Di rumah dia hanyalah seorang ibu rumah tangga, yang kerjanya hanya mengurus suami dan rumah, karna mereka belum di karunia seorang anak,Suaminya adalah seorang Intel di kepolisian yang selalu harus siap siaga apabila ada tugas mendadak, yang membuat dia heran seberat apapun kasus yang dia hadapi selalu dengan mudah dia atasi karna ada seseorang yang selalu membantunya,tapi orang itu sangat misterius karna dia membantu secara diam - diam setelah semuanya beres dia langsung menghilang tanpa jejak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Arlan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Setelah mengantarkan cewek yang mereka tolong,mereka melaju meninggalkan tempat kediaman Hanum.
"Jadi kita mau pulang kemana,ke markas atau mansion?" Tanya Elisabeth.
"Mansion aja lah, sudah lama kita ngak kumpul,tapi paling queen ngak bisa kumpul,apa lagi hari sudah larut begini mana berani dia sama tu sersan!"Ujar Leo.
"Udahlah kita bertiga aja, jangan ganggu queen!" Ujar Elisabeth.
"Iya aku juga rindu masakan bibik,Uda lama ngak pulang!" Ujar Joni langsung melajukan mobil kearah mansion mereka.
Mereka berempat memang jarang kumpul kecuali Leo dan Joni yang selalu stay di markas,Sementara Elisabeth lebih memilih tinggal di apartemen dekat dengan perusahaan,mereka kumpul bila ada kejadian yang sulit untuk mereka atasi jadi mereka berembuk untuk mengatasi masalah tersebut.
Dari situlah Al bisa bertemu dengan suaminya Jonathan,seorang perwira polisi yang bertugas di bagian kriminal dan sekarang menjadi intelejen di kepolisian juga.
Tidak berapa lama mereka bertiga sudah sampai di mansion yang megah milik queen mereka, tapi meski begitu mereka bertiga bebas keluar masuk ke mansion tersebut,karna Al sudah menganggap mereka seperti saudara sendiri.
Mendengar suara mobil dengan segera pak Ujang membuka gerbang mansion yang sangat tinggi itu,pak Ujang sangat mengenali mobil - mobil tuannya jadi Tampa diperintah dia sudah membuka pintu gerbang untuk mereka.
"Selamat malam tuan, nona,sudah lama tidak pulang?" Tanya pak Ujang sopan,sambil membungkuk sedikit.
"Biasalah pak kerjaan banyak,apa kak Al ada pulang pak?" Tanya Leo pada pak Ujang.
"Ada tuan, tapi cuma sebentar buat ambil motor aja!"
"Oh ya Uda parkirkan mobil,kami masuk dulu.Bagaimana pak Ujang sehat kan?" Tanya Joni.
"Alhamdulilah sehat tuan!"
"Ya Uda kami masuk dulu ya pak!" Ujar Elisabeth sopan.
"Mari nona!" Dengan beriringan mereka memasuki Mansion,dari dalam seorang wanita paruh baya bergegas keluar saat mendengar ribut - ribut di luar rumah.
"Non, tuan kalian menginap di sini malam ini?" Tanya wanita itu dengan penuh bahagia.
"Iya bik,kami semua sudah rindu masakan bibik,besok masakin yang enak - enak ya bik!" Ujar Elisabeth sambil memeluk wanita paruh baya, wanita itu adalah pelayan di mansion mereka tapi mereka semua sudah menganggap bik Ijah seperti ibu mereka sendiri.karna memang mereka adalah anak yatim piatu.Sejak bertemu dengan Almeta Aurora mereka bisa seperti sekarang ini.
"Uda ah,aku capek mau tidur besok pagi aja kita bahas masalah penculikan semalam siap tahu besok queen bisa pulang!" Ujar Elisabeth naik kelantai dua menuju kamarnya.
Sementara Joni dan Leo masuk keruang kerja mereka.
"Jon coba kau retas cctv yang ada di jalan tempat kejadian tadi siapa tahu kita mendapatkan petunjuk!" Ujar Leo pada Joni.
"Kau ajalah aku lagi malas dan capek seharian kerja, kalau kau kan enak cuma duduk nyantai aja di kantor!" Ujar Joni pada Leo.
"Nyantai apanya,aku lebih capek lagi mengurusi perusahaan!" Ujar Leo.
"Tapi aku juga penasaran dan ingat kit juga harus menyelidiki kecelakaan yang menimpa El dan siapa pelakunya,dan kejadian El kecelakaan jangan sampai queen tahu,karna kalau dia sampai tahu habislah kita,pasti diomelin sampai semua nyamuk aja ngak berani mendekat karna Omelan queen sangat mematikan!" Ujar Joni lagi.
"pokonya harus kita selidiki semua siapa dalang dibalik semua kejadian yang sedang marak terjadi ini.