NovelToon NovelToon
Bukan Istri Pilihan

Bukan Istri Pilihan

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:39.8k
Nilai: 5
Nama Author: ariista

Ezzelea Regata wanita pendiam itu harus menerima pernikahan yang tidak diinginkannya, begitu juga dengan Daffin Auriga Gautama, lelaki dingin yang di kenal tidak pernah memiliki kekasih, terpaksa harus menerima permintaan papanya yang memiliki hutang budi dengan ayah dari Ezzel.

Pernikahan paksa yang harus di terima oleh Ezzel dan Daffin mendapat tentangan dari mama Daffin yang tidak setuju dengan pernikahan putra semata wayangnya itu.

Daffin juga tidak ingin menikahi wanita pendiam itu, di hatinya hanya ada satu wanita yang tersimpan di sudut hatinya, teman masa kecilnya yang sudah lama terpisah darinya.

Bagaimanakah pernikahan paksa yang harus mereka jalani tanpa adanya rasa cinta?

Assalamu'alaikum, hai.. semuanya ketemu lagi di cerita baru author, mampir yuukk.. pastinya seru.. 🤗

Salam author ariista 🩷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Papa/Papi Menjenguk Ezzel

Seperti yang sudah di rencanakan papa Gautama juga papi Regata, kedua orang paruh baya tersebut akan menjenguk Ezzel.

Papa Gautama sudah berada di ruangan Ezzel. Papi Regata yang belum kelihatan.

"Apa kabar menantu cantik papa?"

Ezzel tersenyum ke papa mertuanya.

"Udah baikan Pa,"

"Syukur lah, maafkan papa ya, kalo saja tidak ada acara syukuran pasti tidak akan terjadi kejadian ini,"

"Sudah jalannya Pa harus begitu, semua kejadian yang kita alami semua sudah di gariskan Pa, syukur babynya gak kenapa-kenapa, hanya saja Ezzel harus bed rest,"

Papa Gautama tersenyum dan mengangggukkan kepalanya.

Pintu kamar terbuka, seorang paruh baya dengan wajah yang masih gagah berjalan mendekati bed Ezzel.

"Hallo sayang, sudah baikan? Hallo Tama, udah duluan ternyata,"

"Iya udah duluan 10 menit,"

"Ezzel udah baikan Pi, hanya masih harus bed rest juga di rumah,"

"Iya nak, dijaga baik-baik cucu papi ya, jangan sampai kenapa-kenapa,"

"Iya Pi, Ezzel akan jaga,"

"Mana suami mu?" tanya papi Regata.

"Tadi keluar sebentar Pi, waktu papa datang,"

Papi menganggukkan kepalanya.

"Ayo Tama kita duduk di sofa, ada yang mau aku bicarakan, Zel, papi duduk di sana dulu ya,"

"Iya Pi,"

Pintu kamar terbuka, Daffin masuk. Ia mendekati ranjang istrinya.

"Sedang apa papa dan papi di sana?"

Ezzel memandang papa dan papinya yang sedang berdiskusi.

"Gak tau sedang membicarakan apa,"

"Ayah kesana dulu ya, sepertinya serius mereka,"

"Iya Yah,"

Daffin menuju ke sofa tempat papa dan papinya berada.

"Pa, Pi, boleh Daffin ikutan? Bahas tentang apa Pa, Pi?"

"Ini pelaku yang tadi malam, anggota papa dan papi sedang bergerak untuk menangkap pelakunya, mereka sudah mendapatkan posisinya,"

"Anggota Daffin juga sudah bergerak Pa,"

"Baguslah, papa tau kamu pasti mencurigai mama mu kan?"

Daffin menganggukkan kepalanya.

"Sabarlah papa pasti akan bertindak jika memang mama mu lah yang menjadi biang keroknya,"

"Iya Pa, yang penting bagi Daffin, istri dan anak Daffin baik-baik saja Pa,"

"Ya, papa harap juga begitu,"

"Gimana Rega, apa ada kabar terbaru dari anggota mu?"

"Iya ini anggota ku baru infokan kalo pelakunya udah ketangkap,"

"Baiklah langsung jebloskan aja ke penjara," tegas papa Gautama.

"Apa gak di bawa ke lantai bawah tanah dulu Pa?"

