NovelToon NovelToon
Dua Garis Untuk Biru

Dua Garis Untuk Biru

Status: tamat
Genre:Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Suami amnesia / Tamat
Popularitas:188.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ridz

Jia harus menunggu Empat Belas Hari sebelum perceraiannya, ditengah ikhlas akan kandasnya pernikahan, Jia mendapati sebuah fakta yang bisa menyelamatkan pernikahannya.

Tapi takdir membuat Jia harus menelan sebuah pil pahit saat suaminya, Gao harus mengalami kecelakaan dan menghilang tanpa jejak.

Ditengah kesedihannya, Jia dinyatakan hamil, anak kedua mereka, Tujuh Tahun berlalu, Jia masih percaya kalau suaminya masih hidup.

Di hari Anniversary ke Tujuh Belas mereka, sosok Pria bernama Galih datang ke hadapannya dengan Wajah yang sama dengan Gao, suaminya.

"Kak Gao?"

"Gao? Saya Galih, salam kenal Mbak, tapi kayaknya sama Familiar dengan Mbak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Extra Part - 02

Jia dan Galih saling melempar pandangan, mengenai nikah muda, mereka ingat betul kalau mereka juga sebenarnya dulu menikah muda tapi sayang takdir Haura tak seindah takdir mereka.

"Kasian sekali nasibmu Haura, suami mana yang tega membiarkan istrinya menjajahkan kehormatannya?"

Jia berjalan ke arah Haura kemudian mengelus pelan rambutnya, Jia merasa bahwa Haura seperti anaknya sendiri, masih muda dan dia serasa throwback ke masa lalunya.

Haura tampak menangis, Jia dan Galih tahu, Haura sebenarnya adalah korban monopoli keadaan, keadaan memaksanya untuk tersenyum tapi air matanya mengalir deras di atas ranjang.

"Suami kamu sekarang kemana?" tanya Galih kepada Haura.

Haura menggeleng pelan, Jia beralih mengusap pundak Haura untuk menguatkannya. "Gapapa, menangis aja, Mbak tahu kamu tertekan."

"Suamiku menikah lagi Om, Mbak, dia membawa kabur uang tabunganku sehingga aku terpaksa meneruskan pekerjaan wanita malam ini, padahal aku sudah berniat berhenti," jelas Haura.

Lagi dan Lagi, Jia dan Haura dibuat tidak habis pikir, kejadian seperti ini terkadang terjadi di sekeliling kita, banyak wanita yang terpaksa menjual kehormatannya akibat ulah suami yang tidak bertanggung jawab.

"Lalu, kenapa kamu bisa dikejar-kejar?"

Haura mengusap air matanya. "Saya menolak melayani seorang Pria Kasar, dia menyiksa saya sehingga saya tidak sengaja melawan dan hampir membunuhnya, ternyata dia adalah Pria yang cukup berpengaruh, disaat saya kabur, saya bertemu dengan Om Garret."

Jia dan Galih kini paham titik poinnya, apa alasan dan latar belakang Haura. "Yasudah kalian menikah saja."

Haura dan Garret seketika menatap Galih kaget atas ucapannya itu yang membuat Galih mendelik.

"Loh kenapa, kan bener, supaya Garret bisa melindungi kamu yah menikah saja, lagipula Mansion Garret lah yang sesuai untuk kamu sembunyi sampai pria itu tidak bisa menemukan kalian lagi."

Haura menatap Garret sejenak. "Tapi Bang, dia sudah punya suami."

"Sudah cerai kan?"

Haura menggeleng. "Saya belum diceraikan baik secara Talak ataupun Hukum."

Galih mengusap wajahnya. "Suami kamu tuh modal tampang aja yah, saya heran kok ada manusia kayak dia."

Haura diam, Jia berusaha mencari solusi terbaik untuk keduanya yang membuat Jia terpikir sesuatu.

"Garret, kamu benar-benar ingin melindungi Haura?"

Garret mengangguk. "Entah kenapa saat pertemuan pertama kami, aku merasakan ada sesuatu yang berbeda kak, dia sebenarnya hanya seorang Bidadari yang terjebak dalam kehidupan malam."

"Kakak punya ide, bagaimana kalau kalian berdua pura-pura nikah saja, dan Garret selama itu kamu harus cari keberadaan suami Haura supaya dia bisa bercerai secara benar," jelas Jia memberikan jalur terakhir.

Haura dan Garret saling melempar pandangan, Haura tidak tahu harus berpendapat apa, kenapa ada orang baik seperti Garret, Jia dan Galih yang benar-benar ingin melindunginya.

