NovelToon NovelToon
Papaku Seorang CEO

Papaku Seorang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / Tamat
Popularitas:159.4k
Nilai: 5
Nama Author: Momoy Dandelion

6 tahun yang lalu, seorang lelaki telah menghancurkan impian Flora untuk menjadi seorang penyanyi. Akibat malam panas yang dilalui bersama lelaki itu, ia hamil dan harus pergi ke luar negeri untuk bersembunyi.

Kini, ia kembali lagi membawa seorang anak laki-laki yang lucu bernama Gavin. Meskipun terlihat seperti anak ceria pada umumnya, Gavin mengidap penyakit langka yaitu Anemia Aplastik.

"Mama, Gavin sakit parah, ya? Apa Gavin akan mati?" Pertanyaan itu keluar dari mulut kecil Gavin dengan kepolosannya.

Mata Flora sampai berkaca-kaca. Ia tidak tega melihat putranya yang harus terbaring di rumah sakit. "Tidak, Sayang. Kamu pasti akan sembuh!" Katanya dengan optimis.

"Mama ... sebelum mati, Gavin mau ketemu Papa. Gavin mau punya Papa," pintanya.

Usianya baru 5 tahun, namun Gavin sudah pandai mengutarakan kemauannya. Kasih sayang Flora yang besar membuatnya memutuskan untuk kembali ke negara yang pernah ia tinggalkan demi mempertemukan Gavin dengan ayah kandungnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momoy Dandelion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Butuh Tidur dan Istirahat

"Apa urusannya sudah selesai?" tanya Flora.

Ia dan Alvaro kini duduk di sofa ruang tengah. Ruang perawatan Gavin sengaja Alvaro pesankan yang paling luas agar lebih leluasa. Mereka berbincang-bincang saat Gavin masih terlelap di ranjang perawatannya.

Di depan pintu, dua bodyguard Alvaro tengah berjaga. Ia sudah mengingatkan kepada mereka agar melarang siapapun masuk selain tenaga medis yang menangani putranya. Sekalipun itu ibunya sendiri, ia tidak mau ada yang mengganggu keluarga kecilnya.

"Apa kamu khawatir? Semua urusan di tanganku pasti akan beres," ucap Alvaro dengan penuh percaya diri.

Ia menatap wajah wanita yang masih tampak cemas itu. Rasanya masih tidak bisa dipercaya, wanita cantik cinta pertamanya akhirnya bisa menjadi istrinya.

"Ini sudah larut malam. Gavin juga sudah tidur, jadi kalau Bapak mau pulang dan beristirahat juga tidak apa-apa. Saya juga mau tidur," ucap Flora yang merasa kehabisan pembahasan.

Entah mengapa perasaannya menjadi gugup dan canggung berhadapan dengan Alvaro. Padahal, sebelumnya, ia sudah biasa bekerja dengan lelaki itu.

"Oh. Tentu saja. Kamu memang butuh istirahat dan tidur," jawab Alvaro.

"Ayo!" ajak Alvaro. Tangannya meraih tangan Flora.

"Hah? Ayo?" Flora tertegun tak paham mengapa lekaki itu malah meraih tangannya seakan ingin mengajak pergi.

"Iya, ayo, kamu butuh tempat yang nyaman untuk istirahat. Aku akan mengantarmu," kata Alvaro menjelaskan.

Flora melebarkan matanya. "Saya mau tetap di sini menjaga Gavin. Bapak saja yang pergi," tolaknya dengan halus.

"Sudahlah, ada banyak orang yang akan menjaga Gavin di sini. Aku juga sudah memanggil Lita ke sini, dia ada di depan!" jawab Alvaro. Ia menarik tangan Flora agar ikut bersamanya.

Mengetahui Alvaro hendak membawanya pergi dari sana, Flora berusaha memberontak. Ia tidak mau meninggalkan Gavin dan mengikuti lelaki itu.

"Pak, lepaskan! Saya masih mau tetap di sini!" pinta Flora sembari sesekali menoleh ke belakang melihat putranya yang masih tertidur.

"Kamu itu perlu istirahat, Flora. Biarkan yang lain gantian menjaga Gavin untuk kita," jawab Alvaro dengan bijak. Ia memberi kode kepada anak buahnya agar menjaga putranya dengan baik.

Flora yang terus berusaha melepaskan diri dari Alvaro tetap gagal. Lelaki itu menggenggam tangannya begitu erat. Bahkan dengan santainya, alvaro merapatkan tubuh memeluk pinggangnya dengan posesif.

"Pak, aku tidak mau meninggalkan Gavin," rengek Flora. Ia harap Alvaro akan kasihan dengan nada suaranya yang memelas.

"Hm, sudah aku bilang kita sudah menikah, Sayang. Kenapa kamu masih memanggilku begitu? Kamu sudah aku pecat dari kantor jadi, berhenti memanggilku Bapak!" perintah Alvaro.