"Gak usah, pelakunya ini wanita, biar aja langsung di jebloskan ke penjara dia pasti bernyanyi nanti di sana, setelah dia bernyanyi baru kita tau siapa dalang dari kejadian ini,"

"Pinginnya Daffin mau Daffin kasih pelajaran dulu ke orang itu yang sudah membuat istri Daffin celaka,"

"Sudah serahkan saja semua ke papa, kamu fokus aja ke anak dan istrimu, jangan sampai lengah lagi, kita tak tau musuh masih berkeliaran di mana-mana,"

"Iya Pa, terutama di rumah Papa,"

"Kamu ini, belum ada bukti Daf, hanya saja papa liat dari gerak gerik mamamu mencurigakan,"

"Iya Pi, sepertinya mama memang merencanakan semua ini, Daffin gak tau rencana apa lagi yang akan di buatnya, selagi masih belum di tangkap mama akan melakukan hal-hal nekat Pi, agar kesampaian keinginan nya.

" Iya Daf, sabar lah kita tunggu sama-sama nyanyian dari pelaku,"

Ketiga pria dewasa tersebut sampai lupa waktu membahas banyak hal.

Mereka bubar setelah waktu makan siang, papa dan papi akan pulang mereka berdua akan makan siang bareng di luar.

"Zel, Daf, papa pulang, hati-hati jaga anak dan istrimu,"

"Iya Pa, Pi,"

Daffin mengantarkan papa dan papi sampai keluar ruangan. Dua orang paruh baya tersebut pergi meninggalkan rumah sakit dengan mobil masing-masing menuju ke restoran yang dekat dengan rumah sakit.

Daffin mendekati istrinya.

"Bagaimana udah lebih baik kan?"

"Sudah Yah,"

"Ayah belikan makan siang ya? Mau apa?"

"Mau soto sama martabak manis ya Yah, minumnya jus sirsak,"

"Oke, ayah minta anggota ayah belikan,"

"Iya yah,"

Daffin berjalan ke keluar kamar. Pengawalnya ada di depan pintu dua orang. Daffin memerintahkan salah satu pengawal untuk membeli di kantin rumah sakit.

Daffin kembali ke kamar mendekati bed Ezzel.

"Yah, bosan nanti habis makan kita ke taman ya, bunda mau liat-liat pemandangan di taman cari udara segar,"

"Iya sayang, setelah makan kita ke taman,"

Daffin membantu Ezzel yang ingin duduk di sofa, makan di meja dekat sofa, ia bosan ada di bed terus.

Pengawal datang membawa pesanan bosnya.

"Ini Tuan," pengawal memberikan tentengannya ke bosnya.

"Terimakasih,"

"Sama-sama tuan, saya permisi,"

"Hemm,"

Pengawal keluar kamar.

"Ayo makan, apa mau ayah suapin?"

Ezzel menganggukkan kepalanya.

Daffin menyuapkan soto ke istrinya. Ezzel makan dengan lahap. Rasanya udah beberapa hari ia tidak makan dapat asupan dari infus, sekarang ia makan rasanya benar-benar nikmat.

"Hebat, makannya habis,"

"Mau martabak manis nya yah,"

Daffin mengambilkan potongan martabak diletakkan di piring dan memberinya ke istrinya.

Daffin melihat selera makan istrinya berubah, sudah memasuki empat bulan kehamilan selera makan istrinya semakin meningkat. Berat badannya juga semakin bertambah.

"Bund, enak ya?"

"Enak banget Yah, ayah makan juga, itu masih banyak juga martabak nya,"

"Iya nanti ayah makan,"

Ezzel kekenyangan, ia masih belum meminum jus sirsaknya.

"Gantian sekarang ayah makan, bunda mau ke kamar mandi sebentar,"

"Ayah antar ya,"

"Gak usah Yah, bunda bisa sendiri,"

"Baiklah, hati-hati,"

"Iya yah, makan lah dulu,"

Ezzel berjalan memasuki kamar mandi.

Daffin memakan makan siangnya, tadi ia memesan ayam sambal ijo kesukaannya ke pengawal nya.

Ezzel selesai dari kamar mandi. Daffin juga selesai makan, Ezzel yang melihat suaminya makan ayam sambal ijo merasa heran tadi gak ada ayam cabe ijo.

"Yah kok ada ayam sambal ijo?"

"Iya ayah yang pesan ke pengawal tadi,"

"Ohh, besok bunda mau lah Yah,"

"Boleh tapi jangan pedas-pedas nanti perutnya sakit,"

"Iya yah, ayo katanya mau ke taman,"

"Oh iya ayo, bunda pake kursi roda ya,"

Ezzel menganggukkan kepalanya.

Daffin mendorong kursi roda istrinya ke taman. Di taman tampak ramai. Banyak juga anak-anak yang sedang di rawat sedang mencari udara segar. Ada beberapa anak dari pengunjung juga bermain di taman.

