NovelToon NovelToon
La Tahla Jangan Mengeluh

La Tahla Jangan Mengeluh

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:210.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Wiejeunghara

sakit memang ketika seseorang yang ia cintai diam - diam tak memilih dirinya untuk menjadi pendamping hidup. hatinya begitu hancur kesal, sedih, pilu itu yang dirasakannya hingga detik ini pun rasa sesak itu masih terus menggelayuti seolah enggan untuk sekedar pergi dan singgah kelain hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiejeunghara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bahagia itu saat aku bersamamu ( end )

" ketika sebuah kesabaran menuai hasil maka kau tak akan pernah membayang kan betapa indahnya rencana yg Allah tulis dibalik setiap kesusahan yg telah berhasil kau lewati "

*** la tahla jangan mengeluh ***

*ckckckck... sepertinya ada yg cemburu

sayang mas kan pergi mengunjungi ayah ibu cuma sebentar, itupun karena mas diundang menjadi juri kompetisi qori - qori'ah disana.

aku gak keberatan jika mas hanya mengunjungi ayah ibu disana, tapi menjadi juri kompetisi itu....!

" mas kan bertemu para Qori cantik disana "

hahaha sayang suamimu ini tak butuh Qori'ah cantik lainnya diluar sana, karena sudah ada Qori'ah tercantik disini yang setia menunggu mas pulang setiap malam.

lihat sekarang suamimu ini sudah pulang dan tak akan meninggalkanmu lagi......!!!

Janji.....?

janji*....!!!

senyum terukir dibibir Farah ketika mengingat kejadian berbulan - bulan lalu saat ia dan suaminya baru menjadi sepasang suami istri, sungguh perubahan yang amat drastis dalam dirinya ketika status seorang istri itu baru disandangnya.

terkadang ada rona malu diwajahnya ketika menyadari seorang Farah Lailatul Fitriah gadis yang dahulu terkesan pendiam, mandiri dan penyabar itu berubah menjadi gadis manja, cerewet dan selalu merajuk ketika sudah menyandang status menjadi seorang istri.

Lucu bukan...?

hal itu pun yang di sadari oleh Farah, aneh memang bahkan ia sendiri pun tak mengerti dengan semua sifatnya itu, sejak menyandang status sebagai seorang istri ia seolah tak rela jika suami tercintanya terlihat dekat dengan seorang gadis pun, entah apa yang ada di benaknya namun ia benar - benar merasa takut jika harus terpisah dengan suaminya.

*Àssalamualaikum istriku.....!

hei cantik gak baik melamun sendiri begitu.....!

kenapa kangen yah sama mas*.....?

farah memutar bola mata dan memanyun kan bibirnya mendengar ucapan suaminya barusan.

*idiih jadi orang kepedean banget sih mas siapa juga yang lagi ngelamunin mas...?

ckckck lah terus kamu ngapain coba duduk diem senyum - senyum gitu....?

mas perhatiin kamu dari pintu tadi, kamu gak sadar kan*..?

farah menggeleng

tuh kan apa namanya kalo gak lagi ngelamunin mas mu ini..!!

ucap pria itu dengan senyum jahilnya, farah mendelik sebal ke arah pria itu tak habis fikir ternyata suaminya punya sindrom kepedean akut yang tak pernah ia ketahui.

*aduuuh pede nya gak ketulungan yah..?

siapa juga yang ngelamunin mas, orang farah tadi lagi main sama dede bayi kok, ia kan sayang*......??

ujar farah seraya mengelus lembut perutnya sendiri, kali ini pria itu tersenyum berbinar duduk tepat disamping farah yang masih duduk bersandar diranjang menyelonjorkan kakinya.

*wòah benarkah anak ayah tadi main sama bunda...?

sini coba ayah pengen denger anak ayah lagi main apa sekarang*...?

pria itu kini merebahkan kepalanya di pangkuan farah, mengelus bahkan menciumi perut istri tercintanya itu yang kian hari kian membesar.