"Baik, Kak, Aku setuju," jawab Garret yang membuat Jia dan Galih mengangguk.

-

Kini Garret dan Haura berada di dalam mobil, Haura sudah selesai di make over oleh Jia karena memang kondisi Haura tampak berantakan.

"Mana jari kamu?'

"Buat apa, Om?"

Garret tidak menjawab, dia meraih tangan Haura kemudian memasangkan sebuah cincin. "Supaya keluarga saya percaya kalau kita sudah menikah, saya tidak tahu Haura, walau pernikahan ini pura-pura, saya merasa bahwa kamu adalah Bidadari yang saya cari."

"Tidak ada Bidadari yang datang dari seorang, Gadis Malam, Om," jawab Haura.

"Tidak Haura, Bidadari Surga bisa datang tempat manapun, bahkan dari tempat paling ternoda," jawab Garret.

ENDING!

...----------------...

Assalamualaikum Readers!

Kisah Jia dan Galih sudah selesai yah dan mereka sudah punya anak ketiga, dan ini Extra Part Terakhir.

Kok gak diceritakan sampai Anaknya Lahir? Jadi karena novel ini bersambung ke kisah Garret, Author gabisa melangkahi waktu jadi nanti lahirannya diceritakan di Novel Garret ya.

Buat kalian yang mau tahu kelanjutannya pernikahan Pura-pura Garret dan Haura bisa mampir ke Novel Kupu Malam Milik Pewaris yah!

Siapin Kanebo, Novelnya sedih banget soalnya.

Tapi sebelum itu, Author mengucapkan ribuan terimakasih karena sudah mengsupport Jia dan Galih dari Novel Noktah Merah Buku Nikah sampai sekarang.

Love sekebond, Assalamualaikum!

...----------------...

Ini dia sinopsisnya:

Pernikahan Haura dengan Loki sudah berjalan selama dua Tahun, disaat Loki terjerat hutang, Haura terpaksa melakukan pekerjaan sebagai Kupu-kupu Malam untuk melunasi hutang sang suami.

Ditengah berjuang, tiba-tiba saja Loki pergi tanpa perceraian setelah hutang itu lunas, depresi, Haura malah semakin terjebak ke dunia malam itu, hingga pada suatu hari tanpa sengaja dia hampir membunuh seorang pria yang menyewanya.

Kabur, Haura dipertemukan dengan Garret, seorang Pewaris Tunggal yang pernah menyewanya, karena kasian Garrey membawa Haura ke rumahnya dengan status seorang istri.

Tapi siapa sangka, di rumah itu Haura malah bertemu Loki mantan suaminya yang sudah menikah dengan adik dari Garret.

...----------------...

Ini Cuplikan Bab Kupu Malam Milik Pewaris

Haura kini tengah berjalan di sebuah koridor hotel untuk menemui tamunya siang ini, Haura berpikir ini akan benar-benar yang menjadi terakhir karena tamu yang satu ini tertarik membayar mahal untuk bersama Haura hari ini.

"Kamar nomor dua puluh empat?" Haura tampak menilik satu persatu kamar yang ada disana. "Yang mana yah?"

"Haura, kan?"

Haura membalikkan badannya menghadap ke arah sumber suara barusan, dan kini di hadapannya sudah ada Pria Dewasa yang mungkin berusia Tiga Puluh Tahunan, dengan rambut dan bulu halus diwajahnya yang berwarna coklat muda.

Bola mata biru dan senyum menawan dengan dua lesung pipi, dari wajah dengan kacamata itu saja, Haura bisa menebak kalau pria ini adalah blesteran Indonesia dan eropa sana.

"Pak Garret?" tanya Haura yang membuat Pria itu mengangguk.

Pria yang disinyalir bernama Garret itu langsung mengajak Haura menuju kamar yang sudah dia sewa yang ternyata berada di koridor sebelah.

"Maaf yah saya menyewa kamu siang-siang begini, soalnya saya ada acara nanti malam," ujar Garret mengeluarkan kartu dari smart door kamar hotel itu. "Silakan masuk."

Haura tersenyum, dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar tersebut, didalam kamar itu tampak luas, ada ranjang king size, satu buah kamar mandi bening kaca yang transparan, dan yang membuat Haura kaget, adalah view jendela besar di kamar itu sangat indah.

"Yakin Pak, nyewa kamar ini buat satu hari aja?" tanya Haura yang merasa bahwa baru Garret lah penyewanya yang menyewa kamar semewah ini.