"Kalo ingat anak-anak kecil cewek ayah jadi ingat sama seseorang," Daffin bicara sambil mendorong kursi roda istrinya.

"Anak kecil cewek? Siapa?"

"Ayah dulu waktu acara ulang tahun teman ayah, ada seorang anak perempuan cantik dengan ikat rambut satu berpita pink, umurnya mungkin sekitar umur tujuh tahunan, tak sampai mau ambil cup cake jadi ayah yang ambilkan,"

Ezzel heran ia pernah seperti itu mau mengambil kue tapi gak kesampaian.

"Lalu?" tanya Ezzel penasaran.

"Ayah ambilkan ayah kasih ke dia dua cup cake, ia kesenangan, berlari-lari sampai lupa dengan pita pinknya,"

"Pita pink?" Ezzel ingat dulu ia sering memakai aksesoris berwarna pink termasuk pita.

"Apa ayah ada fotonya?"

"Foto? Foto pitanya atau orang nya? Pita nya masih ayah simpan foto waktu lagi rame-rame dengan yang ulang tahun masih ada ayah simpan,"

Ezzel ingat dengan acara ulang tahun anak teman papanya waktu ia masih kecil. Ia juga ingat waktu mau mengambil kue kakinya belum sampai, ada seorang cowok tinggi yang mengambilkan cupcake untuk dirinya.

Apakah di foto itu aku? Apakah pita itu juga pita yang aku miliki saat aku masih kecil?

"Sayang, kok diam saja?"

"Bunda jadi ingat masa kecil bunda, nanti di rumah bunda mau liat pita sama fotonya ya yah,"

Daffin mengerutkan keningnya.

"Iya nanti ayah perlihatkan ke bunda,"

Daffin terus mendorong kursi roda Ezzel mereka sampai di kursi taman.

"

1
Jade Meamoure
musuh dalam selimut sedang menggunting dalam lipatan
༄ⁱᵐ᭄✿ΛLєKƬΉΛ࿐🌴 🍉
kak...red wine kalau dicampur kristal es atau es batu, jika es itu cair, rasa wine JD tawar alias merusak cita rasa wine tsb.
seandainya ingin minum wine dingin, biasanya botol wine direndam ke batu es baru dinikmati..
kecuali whiski atau beer br bisa dicemplungin es batu.

masukan dikit gak papa ya kak... semngata terus yaa..
Nani Rodiah
Buruk
Nani Rodiah
senang ceritanya tdk bertele2
Nurlaila Hasan
l
Rahma AR
istirahat total
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariista❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀: Yups.. terimakasih my senior.. masih sempat mampir 😊😍
total 1 replies
Rahma AR
kasian si ezzel
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariista❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀: ho'o kasihan Ezzel.. terimakasih my senior 🤗🙏
total 1 replies
nining
kenzie nyasar ke sini🤣🤣
nining
di novel ini ada nama binar...janardana....daneswara🤣🤣
ayudya
sudah tamat saja thor, cerita nya ringan, jelas, singkat, tetap semangat Thor.
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariista❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀
to all my dear readers.. menjelang episode akhir ya.. perjalanan cinta Daffin-Ezzel.. mereka sudah berbahagia.. trmksh buat semuanya yang sdh mengikuti terus Daffin-Ezzel.. 🙏🤗🥰
ayudya
karya yg bagus Dan tidak bertele- tele.
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariista❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀: terimakasih kakak.. atas atensinya.. ☺🙏ikuti terus ya kk.. ceritanya masih berlanjut.. 🤗
total 1 replies
ayudya
cerita nya bagus Thor, semangat terus ya.
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariista❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀: terimakasih kakak.. ikuti terus ya kak masih berlanjut cerita nya.. 🤗🙏
total 1 replies
ayudya
semangat ya otor.
Rahma AR
mama daffin ngeri juga
Rahma AR
ibu mertuanya marah
Rahma AR
cemburu nih Daffin
Rahma AR
cieee...
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariista❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀: wkkwkk.. trmksh my senior.. 🥰
total 1 replies
budak jambi
oi shita sdr diri berkaca kau tu bekas pembantu..jgn sok jd byonya
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariista❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀: terimakasih ibu..atas atensi.. 🙏ikuti terus ya bu.. cerita msh berlanjut.. ☺
total 1 replies
Holipah
makin seruuuuuu
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariista❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀: terimaksih ibu atas atensi nya.. ikutin terus ya bu..masih berlanjut 🙏☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!