Setelah malam panas dengan seorang laki-laki yang tak dia kenal, Bella dinyatakan hamil. Malam itu Bella dijebak oleh sang kakak. Berliana merasa cemburu, karena Daddynya lebih sayang kepada Bella.
Rencana Berliana berhasil. Bella di usir dari rumah, dan akhirnya dia pergi ke luar negeri. Dia memilih mempertahankan anak itu. Dokter mengatakan, kalau dirinya saat itu sedang mengandung bayi kembar.
Kedua anaknya itu tumbuh menjadi anak yang genius, memiliki IQ yang tinggi. Mereka mampu mengubah kehidupan Bella. Sampai akhirnya, Bella memutuskan untuk kembali ke Indonesia membawa kedua anaknya.
Mampukah takdir mempertemukan mereka? Apakah Bella akan menikah dengan ayah biologis kembar ataukah memilih menikah dengan pria lainnya? Ikuti kisahnya dalam karya "Anak Genius Milik CEO."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyaSyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
I Love You
Wajah Bella menegang, dia panik karena jalan yang mereka tuju tak searah jalan menuju rumahnya.
"Kamu mau bawa aku ke mana? Aku ingin pulang, Al! Kasihan kembar, pasti mereka sudah menunggu kita," ucap Bella.
Alex justru tertawa geli dalam hati, melihat ekspresi wajah wanita yang dia cintai begitu menggemaskan. Dia jadi teringat akan malam itu. Malam yang tak pernah dia lupakan, dan ingin terulang kembali.
"Al, kamu jangan macam-macam! Aku akan nekat keluar dari mobil ini, jika kamu berniat macam-macam. Jangan buat aku semakin membenci kamu," ancam Bella, sambil memukul-mukul pundak Alex.
"Hei, jangan seperti ini! Aku sedang menyetir. Bisa membahayakan. Tenang saja! Aku tak berniat macam-macam padamu. Aku hanya ingin mengajak kamu makan. Perutku sudah sangat lapar. Setelah kita makan, barulah kita pulang. Aku yakin, kembar pun mengerti. Kamu tak perlu khawatir. Justru mereka sangat senang, melihat orang tuanya tampak akur," ujar Alex.
Mereka sudah sampai di sebuah restoran mewah. Alex memarkirkan mobilnya terlebih dahulu. Setelah itu, mereka langsung turun dari mobil.
"Lepas! Jangan seperti ini! Kita bukan pasangan kekasih. Aku risih kamu menyentuhku," protes Bella. Dia menghempaskan tangan Alex yang hendak menggandengnya.
"Apa kamu lupa? Kalau kita sudah melakukan lebih. Bahkan sudah menghasilkan kembar," sindir Alex terkekeh, membuat wajah Bella memerah.
Hingga akhirnya Bella pasrah, saat tangan Alex menggenggamnya masuk ke dalam restoran.
"Awal yang bagus," kata Alex dalam hati. Dia tampak tersenyum bahagia. Berbeda halnya dengan Bella yang justru menunjukkan wajah tak suka.
Kini keduanya sudah duduk berhadapan. Pelayan datang menghampiri mereka, dan memberikan daftar menu untuk mereka pilih. Bella terlihat hanya diam, menunjukkan sikap tak nyaman. Terlebih Alex terus memandang wajahnya. Hingga akhirnya Bella kerap memalingkan wajahnya.
Alex merasa kagum dengan sosok wanita di hadapannya. Bella memang terlihat polos dan cuek, sangat berbeda dengan Berli. Dirinya semakin yakin, kalau Bella memang tercipta hanya untuknya.
"Bisa tidak, kamu tak memandang aku seperti itu?" tegur Bella.
Alex terkekeh mendengarnya.
"Memangnya kenapa? Mata-mata aku, suka-suka aku. I love you," sahut Alex.
Bella langsung memberikan tatapan tajam, kala Alex hendak meraih tangannya. Alex mengerti, Bella masih butuh waktu untuk membalas cintanya.
"Ternyata, kamu galak juga ya? Tapi, aku justru suka wanita seperti kamu. Semakin membuat aku tertantang," Alex berkata membuat Bella memutar bola matanya malas.
Makanan yang mereka pesan sudah datang. Mereka langsung menikmatinya.
"Besok kita berangkat naik jet pribadi papi saja ke Paris. Jam berapa besok kita mau berangkat?" Alex membuka pembicaraan.
"Lex, aku mohon! Kasih kesempatan aku untuk pulang ke Paris bersama kembar. Kamu tak perlu khawatir. Aku akan segera kembali ke Indonesia. Hanya saja aku merasa risih untuk selalu bersama kamu," sahut Bella.
"Kita akan menikah. Aku ingin selalu berada di dekat kalian. Bertahun-tahun aku kehilangan momen kebersamaan kita, dan sekarang aku tak ingin kehilangan momen itu sedikitpun. Aku mohon, kasih kesempatan aku untuk memberikan kebahagiaan untuk kalian. Jangan keras kepala!"