"Hah? Kok dipecat? Katanya pengajuan cuti untuk merawat Gavin sudah disetujui?" protes Flora. Ia merasa keputusan Alvaro sangat tidak adil. Ia terpaksa cuti karena anaknya sakit, bukan karena malas bekerja.

"Setelah menikah, memangnya masih perlu bekerja? Aku yang akan menafkahimu," kata Alvaro dengan bangganya.

Ia membukakan pintu mobil, meminta Flora masuk ke dalam. Terpaksa Flora menurut dengan paksaan yang lelaki itu lakukan. Ia sendiri tak tahu kemana lelaki itu akan membawanya.

"Aku benar-benar tidak bisa meninggalkan Gavin," keluh Flora saat Alvaro memasangkan sabuk pengaman di badannya.

Agaknya lelaki itu tak mendengarkan protes Flora. Alvaro tetap menghidupkan mesin mobilnya dan mengemudikan mobilnya keluar dari kawasan rumah sakit.

"Kamu tenanglah, Gavin akan baik-baik saja. Sekalipun terjadi sesuatu, Lita akan mengabari kita," kata Alvaro menenangkan.

Mobil itu bergerak melaju ke arah bangunan tinggi yang tak terlalu jauh dari rumah sakit. Di depan dua menara kembar, apartemen mewah di pusat kota, Alvaro menghentikan mobilnya.

Lelaki itu membukakan pintu mobil untuk Flora, lalu mengulurkan tangan kepada wanita itu.

"Mau apa kita ke sini?" tanya Flora lagi.

Alvaro menggandeng erat tangan Flora, mengajaknya berjalan masuk ke area apartemen mewah itu. Seorang satpam membukakan pintu kaca saat mereka masuk ke area lobi seraya menyapa.

"Aku kan sudah bilang, kamu butuh istirahat. Malam ini aku akan menemanimu tidur," kata Alvaro dengan gamblang. Ia mengajak Flora menaiki private lift menuju unitnya.

Flora tercengang mendengarnya. Ia sampai tidak bisa mengatakan apa-apa untuk membalas ucapannya. Perasaannya menjadi semakin gugup, berpikir semua hal yang aneh-aneh akan terjadi di sana.

Pikirannya tidak bisa tenang sepanjang perjalanan menuju ke unit apartemen milik Alvaro. Ingin rasanya ia kabur dan bersembunyi dari lelaki itu.

"Em, aku rasa ini terlalu terburu-buru. Sepertinya aku belum siap," kata Flora.

Alvaro menyunggingkan senyum. "Aku akan membuatmu siap," katanya.

Pintu lift yang membawa mereka ke atas akhirnya terbuka. Saat mereka keluar, sudah langsung sampai di unit apartemen milik Alvaro. Tentu saja apartemen yang tampak mewah dan besar melebihi ukuran perumahan yang biasa Flora tempati.

1
αуαηgηуαĝøjøκικøβმĝι2
astaga nagih ya Al 😆😆
ardiana dili
lanjut
amilia amel
akhirnya yang ditunggu-tunggu up juga...
makasih author
rahayu
akhirny up lg thor setelah sekian purnama
Momoy Dandelion: hahaha ... sori, ya. lagi berusaha cari waktu buat lanjutin semua novel yang belum selesai.
total 1 replies
Yati Maryati
kapan ceritanya d lanjutkan lagi kak,tiap hari nungguin terus 😭😭😭
Wita Nadhira21
semangat terus Thor
Arman Despi
Aq baru mampir d cerita ini thorr
tapi Aq suka
semangat thorr 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Yati Maryati
kapan thor afdet kgi ceritan masih nunggu nih cerita lanjutannya
Momoy Dandelion: maaf ya, karena kemarin gagal retensi jadi belum aku lanjut.
total 1 replies
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
sudah lama Alvaro berpuasa...gak sabar mau berbuka puasa hehehe... aku jg berharap mama Alvaro dpt menerima Flora dan Gavin
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
aku baru mampir thor, terus semangat 💪 utk berkarya dan update
Wa Tinah
updatenya jangan kelamaan Thor
amilia amel
siap² buka puasa ya pak.. 😅😅😅
amilia amel
semoga pernikahan alvaro dan.flora langgeng, bahagia sampai menua bersama dan maut memisahkan keduanya
Lie Hia
wouww flora siap gak siap...skrg kamu istri Alvaro, kamu hrs bahagia yaaa sampe kakek nenek, semoga gavin cpt sembuh yaaa
Lie Hia
Alvaro luar biasa, semoga pernikahannya dgn flora ttp langgeng dan bahagiaa yaa sampe kakek nenek
Al Vian
lanjut Thor
Muh Nur
semangat berkarya othor
Fajar Alfiyanshah
lanjut thor
Al Vian
lanjut Thor
Muh Nur
prilly ular keket tak punya malu🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!