NovelToon NovelToon
HARAPAN DALAM AIR MATA

HARAPAN DALAM AIR MATA

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Keluarga & Kasih Sayang / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh / Mengubah Takdir / Berbaikan
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Arya wijaya

lahir sebagai wanita bukanlah pilihan seseorang, menjadi kuat juga bukanlah pilihan seorang wanita, kebahagiaan adalah harapan bagi seorang anak perempuan yang di dipersunting lelaki pilihan hati.
kisah ini menceritakan kehidupan rumah tangga empat saudara perempuan, yang punya banyak impian menikah adalah kebahagiaan, namun kisah pernikahan jauh dari ekspektasi air mata selalu hadir dalam setiap permasalahan, jatuh bangun ke empat saudara ini mempertahankan rumah tangganya, ada begitu banyak harapan dalam setiap air mata yang menetes dalam doa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arya wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JAMINAN HUTANG

Setelah sampai di perumnas, Ferry mengajak Rina ke tempat permainan anak-anak.

"Rina lihat... Mau naik kereta?"

"Mau Ayah, ayo Bun... Kita naik sama Rian juga"

Rian pun ditaruh di kursi kereta itu bersama Rina. Melihat tawa bahagia Putra dan Putrinya, Asri ikut merasakan bahagia.

Dan kini sepertinya Ferry sedang berusaha untuk meluluhkan hati Asri supaya tak marah-marah lagi dan menjadi istri yang menurut seperti dulu.

"Asri.. Kamu tidak akan punya niat untuk bercerai kan?"

Asri menoleh dan memandang wajah suaminya ketika mendengar kata-kata itu. Namun Asri tak menjawab, sepertinya luka hati Asri masih terus di pendam, saat ini pikirannya bukan untuk dirinya, melainkan bagaimana kelak kehidupan anak-anaknya.

Melihat Kakaknya yang kini kesusahan mencari pekerjaan, menjadikan Asri takut untuk bercerai.

"Asri kenapa Kamu gak jawab?"

"Sudahlah, tidak usah membahas perceraian, karena Aku juga tidak ingin bercerai"

Ferry tersenyum tipis, dan tiba-tiba saja, Ia memeluk Asri dari samping, membuat Asri kaget akan pelukan itu.

"Ih... Apaan sih, malu"

"Ajari Aku menjadi Ayah yang baik untuk anak-anak"

Asri merasa heran sebenarnya dengan sikap suaminya, apakah permintaan itu adalah keseriusannya untuk merubah sikapnya, atau Asri hanya akan dapat harapan palsu lagi seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Ayah.. Jika ingin menjadi ayah yang baik, cukup penuhi semua kebutuhan Kami, dan sisakan waktu untuk Kami"

Ferry tersenyum lebar, dari tatapan dan mimik wajahnya, sepertinya Ferry terlhat benar-benar ingin berubah.

Kita lihat apakah benar seorang Ferry akan merubah sikapnya, tidak perhitungan tidak sok sibuk, dan punya waktu untuk Putra putrinya.

Hari semakin malam, Erwin beberapa kali muntah dan naik turun demamnya, hingga baju gantinya sudah tidak ada lagi.

"Mah.. Novi pulang sebentar ya, ambil baju ganti untuk A Erwin, kasihan jika muntah lagi"

"Ya sudah, Kamu hati-hati ya, ini sudah malam"

"Iya Mah, ini belum terlalu malam kok"

Dan saat sudah sampai di depan teras terlihat ada dua orang laki-laki yang sedang menggedor pintu rumahnya.

"Maaf Kalian siapa?"

"Gue Sagara, Gue kesini mau nagih hutang Erwin bilangnya hari ini Dia mau bayar, mana di tunggu-tunggu dari pagi hingga sekarang tidak ada kabar"

"Maaf.. Memang hutang suami Saya berapa?"

"Em... Apa Kamu istrinya?"

"Iya Saya istrinya, Erwin sedang di Rumah Sakit, Saya hanya ingin tahu hutang suami Saya berapa?"

"Jangan hanya ingin tahu, tapi bayar.. Atau perjanjian itu harus di tepati Erwin"

Novi menjadi takut dengan sikap si penagih hutang ini, karena suaranya sungguh besar dan terdengar seram.

"Perjanjian apa..? Saya tidak mengerti"

"Perjanjian bahwa jika Erwin tidak bisa melunasi hutang-hutangnya, maka gantinya adalah istrinya ikut dengan Kami"

Novi kaget sejadi-jadinya, mengapa Erwin mengorbankan dirinya menjadi jaminan atas hutangnya.

"Apa...? Gak.. cepat katakan berapa hutang Erwin"

Si penagih hutang tersenyum penuh makna yang jahat.

"Dua juta rupiah, plus bunga Dia menunggak hingga tiga bulan, menjadi Tiga juta lima ratus"

Novi sungguh terkejut mendengar begitu banyak hutang Erwin, lalu Novi mengatakan jika besok uangnya akan disiapkan.

