NovelToon NovelToon
Jodohku Tetanggaku

Jodohku Tetanggaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:115.3k
Nilai: 4.6
Nama Author: dewi indra

Apa jadinya jika tetangga samping rumahmu adalah jodoh yang di utus Tuhan untukmu?

Awal pertemuan Tasya dengan Aldo di sebuah gang sempit tempat di mana sebuah kejadian yang menimpa Tasya. Namun untungnya seorang pria yang bernama Aldo datang menolongnya, dan disanalah awal pertemuan dan kisah cinta mereka akan di mulai.

Akan tetapi disaat Tasya sudah menjalani kasih dengan Aldo, disana pihak orang tua dari Tasya malah tidak merestui dan menentang hubungan mereka berdua.

Lalu akankah hubungan mereka berdua berjalan dengan baik? Apakah mereka bisa melewati cobaan dan lika-liku kisah cinta Mereka?

Penuh masalah dan pertentangan, ikuti kisah romantis dari kedua insan ini dalam cerita jodohku tetanggaku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi indra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

031

Tasya kembali melangkahkan kakinya menuju rak yang berisi tumpukan gelas, ia mulai membuat kopi untuk bosnya itu.

"Aneh, kenapa dia tiba-tiba ingin di buatkan kopi ya." Gumam Tasya.

Setelah selesai membuat kopi Tasya berjalan keluar pantry sambil membawa nampan di tangannya.

Tok... tok... tok...

"Permisi bos bolehkah saya masuk?" Ucap Tasya sambil berdiri di depan pintu ruangan bosnya itu.

"Masuk." Jawab Aldi

Karena sudah mendapatkan persetujuan akhirnya Tasya membuka pintu itu dan masuk ke dalam ruangan bosnya.

Tasya melangkahkan kakinya menuju ke arah meja tepat di mana bosnya itu berada.

"Ini bos kopi yang anda minta." Ucap Tasya sambil meletakan kopi itu ke atas meja.

"Terimakasih." Ucap Aldi

"Ya bos sama-sama, kalau begitu saya permisi untuk balik ke ruangan saya." Ucap Tasya

"Tunggu dulu." Cegah Aldi.

Aldi bangkit dari duduknya berjalan mendekat ke arah Tasya.

"Iya bos ada apa?" Tanya Tasya

"Apa kamu deket dengan Endrow?" Tanya Aldi penasaran.

Tasya mengerutkan keningnya karena ia tidak mengerti mengapa bosnya ini tiba-tiba menanyakan perihal kedekatannya dengan Endrow.

"Memangnya kenapa bos?" Tanya Tasya

"Ah, sudahlah tidak penting aku tadi hanya ingin bertanya saja sudahlah kamu boleh keluar." Ucap Aldi.

"Hmm.. baik bos Permisi." Ucap Tasya lalu melenggang keluar dari ruangan bosnya itu.

Tasya berjalan melewati lorong menuju ke meja kerjanya.

Sebelum kembali ke meja kerjanya Tasya terlebih dahulu mengambil teh yang tadi ia buat ia masuk ke dalam pantry dan mengambil teh tersebut lalu melanjutkan perjalanan menuju ke meja kerjanya.

Bruk...

Tasya mendaratkan bokongnya di atas kursi kerjanya itu, ia mengambil gelas teh dan menyeruput teh buatannya itu.

"Ahhh manisnya, aku harus melanjutkan pekerjaan ini, semangat Tasya." Gumam Tasya

Tasya mulai mengerjakan pekerjaan dengan tekun.

Tak terasa hari sudah berganti menjadi malam, semua para karyawan sudah pulang lebih dulu begitu juga dengan Endrow.

Awalnya Endrow ingin menunggu Tasya agar mereka bisa pulang bersama tapi Tasya menolak dan akhirnya Endrow hanya bisa menerima keputusan Tasya.

Hening begitulah keadaan kantor saat ini begitu sepi karena tidak ada satupun bagian staf atau karyawan lain yang masih berada di kantor ini.

Tak... tak... tak...

