Cinta pertama Ellea An Noor adalah ayahnya. Surga satunya yang dia miliki di dunia ini. Dia yang pernah berjanji tidak akan membuka hati kepada lelaki manapun harus dikejutkan atas permintaan sang ayah yang di luar prediksi.
Menikah karena ingin berbakti itulah yang dilakukan oleh Ellea dan Ahlam, putra dari kerabat ayah Ellea. Tanpa adanya pendekatan dan hanya bermodalkan kesepakatan mereka memutusakan untuk maju ke jenjang pernikahan. Merelakan kebahagiaan mereka direnggut agar bisa membuat orang tua mereka merasakan kebahagiaan.
Akankah pernikahan tanpa cinta yang mereka lakukan akan menghasilkan kebahagiaan? Atau malah sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Posesif dan Cemburu
Ellea yang sedang melipat mukena sedikit terkejut ketika tangan kekar itu melingkar di perutnya.
"Jalan pagi, yuk. Sambil cari sarapan."
Ellea memutar tubuhnya tanpa melepaskan pelukan Ahlam. Dia menatap suaminya dengan begitu dalam.
"Mas, pengen sarapan apa? Biar aku yang buatin."
Ahlam menggeleng dengan cepat. Dia juga mengecup bibir Ellea dengan singkat.
"Mas, pengen sarapan sambil menikmati udara pagi yang segar bersama istri tersayang."
Ellea tersenyum mendengar kalimat dari seorang buaya. Tak perlu berlama, dia pun menyetujuinya. Ahlam tersenyum lebar dan mengecup bibir Ellea dengan begitu dalam hingga muncullah sebuah balasan.
Sapaan selamat pagi Ellea dan Ahlam terima ketika mereka baru tiba ke lantai bawah. Ellea sedikit terkejut karena keluarga ayahnya masih ada di rumah besar itu.
"Mami udah siapin sarapan," ujar Mami Nesha.
Ellea menunjukkan wajah tak enak kepada sang mami. Dia mulai menatap sang suami dan seulas senyum Ahlam beri.
"Iam sama istri Iam mau jalan lagi dulu, Mi. Sekalian cari sarapan."
"Palingan kamu mah nyari cireng," sahut Baba Radit. Ahlam malah tertawa.
Sedari kecil Ahlam suka sekali dengan cireng. Si kuartet dikenal dengan sebutan keluarga gorengan. Beda dengan si triplets dan Agha yang disebut keluarga telur gulung.
Setelah Ahlam dan Ellea pergi, Papi Rindra, Baba Radit, Mami Nesha serta Bubu Echa tersenyum lega. Wajah Ellea sudah tak sesendu kemarin.
"Semoga Ahlam bisa terus membuat Ellea bahagia," ucap Mami Nesha penuh harap.
"Kalau dia berani nyakitin Ellea, tandanya dia punya nyawa banyak."
Baba Radit dan Bubu Echa tersenyum mendengar kalimat sarkas dari kakak mereka. Betapa Papi Rindra sangat menjaga Ellea.
.
Kali pertama jalan kaki menyusuri komplek perumahan mewah berdua dengan Ellea. Jari-jemari Ahlam mulai bertautan dengan jari-jemari lembut Ellea.
Banyak orang yang memperhatikan mereka karena terlihat seperti pasangan yang begitu serasi. Ahlam yang begitu tampan dan Ellea yang begitu cantik. Namun, Ellea merasa risih ketika banyak para perempuan yang menatap Ahlam dengan tatapan penuh kagum.
"Ada ya, cowok ganteng jajan Pinggir jalan? Mana beli cireng lagi. Berasa bisa digapai."
Ellea menghela napas begitu kasar. Ternyata perempuan sekarang banyak yang senang memiliki sesuatu yang bukan milik mereka.
"Sayang, coba telepon Bubu. Yang di rumah mau gorengan gak?"
Ahlam memberikan ponselnya kepada Ellea. Dan itu menjadi tontonan bagi mereka yang tadi membicarakan Ahlam. Apalagi kata 'sayang' yang begitu mesra dapat mereka dengar.
"Sandinya tanggal pernikahan kita."
Kekaguman para perempuan tersebut terpatahkan. Ternyata lelaki jangkung nan tampan itu sudah menikah dengan perempuan yang cantik dan mungil yang sudah menghubungi seseorang.
Selesai membeli gorengan, Ahlam mengajak Ellea ke tempat yang lain. Namun, wajah Ellea seketika berubah.
"Kenapa?" tanya Ahlam.
"Jangan lama-lamalah di sini," sahut Ellea dengan wajah yang merengut.
"Kenapa sih? Kok wajahnya ditekuk gitu?"
Ahlam masih belum mengerti. Ellea tak menjawab. Dia malah semakin diam dengan wajah yang semakin bete.
"Udah, ah!"
Ellea jalan lebih dulu meninggalkan Ahlam yang menggelengkan kepala pelan. Sang istri terlihat lucu ketika merajuk seperti itu. Ahlam segera menyusul Ellea dan meraih tangannya.
"Nanti kamu ilang," ujar Ahlam di telinga sang istri.
Ellea menghentikan langkah di depan gerobak biru bertuliskan bubur ayam. Dia menoleh ke arah sang suami.
"Mas, satu jangan pake daun bawang sama kacang, ya. Satunya lagi komplit."