Bella hanya bisa menghela napas panjang. Dia yakin, kalau laki-laki di hadapannya itu adalah laki-laki yang tak pantang menyerah. Tak ada pembicaraan lagi setelah itu. Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju pulang. Alex membawakan juga makanan, untuk kedua anaknya.
"Hei, kamu belum menjawab pertanyaan aku tadi. Besok kita mau ke Paris jam berapa? Biar aku menyuruh asistenku untuk mempersiapkannya," Alex berkata.
"Jam 10.00 pagi," jawab Bella singkat.
Sebenarnya, dia merasa berat meninggalkan daddy-nya. Namun, dia harus mengurus usahanya dan sekolah kembar di Paris. Mungkin, hanya beberapa hari saja mereka ke sana.
Mobil yang membawa mereka, akhirnya sampai di rumah Bella. Bella turun dan masuk ke dalam lebih dulu. Sedangkan Alex harus memarkirkan mobilnya dahulu. Kedua anaknya, langsung menyambut mereka. Bella langsung memberitahu kepada kedua anaknya, kalau mereka akan ke Paris.
"Apa Papi ikut juga bersama kita?" tanya Feli.
"Tentu saja, Sayang. Kemana pun kamu pergi, Papi akan selalu ikut mendampingi kalian. Karena Papi tak ingin kehilangan momen kebersamaan dengan kalian lagi," jawab Alex yang baru saja masuk.
Feli bersorak gembira, dia terlihat bahagia.
"Akhirnya, aku bisa mengenalkan Papi kepada Teman-temanku. Mereka bisa percaya, kalau aku benar punya Papi. Bukan hanya memiliki Mommy saja. Asal Papi tahu, mereka kerap membully kami, dan bahkan Kak Farell sempat berkelahi dengan teman kami," ungkap Feli membuat Alex semakin merasa bersalah.
Alex berjongkok mensejajarkan posisinya dengan sang anak.
"Sekarang, kalian tak perlu khawatir lagi. Hal buruk itu sudah berlalu. Maafkan Papi, karena telah membuat kalian mengalami masa-masa seperti itu," ucap Alex. Alex membawa kedua anaknya ke dalam dekapannya.
Namun sayangnya, hal itu belum membuat Bella mengubah keputusannya. Dia terlihat cuek, memilih pergi meninggalkan mereka, dan masuk ke kamarnya.
"Maafkan aku, Al! Kamu hanya Papi dari mereka. Luka yang kamu torehkan terlalu dalam," ucap Bella lirih dalam hati.
Alex dan kedua anaknya terlihat bahagia. Mereka terlihat kompak. Alex menunjukkan, kalau dirinya adalah papi yang baik untuk kedua anaknya. Bella justru masih di kamar, dia sedang menyiapkan barang-barang yang akan mereka bawa besok ke Paris.
"Kenapa Mommy belum juga keluar?" tegur Feli.
Dia akhirnya memutuskan untuk menemui mommynya di kamar.
"Kamu lihat sendiri! Mommy sedang sibuk menyiapkan barang-barang yang akan di bawa besok. Sudah sana, main lagi sama Papi di luar," sahut Bella.
"Sepertinya, Mommy masih menolak keberadaan Papi dari kehidupan kita," ucap Feli membuat Bella langsung menghentikan aktivitasnya, dan kini memandang ke arah anaknya.
"Anak kecil tahu apa tentang permasalahan orang tua? Mommy tak suka kamu mencampuri urusan Mommy dengan Papi kamu. Cukup kamu nikmati kebersamaan kamu dengan Papi kamu! Bukankah itu yang kamu inginkan?" sahut Bella ketus.
"Ta--tapi! Aku ingin punya keluarga yang utuh. Aku ingin Mommy menerima kehadiran Papi," ucap Feli di iringi isak tangis.
Jika sudah seperti ini, Bella merasa tak tega. Dia paling tak tega, melihat Anak-anaknya menangis.
"Baiklah, Mommy akan menikah dengan Papiku. Tapi, Mommy ada permintaan untuk kamu! Jangan meminta Mommy untuk menerima Papi kamu, di hidup Mommy. Yang Mommy lakukan, hanya ingin menuruti permintaan kalian untuk memiliki keluarga yang utuh. Mommy harap kamu mengerti keputusan Mommy!" Jelas Bella dan Feli akhirnya menganggukkan kepalanya.
Dia dan sang kakak, bertekad akan menyatukan kedua orang tuanya dalam perasaan cinta.
berliana sekarang hrus membayar semua kejahatan nya kepada Bella nd Daddy Ernesto
dgn dipenjara 😏
nd seorang hacker yg bisa membobol rekening tabungan Berliana, good job Farrel /Kiss/
kamu bisa mnghancurkan hidup Berliana nd mngambil apa yg mnjadi hak milik mu, nd tegar menghadapi penghianatan Andreas nd Lisa sahabat mu 😉