NovelToon NovelToon
The Future Knight

The Future Knight

Status: tamat
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Perperangan / Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Barat / Tamat
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zyura

Dalam dunia yang dipenuhi dengan sihir dan legenda, seorang remaja bernama Yin bermimpi menjadi Raja Ksatria Sihir. Impiannya membawanya pada pencarian yang penuh bahaya untuk menemukan harta karun legendaris yang disebut Nirvana, sebuah kekayaan yang dipercayai memiliki kekuatan luar biasa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zyura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31 : pulau hantu

Dengan cepat, Yin dan Zangrid melancarkan serangan terhadap salah satu penduduk Pulau Hantu tersebut. Zangrid beradu pedang dengan lawannya, menciptakan kilatan cahaya yang memenuhi udara. Namun, di saat lawannya lengah, Yin tiba-tiba menghentakkan kakinya dengan kuat, membuat penduduk Pulau Hantu itu terhempas jauh.

"Sialan!" umpat penduduk Pulau Hantu tersebut dengan ekspresi kesal.

Yin menjawab dengan senyuman, "Aku kira kau kuat."

Zangrid, yang mulai merasa bosan dengan pertarungan ini, berkata, "Aku sedang bosan bertarung, Yin. Kita akhiri ini saja." Dia menarik kembali pedangnya dengan tegas.

Yin mengumpulkan energi sihirnya, lalu dengan kekuatan yang besar, dia melepaskan serangan api yang disebut "First Punch." Serangan tersebut meluncur dengan cepat menuju salah satu penduduk Pulau Hantu yang masih terhempas, dan dengan hentakan yang dahsyat, mereka berhasil menaklukkan salah satu dari mereka Dengan penduduk Pulau Hantu yang tak sadarkan diri, pertarungan mereka berhasil diselesaikan.

Yin akhirnya mengikat Angelo dengan tali dan membawanya ke perdesaan. Teman-temannya sangat terkejut ketika melihat Yin membawa seseorang yang tak dikenal, begitu pula dengan warga desa.

Sharo Lin bertanya dengan penasaran, "Hei, Yin, siapa dia?"

Yin menjawab dengan lugas, "Dia tiba-tiba menantang kami, jadi kami menghajarnya."

Vanessa mulai panik, "Yin, bagaimana jika dia membawa teman-temannya?"

Namun, Yin hanya tersenyum lebar, seolah yakin semuanya akan baik-baik saja. Setelah itu, dia mulai menginterogasi Angelo, yang mengaku sebagai salah satu penduduk Pulau Hantu.

Yin bertanya, "Apa tujuan kalian?"

Angelo menjawab, "Kami ingin menjadikan pulau ini sebagai bagian dari kami, itu saja!"

Basil, pemimpin negeri Archipelagia, berkata dengan panik, "Kami takut mereka akan menyerang kami lagi, Tuan Yin."

Yin terdiam sejenak, lalu dengan tekad yang kuat, dia berkata, "Baiklah, Angelo, tunjukkan kami arah ke Pulau Hantu. Kami akan berperang dengan mereka!"

Semua anggota tim Yin terkejut, kecuali Zangrid yang sudah menduga bahwa Yin akan mengambil langkah nekad ini.Yin dan anggota timnya naik ke pesawat mereka, Falcona, dan menuju Pulau Hantu. Yin terus mengawasi Angelo, yang gemetar karena ketakutan akan konsekuensi tindakannya.

Yin bertanya kepada Angelo, "Hei, siapa nama pemimpinmu?"

Angelo menjawab dengan gemetar, "Midnight."

Zangrid melanjutkan pertanyaannya, "Apakah di sana semua pasukanmu kuat?"

Angelo menjelaskan bahwa ada beberapa pasukan yang bisa dibilang kuat, terutama kelompok Numbers yang terdiri dari 6 orang, dan ada juga Sayap Sang Pemimpin yang disebut Sun dan Moon.

Zangrid dengan tegas berkata, "Aku akan mengurus Sun," sementara Smoke menyatakan, "Aku akan mengurus Moon."

Yin kemudian memberi arahan, "Sisanya, kalian lawan kelompok Numbers. Biarkan aku melawan kapten mereka, Midnight."

Mereka pun bersiap-siap untuk pertempuran yang akan datang, siap menghadapi kelompok Numbers, Sun, Moon, dan Midnight, dalam upaya mereka untuk menjaga kedamaian di pulau mereka dan menghadapi ancaman Pulau Hantu.