Suara keyboard milik komputer Tasya berbunyi mengisi keheningan ruangan ini.

Tasya menghela nafas kala merasa sedikit letih karena seharian berkutat dengan komputer yang ada di hadapannya itu.

Tasya mengucek matanya yang sedikit memburam, ia melirik ke arah jam tangannya yang menunjukan pukul 20.00 Tasya lalu mulai melanjutkan pekerjaannya yang masih tinggal beberapa berkas lagi.

Sudah semakin larut tapi Tasya tetap berada di kantor itu, sampai akhirnya pekerjaan Tasya sudah selesai dengan baik.

"Sempurna." Ucap Tasya.

Tasya mengambil ancang-ancang untuk bersiap pulang ke rumah.

Setelah merapikan barang-barangnya Tasya berjalan membawa setumpuk kertas yang sudah ia print tadi lalu membawanya ke arah ruangan bosnya itu.

Karena sudah malam jadi Tasya berpikir jika bosnya itu mungkin sudah pulang dan ruangannya itu pasti sepi.

Cklekk.....

Tasya membuka pintu itu dengan perlahan-lahan lalu ia berjalan masuk dan mendekat ke arah meja bosnya.

Brakk...

Ia meletakkan berkas-berkas itu di atas meja kerja bosnya, karena sudah begitu larut akhirnya Tasya berlari agar cepat sampai di luar kantor untuk mencari taksi.

Tasya berlari menuju ke arah lorong gelap karena lampu-lampu di kantor sudah di matikan oleh petugas kebersihan, suara deru nafas Tasya terdengar di lorong tersebut.

"Akh aku lelah sekali sampai rumah aku mau langsung tidur." Gumam Tasya sambil terus berlari.

Brukk...

Tasya jatuh tersungkur karena menabrak seseorang, karena Tasya tidak bisa melihat dengan jelas apalagi tidak ada penerang di lorong itu yang menyebabkan Tasya tidak dapat melihat wajah orang yang ada di hadapannya sekarang.

"Maaf saya pikir tidak ada orang tadi." Ucap Tasya lalu berusaha berdiri dari duduknya.

"Apa masih ada karyawan lain yang lembur seperti aku ya." Batin Tasya menebak-nebak.

"Kamu belum pulang?" Ucap Seseorang yang ada di hadapan Tasya saat ini.

Tasya terkejut mendengar suara itu, ia kenal dengan suara yang ada di hadapannya saat ini.

"Suara ini, suara ini mirip seperti bos." Batin Tasya.

"Siapa kamu?" Tanya Tasya penasaran.

"Tidak mengenal dengan suara saya?" Tanya Aldi sambil menyeringai.

"Di tanyain malah tanya balik, aku sudah tebak ini pasti bos Aldi." Batin Tasya.

Tasya tidak menjawab pertanyaan bosnya itu, ia berjalan begitu saja melewati bosnya karena merasa tidak baik hanya berdua di dalam kantor.

"Mau kemana kamu?" Tanya Aldi sambil menahan tangan Tasya.

"Bos maaf ini sudah malam, sekarang sudah bukan jam kerja jadi saya sudah tidak ada urusan dengan bos." Ucap Tasya.

Tasya melepaskan cengkaraman tangan dari bosnya itu lalu kembali melanjutkan langkahnya.

Aldi tersenyum miring mendengar penuturan Tasya ia membalikan badannya lalu berlari mengejar Tasya yang sudah berjalan menjauh.

Tap... tap... tap.

Sreett...

Ditariknya tangan Tasya yang menyebabkan tubuh Tasya tumbang dan menubruk dada bidang Aldi.

Brukk....

Mereka berdua jatuh bersama di atas lantai, Tasya langsung buru-buru berdiri ia benar-benar malu saat ini.

"Maaf pak bos saya harus pulang." Ucap Tasya.

Aldi berdiri dan menghadap ke arah Tasya.

"Biar saya yang mengantar kamu pulang." Ucap Aldi.

"Maaf bos saya bisa pulang sendiri." Tolak Tasya.

