NovelToon NovelToon
Bukan Manekin

Bukan Manekin

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Cinta Terlarang / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:70.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hana no Megami

Asher terpaksa menerima perjodohan dari orang tuanya untuk menepis gosip yang beredar tentang dirinya. Tetapi dia memiliki trauma yang membuat dirinya tidak bisa melakukan hubungan suami istri. Frandella merasa kecewa dan melimpahkan kekesalannya kepada Asher. Dengan rasa marah dan kesal Asher menyuruh Frandella untuk mencari kepuasaan di luar. Frandella menyetujui tawaran Asher karena dia adalah wanita yang sedikit gila akan ***. Di tengah hati yang gundah Asher pergi ke klub malam dan di sana dia bertemu dengan Jeslyn yang mengajaknya untuk melakukan hubungan one night stand. Asher tidak menyangka bahwa dirinya bisa menjadi laki-laki sejati saat bersama dengan Jeslyn. Bagaimana kelanjutannya? Apakah Asher akan terus mempertahankan rumah tangganya demi reputasinya? Atau malah mencari Jeslyn yang dapat menyembuhkan traumanya? Yuk ikuti ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana no Megami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesengsaraan

Hari telah berlalu Jacob masih terbaring di rumah sakit, tembakan yang mengenai Jacob meleset pada area bahu sehingga tidak menyebabkan luka yang fatal. Namun, Jacob kehilangan banyak darah sehingga keadaannya masih belum stabil. Jeslyn tampak kelelahan karena tinggal di rumah sakit wajahnya terlihat pucat dan rambutnya sedikit berantakan. Meskipun begitu ia terpaksa harus menggendong Embun yang sedang menangis karena merindukannya. Embun baru diantar oleh babysitter dan seorang bodyguard ke rumah sakit untuk menemui Jeslyn karena terus menangis mencarinya. Jeslyn mengajak Embun untuk berjalan-jalan di taman rumah sakit sekalian untuk menghirup udara segar karena ia merasa sesak terus berada di dalam ruangan.

Seorang pria melangkah dan mendekat ke arah Jeslyn. Langkah kaki itu berhenti tepat di belakang Jeslyn. “Daddy?” Embun yang melihat pertama kali langsung menyapa pria yang berdiri di belakang Jeslyn. Jeslyn langsung membalikkan badannya untuk melihat siapa yang datang. Jeslyn pun terkejut melihat pria yang dipanggil daddy oleh Embun.

“Asher, kenapa kamu berada di sini?” Jeslyn menatap Asher dengan gugup. Ia takut Jacob mengetahui hal ini dan berakhir dengan masalah.

Embun berlari ke arah Asher dan memeluk kaki Asher. Asher langsung menunduk dan mengangkat tubuh Embun untuk menggendongnya. “Syukurlah kalau kau baik-baik saja.” Asher tersenyum ke arah Jeslyn.

“Berada di sisi Jacob itu sangat berbahaya untukmu Jes!” Jeslyn membuka mulutnya tidak percaya dengan apa yang barusan dikatakan oleh Asher.

“Jangan ikut campur As, ini adalah pilihanku dan aku akan bertanggung jawab atas segala resikonya.” Jeslyn tampak marah matanya mulai memerah.

“Aku tahu jika kamu hanya ingin lari dariku. Maafkan aku Jes sudah membuat hidupmu sengsara. Kamu sudah menyadarkan aku untuk tidak menjadi boneka orang tuaku tapi lihatlah dirimu sekarang kamu telah menyia-nyiakan hidupmu, dan hidup dalam persembunyian.” Perkataan Asher menusuk jantung Jeslyn sehingga dadanya terasa nyeri. Jeslyn menatap penampilannya dari ujung kaki hingga pakaiannya. Ia mungkin sekarang ia tampak sangat berantakan bahkan untuk sekedar merawat dirinya dan pergi ke salon saja ia tidak pernah. Hidupnya selalu dipenuhi rasa gelisah dan was-was. Kemanapun ia pergi selalu ada yang mengawal sehingga ia tidak dapat bebas kemanapun seperti yang ia inginkan.