Mereka akhirnya tiba di Pulau Hantu, dan pasukan dari sana mulai menyerang mereka dengan keganasan. Sharo Lin dengan cepat menggunakan kekuatannya untuk mengubah beberapa serangan musuh menjadi es, sementara Zangrid memotong sebagian dari pasukan tersebut dengan pedangnya.

Yin berlari dengan kecepatan luar biasa untuk menemui Midnight. Pulau Hantu memiliki ciri khas dengan aura yang sangat gelap dan simbol tengkorak dengan tanduk besar yang menyerupai raksasa.

Zangrid dan Smoke mengikuti Yin dalam kejar-kejaran menuju Midnight, sementara anggota yang lainnya harus berhadapan dengan kelompok Numbers, yang terdiri dari Mimic, Skeleton, Whitesnake, The Witch, Marlona, dan Kaufmo.

Kelompok Numbers memiliki wujud yang sangat menyeramkan, mirip hantu, tetapi anggota Guild The Falcon sama sekali tidak takut melihat penampilan mereka. Mereka melihat mereka sebagai iblis dalam mata mereka.

Tiba-tiba, Zangrid terhempas dan menabrak sebuah dinding. Ternyata, yang membuatnya terhempas adalah Sun. Sun berkata, "Berani sekali kalian menyerang markas kami, ya?"

Zangrid tersenyum dan menantang, "Jadi kau Sun? Bersediakah kau bertarung denganku?"

Sun terdiam sejenak, lalu mengeluarkan sebilah sabit. Zangrid mengeluarkan pedangnya dan berkata, "Yin, cepat pergi, biarkan aku yang menanganinya!" Yin dan Smoke pun menganggukkan kepala mereka, mempercayakan pertarungan Zangrid dengan Sun.

Yin terus menaiki tangga menuju puncak Pulau Hantu. Akhirnya, mereka bertemu dengan Moon, salah satu anggota Sayap Sang Pemimpin. Smoke berseru, "Biarkan aku yang menanganinya!" Smoke dan Moon pun memulai pertarungan sengit di atas puncak Pulau Hantu.

Yin terus berjalan dan akhirnya menemukan sebuah pintu yang begitu besar. Dia yakin bahwa di balik pintu ini, Midnight berada. Tanpa ragu, Yin menghancurkan pintu besar itu dengan tangannya, dan di hadapannya ada Midnight, yang duduk seperti seorang raja.

Midnight bertanya, "Siapa kau?"

Yin menjawab tanpa ragu, "Aku datang untuk menghancurkan pulau ini!"

Midnight bangkit dari duduknya dan mendekati Yin dengan perlahan. Dia bertanya, "Apakah para penduduk yang ada di sana meminta bantuanmu?"

Yin memegang erat otot tangannya dan menjawab, "Ini kemauanku sendiri! Aku tidak ingin melihat mereka menderita!"

Midnight tersenyum dan mengeluarkan pedangnya yang sangat besar. Dia berkata, "Kalau begitu, majulah, akan aku hadapi kau!" Pertarungan sengit antara Midnight dan Yin pun dimulai, di atas puncak Pulau Hantu, dalam usaha untuk menyelamatkan penduduk Archipelagia dan menghentikan ancaman dari Pulau Hantu.Yin dan Midnight terlibat dalam pertarungan sengit. Dengan tangan kosong, Yin berhasil menangkis serangan pedang dari Midnight dengan kecepatan dan keterampilan yang luar biasa.

Yin kemudian mengeluarkan jurus tinju api yang kuat dan menyerang tubuh Midnight. Midnight merasakan panas yang membakar tubuhnya, dan dia mulai merasa tersakiti. Dengan inspirasi dari jurus yang mirip dengan milik Dabi, dia melepaskan serangan "Prominence," di mana api membara memenuhi tubuhnya.

Serangan ini berhasil mengenai Yin, dan dia merasa nyeri akibat panasnya api yang membara. Meskipun merasa sakit, Yin tidak membiarkan dirinya menyerah. Sebaliknya, ia menggerakkan jurus api miliknya dengan lebih besar dan menggempur Midnight dengan serangan balasan yang kuat.

Midnight merasa kesakitan dan marah. Dia berkata dengan kemarahan, "Kurang ajar!"

