"Aakkhh sakit sekali larass." Teriak rahmat kesakitan di atas ranjang
Laras terus menangis melihat penderitaan suami nya, Hampir satu minggu ini rahmat terus kesakitan pada tongkat nya.
Bahkan kemaluan rahmat tampak bengkak kemerahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyerupai rahmat
Blaasss.
Genderuwo meraung raung kepanasan ketika laras berhasil membaca surah anas, Mata laras melihat sendiri bagai mana genderuwo tersebut menggeliat kepanasan terbakar api.
Namun belum sempat sampai hangus, Genderuwo itu menghilang dari pandangan laras. Seolah bisa melari kan diri agar tidak sampai mati.
"Terima kasih ya allah." Gumam laras bisa bernafas lega seketika.
Lampu menyala kembali dengan terang nya karena memang cuma punya laras tadi yang mati, Ada noda kehitaman di atas ambal yang tadi tempat laras mengaji.
"Ada apa sebenar nya ini ya allah?" Batin laras sangat cemas.
Teringat pula orang tua dan adik nya, Laras keluar dari kamar untuk melihat bu dila dan dianti. Ternyata mereka bertiga tidur pulas.
Laras cepat menoleh lagi ketika melihat kaki yang tampak aneh, Ada kaki satu yang berlebih. Laras menghitung nya kembali apa kah tidak salah hitung, Namun ternyata tetap lebih satu.
"Bismillah hirohmanirohim." Lirih laras menyingkap selimut.
"Ya allah!"
Terpekik laras karena itu adalah dinda yang sedang duduk di atas tubuh sarah, Menjilati tangan nya yang penuh darah. Kedua dada nya bolong tampak mengerikan.
"Ini salah mu larasss."
Dinda menggeram dengan suara serak nya, Laras terpaku melihat hantu menyeram kan ini. Bahkan dinda mengeluar kan darah kehitaman yang sangat banyak dari mulut nya.
"Salah mu laraaasss...Aku mati karena mu.
Telunjuk dinda mengarah kening laras, Secepat kilat ia terbang mendekati laras yang melongo. Menampak kan gigi nya yang berlumuran darah, Laras tercekat karena di belakang dinda ada sekilas wajah rahmat.
"Lailah haillah!" Seru laras keras.
Plasss.
Hantu dinda menghilang bersamaan dengan wajah rahmat, Hati laras semakin tidak karuan karena rahmat selalu hadir di setiap keanehan ini.
Bau genderuwo yang seperti sawo mateng itu pun juga ada pada rahmat, Walau kadang berganti dengan bau singkong bakar.
Seolah semua kejadian ini menyangkut suami nya, Laras semakin tidak mengerti. Belum hilang rasa takut nya ini, Mendadak pintu rumah di ketuk dari luar.
"Siapa yang bertamu malam begini." Heran laras.
Tok, Tok.
"Ini mas dik." Suara rahmat memanggil.
"Mas rahmat? Kenapa dia pulang lagi." Heran laras agak takut.
"Buka pintu nya dik, Mas kedinginan di luar." Seru rahmat lagi.
"Kenapa kamu pulang lagi mas?" Tanya laras ingin menyelidiki.
"Ada yang ketinggalan di kamar dik, Mas terpaksa balik lagi." Jawab rahmat.
"Lalu kemana mobil mu mas?" Tanya laras.
"Ban nya pecah di sawit pak lurah dik, Mas jalan dari sana." Ujar rahmat.
Laras mengintip dari jendela untuk memastikan apa benar itu suami nya, Ternyata memang rahmat sedang berdiri di depan pintu.
Pintu terbuka dan rahmat bergegas masuk, Bahkan ia langsung masuk kedalam kamar. Merebah kan diri mengajak istri nya unyuk tidur.
"Lepas mukena nya dik, Ayo tidur sama mas." Ajak rahmat.
"Cuci kaki sana mas, Kamu kok bau banget." Ujar laras.
"Nama nya juga berjalan jauh, Mas keringetan." Rahmat memberi alasan.
Laras ikut naik keatas ranjang berbaring di sebelah suami nya, Tangan rahmat memeluk pinggang istri nya erat. Laras memegang lengan rahmat, Namun terjingkat kaget karena merasa ada yang aneh.
"Ada apa dik?" Rahmat malah bertanya heran.
