Zahra sudah duduk di dalam mesjid menanti calon suaminya karna pagi ini mereka akan menikah, namun sampai waktunya hampir tiba calon pengantin Laki Laki belum juga datang, semua saudara yang hadir menjadi resah dan cemas mereka bingung mengapa calon pengantin belum datang juga.
"Apa maksudmu johan, apa kamu sedang mempermainkan aku mengapa sampai sekarang kamu tidak datang juga, kamu yang bilang sudah menunggu sampai delapan belas tahun untuk bersamaku mengapa kamu buat begini. " zahra tak dapat menyembunyikan perasaannya air mata yang sedari tadi di bendungnya ahirnya tumpah juga karna kini orang yang mengaku sudah mencintai sampai delapan belas tahun itu belum muncul juga.
Apakah johan akan ingkar janji..
Apakah pernikahan akan batal nanti..
Mari baca lanjutan ceritanya ya
Jangan lupa tinggalkan jejak kamu
like, vote, rate dan komentarnya ya
🤗🤗🤗🤗
😘😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evaaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Sangat cantik..
Zahra hanya terdiam melihat tingkah putri kecilnya itu, dia sudah tidak heran Lagi karna satu satunya Laki Laki yang di Terima di antara mereka cuma johan.
Lama mereka diam di kesibukan mereka sendiri, azka dengan mainannya, shafa dengan bonekanya, maili dan johan dengan Hp nya.
" Jie jie malam ini gua mau lamar zahra, gua butuh bantuan jie jie membawa Zahra ke lantai atas ." johan.
" Lo udah mikir dengan matangkan. " maili
" udah jie jie.. gua dah mantap, Percayalah gua udah persiapkan segalanya sesuai rencana gua dari kemarin, gua ga mau nunggu lagi segera gua harus miliki aRa, sebelum niel yang lain datang.... hehehe. "
" Cemburu buta, hehehe ,Katakan apa yang harus jie jie lakukan. "
" Gua punya perasaan jie jie, ga mungkin ga cemburu, kalau ga cinta ga ada cemburu jie jie, Cukup bawa zahra ke atas jie jie, selanjutnya serahkan ke gua. " johan
" Ok.... "
Mereka mengahiri pesannya, sementara johan mengirim pesan pada Robby menanyakan sejauh mana persiapan untuk nanti malam. Bukan Robby namanya kalau tidak mampu memenuhi segala ke inginan bosnya itu.
jawaban robby membuat johan tersenyum puas. " memang lo paling bisa gua andalin robby. "
Hari sudah menjelang malam, setelah menyelesaikan Kewajiban sholat magrib Zahra di kejutkan dengan kedatangan Maili yang datang membawa tas toko berisi dres cantik warna putih gading.
" Apa ini kak... " Zahra bingung melihat isi tas toko tersebut.
" Pakai sayang.. abis tu kakak dandani. " Maili.
" Loh... kenapa kak, kok dandan kita mau kemana." Zahra makin heran karna maili tidak memberikan penjelasan.
" Kita mau dinner di luar bareng kak Frans dan kakak yang lain. "
" Kak hengky dah pulang. " tanya Zahra dengan senyum manis nya.
" Belum..." maili.
kekecewaan nampak di senyum zahra yang tadinya indah menjadi hilang.
" Udah ganti bajunya gih.. biar cepat nanti kakak kakak pada nunggu." desak maili karna zahra masih saja diam.
" Ya kakak." zahra segera bangkit dari duduknya menuju kamar mandi sambil membawa baju yang di berikan maili.
lima menit kemudian zahra sudah keluar lagi dengan memakai dres itu.
" Cantik.... adek kakak memang sangat cantik, Pantas jadi rebutan heheheh." Ujar maili mengingat kejadian delapan belas tahun Lalu.
dia segera mengajak zahra duduk ke meja rias.
Dengan cekatan maili mulai merias zahra, wajah cantik zahra di rubah nya makin cantik Mek up yang sedikit Terang tapi tidak norak, Rambut panjang zahra di biar kan terurai hanya dengan pakai bandana mutiara putih tampak sederhana namun mewah.
Maili tampak puas melihat hasil pekerjaan nya, dengan baju dres lengan panjang, baju panjang sampai mata kaki, dan belahan bawah sampai lutut, baju itu tampak sangat serasi di pakai zahra riasan yang sangat sederhana namun Elegan.
" Ayo.. dah di tunggu nih. "Maili segera mengajak Zahra keluar, anak anak tinggal dengan bibik, mereka asik bermain di kamar sehingga zahra dan maili bebas keluar berdua tanpa di ganggu.
" Sebelumnya kakak pakaikan ini dulu." Maili memasang selendang kecil untuk rnutup mata zahra, setelah itu maili menuntun zahra berjalan pelan pelan memyusuri lorong gedung itu, hingga ahirnya mereka memasuki lip dan maili menekan angka 98 ke lantai teratas gedung itu.
Ting...
pintu besi itu pun terbuka, Maili dengan hati hati mengajak zahra keluar dari lip, sepanjang jalan zahra tak henti bertanya.
" Mau kemana sih kak, kenapa mata ara di tutup, ada apa kak, ulang tahun ara udah lewat lo kalau kakak ga lupa. " macam pertanyaan dan pernyataan di ucapkan zahra namun maili diam saja.
********
Tetap patuhi protokol kesehatan
pakai masker keluar rumah
jaga jarak di keramaian
sering cuci tangan
makan buah dan vitamin.
Author cerewet ya....
Hanya saling mengingatkan..
😘😘😘😘
Lanjut...
ini j di boom
maaf baru nongol lg, sekian purnama ninggalin noveltoon.
tetap semangat dan sukses sllu.
tadi buka propilnya, ternyata ada yng baru. mampir deh