Pertempuran antara Yin dan Midnight semakin memanas, dan keduanya mengeluarkan kemampuan maksimal mereka.

Zangrid terlibat dalam pertarungan sengit dengan Sun. Sun memiliki kemampuan pedang yang cukup hebat, dan ia sempat membuat Zangrid terpojok dan terhempas sekali lagi. Namun, Zangrid tidak menyerah begitu saja.

Zangrid kembali menyerang dengan mengeluarkan jurus "Wind Divine" dengan 100% tingkat kekuatan. Dia berteriak, "Wind Divine!" Saat jurusnya dilepaskan, angin membuai pedangnya dan terisi oleh energi sihir yang jauh lebih kuat.

Serangan ini mengenai tubuh Sun, dan Sun terpental akibat serangan tersebut. Tidak hanya itu, dia memiliki luka tebasan di tubuhnya.

Zangrid menatapnya dan bertanya, "Kau masih bisa berdiri, bukan?"

Sun bangkit kembali dengan luka tebasan di tubuhnya dan menyatakan, "Kurang ajar, itu sangat sakit!"

Dia mengeluarkan teknik pedang yang bernama "Anesthesia." Pedangnya dipenuhi dengan energi sihir, dan ia melepaskan serangan ke arah Zangrid.

Namun, Zangrid dengan cepat mengeluarkan jurusnya yang disebut "Teknik Hydra." Bayangan Hydra tiba-tiba muncul dari dirinya dan dengan kecepatan luar biasa, ia menghantam serangan "Anesthesia" dari Sun. Sun pun kembali terluka, dan rasa sakitnya semakin dalam akibat serangan Zangrid.

Zangrid terkejut ketika Sun, yang sebelumnya dikenal sebagai Rouge, tetap berdiri meskipun memiliki luka tebasan yang dalam. Sun tertawa dengan suara yang menggema, "Kau tahu, sebenarnya aku memiliki nama asli, yaitu Rouge. Alasan aku mengubah namaku menjadi Sun karena aku sangat percaya pada Sang Dewa."

Zangrid mengangkat alisnya dan bertanya, "Dewa?"

Sun menjawab dengan semangat, "Sang Dewa Matahari. Aku sangat mengaguminya."

Sun berjalan dengan sempoyongan dan menyerang Zangrid dengan begitu cepat sehingga Zangrid tidak bisa menghindar. Sun meniru semua teknik yang dimiliki Zangrid dengan presisi yang memukau, membuat Zangrid sendiri terkejut.

Akhirnya, Zangrid tidak mampu melanjutkan pertarungan dan pingsan. Sun dengan bangga mengumumkan, "Aku ahli dalam meniru kekuatan musuh." Dia merasa puas karena berhasil mengalahkan Zangrid dalam pertarungan yang sengit ini.

Smoke terus berhadapan dengan Moon, tetapi dia merasa sangat kesulitan melawan lawannya. Moon memiliki kemampuan luar biasa yang membuat serangannya tidak bisa mengenai dirinya; serangan Smoke tampaknya hanya melintas tanpa menimbulkan kerusakan pada Moon.

Moon tersenyum dengan sombong dan berkata, "Bagaimana? Masih ingin melanjutkan?"

Smoke dengan tekad yang kuat menjawab, "Kau pikir aku akan menyerah semudah itu?"

Namun, Moon dengan cepat berada di belakang Smoke, dan dia mengeluarkan Hollow Ball, serangan khususnya, yang melanda Smoke. Smoke tidak dapat menghindari serangan ini, dan pada akhirnya, dia tidak sadarkan diri.

Dengan keadaan setengah sadar, Smoke bergumam, "Yin."

Moon mengejek, "Dengan kekuatan seperti ini, kalian menantang kami?"

Pertarungan Smoke melawan Moon telah berakhir dengan kekalahan Smoke, dan sekarang Moon siap untuk melanjutkan perjalanan mereka dalam menghadapi anggota Guild The Falcon.

Zangrid, yang masih setengah sadar, menggunakan sihir telepati untuk menghubungkan dirinya dengan Smoke. Dia berteriak, "Smoke, bangunlah!"

Smoke membuka matanya dengan perlahan dan mengenali suara Zangrid. Dia bertanya, "Zangrid?"

Zangrid dengan terburu-buru memberikan instruksi, "Vanessa dan yang lainnya sedang berhadapan dengan Numbers. Jangan sampai Moon pergi menghampiri mereka! Cepatlah bangun!"

