"Percayalah tiada yang tidak mungkin, selagi engkau yakin pasti akan ada hal besar datang kepadamu". Novel ini menceritakan tentang seorang wanita yang memperjuangkan kesetiaannya. Namun begitu banyak hal-hal yang membuat dia terkadang putus harapan.
Akankah dia mencoba mengikhlaskan seseorang pujaan hatinya kepada orang lain atau dia akan terus mempertahakannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. My, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32 Terungkap
Cinta dan kasih sayang seharusnya diperjuangkan dengan cara yang benar bukan dengan cara sebaliknya. Namun semua itu tidak berlaku bagi seorang akbar. Watak yang keras kepala membuat akbar ingin selalu mewujudkan apa yang dia inginkan dengan cara apapun.
Akbar mempercepat langkahnya, dia ingin segera memberitahu putri tentang secarik surat itu yang dia simpan didalam saku bajunya. Akbar tidak mengetahui bahwa sebenarnya putri sudah dahulu mengetahui tentang surat itu.
"Putri harus segera mengetahui ini semua," ucap akbar dengan langkah yang semangkin cepat.
Akbar berfikir putri masih berada di aula tersebut, dengan sigapnya akbar menuju aula.
"Nah itu dia," ujar akbar melihat putri dari kejauhan.
Putri dan teman-temannya yang sedang sibuk menyapu lantai tidak menyadari kedatangan akbar. Akbar tidak mendekati putri dan teman temannya karena tidak ingin mengganggu mereka. Akbar mengehentikan langkahnya berdiri diujung tembok gedung.
"Sssssuuttt," ucap akbar kepada putri dengan isyarat. Namun putri tidak mendengar nya. kali ini akbar lebih menguatkan suaranya.
"Sssssuuttt putri putri," ucap akbar kembali.
Putri yang mendengar suara aneh itu langsung memutar kan badannya mencari asal suara tersebut.
"Put sini, " ujar akbar memanggil putri dari kejauhan dengan isyarat tangan. Putri yang melihat panggilan akbar segera menemui nya.
"Ha ada apa mas akbar, tumben gak biasanya." Ucap putri.
"Gawat put gawat, " sahut akbar dengan wajah memerah dan panik.
"Santai dulu ya mas, ngomong nya pelan-pelan apa yang gawat mas ada kebakaran atau gempa ya." Ucap putri bergurau karena melihat wajah akbar yang memerah karena panik.
"Ini," akbar mengeluarkan secarik kertas putih dari dalam sakunya dan menunjukkan kepada putri.
"Itu kertas," ucap putri yang belum mengerti maksud akbar dengan menunjukkan kertas itu.
"Iya ini memang kertas put, kamu tahu didalamnya apa?" ucap akbar memperjelas.
"memangnya apa didalamnya mas akbar ku yg ganteng. " Ucap putri menggoda akbar.
"Putri??? Ini tu surat put," sahut akbar kembali.
"Ha surat! dari siapa mas," putri yang awalnya biasa saja menjadi sedikit terkejut.
"Ini surat aku dapat dari dalam buku faiq dan aku melihat faiq yang menulisnya, dan surat yang satu lagi ini aku tidak tahu dari siapa." Ucap akbar menunjukkan surat yang lain didalam sakunya. Ternyata akbar tidak hanya mengambil surat yang baru ditulis faiq, namun dia juga mengambil surat yang pertama dia lihat didalam buku faiq.
"oh kalau itu mah aku sudah tahu mas," ucap putri dengan santainya.
"Ha apa! kamu sudah tahu, maksud kamu apa put. " Wajah memerah terlihat dari raut wajah akbar karena dibuat penasaran oleh putri.
"Iya mas, surat itu kan dari ku." Ucap putri masih terlihat santai memainkan jilbab nya.
"Apa dari kamu!, kamu yakin ini dari kamu." Ucap akbar tidak mempercayai putri.
"Iya ini dari aku, aku ko yang nulis." Putri mencari alasan agar akbar tidak mengetahui bahwa surat itu dinda lah yang menuliskan nya sesuai permintaan putri.
"Kalau memang ini kamu yang nulis kenapa ada inisial "D" diakhir surat ini put." Ucap akbar membuka surat itu dan menunjukkan kepada putri.
"Ha! apa mas ada inisial "D" mana-mana coba aku lihat mas." Ucap putri menarik secarik surat itu dari tangan akbar.
"Tu kamu lihat aja sendiri." Akbar tersenyum sinis.
Putri segera melihat isi surat itu, dan benar dia menemukan diakhir surat itu terdapat tulisan inisial "D".
"Ternyata benar ini ada inisal "D" nya." Ucap dinda melipat kembali surat itu.