"Untuk hari ini biarkan saya mengantarmu pulang karena ini sebagai permintaan maaf dari saya buat kamu." Ucap Aldi.

Tasya berpikir sejenak lalu memutuskan untuk menyetujui tawaran bosnya itu.

"Baik bos." Ucap Tasya.

Aldi tersenyum mendengar persetujuan Tasya.

"Ayo ikut saya." Ucap Aldi.

Mereka berdua berjalan bersama menuju ke arah parkiran.

Setelah sampai di parkiran Aldi langsung membukakan pintu penumpang untuk Tasya, Tasya masuk ke dalam mobil dan duduk di bagian depan tepat di samping Aldi.

Giliran Aldi yang masuk ke dalam mobil, dan mobil milik Aldipun berjalan keluar dari parkiran.

Malam itu mereka berdua menjadi orang yang tidak terlalu asing karena Aldi berusaha keras mendekati Tasya dengan menjadi seorang teman.

"Rumah kamu di mana?" Tanya Aldi sambil melihat ke arah perumahan.

"Lurus aja bos rumah saya blok 2." Ucap Tasya.

"Oh yang itu." Ucap Aldi sambil menunjuk ke arah rumah besar yang tidak lain adalah rumah milik nenek Tasya.

"Iya yang itu." Jawab Tasya

Mobil milik Aldi berjalan mendekat ke arah rumah nenek Tasya.

"Sudah sampai." Ucap Tasya seneng.

"Jadi ini rumahmu?" Tanya Aldi.

"Hmm iya ini rumah saya bos." Ucap Tasya.

"Berarti nenekmu adalah nek Rohdia?" Tanya Aldi

"Tentu saja, apa bos mengenal nenek saya?"

"Iya, nenekmu adalah temen dari nenek saya." Ucap Aldi.

"Ah begitu." Ucap Tasya sambil menganggukan kepalanya.

"Apa kamu tidak berniat untuk menyuruh saya mampir?"

"Hmm.. anu ini kan sudah malam bagaimana kalau lain kali." Ucap Tasya sambil tersenyum ke arah Aldi.

"Baiklah." Jawab Aldi

"Terimakasih ya bos sudah mengantar saya sampai sini." Ucap Tasya

"Iya sama-sama." Jawab Aldi

Tasya keluar dari mobil milik Aldi ia langsung berjalan masuk ke halaman rumah dengan bersemangat.

Aldi tersenyum melihat tingkah Tasya.

"Wanita menarik." Gumam Aldi.

Aldi menyalankan mesin mobilnya dan mulai menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Tasya.

1
Lucky
siap kak😊
Jepri Sal
ok d tunggu
Arni Said
lanjut....bikin penasaran....
Arni Said
ceritanya menarik...
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
Ellaa🎭
lanjut yaa🥰

salam -Kay and Say-
Elisabeth Ratna Susanti
like👍
Ai
next up! semangat nulisnya thorr🤗
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
el Nabil
keren banget 👍
Akira ✨
like 😉
Eda Sally
keren say😍
Hesti Heryanti
MENGINTIP JODOHKU SELALU LIKEEEEEEEE KAK.
maafkan telat"yh. tp, pasti aku mampir kok.


semangat dan sehat selalu kak.
salam kangen dari Amera..
mengintip Jodohku sudah up loh 😍
Caramelatte
semangat upnya thor!
Salam –Belong to Esme–
Hesti Heryanti
maafkan terlambat
salam hangat Mengintip Jodohku kak
selalu like dan support 🥰

yuk mampir lagi kak.
sudah up loh
Atikah Kah
episode 41
Hiatus
lanjut
Lucky: Siap kak🙏
total 1 replies
el Nabil
like tetap semangat

salam hangat dari 🌺 IMPIAN GADIS MANIS
Lucky: siap kak🤗🙏
total 1 replies
Ellaa🎭
next up thor 💪🌹
mampir K&S dah uppppp
Lucky: mksih kak🙏🤗
total 1 replies
Umi Yan
Semangat, ditunggu lagi up terbarunya kak😊💪
Lucky: Siap kak🤗
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
suka👍
Lucky: mksih kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!