"Iya, saya ingin membuat kesan yang indah dengan kenangan pertama kita," jawab Garret pada Haura.

Haura merasa bahwa wanita yang akan menjadi istri Garret adalah wanita yang beruntung, suami seloyal Garret tidak akan banyak di muka bumi ini.

"Mau langsung aja, Pak?"

Haura menaruh tasnya dan hendak melepaskan pakaiannya tapi Garret langsung menghentikan aksinya. "Tidak usah, saya menyewa kamu bukan untuk melakukan itu."

"Maksudnya?"

"Yah, saya cuma pengen ngobrol sama kamu," jawab Garret berjalan ke arah sofa yang ada di kamar itu dan duduk disana, Garret menepuk sisi sofa tempat dia duduk bermaksud menyuruh Haura duduk disana. "Saya cuma butuh teman curhat, boleh kan?"

Haura tersenyum dan mengangguk. "Boleh, kok."

Garret tersenyum pelan, dia menghela napas panjang kemudian menatap Haura sejenak. "Saya dengar-dengar kamu itu hebat dalam melayani pelanggan, tapi dari mata kamu tampaknya kamu tidak bahagia dengan pekerjaan ini?"

"Ah, masa sih, saya fine-fine aja kok," jawab Haura mengembangkan senyum.

"Tapi hati kamu tidak baik-baik saja, Haura, btw jangan panggil Bapak yah, panggil Om aja gapapa, umur kamu berapa?"

"Aku dua puluh dua tahun Om, aku udah nikah, tapi belum punya anak sih," jawab Haura yang membuat Garret meliriknya sejenak.

"Suami kamu tahu, kamu menjadi wanita malam?" Garret mengajukan pertanyaan yang membuat Haura mengangguk.

Garret diam sejenak, dia mengusap wajahnya sendiri kemudian menyandarkan badannya ke punggung sofa.

"Saya tuh punya masalah disfungsi seksual, Haura, makanya saya tidak bisa berhubungan badan, saya cuma mau ngeluarin isi hati saya aja, saya harap kamu adalah orang yang tepat buat mendengarkan cerita saya," ujar Garret yang membuat Haura mengalihkan pandangan ke arah Garret.

Haura tersenyum, dia meraih tangan Garret dan menatapnya dalam. "Itu gak jadi masalah, kalau aku lihat-lihat, Om itu orang baik, mungkin ini ujian dari Tuhan untuk Om, terkadang kehidupan itu gak akan sesuai dengan apa yang kita mau."

"Maksud kamu?"

"Yah kayak aku, aku nikah muda sama suami aku, dan aku pikir kehidupan rumah tangga kami bakal baik-baik aja, tapi nyatanya masalah Financial memaksa aku untuk mengambil jalan ini, siapa sih yang mau menjadi seorang wanita malam?"

Garret terdiam. "Suami mana yang menginginkan istrinya di pakai oleh pria lain."

"Aku tahu itu Om, tidak ada suami yang ingin istrinya dipakai oleh pria lain, tapi ini sudah menjadi keputusanku, hanya lulusan sekolah dasar, aku sama sekali tidak memiliki basic pendidikan untuk mendapat pekerjaan bergaji besar untuk waktu singkat," bisik Haura menyandarkan kepalanya di bahu Garret.

"Kamu tahu, saya tidak pernah sejujur ini pada orang lain," jawab Garret. "Saya senang bertemu kamu, apakah lain kali saya bisa memesan kamu lagi?"

Haura tidak menjawab, ia menatap Garret sejenak. "Sebagai pelanggan mungkin tidak akan, karena Om Garret adalah costumer terakhirku, tapi sebagai teman, mungkin bisa saja."

Garret tersenyum, dia menaruh tangannya di belakang kepala Haura dan memaksa kepala Haura untuk mendekat kepadanya.

"Betapa beruntungnya, orang yang memiliki kamu," bisik Garret perlahan mencium bibir Haura.

"Om yakin gak mau ngelakuin hal itu?" ujar Jia saat ciuman mereka terlepas.

"Kalaupun saya normal, saya tidak akan menodai kamu, Haura," bisik Garret pelan.

Haura kini berjalan di trotoar jalan menuju rumahnya, setelah dia menemani Garret tidak ada yang terjadi diantara mereka, keduanya hanya menghabiskan waktu mengobrol tanpa melakukan hubungan badan.

Dia tidak tahu itu akan menjadi pertemuan pertama atau terakhirnya dengan Garret karena setelah ini Haura akan benar-benar meninggalkan pekerjaannya.

