NovelToon NovelToon
Mutiara Hati

Mutiara Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:726.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: soesan

Mengisahkan tentang seorang wanita yang bertemu secara tidak sengaja dengan anak perempuan umur 3 tahun disebuah pusat perbelanjaan di kota J.
Elina secara tiba - tiba memeluknya dan memanggilnya mama membuat Susan kaget dan langsung jatuh hati kepada Elina.
Sejak pertemuan itu hubungan antara Susan dan Elina semakin erat.
Rey papa Elina yang penasaran dengan cerita dari pengasuh Elina mencari tau tentang Susan.

Susan yang awalnya tak mengetahui tentang mamanya Elina berusaha untuk menjaga jarak dengan Elina.
Karena tidak mau menjadi orang ke tiga bagi keluarga Rey.

Seiring waktu Elina semakin tidak mau berpisah dengan Susan.

Akankah Susan menjadi mama Elina?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon soesan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman

Susan duduk sendiri di sebuah kursi panjang di sebuah taman kota.

Tangannya memegang gelas jus yang dia beli saat di jalan. Di seruputnya yang dia pegang. Matanya melirik ke kanan dan ke kiri. Sesekali dia melihat arloji di tangannya.

Susan mulai tidak tenang. Dia menunggu seseorang yang memintanya datang ke taman.

"Ternyata kamu benar - benar datang" ucap seseorang yang berdiri di sampingnya.

Susan menoleh ke arah suara.

"Apa yang akan kamu katakan padaku?"

"Sepertinya kamu sudah tidak sabar" ucap wanita itu dengan sinis.

"Jauhi Rey dan putrinya, kalau kamu memang sayang mereka!!"

"Apa maksudmu?"

"Apa kamu bodoh, sampai tidak mengerti maksudku?"

Wanita itu menatap tajam pada Susan. Merry memang sengaja meminta Susan untuk menemuinya di taman kota.

"Aku tidak mau kamu dekat dengan Rey, dia itu milikku," lanjutnya.

"Kalau kamu mencintai Rey, cintai juga putrinya."

"Jangan ngajari aku, bodoh!!" Merry membentak Susan.

Susan tersenyum kecut.

"Aku memang bodoh. Aku bodoh kalau sampai aku menyerahkan mereka padamu. Aku tidak akan membiarkan kamu menyakiti Elina. Kecuali kamu mencintainya dan berjanji tidak akan menyakitinya."

Plak...

Susan merasakan pipinya panas.

"Aku sudah bilang padamu, jangan pernah mengajariku. Ini adalah peringatan untuk wanita bodoh sepertimu. Sekali lagi aku ingatkan, tinggalkan mereka. Atau aku tidak akan segan - segan menyakiti gadis kecil itu."

Susan menatap tajam wanita itu.

"Jangan sakiti dia"

"Aku tidak akan menyakitinya, asal kamu meninggalkan mereka. Dan setelah kami menikah aku akan menaruh anak itu ke panti asuhan. Setelah itu kamu boleh mengambilnya dan membawanya pergi."

Susan masih menatap wanita itu penuh dengan amarah.

"Tapi kalau kamu tidak menuruti perkataan ku, jangan harap kamu bisa bertemu lagi dengan gadis kecil itu."

"Tolong jangan sakiti dia. Aku akan menuruti permintaanmu. Tapi kamu harus berjanji padaku jangan pernah sakiti Elina."

"Bagus. Ini baru namanya gadis penurut. Tapi ingat, jangan pernah menceritakan hal ini pada Rey. Atau anak itu taruhannya. Karna aku akan selalu mengawasimu."

Merry memegang pipi Susan dan menepuknya lalu pergi meninggalkan dia. Susan terkejut, ternyata wanita itu tidak sendirian, ada dua orang bertubuh kekar berjalan mengikuti di belakangnya.

Susan menatapnya sampai tubuh wanita itu tidak terlihat lagi.

Sementara di dalam ruangan terjadi pembicaraan serius.

"Wanita itu kembali lagi," ucap Rey datar.

"Wanita apa? Siapa?" tanya Aldo tak mengerti.

"Merry. Kemarin dia datang lagi ke rumahku dan bertemu dengan Susan."

"Apa dia memyakiti Susan?" Aldo cemas.

"Sementara ini belum. Tapi akut takut dia akan menyakitinya. Makanya aku menemuimu. Aku minta tolong padamu untuk menyuruh orang - orangmu agar bisa melindungi Susan. Aku tidak mau dia celaka."

"Pasti. Aku akan menyuruh orang - orang ku untuk menjaganya. Bagaimana dengan putrimu, apa dia menyakitinya?"

"Dia menakuti putriku. Tidak akan ku biarkan wanita itu hidup tenang."

"Apa yang akan kamu lakukan?"

"Aku sudah meminta Dino untuk mengurusnya."

"Apa sudah beres?"

"Dino belum memberi kabar"

"Sebentar"

Aldo mengambil gagang telepon dan menghubungi satu nomor. Tidak ada jawaban.

Aldo menekan nomor lain.

"Mela, apakah ada Susan?"

" ?Tidak ada pak. Tadi dia bilang mau menemui seseorang."

"Dimana?"

"Saya kurang tau pak. Tapi dia bilang dia diminta seseorang menemuinya dan dia harus datang atau akan menyesal."

"Baiklah. Terimakasih."

Aldo meletakkan teleponnya kasar. Wajahnya menegang penuh amarah.

Rey menjadi panik melihat wajah Aldo.

"Ada apa?"

"Susan keluar kantor. Kata Mela dia diminta menemui seseorang."

"Dimana?"

"Dia tidak bilang."