"Nah sekarang kamu jujur siapa yang menulis surat itu put jangan bilang kalau inisial "D" itu adalah dinda." Ujar akbar sedikit keras.
"Heheh iya mas, sebenarnya aku minta tolong kepada dinda untuk membuatkan surat itu tapi aku ada alasannya kenapa aku membalas surat itu. Karena pertama kali itu memang faiq yang memulai mengirim surat untukku mas aku hanya membalasnya saja." Tegas putri menjelaskan semuanya.
"Hmmm Kacauuu aaaaa putri, putri sekarang aku tanya sama kamu dimana kamu mendapatkan surat itu." Ucap akbar.
"Aku dapat dari dalam selipan buku yang waktu aku bawa kebandara. " Ucap putri kembali.
"Buku, buku apa put bagaimana faiq bisa memberikan surat itu sedangkan kamu waktu itu sudah pergi meninggalkan pondok selama seminggu." Ujar akbar memperjelas semuanya.
Putri berfikir sejenak, iya merasa apa yang akbar katakan itu benar. Dia mengingatkan kembali kejadian itu dan putri mengingat bahwa saat itu dinda membawa buku yang sama persis dengannya.
"Ya ampun, sekarang aku tahu mas jadi sebenernya buku ku yang tertukar dengan dinda dan surat itu sebenarnya ada dibuku dinda." Putri menepuk jidatnya.
"Nah sekarang apakah dinda mengetahui tentang surat yang tertukar ini." Tanya akbar kepada putri.
"Sepertinya dia tidak tahu de mas akbar," ucap putri pelan.
Putri sangat kaget dengan semua ini, detak jantung yang awalnya teratur kini berdetak lebih kencang. Dia bingun dengan semua ini putri tidak menyangkan akan terjadi seperti ini.
"Sekarang apakah faiq mengetahui bahwa surat yang pertama dia buat ada di kamu bukan dinda," tanya akbar.
"Sepertinya faiq juga tidak mengetahui bahwa surat pertama itu ada diaku mas," ujar putri pelan dengan wajah muram.
"Sudah jelas semua ini put, faiq menyangkah bahwa surat yang kamu balas itu adalah dari dinda bukan kamu" Ujar akbar kembali.
Mata yang bulat besar perlahan terlihat berkaca-kaca, air mata perlahan mulai muncul. Hati yang semula utuh kini hancur berkeping-keping. Goresan-goresan mulai bersemayam dihatinya.
"Terus apa yang harus kita lakukan mas, aku sangat menyukai faiq aku kembali ketempat ini hanya demi dia mas akbar." Ucap putri perlahan menetes air matanya.
"Ehh ehh putri kamu jangan nangis nanti dilihat orang, aku nanti yang mereka tuduh membuat kamu menangis." Ujar akbar bingung melihat putri menangis.
Hikssss Hikkss (putri masih saja menangis)
"Sudah la put tidak ada gunanya kamu menangis tidak akan merubah semuanya, yang terpenting sekarang bagaimana caranya kita buat mereka tidak mempunyai rasa satu sama lain." Ucap akbar menatap putri.
"Betul juga ya apa yang kamu bilang mas, tidak ada untungnya aku menangis tidak akan bisa merubah segalanya. Kita harus segera bertindak mas akbar." Ucap putri menghapus air matanya.
"Aku tidak boleh lemah, enak saja dinda aku bela-belain kembali kesini hanya karena faiq enak saja dia mau merebut faiq dariku." Gumam dinda didalam hatinya.
"Nah benar itu put, kira-kira rencana apa yang harus kita lakukan sekarang sebelum faiq melihat kita." Ucap akbar.
Mereka terdiam sejenak untuk memikirkan rencana apa yang akan mereka lakukan.
"Nah bagaimana kalau suratnya kita tetap balas tapi isinya kita ganti mas, kita buat mereka perlahan tidak menyukai satu sama lain gimana mas oke gak." Ucap putri menaikkan alisnya keatas."
"Hebat juga ide kamu put, oke aku setuju put." Ucap akbar tersenyum dengan penuh kelicikan.
BERSAMBUNG....
Tunggu Episode Selanjutnya ya
Terimakasih telah membaca.
dah lama ga up jadi udah agak lupa 😅
salam dari -ZEVANAYA-
semangat up nya kak✊✊
ayo selalu saling dukung👍👍
ditunggu ya kelanjutannya slalu hadir JODOH TERPAKSAKU
Ditunggu Next capt terbarunya😁
Udah ku bom like dan kasih rate Lima
Yuk saling suport🤗❤
Terimakasih🙏
Lanjut Thor.
Semangat terus ya..