“Pulanglah ke Indonesia Jes, bawa gadis kecil ini bersamamu biarkan Jacob menyelesaikan permasalahannya sendiri, aku akan membantumu.”

“Tidak, jangan ikut campur As.”

“Aku tahu jika gadis kecil ini bukan anakmu.”

“Jaga ucapanmu.”

“Kalau begitu dia adalah anakku, karena kamu telah mengandung sebelum menikah dengan Jacob jika dilihat dari umur gadis ini.” Asher menatap tajam ke arah Jeslyn.

“Sudahlah kamu tidak akan mengerti jangan memperumit keadaan. Pergilah As.” Jeslyn berusaha meraih Embun dari gendongan Asher.

Tiba-tiba saja Black A12 muncul dan mendekat ke arah Jeslyn dan Asher. Melihat hal itu Jeslyn segera menghentikannya. “Stop disana, dia kenalanku.” Mendengar ucapan Jeslyn Black A12 menghentikan langkahnya.

Jeslyn berhasil merebut Embun dari Asher. “Pergilah As, jangan hiraukan diriku dan lanjutkan tujuan hidupmu itu.” Jeslyn melangkah meninggalkan Asher diikuti oleh Black A12 di belakangnya.

Jeslyn menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Black A12. “Jangan bilang pada Jacob jika aku bertemu dengan seseorang.” Jeslyn menatap ke arah Black A12 sambil menunggu jawaban atas komprominya.

“Apakah anda melakukan kesalahan nyonya?”

“Ti-tidak, aku hanya tidak ingin memperkeruh keadaan dengan Jacob. Kamu tahu kan jika dia manusia aneh.” Jeslyn mengerutkan dahinya.

“Baiklah nyonya untuk kali ini saja.” Black A12 tidak ingin memperpanjang masalah dan mengiyakan ajakan kompromi Jeslyn. Mereka berdua berjalan menuju ke kamar Jacob.

Jeslyn menyerahkan Embun pada babysitter agar pulang ke rumah. Ia khawatir jika Embun terlalu lama berada di rumah sakit. Setelah babysitter berpamitan untuk membawa Embun pulang Jeslyn mendekat ke arah tempat tidur Jacob. Jeslyn menatap wajah Jacob yang masih memejamkan mata ia mengelus wajah Jacob dengan tangannya.

“Laki-laki jahat, kau membawaku dalam kesengsaraan. Betul jika aku memilihmu tapi aku tidak pernah menyangka jika aku akan ikut terjerumus bersamamu dalam dunia yang gelap ini.”

“Kamu telah memilih sendiri jalanmu dan aku tidak akan melepaskanmu.” Jacob membuka matanya dan memegang tangan Jeslyn yang mengelus wajahnya. Jeslyn yang terkejut membelalakkan matanya ia tidak percaya bahwa Jacob sudah sadar dan mendengar perkataan lirihnya.

“Kau sudah sadar kenapa membohongiku?” Jeslyn merasa kesal karena Jacob telah membodohinya.

“Kenapa? Apa kau takut ketahuan telah bertemu dengan pacarmu?” Jacob menatap tajam Jeslyn.

“Apakah anak buahmu yang memberitahumu?”

“Jangan mencari kambing hitam aku melihat dengan mata kepalaku sendiri,” Jeslyn berdengus kesal. Ia berusaha melepaskan genggaman tangan Jacob. “Diamlah!” Jacob menarik Jeslyn ke pelukannya. Jeslyn hanya menurut saja karena tidak ingin ribut dengan Jacob.

“Naiklah ke tempat tidur aku ingin memelukmu dan diamlah jangan banyak alasan aku tidak ingin berdebat saat ini.” Jeslyn naik ke atas tempat tidur Jacob dan memeluk tubuh Jacob sambil menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Jacob.

