anda mau minum ini?" tanya Rissa.
Daniel menggelengkan kepalanya,
Kepulan uap air mendidih sedikit menghalangi pandangan Daniel yang menatap Rissa.
"Kata Mrs.Fara minum ini sangat bagus untuk kesehatan," ucap Rissa.
Rissa duduk berhadapan dengan Daniel di sebuah meja makan, tangannya berhati-hati memegang cangkir obat herbal. Gadis itu lalu meniup-niup air yang masih terlihat panas dan kemudian meminumnya sedikit demi sedikit. Rissa baru tersadar jika mata Daniel memandangnya sedari tadi.
Kenapa matanya tetap memandangiku, apa pria kejam itu akan menghinaku lagi? Oh... aku sudah sangat lelah hari ini, batin Rissa.
Ada rasa takut menghantui diri Rissa seketika, sebab tadi siang mereka sedang bertengkar dan masalah mereka belum terselesaikan.
Glek... gadis itu menelan air ramuan dengan terpaksa.
"Tu... Daniel apa Anda sudah makan?" tanya Rissa pelan.
Rissa ingin memanggil tuan pada Daniel, tetapi, gadis itu langsung menghentikan ucapannya.
Daniel menyandarkan tubuhnya pada kursi yang ia duduki lalu melipat tangan di dadanya dan memandang Rissa tajam.
"Sebenarnya aku belum makan malam, dan kau tahu mengejarmu itu butuh tenaga," ucap Daniel menyindir sembari tersenyum kecut memandang Rissa.
Rissa pun sebenarnya masih marah pada Daniel karena pria itu selalu menghinanya, tetapi gadis itu mengalah karena sudah lelah jika berurusan dengan Daniel.
"Umm... maaf, suara Rissa terdengar sangat pelan, Aku akan membuatkan makan malam untukmu, tunggu sebentar," ucap Rissa lalu
gadis itu beranjak ke arah lemari pendingin.
"Aku akan memasak Sup Tomat Pasta," ucap Rissa lalu mengambil beberapa bahan dari lemari pendingin.
"Buat juga untukmu, kita makan malam bersama," ucap Daniel suaranya terdengar seperti perintah.
"Baiklah, aku akan memasak untuk kita berdua," ucap Riss pelan.
Gadis itu lalu menyiapkan semua bahan diatas meja dan mulai mengiris-iris tomat dan daging cincang, kemudian memasaknya di wajan. Rissa memasak dengan api kecil, tercium aroma yang sangat lezat memenuhi seisi ruangan tempat mereka berada.
Letupan-letupan kecil terlihat diwajan.. sebelum masakan matang Daniel tiba-tiba mendatangi Rissa lalu meraih pinggang gadis itu dan menariknya mendekat pada tubuhnya.
"Tadi siang kau berkata bahwa aku adalah orang yang pertama menciummu.. benarkah?" tanya Daniel pelan sembari menatap lalu menyentuh bibir Rissa dengan tangannya.
Rissa menganggukan kepalanya. Lalu Daniel langsung melahap bibir Rissa dengan mesra dan menikmati manis bibir gadis itu tangannya menekan tengkuk Rissa hingga ciuman mereka semakin dalam. Tubuh Rissa terasa kaku dan tidak bisa bergerak ingin tangannya mendorong pria itu, tetapi hatinya berkata lain.
Aku tidak bisa menolakmu...
aku begitu sangat menginginkanmu...
aku sangat merindukanmu...
kekasih hatiku..
Rissa membuka mulutnya dan membiarkan Daniel ******* habis bibirnya, gadis itu begitu menikmati permainan bibir Daniel dan terbuai. Rissa baru tersadar setelah Daniel mengatakan. "Jangan pernah pergi dariku, " ucap Daniel pelan dan tersenyum.
Rissa terdiam.. Daniel melepaskan pelukannya dari Rissa dan kemudian duduk kembali di kursinya.
Gadis itu merasa gugup dan lagi-lagi Daniel berhasil membuat pipinya merah merona. Rissa masih dengan kikuknya mengambil sup dari wajan, lalu membawanya ke atas meja dan menyajikannya ke Daniel.
"Sudah siap Sup Tomat Pastanya terlihat lezat, silahkan di makan," Rissa menyediakan makan malam untuk mereka berdua, dan kemudian ia duduk berhadapan dengan Daniel.
"Rissa, besok aku akan pergi ke suatu tempat." Ucap Daniel memberitahu.
"Baiklah."
"Mungkin aku akan beberapa hari disana."
Hening... mereka berdua terdiam, hanya terdengar dentingan alat makan yang beradu.
Daniel menunggu Rissa mengucapkan sesuatu sambil menatap gadis itu, tetapi Rissa tetap terdiam. Wajah Rissa menunduk dan tangannya hanya mengaduk-aduk sup yang ada didalam mangkuk.
Kemana dia akan pergi, bukankah hari pernikahan kami sudah dekat? apa aku harus khawatir... atau merasa senang, batin Rissa.
"Apa kau tidak merasa penasaran kemana aku akan pergi?" tanya Daniel.
"Apa aku mempunyai hak untuk bertanya padamu?" Rissa balik bertanya sambil menatap Daniel.
Senyum keduannya menghilang... wajah Rissa terlihat sedih, gadis itu berharap Daniel menjawab pertanyaannya.
"Aku akan kembali sebelum kita menikah dan nanti akan ada orang yang membantumu menyiapkan semuanya." ucap Daniel lalu beranjak pergi meninggalkan Rissa sendiri diruang makan.
Jika memang aku berhak tahu kemana engkau pergi... bukankah sebaiknya kau menjawabnya, itu akan lebih mudah untukmu dan juga untukku... batin Rissa.
Rissa duduk sendiri diruangan itu merenungi sikapnya tadi.
Bodohnya aku yang begitu terbuai olehmu.. sebenarnya aku tidak terlalu berharap padamu, wahai tuan kejam akupun mengerti posisi diriku di tempat ini, aku berjanji padamu aku tidak akan melarikan diri, aku akan pergi saat kau sendiri yang mengusirku nanti, batin Rissa.
Bersambung.
🌾🌾🌾
Hai jangan lupa tinggalin jejaknya like and comment juga ya juga vote and rate nya..
Please jangan jadi Silent Reader.
Salam hangat dari author moga kita selalu sehat, terima kasih.
aqu kasih Like 11 x
apa Rissa dan anak ny ada yg melindungi dan menjaga dan menyayangi mereka ?
jujur author aku pengen mereka bahagia . seperti ny cukup Rissa bersusah hati dalam cinta ny. biarkan Rissa bahagia dgn anak ny dan ada seseorang yg mencintai dan saling mencintai walau pun itu bukan Daniel
ditunggu kelanjutannya thor..
bikin nangis anj😭😭
udah gitu ngegantung plis la author kasi s 2😭