Smoke mendengarkan instruksi Zangrid dan dengan perlahan menggerakkan jarinya. Dia berkata, "Kau juga jangan sampai Sun pergi menghampiri mereka!"

Keduanya bangkit kembali, dan dengan tekad yang kuat, mereka berkata secara bersamaan di tempat yang berbeda, "Aku tidak akan kalah lagi!"

Sun tersenyum dan bertanya, "Kau ingin dikalahkan lagi?" Zangrid hanya terdiam, fokus pada persiapan untuk pertarungan berikutnya.

Di tempat lain, Moon berkata kepada Smoke, "Kau masih ingin bertarung?"

Smoke menjawab dengan senyuman, "Masih terlalu awal bagiku untuk menyerah!"

Kedua pasangan, Zangrid dan Smoke, siap untuk melanjutkan pertarungan mereka dengan Moon dan Sun, dengan tekad kuat untuk tidak kalah dalam pertarungan.

Yin masih bertarung dengan Midnight. Kini, Yin mengeluarkan teknik baru yang mengubah kedua tangannya menjadi tangan api. Dengan tangan api ini, Yin memanfaatkannya untuk memanjang dan menyerang Midnight terus menerus.

Midnight merasa terganggu dan berkata, "Merepotkan!"

Namun, Yin tersenyum dan memancarkan jurus "King Cobra." Tangannya berubah menjadi seekor ular kobra dengan wujud api yang menyerang Midnight dengan cepat. Serangan ini berhasil menghantam Midnight, dan dia terhempas akibat serangan dari Yin.

Midnight menyadari bahwa Yin memanfaatkan tangan api untuk memanjang serangannya, dan dia menyatakan, "Jadi kau memanfaatkan tangan apimu itu agar bisa memanjang, ya?" Yin hanya tersenyum dan kembali menantang Midnight dalam pertempuran yang semakin sengit.

Vertin berhadapan dengan Kaufmo, yang memiliki badan setengah kuda. Vertin terlihat tenang menghadapi lawannya tanpa rasa takut. Kaufmo mencoba meremehkannya dengan mengatakan, "Kaptenmu sekarang sedang berhadapan dengan kapten kami. Lalu dua temanmu tadi sedang berhadapan dengan Sun dan Moon. Mereka akan kalah!"

Namun, Vertin tersenyum dan menjawab dengan keyakinan, "Tidak, meskipun mereka kalah, mereka akan bangkit kembali karena mereka adalah Sayap Kapten kami juga."

Aria, di sisi lain, mengeluarkan ex hand dan melawan Mimic, yang memiliki wujud seperti kelelawar. Aria meledeknya dengan memanggilnya "jangan lari kau dasar burung kecil !" Mimic merasa tersinggung dan membalas, "Siapa yang kau panggil burung kecil, dasar bodoh!"

Pertarungan terus berlanjut di antara anggota Guild The Falcon dan anggota penduduk Pulau Hantu. Meskipun dihadapkan dengan musuh yang kuat, mereka tetap memiliki semangat dan tekad untuk melawan dan mempertahankan kehormatan mereka.

-BERSAMBUNG-

1
Bejo
dirapihkan lagi ya tulisannya Thor Semangat /Determined/
༺⬙⃟⛅ada badaknyaℛᵉˣ
good ini luar biasa
/Applaud/
༺⬙⃟⛅ada badaknyaℛᵉˣ
iklan datang
/Proud/
༺⬙⃟⛅ada badaknyaℛᵉˣ
Masih apa lanjut lagi?
Journal. Lilac
keren kak. lanjutin terus kak
Hendra.MDS01
Author yang terhormat, izin untuk mempromosikan novel yang berjudul Panglima Bumi.
Kangee
novel pilihan editor🤦😅
Kangee: saran yaa.?. saranku, teruslah ngetik dan jangan suka baper dengan gunjingan heatters.... semanagat
total 2 replies
Nov Tomic
aku adalah yin, dan tidak akan pernah berubah apapun yang terjadi
arfan
up bos
Tulisan Riji
seruuuu
Rimuru
hmmmmmmmmm omosiroi
Opick Rahman
novel bagus begini kok sepi ya? gue kasih bunga biar semangt
Tulisan Riji: makasih bang makasih banyak😁🤩
total 1 replies
༺⬙⃟⛅ada badaknyaℛᵉˣ
udah mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!