Jacob memeluk Jeslyn dengan erat sambil mengusap rambut Jeslyn. Ia merasa lega karena tidak terjadi apa-apa pada Jeslyn dan Embun. Ia sadar sudah lengah dari Michael dan mementingkan egonya sendiri. Bahkan ia sudah menuntun Michail pada Jeslyn dan Embun. Suara ketukan pintu terdengar dari arah luar Jelyn mencoba meregangkan pelukan Jacob namun Jacob menariknya kembali. Seorang bodyguard masuk ke dalam kamar dengan menundukkan kepala berdiri di depan tempat tidur Jacob.

“Tuan semuanya sudah siap.”

“Tunggu 15 menit lagi.”

“Baik tuan.” Bodyguard itu segera meninggalkan ruangan tanpa melihat pemandangan yang ada di depan matanya. Sungguh sangat menyakiti mata orang yang melihatnya. Bagaimana bisa dengan tidak tahu malunya dua orang tetap berpelukan di atas tempat tidur meskipun sudah tahu ada seseorang di hadapannya.

“Apalagi yang akan kau lakukan Jac?” Jeslyn mendongakkan kepalanya ke arah wajah Jacob.

“Diamlah 15 menit lagi kita berpelukan seperti ini.” Mendengar perkataan Jacob Jeslyn menunduk dan kembali memeluk Jacob.

Waktu terus berjalan Jacob merasa tidak ingin berpisah dengan wanita yang ada di pelukannya saat ini. Namun ia harus segera kembali pada kenyataan ia harus menyelesaikan urusannya dengan Michael. Entah mengapa pelukan Jacob semakin erat Jeslyn merasakannya dan ia pun dapat mendengar suara detak jantung Jacob yang semakin cepat. Seakan-akan ada sesuatu yang menggetarkan jiwanya. Jeslyn menepuk-nepuk punggung Jacob dengan lembut. Menit demi menit telah berlalu pintu kamarnya terbuka Jacob segera melonggarkan pelukan Jeslyn dan bangkit dari tempat tidurnya. Jeslyn pun ikut bangkit dari tempat tidur sontak matanya membulat melihat Asher berdiri di hadapan nya.

“Halo Jac.” Tatapan mata Asher dan Jacob saling bertemu sejenak suasana kamar menjadi hening. Jeslyn menelan ludahnya kasar ia tampak kebingungan dengan apa yang dilihatnya saat ini. Bagaimana bisa Asher berani masuk ke dalam ruangan ini seperti mangsa yang menyerahkan diri pada sang pemangsa.

1
Ryan Jacob
semangat Thor
Hananomegami: Terimakasih atas dukungannya 🫶🏻
total 1 replies
Hananomegami
Mike emang paling sat set dan bisa di andalkan. 🤏🏻
Lina ciello
bravo mike... u soo jenius
Lina ciello
wehhh jebule 🤣
Shinta Dewiana
rumit banget persoalannya...jadi cinta segi 3
Shinta Dewiana
kakaknya yg oon malah nyalahin orang..
Shinta Dewiana
ayoo...siapa lg tu...ketemuannya di kamar hotel..
Shinta Dewiana
hayoo....musnajkan si micheil jg kasih ampun..
Shinta Dewiana
wow...
Shinta Dewiana
itulah hidup penuh dengan perjuangan...jacob terlalu sembrono..
Shinta Dewiana
jacob gila .
Shinta Dewiana
jeslyn lo harus kuat...demi embun..
Shinta Dewiana
jacob sayang sm kakaknya tp istrinya sayang sm ponaan malah cemburu..hedehh
Shinta Dewiana
nyesek rasanya...
Shinta Dewiana
orang tua enggak da ahklak..
Shinta Dewiana
oh ngono toh
Shinta Dewiana
hissss...parah
Shinta Dewiana
jeslyn nasibmu lah....gara2 mabuk 1 malam..jadi menderita ber malam2
Hananomegami: Dia harus bertanggung jawab atas ketololan diri sendiri 😌
total 1 replies
Shinta Dewiana
ansher anak mm ya gitu jadinya kamu..
Shinta Dewiana
aduhai rubah kepala putih .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!