Cover @Iqbald26
Mari berdamai dengan rasa, mencintai dengan sesederhana mungkin,dan aku akan menciptakan bahagia dari cara yang biasa sampai kau melupakan apa itu terluka.
Aku mengambil alih perasaanmu,dari dilema yang takkunjung pasti,aku mengambil sumpah untuk mencintai mu sampai akhir hayat ku dan aku membebaskan mu dari ketidak pastian dan dengan akad aku mengikat mu untuk satu rasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekhawatiran Arfa
Arfa merasa tidak tenang karena seharian ini tidak mendapatkan kabar dari istrinya,dan Arfa pun tidak membalas atau mengangkat telpon arfa. Arfa tidak fokus dalam pekerjaannya bahkan dia membatalkan beberapa meeting penting dipersamakannya.
Taya yang saat ini langsung bekerja di salah satu perusahaan milik temannya,nampak serius dalam pekerjaannya, padahal pikirannya sedang tidak nyaman,banyak hal yang dia pikirkan.
Pukul 4 sore Arfa sudah kembali kerumahnya, berharap Taya sudah berada dirumahnya,namun nihil Taya tidak tidak ada disana .
"Bi apa istriku belum pulang sejak tadi?," tanya Arfa pada asisten rumah tangganya
"Belum den,sejak pagi non Taya belum kembali," sahut bi Yati
Arfa menarik dasi yang ia kenakan pakaian nampak kusut dengan wajah yang lusuh, seharian arfa hanya memikirkan Taya istrinya. Dia berjanji tidak akan mengulangi hal ini lagi,Arfa menyesal.
Arfa memutuskan untuk membersihkan diri dikamarnya,dia membasuh badannya dengan air dingin, perasaan khawatirnya benar-benar tidak bisa disembunyikan. Arfa sangat mencintai Taya dan dia tidak ingin kehilangan sedikitpun wanita yang setahun ini menemani dirinya.
Setelah selesai dengan aktifitas mandinya Arfa langsung bersiap untuk menyambut kedatangan istrinya,dia akan meminta maaf dan tidak akan mengulangi semuanya lagi.
Pukul 5 sore Taya sudah kembali kerumah,Arfa menyambut kedatangan istrinya dengan senyuman namun berbeda dengan Taya yang nampak acuh. Arfa langsung berhambur memeluk istrinya,Taya tidak membalas namun tidak juga menolaknya.
"Sayang maafkan aku,aku salah,aku janji tidak akan mengulangi hal ini lagi, tolong maafkan aku," ucap Arfa tulus yang masih memeluk erat tubuh istrinya
Taya hanya diam,tak ada sedikitpun niatnya untuk menjawab pertanyaan Arfa, terlebih laki-laki itu sudah sedikit menyakitinya. Arfa tidak menyerah dia akan berusaha mendapatkan maaf dari Taya bagaimana pun caranya.
Taya mengekor dibelakang Taya saat dia akan masuk kedalam kamar,Taya nampak tidak peduli,namun Arfa pun tidak terganggu dengan sikap Taya,karena Arfa menyadari kesalahannya.
Taya membersihkan diri ke kamar mandi,sedang Arfa tidak bisa ikut karena Taya langsung mengunci kamar mandi. Sampai azan magrib berkumandang Taya belum juga keluar dari sana hal itu membuat Arfa khawatir.
"Sayang apa kamu baik-baik saja? ini sudah sejam kamu di dalam,sayang apa kamu mendengarkan aku?," ucap Arfa mengetuk pintu kamar mandi
Tak lama kemudian Taya keluar dari kamar mandi, sepertinya dia habis berendam untuk merilekskan pikiran dan tubuhnya. Arfa tersenyum bahwa hal bodoh yang dipikirkannya sama sekali tidak terjadi.
Arfa mengambil air wudhu, sedangkan Taya sudah memasang sejadah dibelakang suaminya, meskipun sedangkan marah Taya tau kewajibannya dan dia paham kalau Arfa tidak akan berhenti mengganggunya sampai Taya memaafkannya.
Keduanya menjalankan shalat magrib dengan khidmat tanpa ada obrolan seperti biasanya, sedangkan Arfa mencoba bersikap manis dan bekerja keras untuk mendapatkan maaf dari istrinya. Saat keduanya selesai shalat tiba-tiba bi Yati mengetuk pintu kamar keduanya.
tok...tok..tok ..
Tak lama arfa membuka pintu kamarnya.
"Ada apa bi?," tanya Arfa pada Bi Yati
"Itu den,makan malamnya sudah siap,"
"Baiklah,nanti kami turun kebawah,"
Bi Yati pun meninggalkan kamarnya,dan segera menemui Taya yang sedang merapikan peralatan shalat keduanya.
"Sayang makan malamnya sudah siap, sebaiknya kita makan kamu pasti sudah lapar."
Taya hanya mengangguk,dan mengikuti langkah Arfa yang menggandengnya,tanpa bicara,namun suaminya tetap sabar karena sekali lagi dia menyadari kesalahannya.
dtgu karya the best lainnya🥳🥳🥳
salam dari Carlos'Revenge
dipatasin buat di END in..
tp okay lah... happy ending...
extra part dong...
masih kangen keseruan Arfa n taya.. 🥰🤣
lanjutin lagi teh
aku pengen tahu langit Sean wiyaka gede..
ganteng banget bikin dahaga aku hahaha
semangat 💕💕
ekstra part
semangatz jg kkak author 😘😘
Semangat....💪💪💪
ahahahaha🤣🤣🤣🤣