salsa adalah seorang anak yatim piatu yang kehilangan sang ibu semenjak berumur 8 tahun, kini dia harus menghadapi kenyataan pahit lagi karena harus kehilangan sang ayah di umur 18 belas tahun. tak cukup sampai di situ salsa juga harus hidup dengan sang ibu tiri yang kejam dan selalu memperlakukan seperti seorang pembantu, nasib salsa juga bertambah buruk karena kk tirinya yang memperlakukan tak kalah kejam dengan ibu tirinya, sampai sebuah pertemuan dengan seseorang dan berakhir pernikahan mengubah hidup nya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pujakesuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 21 mension
Chat yang berasal dari teman-temannya, bentuk dari kepedulian dan kekhawatiran mereka terhadap salsa cukup untuk menyedot dan mengalihkan perhatiannya. yang tadi merasa bosan dan tidak tahu ingin melakukan apa sekarang dia bisa sibuk dengan handphonenya, tidak melirik ke kiri dan ke kanan lagi hanya sibuk membalas satu persatu chat dari teman-temannya, salsa merasa bahwa teman-temannya begitu peduli dengannya sampai mencarinya yang mengambil cuti seminggu tanpa kabar ke mereka terlebih dahulu.
Mereka berdua sudah selesai makan, sama-sama tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah ini. kecanggungan juga sungguh terasa di antara mereka berdua. hanya sibuk dengan handphonenya masing-masing begitupun dengan salsa, meskipun kurang nyaman dengan situasi seperti ini.
Tapi situasi seperti ini tidak bertahan lama, karena ada seorang pria yang datang menghampiri mereka berdua. pria muda itu diperkirakan oleh salsa seumuran dengan tuan arga, berbadan tinggi dan berwajah lebih ramah daripada tuan Sean, terlihat dari caranya berbicara dan menyapa salsa sosok pria yang humble.
Mereka berdua langsung mengobrol dengan serius, hanya sedikit yang bisa dipahami oleh salsa obrolan mereka. mungkin tuan arga dan pria itu sedang membahas bisnis sehingga tidak dimengerti oleh salsa, salsa pun tidak ingin mengganggu ataupun menguping pembicaraan mereka berdua.
Lebih memilih sibuk dengan handphonenya sendiri, walaupun dia bisa mendengar dengan sangat jelas obrolan mereka tapi itu semua bukan urusannya. dia hanya mendengar kan sepertinya obrolan mereka memang benar-benar serius sampai-sampai sesekali mereka seperti berbisik mengobrol sangat pelan.
Terlihat sedikit mencurigakan di mata salsa, kalau dua orang laki-laki mengobrol seperti itu apalagi sampai berbisik-bisik. itu adalah hal yang janggal bagi salsa sampai-sampai salsa teringat sesuatu yang sangat negatif yaitu kaum p*l*ngi, kamu sudah terkenal di mana-mana kaum yang menyimpang.
Dan sangat sesat, salsa buru-buru menghapus pikiran kotornya itu mungkin saja dia salah paham. Mungkin saja tuan arga sedang membahas bisnis ataupun hal yang penting mengingat keluarganya adalah salah satu keluarga yang cukup kaya di kota ini, bukan cukup tapi termasuk salah satu orang terkaya di kota ini, jadi obrolan bisnis mereka harus dia rahasiakan.
Kalau tidak mau para pesaing bisnis mereka mencuri ide dan rahasia perusahaan mereka, jadi mereka mengobrol sambil berbisik-bisik seperti itu mengingat mereka sedang berada di ruang publik bukan di ruang private ataupun ruangan tertutup jadi wajar kalau mereka mengobrol begitu apalagi hal yang mereka obrolkan mungkin saja sangat penting.
Ada sekitar setengah jam mereka mengobrol, sampai-sampai salsa yang dari tadi memainkan handphonenya merasa bosan menunggu mereka mengobrol. Salsa sudah membolak-balik handphonenya habis scroll sosial media menunggu tuan Sean dan pria tadi mengobrol, akhirnya selesai juga.
Sekarang mau dibawa ke mana salsa oleh kedua pria ini, dengan posisi salsa berjalan di samping mereka sementara tuan Sean kursi rodanya didorong oleh pria tadi. salsa hanya diajak ikut oleh mereka tanpa diberitahu tujuannya mau ke mana? salsa tidak punya keberanian untuk bertanya walaupun pria yang mendorong kursi roda tuan sean terlihat ramah.
Tapi salsa sendiri tidak memiliki keberanian ingin bertanya langsung, hanya mengikuti langkah mereka saja ke mana mereka akan membawanya entahlah. nanti juga salsa akan tau, dari tadi salsa hanya mengunci dan menutup mulutnya saja tanpa berani bertanya sedangkan kedua pria yang membawanya hanya mengobrol berdua obrolan itu didominasi oleh pria asing yang sekarang menyetir mobil.