"Alah.. Saya tidak percaya lagi, suami Kamu saja berbohong ingin membayar hutang hari ini, sudah pasti Kamu akan kabur juga besok"

"Tidak Saya janji, besok akan Saya akan beri sesuai nominal hutang itu"

Walau sebenarnya Novi pun tak tahu harus membayar hutang dengan mendapatkan uang dari mana.

Si penagih hutang terdiam, lalu tanpa memberi aba-aba Ia menarik tangan Novi untuk ikut dengannya.

"Tidak.. Jangan... Tolong lepaskan Saya, Saya janji hutangnya besok akan di bayar, karena uangnya ada di Rumah Sakit"

"Lebih baik Kamu ikut Saya, dan otomatis hutang akan lunas"

"Gak... Saya mau di bawa kemana?"

Penagih hutang tersenyum sinis lalu menjawab,

"Ke tempat pelacuran, Kamu bisa jadi aset Saya untuk bayar hutangnya Erwin"

"Apa...!!"

Novi sungguh kaget dan merasa takut, Novi pun bersikeras untuk melepaskan genggaman tangan itu.

"Tolong jangan bawa Saya... Tolong.... Tolong!!"

Dengan kencang Novi berteriak meminta tolong warga di sekitar,

Mendengar suara teriakan Novi, Sagara pun khawatir jika ada warga yang datang.

"Diam..!!"

Sagara segera menutup mulut Novi, agar Ia tak dapat bersuara, namun untungnya rival melewati jalanan di depan rumah Novi, dan Ia melihat Novi seperti sedang di bekap seseorang.

Rival segera turun dari mobilnya, dan Ia mendekati Novi, berusaha untuk menolongnya.

"Tunggu ada apa ini?"

Penagih hutang terdiam, Ia mengira Rival adalah warga sekitar sini.

"Tidak usah ikut campur, keluarganya punya hutang, dan hutang harus di lunasi!!"

"Iya Saya mengerti, tapi Kita bisa bicara baik-baik jadi tolong lepaskan wanita ini"

"Tolong Saya, Dia mau membawa Saya ke tempat pelacuran"

Ucap Novi dengan suara gemetar.

"Apa...? Bagaimana bisa, memangnya hutang wanita ini berapa?"

"Tiga juta lima ratus"

Dalam hati Novi sebenarnya malu ingin meminjam uang pada seseorang yang belum Ia kenal, tapi situasi yang mengharuskannya untuk mengatakan permohonannya itu.

"Mas.. Tolong Saya, Saya tidak ingin di jual Mas, Saya harus mengurus suami Saya yang ada di Rumah Sakit, Saya boleh pinjam uang Mas... Tolong Mas"

Pinta Novi sambil menangis kecil, namun uang milik pribadi Rival belum sepenuhnya di bayar oleh bagian kantor, jadi Rival tak dapat membatu Novi.

"Begini saja, ini kartu nama Saya, Saya akan bantu lunasi hutang Mbak ini, tapi beri Saya waktu 7 hari"

"Apa...? Lama sekali, Saya sudah tiga bulan menunggu uang itu, masa Saya harus menunggu lagi"

"Saya janji akan lunasi itu, tolong jangan jual wanita ini, Saya janji tidak akan ingkar janji"

Penagih hutang melihat kartu nama Rival, terlhat jelas nama perusahaan dan profesinya, akhirnya Sagara mengiyakan ucapan dan janji Rival.

"Baik.. Satu Minggu Saya tunggu jika tidak ada bayaran, maka Novi istri Erwin akan Saya jadikan wanita penghibur"

Novi sungguh takut, air matanya masih terus mengalir, lalu Rival menjawab dengan tegas jika dirinya tidak akan ingkar janji.

Setelah itu Sagara pergi dari hadapan Novi dan Rival.

"Kamu gak apa-apa?"

Novi hanya menggelengkan kepalanya, dengan raut wajah yang terlihat syok.

Lalu Novi mengatakan terimakasih karena mencoba membantunya terlepas dari cengkraman penagih hutang.

"Tapi Saya sungguh ingin membantu Kamu"

"Tidak perlu Mas, Saya akan usahakan sendiri mencari uang itu untuk membayar hutang suami Saya"

"Maaf sebelumnya, tadi Saya sempat dengar suami Kamu masuk rumah sakit, memangnya sakit parah?"

Novi tidak mungkin menceritakan kondisi tentang suaminya.

"Sedang masa pemulihan, tidak begitu parah"

Lalu Rival menegaskan pada Novi jika Ia berniat ingin membantu, dan Ia menawarkan Novi sebagai narasumber dari majalahnya"

"Majalah.. Majalah apa?"

"Majalah tentang rumah tangga, kehidupan sehari-hari, parenting dalam keluarga, dan majalah ini akan Saya buat mulai besok, kalau Kamu ingin ikut bergabung besok Kita mulai pekerjaan ini"

Novi masih belum mengerti namun kalau dilihat dari wajah dan perlakukan nya tadi Novi beranggapan Rival adalah Pria yang baik.