Sesampainya di depan rumah, Haura melihat pintu rumahnya terbuka, dia berpikir, Loki suaminya sudah pulang tapi ternyata apa yang dia ekspestasikan tidak seperti harapannya.

"Astaga, rumah kok berantakan."

Perasaan Haura mulai tak tenang, dia sudah berpikiran buruk, mungkin ada maling atau semacamnya, Haura segera berjalan menuju kamarnya dan mendapati lemarinya sudah terbongkar.

"Uang Tabunganku!" Haura bergegas mencari uang Tabungannya tapi dia tidak menemukan apapun disana, bahkan kotak tempat dia menyimpan uang itu hilang.

Haura kini kalut kebingungan, dia berusaha menelepon suaminya tapi sama sekali tidak terhubung, disaat Haura kalut dia melirik sebuah kertas di atas ranjangnya.

"Apa ini?"

Haura membuka kertas itu, dia mulai membaca istri kertas itu dan mendapati sebuah pesan dari Loki suaminya.

[Haura, maafkan aku harus pergi meninggalkan kamu, aku tidak bisa hidup terus-menerus begini, selingkuhanku tengah hamil sekarang dan aku harus menikahinya, aku membawa semua uang tabungan, aku harap kamu mengerti, dan suatu hari nanti, saya akan kembali untuk menceraikan kamu secara hukum]

Deg!

Seketika air mata Haura jatuh, sebuah pengkhianatan baru saja dia dapati di depan matanya setelah banyaknya pengorbanan, Haura terduduk lemas di lantai, air matanya mulai memudarkan hiasan wajahnya.

"Ah! Kenapa Mas!" Haura meraih seprei ranjang dan mulai menghamburkan semuanya.

Setelah semua pengorbanannya malah ini yang dia terima, suaminya secara terang-terangan akan menikah lagi membawa hasil kerja kerasnya.

"Kamu jahat, Mas," bisik Haura meraih foto pernikahannya dan melemparkan foto itu ke tembok sehingga hambur sudah kaca dan papan bingkainya.

...----------------...

Baca Kelanjutannya Di Kupu Malam Milik Pewaris yah!

1
Annie Soe..
Trm kasih karyanya thor,
Terus & semangat berkarya..
Hilda Naning
🤭😍🙏
Memyr 67
𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺 𝗀𝖺𝗈 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝗂 𝗂𝖻𝗅𝗂𝗌 𝖻𝖾𝗍𝗂𝗇𝖺
Memyr 67
𝖿𝖺𝗋𝗁𝖺𝗇, 𝗄𝗈𝗋𝖻𝖺𝗇 𝗄𝖾𝗌𝖾𝗋𝖺𝗄𝖺𝗁𝖺𝗇 𝗂𝖻𝗎 𝗍𝗂𝗋𝗂 𝗀𝖺𝗈.
Memyr 67
𝖿𝖺𝗋𝗁𝖺𝗇, 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗄𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗆𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝗁𝖺𝗋𝖺𝗆, 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗄𝗅𝖺𝗄𝗎𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺
Memyr 67
𝗄𝗎𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖺𝗃𝖺𝗋 𝗍𝖾𝗋𝗇𝗒𝖺𝗍𝖺 𝖻𝗋𝖺𝗆. 𝖻𝗎𝖺𝗒𝖺 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋𝖺𝗇, 𝖽𝗂𝗍𝗈𝗅𝗈𝗇𝗀, 𝗆𝖺𝗅𝖺𝗁 𝗆𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝗈𝗅𝗈𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺.
Tira Aneri
suukaaaaa
Yudith Lahay
Sangat bagus
Sri Puryani
yg terakhir" ....pernikahan msk sdh tmbh anak msh 17 th, aston umurnya jg sdh diatas 7 th lho....kok blm sklh
tp gpp sdh end jg....mksh thor
Sri Puryani
galih klo nyosor gk lht tmpt ya
Sri Puryani
galih" gk nurut sama istri ...ngeyelan
Sri Puryani
ada ya suami gila gini, istri dijual
Sri Puryani
semakin seru .....
semoga polisi cpt bs membantu
Sri Puryani
semoga lancar semuanya
Sri Puryani
gao orang yg baik
Sri Puryani
kirain gilbert mati ternyata msh hidup.....kenapa gk dimatikan sj thor
Sri Puryani
gara" harta jd tega membunuh ortunya
Sri Puryani
hawdeeh di galih jd detektif kok gt
Sri Puryani
Luar biasa
Sri Puryani
garet cpt dtg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!