*kak Fatih....kak....!!!

kak fatih*...!!!

mendengar panggilan nadia, fatih bergegas turun dari ranjang dan membuka pintu kamar, farah mengekori suaminya dari belakang.

*ada apa sih Nad teriak - teriak gak jelas...

iiiiih siapa yang teriak - teriak gak jelas, nih ada paket buat kakak...!

ooh ya udah makasih yah nanad sayang*.

ujar fatih menerima paket dari tangan nadia menutup kembali pintu kamar berjalan ke arah ranjang, dan duduk diatasnya.  farah yang penasaran mengikuti langkah fatih.

dari siapa mas...?

entah nggak ada pengirimnya...!

fatih membuka paket yang tidak terlalu besar itu, mengernyitkan dahi dia melihat isi paket itu.

*Undangan mas....!

Undangan pernikahan Fahri mas....!!

Fahri akan menikah mas*....!

dengan mata berbinar farah dan Fatih membaca kembali sampul undangan itu, tertera jelas di dalamnya nama calon mempelai laki - laki adalah Fahri sahabat tercintanya.

*Alhamdulillah sayang kabar yang sangat membahagiakan....!

iya mas akhirnya Allah membalas doa - doaku selama ini untuk mempertemukan akhi Fahri dengan wanita yang lebih mencintai nya dan lebih baik dari pada aq.

sayang Allah itu maha adil, ingatkan dalam surat Ar Rahman ia berkata.

" tidak ada balasan kebaikan melainkan dengan kebaikan juga " nah undangan ini buktinya*.....!

Farah mengangguk tersenyum memeluk fatih, ikut merasakan kebahagiaan atas rencana pernikahan fahri.

*aku sangat berterima kasih atas kebaikan fahri saat itu mas.

jika bukan karena dia maka kita tak akan pernah bisa seperti ini*.

fatih mengangguk tersenyum mengingat kembali pada hari pernikahan mereka.....

flash back hari pernikahan

***Assalamualaikum wr wb.....

terima kasih kepada para tamu undangan yang telah menyediakan waktu luang kalian untuk menghadiri dan memberi restu pada pernikahan hari ini.

sungguh tanpa restu dan kehadiran kalian maka acara hari ini tak akan berjalan sukses hingga detik ini.

saya sungguh merasa amat bahagia karena sebentar lagi akan mempersunting gadis yang sudah lama saya kagumi.

gadis cantik dengan sejuta prestasi yang akhlak dan kepribadiannya tak diragukan lagi***.

fahri masih berdiri melirik ke arah Laila dan melanjutkan kata - katanya.

***bisa memiliki nya adalah kebahagiaan untuk saya pribadi.

namun kebahagiaan itu tak berhak saya rasakan jika harus mengorbankan hati dan rasa cinta nya.

tidak seharusnya saya memaksakan cinta yang telah memilih pelabuhannya untuk berbelok dan berlabuh pada pelabuhan yang tidak semestinya.

tidak mungkin saya menikahinya ketika saya tau bahwa cintanya tak pernah ada untuk saya.

jadi sepertinya saya tidak bisa melanjutkan pernikahan ini......!

karena saya tidak mungkin bisa bahagia diatas kesedihan orang yang saya cintai***.

suara riuh mulai terdengar dari arah tamu undangan, fatih dan Laila memandang cemas dan tak mengerti maksud pembicaraan Fahri.

saudara sekalian tak usah khawatir pernikahan hari ini tetap akan dilaksanakan namun bukan pernikahan saya tetapi sahabat saya " fatih "

suara riuh kembali terdengar, fatih dan farah menatap bingung ke arah Fahri masih tak percaya dengan apa yang baru saja di ucapkan pria itu dihadapan orang banyak, fahri tersenyum menatap ke arah Fatih dan orang tuanya.