Ellea dan Ahlam terlihat tengah mencari tempat kosong. Seorang lelaki yang cukup tampan memakai hoodie memberikan tempat untuk Ellea.
"Di sini aja, Kak."
Hanya ada satu kursi di sana. Sedangkan Ellea bersama Ahlam. Tatapan Ahlam begitu tajam ke arah lelaki yang sudah tersenyum penuh arti kepada Ellea.
"Cari tempat yang lain aja." Ahlam sudah menarik tangan Ellea menjauh dari lelaki tersebut. Kini, giliran wajah Ahlam yang ditekuk.
Sungguh Ahlam begitu posesif. Dia duduk tepat di samping Ellea. Sengaja Ellea disuruh duduk di pojokan.
"Besok-besok pake masker kalau ke luar. Mas gak suka kamu jadi pusat perhatian lelaki."
Ellea berdecih ketika mendengar bisikan sang suami. Dia menatap ke arah sang suami dengan begitu tajam.
"Besok-besok Mas juga harus pake masker dan topi biar gak diliatin banyak cewek."
Ahlam mengernyitkan dahi mendengar ucapan Ellea. Sedetik kemudian, dia tersenyum menggoda.
"Kamu cemburu?"
Ahlam mendekatkan wajahnya ke wajah Ellea yang mulai bersemu. Pandangan Ahlam membuat Ellea semakin menunduk malu. Untung saja pedagang bubur sudah datang membawa pesanan mereka sehingga pandangan Ahlam mulai berpaling.
Menikmati bubur ayam di pagi hari memang nikmat. Ellea mulai menuangkan sambal yang banyak dan itu membuat Ahlam menghentikannya.
"Masih pagi."
"Enggak pedes gak enak, Mas."
Namanya perempuan pasti begitu menyukai makanan pedas. Tak terkecuali Ellea. Ketika membayar bubur yang mereka makan, Ellea memberi uang lebih kepada pedagang bubur tersebut.
"Tadi saya pakai sambalnya cukup banyak." Ellea memberikan uang seratus ribu.
"Kembaliannya buat ganti sambal."
Ahlam tercengang dengan sikap Ellea. Istrinya begitu sopan berbicara kepada pedagang tersebut. Juga membayar sambal yang dia tuangkan banyak-banyak hampir tiga kali lipat dari harga bubur yang mereka makan.
"Ini kebanyakan, Neng."
"Enggak apa-apa. Rejeki Bapak."
Ahlam tersenyum bangga kepada istrinya. Sungguh Ellea begitu baik kepada siapapun. Pantas saja banyak yang menyayanginya.
.
Rasa sedih di hati Ellea memang masih ada. Namun, sikap keluarga besarnya juga keluarga besar sang suami membuatnya mampu tersenyum cukup lepas. Kehangatan yang mereka berikan membuat dirinya tak merasakan kesepian.
Apalagi Pangeran dan Tuan setiap malam selalu datang untuk tahlil bersama kedua orang tuanya. Mereka juga begitu dekat dengan Ellea.
Ada saja drama yang Tuan lakukan jika Pangeran sedang bermanja dengan Ellea. Dan itu membuat semua orang tertawa termasuk Ellea. Alhasil, Ellea memangku dua balita itu dan menciumi mereka dengan gemas.
"Kenapa kalian begitu tampan dan lucu?"
Para pria yang baru saja bergabung karena acara tahlil baru selesai ikut menyunggingkan senyum melihat Ellea begitu bahagia bersama dua cucu Daddy Aksara.
"Pa-pi!"
"P-pa-pa."
Pangeran dan Tuan adalah anak ayah. Di mana mereka lebih dekat dengan ayah ketimbang dengan sang ibu. Mata Ellea begitu berbinar melihat mereka digendong oleh dua pria yang sangat tampan.
Ahlam menghampiri dan mengusap lembut pundak Ellea. Istrinya tersenyum dan menggelengkan kepala pelan. Mereka berdua saling pandang di depan keluarga besar.
"Kapan atuh Ayah punya cucu?"
Celetukan ayah Askara membuat sepasang suami isteri itu kompak menoleh.
"Bunda pengen seperti Kak Ri yang selalu posting si duo cucu tampannya."
Ellea terpaksa tersenyum mendengar permintaan mertuanya. Begitu juga dengan Ahlam yang hanya terdiam. Sehingga timbul rasa curiga di hati Papi Rindra.
"Apa jangan-jangan kalian masih belum melakukan adegan ranjang?"
...***To Be Continue***...
Boleh minta komennya?? Banyakin dong ...
sangat menjiwai karektor, inspirasi cerita yang paling baik untuk dijadikan pedoman dalam hidup,..
setelah banyak mengeluarkan air mata seperti hujan akhirnya mentari muncul selepas badai ketawa ngakak habis ...bagai org gila pula ketawa tak henti henti 🤣🤣🤣🤣🤣...ada ada saja Thor ..tapi menarik dan lucu Thor menjiwai , seperti realiti.. mantap Thor inspirasi selalu Thor 👍👍👍👍
mungkin ini yang dikatakan setelah banyak mengeluarkan air mata disuggahi kelakuan absdul mereka nie ada-ada saja..
kena azab tuh sijalang
nyari mampos melawan 2 klrga raksasa./Sneer//Sneer//Sneer/