Membawa tuan arga dan salsa di kursi penumpang, membela jalanan entah ke mana arah dan tujuan nya sepanjang jalan salsa melihat ke kanan ke kiri mencoba mengingat-ingat rute yang sudah dia lewati. kalau-kalau kedua pria ini nanti akan meninggalkannya di jalan, sudah tahu ke mana dia harus pergi dan jangan pulang untuknya.
Tapi tidak mungkin kedua pria ini akan nekat berbuat begitu kepadanya, bukan tidak mungkin sih tapi mereka tidak memiliki keuntungan apapun kalaupun meninggalkan salsa di jalan. apalagi kan keluarga Wijaya itu terkenal keluarga yang sering diseret oleh para wartawan karena prestasi dan juga kedermawanannya, tidak mungkin mereka ingin merugikan keluarga Wijaya dengan hal seperti ini.
Teringat wartawan, selesai jadi ingat kalau kemarin pernikahannya sangat tertutup walaupun ada banyak tamu tapi termasuk pernikahan yang private. karena tidak ada satupun wartawan yang meliput ataupun berada di acara mereka, dari tadi pun tidak ada berita heboh tentang keluarga Wijaya, biasanya apapun yang menyangkut dengan keluarga Wijaya pasti akan membuat kehebohan.
Langsung disorot oleh media, tapi sekarang adem ayem. bukan salsa ingin pernikahannya disorot oleh media dan menjadi berita utama di mana-mana, bahkan salsa merasa beruntung karena pernikahan itu sama sekali tidak disorot oleh media, itu berarti salsa masih bisa menjalani kehidupan seperti biasanya, dan pernikahannya tidak ada yang mengetahui sama sekali.
Nanti pun kalau seandainya dia bercerai tidak ada satu orang pun yang mengetahui tentang perceraiannya, bukankah itu hal yang bagus. tanpa sadar dari tadi salsa melamun sendiri tak menyadari bahwa mobil sudah berhenti dari tadi, lamunannya baru buyer setelah pria asing yang tadi menyetir mobil mengetuk jendela tempat dia duduk.
Menyadarkan salsa dari semua lamunannya, mengajak salsa untuk masuk. apa masuk!!! salsa baru sadar kalau dia sekarang sudah berada di sebuah bangunan mewah seperti istana, daripada rumah bangunan ini lebih mirip sebuah mansion mewah, seperti yang sering ada di dalam cerita di novel ataupun cerita-cerita fiksi di sosial media lainnya.
Salsa tidak menyangka bahwa di kehidupan ini dia akan menemukan bangunan mewah seperti ini di depan matanya, sebuah mansion yang berdiri kokoh di hadapannya tidak lupa juga jajaran para pelayan yang sudah berdiri untuk menyambut mereka. Sekarang salsa merasa seperti hidup di dunia novel dunia fiksi dari dulu hanya berani dia baca tanpa berani dia khayalkan sama sekali.
Salsa tahu bahwa keluarga Wijaya itu memang kaya, tapi salsa tidak menyangka bahwa keluarga Wijaya akan sekaya ini sampai memiliki mension tak lupa juga para pembantu yang banyak berjejer untuk menyambut mereka. Berati keluarga Wijaya itu bukan hanya kaya, tapi kaya bangettttt. itulah hal pertama yang muncul di pikiran salsa saat berdiri pertama kali di kediaman Wijaya.
Sampai di dalam rumah pun salsa tak berhenti berdecak kagum, melihat setiap sudut rumah yang tertata rapi dan bersih. sepertinya rumah ini mengusung konsep Eropa dengan gaya klasik yang mewah, salsa tidak menyangka dia benar-benar sampai di tempat seperti ini, mungkin kalau kakak tiri ataupun ibu tirinya melihatnya berada di mension semewah ini.
Mereka berdua akan tantrum, karena kesal melihat salsa mendapatkan ini semua. setelah masuk ke dalam rumah salsa ditinggalkan bersama satu orang pelayan yang akan menunjukkan kamarnya salsa sekaligus untuk membawa salsa room tour, semakin ditelusuri rumah ini maka semakin mewah dan menakjubkan juga interior rumahnya.
Bahkan kaki salsa yang sudah terbiasa membersihkan rumahnya sendirian, mengelilingi rumah ini rasanya kakinya pegal padahal yang mereka jalani belum ada setengahnya. ini masih lantai 1 dan rumah ini terdiri dari tiga lantai, mungkin kalau salsa disuruh membersihkan rumah ini sendirian dia akan membersihkannya hari Senin dan baru selesai di hari kamis, sangking besar dan megahnya rumah ini.