***ana tau ente akan merasa bingung kawan, tak seharusnya ente menyembunyikan perasaan ente disaat gadis yang ente cintai juga mencintai ente.

ente bodoh kawan,bahkan ente mengorbankan dan menyakiti cinta ente, membuatnya menunggu bertahun - tahun lamanya.

nikahilah dia kawan ana sudah berjanji akan mempersatukan cinta kalian berdua.

" terima kasih*** "

fahri menyudahi kata - katanya menghampiri dan menyambut pelukan dari fatih dan orang tuanya.

*Ri mengapa kau lakukan ini..?

Sudahlah sob sudah seharusnya memang ana melakukan ini.

Nikahilah dia, sudah seharusnya dia bahagia dan kebahagiaannya itu bersama ente bukan ana...!

sejak kapan kau mengetahui semuanya...?

beberapa hari setelah ana menemukan foto gadis pelangi itu sob, setelah sebelumnya ana harus mengait - ngait kan beberapa kebetulan dan fakta - fakta yang ada.

lalu bagaimana dengan semua seserahan yang telah kau berikan.....?

ana hanya melakukan yang seharusnya ana lakukan sob, soal seserahan dan semua nya anggap itu hadiah dari ana.....!

menikahlah sob jangan biarkan dia menunggu terlalu lama....

tapi mas kawin*....?

Fatih bingung karena sama sekali tak menyangka dengan semua yang dilakukan Fahri hari itu, nyonya Fatimah yang berdiri tak jauh dari kedua pemuda itu menghampiri,ia melepas beberapa perhiasan yang dipakainya.

berikan perhiasan ini sebagai maharmu untuk menantu umi nak....!!!

fatih dan fahri menoleh ke arah nyonya fatimah, fatih memeluk erat pada ibunya sedang nyonya fatimah menggenggam erat tangan Fahri dan berterima kasih padanya..

sudah seharusnya Fahri melakukan hal ini umi...

setelah sambutan penuh haru itu acara pun dilanjutkan Fatih yang semula memakai jas abu - abu miliknya kini berganti dengan jas yang sama seperti baju pengantin yang dipakai oleh farah yg duduk tak jauh dari tempat ia akan mengucapkan ijab kabul hari itu.

*anakku Aidil Fatih aku nikahkan kau dengan anakku Farah Lailatul Fitriah dengan mas kawin 20 gram perhiasan emas dan hapalan surat Ar Rahman....

saya terima nikah dan kawinnya Farah Lailatul Fitriah dengan mas kawin 20gram perhiasan emas dan hapalan surat Ar Rahman dibayar tunai....!!!

bagaimana saksi Sah...?

Sah....Sah....

Alhamdulillah*.....

flashback end

hari itu sudah terlewati berbulan - bulan yang lalu namun setiap detiknya tak pernah bisa dilupakan oleh fatih maupun farah, hari bersejarah dimana cinta yang telah lama mereka pendam akhirnya bisa bersatu.

*mas kita akan datang kan ke acara pernikahan Fahri...?

kau ingin datang...?

hei sadar dengan perutmu yg makin membesar itu, kau tak boleh naik pesawat....

mas pernikahannya bulan depan, lagi pula kandunganku kan bulan depan baru akan menginjak 7 bulan gak akan terpengaruh jika hanya naik pesawat beberapa jam....!!!

pokoknya kita harus datang....!

aq gak mau tau*....!

setengah merajuk farah mendengar penolakan fatih perihal kehadiran mereka pada hari pernikahan Fahri, jika sudah seperti itu maka Fatih tak bisa berbuat apa - apa selain menuruti kehendak istrinya yang ngambekannya semakin menjadi sejak dirinya dinyatakan hamil, fatih harus ekstra sabar menuruti semua kehendak istrinya jika tidak mau pintu kamar terkunci untuknya dan berakhir tidur diatas soffa diruang tamu, hiiih fatih bergidik ngeri membayangkannya.