"Kamu tenang, model Saya untuk majalah ini sudah Saya bayar cash siang tadi, tapi karena uang yang Saya miliki kurang, jadi Saya janjikan sama penagih hutang bahwa uang itu akan ada satu Minggu lagi"

"Saya sangat terimakasih sekali Mas mau bantu Saya, tapi Saya butuh konfirmasi dengan Ibu mertua Saya dulu, jika di izinkan Saya akan kabari Masnya"

"Oke baik... Ini nomor telepon Saya, kalau boleh Saya juga ingin menyimpan nomor Kamu"

Dengah sukarela Novi memberikan nomor handphonenya.

"Oke... Aku tunggu ya kabarnya?"

Setelah selesai dengan pembicaraan ini, Novi pun masuk ke dalam rumah mengambil baju ganti suaminya.

Dan ketika telah sampai di Rumah Sakit, Novi menjelaskan apa yang terjadi di rumah tadi, kepada Ibu mertuanya.

"Jadi Erwin punya hutang sebanyak itu"

"Iya Mah, Aku sangat takut tadi, karena penagih hutang mau membawa Aku sebagai jaminan"

Bu Maya semakin kaget mendengar hal itu.

"Jaminan?"

"Iya.. Karna A Erwin telah menjadikan Aku sebagai jaminan jika hutangnya tidak bisa di lunasi"

"Astagfirullah, Erwin sudah sangat keterlaluan, Dia hampir menjual Kamu?"

Novi pun menangis kecil dan rasa takut itu masih membayangi dirinya.

Lalu Novi masuk ke dalam kamar rawat Erwin, ketika melihat Novi, Erwin pun tersenyum.

"Kamu sudah kembali?"

Novi hanya terdiam menatap sedih terhadap Erwin.

"Kamu kenapa?"

"Aku benar-benar gak sangka sama Kamu A, Kamu tega-teganya mau menjual Aku atas semua hutang-hutang Kamu"

Erwin merasa kaget dan merasa bersalah telah melakukan perjanjian itu, kini semua rahasia buruknya satu persatu terbongkar.

"Novi.. Aku benar-benar minta maaf, Aku terpaksa mengatakan hal itu pada Sagara, karena waktu itu Aku terdesak keadaan, dan Dia meminta jaminan"

"Tapi kenapa harus Aku A yang di jadikan jaminan, Kamu bisa kan jual rumah, atau jual barang-barang Kamu, kalau barang yang Kamu gadaikan Aku gak akan sekecewa ini A"

Ucap Novi dengan menangis kecil di hadapan suaminya.

1
Lita Pujiastuti
tinggalkan Erwin, Nov...
Lita Pujiastuti
Kenapa laki² hanya menuruti nafsu saja. Semoga pd kena HIV...biar tahu rasa
Lita Pujiastuti
walau kepepet butuh biaya utk ibunya. Tapi caranya gk gitu jg, Citra
Lita Pujiastuti
Mbak, kok tidak update²?...saya tunggu lhooo...
Arya wijaya: makasih bnyk ya mbak sudah mampir di di cerita novel ku🥰
total 2 replies
Lita Pujiastuti
Erwin mmg harus segera ditinggalkan..biar tahu rasa
Lita Pujiastuti
Payah kamu, Win. Tunggu saja, suatu saat Novi akan meninggalkanmu jika kamu masih lanjut dg Citra
Lita Pujiastuti
ansknya gk ada masa gk lihat
Lita Pujiastuti
pil kuning yg dosisnya dikurangi...
Erwin, hrsnya terus terang dg Novi ttg Citra. dan janji gk akan mengulang. Agar video itu tdk dijadikan Citra sbg alat utk mengancam
Lita Pujiastuti
Istiqomah, Erwin....awas, bisa kehilangan Novi klo kamu kambuh
Lita Pujiastuti
Alhamdulillah, ada jln terang utk Mai
Lita Pujiastuti
Hasan paling menyebalkan diantara menantu yg lain...licik
Lita Pujiastuti
Jauhi Citra, Win. Dia biang kerok semua masalahmu...jgn mau dibodohi lg dg obat²an dan jamu itu..
Lita Pujiastuti
semoga semua kakak beradik itu kisahnya berakhir bahagia
Lita Pujiastuti
Erwin ra nggenah... istri buat jaminan utang...
Lita Pujiastuti
,si Feey...pelit tryt
Lita Pujiastuti
Ceritanya bagus, problematik kalangan menengah bawah...bukan CEO seperti kisah kebanyakan di noveltoon..
Lita Pujiastuti
Mau aja, Mai...
Lita Pujiastuti
Erwin harus ke dokter dan mulai rehabilitasi. sepertinya dia konsumsi. narkoba
Lita Pujiastuti
Kerja lagi aja, Asri ..
Lita Pujiastuti
Kenapa punya suami gk ada yg bener, sih....ini jln terbaik cerai. Walau dlm agama sebenarnya harus dihindari
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!