"Aa...Tidak mas." Elak laras.
Tadi laras merasakan jika lengan rahmat seakan ada sisik nya, Terasa sangat jelas dan tangan rahmat sangat lah dingin.
"Mas pengen nih dik." Ajak rahmat mendusal payud*r* istri nya.
"Kamu ndak capek apa? Kata nya habis berjalan." Laras menatap wajah suami nya.
"Kalau untuk itu ya ndak capek lah, Untuk sangu sebulan besok ini." Rahmat membuka kaos istri nya.
Laras menikmati sentuhan suami nya yang agak kasar, Namun ia tetap diam tak berani menolak. Karena laras takut jika menolak, Bisa saja nanti rahmat malah jajan di luaran sana.
"Masss!"
"Ya."
Di tatap nya lagi mata rahmat untuk memastikan, Namun tetap terlihat biasa. Padahal barusan laras melihat ada kilatan cahaya merah di mata suami nya.
"Eeemmm."
Sensasi geli ketika rahmat menjil*t put*ng nya, Laras akhir nya pasrah di bawah kungkungan suami nya.
"Baca doa mas." Laras mengingat kan ketika rahmat akan memasukan senjata nya.
"Doa apa dik?" Rahmat malah balik bertanya.
Sesaat laras sadar bahwa memang ada yang lain pada diri rahmat, Paha rahmat terasa sangat banyak bulu kasar. Doa pun rahmat malah bertanya, Biasa nya memang rahmat membaca doa atau hanya bismillah untuk memulai adegan adu gabrut.
"Auzubillah himinas sayton nirrozim, Kullauzu birobinas...
Rahmat mencelat menabrak dinding saat laras membaca surah anas, perubahan wujud nya terus terjadi sambil berteriak kesakitan.
"Hentikaaann! Hentikan bacaan mu." Teriak rahmat jejadian.
Rahmat menjadi manusia setengah kera yang bermata merah, Ternyata genderuwo itu tidak menyerah saat tadi laras sudah berhasil menghalau nya.
"Pergi lah kau setan!" Laras melempar kan air yang sudah di baca kan yasin.
Bruusssh.
Berasap tinggi dan perlahan menghilang meninggal kan raungan yang teramat pedih, Tak terasa air mata laras menetes karena berhasil selamat dari ganguan setan itu.
"Tunjukan jalan yang benar untuk ku ya allah." Batin laras sangat ketakutan.
Dalam hati berniat untuk menemui ustazah atau ustad ali, Ia semakin merasa bahwa ada yang tidak beres dalam rumah ini.
Apa lagi sesajen yang ada dalam kamar itu, Apa mungkin rahmat yang menaruh nya. Jika memang ia, Lalu untuk apa fungsi nya.
Tok, Tok.
Sedang laras termenung memikir kan semua ini, Tiba tiba pintu di ketuk lagi dari luar. Laras beringsut ketakutan, Takut jika genderuwo itu mendatangi nya lagi.
"Ada apa mat, Kok pulang malam malam?" Terdengar suara bu dila bertanya.
"Barang ku ada yang ketinggalan bu, Jadi pulang lagi." Jawab rahmat.
Laras bergegas keluar dari kamar, Ternyata rahmat memang sedang ngobrol bersama ibu nya. Kali ini rahmat datang membawa mobil yang sama saat pulang tadi.
"Kenapa kamu lihat mas begitu dik?" Rahmat menghampiri laras yang melongo.
"Kamu nangis nduk?" Bu dila mengusap air mata nya.
"Ak....Aku hanya habis sholat bu." Gagap laras belingsatan.
Melihat rahmat saja sudah membuat laras takut setengah mati, Teringat saat tadi genderuwo berubah wujud. Tampak nya genderuwo itu sangat ingin mencicipi laras.
"Tutup pintu nya mat, Sudah jam dua lewat." Seru bu dila masuk kamar.
Rasa nya laras ingin tidur bersama ibu nya saja, Laras terus bergidik ketika rahmat naik keatas ranjang.
"Aakkhh!"
"Kenapa dik?" Rahmat kaget karena laras menepis tangan nya.
"Ak..ak
Bingung laras mau menjelas kan bagai mana permasalahan ini, Tidak tau mau memulai nya dari mana dulu.
membosankan dan sangat gak masuk akal
tp penasaran....