*baiklah sayang kita akan datang....

kau tidak boleh merajuk gitu aaah....

jelek tau....!!!

akan lebih cantik jika istri mas ini tersenyum hmmm....??

iiih mas fatih....!!!

gombalnya mulai deeh, sini peluk farah kangen tau dari tadi ditinggal sendiri.....!

ahahahahaha akhirnya ada yg ngaku kalo tadi bener - bener  ngangenin mas yah*.....!

keduanya berpelukan mesra berbagi kebahagiaan setiap kali mereka bisa bersama, kesibukan Fatih sebagai Qori tak jarang membuatnya harus berpisah dari farah yang kini tengah mengandung buah cinta pertama mereka.

farah pun tak mau menghilangkan kesempatan seperti sekarang, dimana dirinya bisa sepenuhnya memiliki suaminya itu tanpa diganggu dengan undangan - undangan ataupun pekerjaan lain suaminya, baginya bisa duduk berdua mengobrol dan mendengarkan gombalan mesra suaminya itu sudah menjadi kebahagiaan terbesar dihidupnya.

( bahagia itu ketika aku bersama denganmu dan menghabiskan setiap detik waktu hanya untuk memandang dan menikmati keindahan yang Allah ciptakan dari setiap inchi di dirimu )

( bahagia itu bisa berada di dalam hangatnya dekapanmu, menghabiskan malam memandang bintang - bintang bertaburan di atas langit indah ciptaannya )

" bahagia itu ketika aku dan kamu menjadi kita "

End

Alhamdulillah akhirnya end juga, thanks yah readers udah setia sampe story ini selesai.

thanks juga buat vote and coment nya voment kalian sangat berarti buat Author ^^

ditunggu extra partnya \=^-^\=

1
mpooh
hmmmm.....dr bandara( bandara mn dulu nich) ke monas.....hmmmmegk cukup dech waktu y klu 4 jam....muuuuuaaaaaaceeeeeet........
Baihaqi Sabani
q berhrp mrka g berjodoh stlh fatih bhgia bersama syifa
Baihaqi Sabani
mnyesakkn....yaaaaaaa g dpt visualyaaa....
btw fatih ngucap ijab kabulyaaa biasa ...🤭🤭
Baihaqi Sabani
awal yg baik ypi cukup mendebarkn....
kyy nnti yg di pilih jd istri oleh AF ADALAH syifatul deh😭😭😭😭
Herry Handayani
eps ini penuh dgn air mata😭😭
Herry Handayani
ada yg punya alat bantu pernafasan nggak...nyesek banget aku bacanya😭😭😭 yang sabar ya farah sayang...kalau jodoh nggak akan kemana🥰🥰
Herry Handayani
kasian farahnya thor😭😭😭😭
🌺@Asiihh_2995🌹😊
di tunggu author squel fahri sama santinya..😊
NK MITA
luar biasa berasa seperty kehidupan nyata yg di permainkan takdir,,bahagia dengwrinya
Hetty nadasheryl
sedih
Irma Mangin
trima kasih Thor end nya indah....
Irma Mangin
nggak nyangka aq Thor.... rahasiamu begitu indah....
Irma Mangin
bahaia lah.......
Irma Mangin
krikil yang kau tebar sungguh menyakit kan Thor....
semoga nggak ada kenyataan yang seperti itu... jhan suakiiiiiiit rasanya...
terus merasakan cinta dlm diam
Irma Mangin
egoisnya para pecinta Allah... ternyata ...
bikin nyesek pakek banget...
Irma Mangin
Santi bakalan bernasib sama lah ma farah..
Farah menyembuhkan lukanya dengan melukai
Irma Mangin
mbulet Thor..... bikin sensi wae
mbok Ndang di satukan Fara sama Fatih...
auto nyesek Lo panggah nggak jodo.
Irma Mangin
untung gak ktemu
Irma Mangin
nilai like nih....
Tukiyem Samudra
37
ok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!