"Ahk....!!!. Ini pasti perbuatan wanita sialan itu. Kita harus cepat membereskannya," ucap Rey penuh kemarahan.

Rey menghubungi nomor Dino.

"Dino. Bagaimana tugasmu?"

"Aku sedang memburunya. Ternyata dia sudah menyewa orang untuk melindunginya. Saat ini kami belum menemukannya."

"Susan pergi menemuinya. Tapi kami tidak tau tempatnya. Aku kawatir terjadi apa - apa dengannya."

"Aku dan anak buahku akan mencarinya."

"Baiklah. Kami juga akan mencarinya."

Rey menutup teleponnya.

"Dino belum menemukannya. Wanita itu menyewa orang untuk melindunginya."

"Apa yang akan kita lakukan sekarang?"

"Kita cari Susan"

Rey dan Aldo berjalan keluar.

Saat di pintu keluar kantor mereka berpapasan dengan Susan. Susan berjalan lesu dan murung.

Aldo langsung memeluk tubuh wanita di depannya.

"Hey lepaskan...Aku tidak bisa bernapas."

Aldo tidak menghiraukan perkataan gadis itu, dia masih mengeratkan pelukannya. Seolah dia baru menemukan hartanya yang hilang.

Rey merasa senang tapi juga kesal.

Senang Karna Susan sudah kembali dan selamat.

Kesal karena melihat Aldo memeluk erat dia.

Kenapa Aldo bisa bebas memelukmu. Dan aku tidak. Padahal aku juga sangat kawatir padamu.

"Aldo tolong lepaskan. Apa kamu mau membunuhku?"

Susan merasa napasnya sesak.

"Maaf..maaf...Habisnya aku kawatir sekali denganmu. Apa kamu tidak apa - apa? Apa wanita itu menyakitimu? Mana yang dia sakiti? katakan padaku biar aku beri pelajaran dia," ucap Aldo nerocos tanpa berhenti sambil membalik - balikkan tubuh Susan. Hingga wanita itu pusing.

"Aldo stop!!. Aku baik - baik saja," tangannya terbuka di depan dadanya.

Aldo langsung menghentikan perbuatannya yang konyol itu.

Susan melirik Rey.

"Apa kamu juga ingin memelukku di depan orang banyak?" ucap Susan kesal.

Lalu dia berjalan masuk meninggalkan dua pria yang masih berdiri di depan pintu. Aldo dan Rey mengejar Susan.

"Ada yang ingin kami bicarakan padamu," ucap Rey mensejajarkan langkahnya.

"Soal apa?" ucap Susan tanpa melihat Rey.

"Soal wanita itu."

langkah Susan terhenti. Menoleh pada Rey.

"Wanita apa? Apa kamu sudah menemukan wanita lain sebagai mama dari putrimu? Baguslah kalau begitu. Jadi aku tidak perlu repot - repot lagi berpura - pura menjadi mamanya."

Susan kembali melangkahkan kakinya.

Rey sempat terkejut dengan apa yang dia dengar.

Aldo mendekatinya.

"Aku yakin sudah terjadi sesuatu padanya. Serahkan padaku. Aku akan membujuknya agar dia mau terbuka dengan kita."

Rey dan Aldo berjalan menuju ruangannya.

Aldo menghubungi Susan lewat telepon kantor.

"Susan, bisa ke ruanganku sebentar?"

"Kalau hanya ingin membicarakan soal wanita Rey, aku tidak mau."

"Apa kamu cemburu?"

"Siapa juga yang cemburu?"

"Apa kamu yakin?"

"Sekali lagi kamu ngomong begitu aku pastikan telepon ini rusak!"

"He..he...he...Kemarilah kalau kamu memang tidak cemburu. Tapi kalau kamu tidak kesini, berarti benar kamu cemburu."

Susan menutup teleponnya.

"Dasar dua pria aneh," ucapnya kesal.

Susan menatap dua pria di depannya.

"Apa kalian tidak ada kerjaan lain, selain ngegosip?"

"Kami tidak ngegosip. Kami ada perlu denganmu," ucap Rey.

"Perlu apa? mau ngomongin pacar barumu itu? Maaf aku tidak tertarik."

"Apa kamu cemburu?" goda Rey.

"Jangan Ge'eR. Aku tidak akan pernah cemburu padamu."

"Apa kamu yakin? Baiklah, ini soal wanita itu, pacar baruku."

"Benarkan kamu sudah punya pacar," ucap Susan tiba - tiba kesal dengan jawaban Rey.

Aldo tersenyum melihat perubahan wajah Susan.

"Apa kalian tidak bisa menahan diri sedetik saja tidak ribut," ucap Aldo.

Rey dan Susan terdiam saling melempar pandang. Keheningan sejenak menyelimuti mereka.

1
sendy kiki
ko merryan visual Bae Suzy sih..ga pas ni dengan karakter y.
Bae Suzy cocok ana istri Aldo .🤔🤔🤔
sendy kiki
cocok ni ana Bae Suzy dan Aldo y Lee Minho cocok deh😘😘😘😘😘💓💓💓💓💓🌹
ros
ending yg seru
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Syarif Zaka
lanjut thor
Syarif Zaka
lanjut thor
Erlinda
jujur aq ga suka sama kelakuan susan udah bersuami tapi masih aja main peluk pelukan sama mantan..ga banget deh. aq stop sampai disini
Erlinda
Susan kok bodoh banget ya nyuruh sekretaris suami nya jd asisten..apa dia ga tau pelakor lebih kejam dari penjahat..bodoh kok dipiara sih
Erlinda
lebay dan terlalu kekanakan
Erlinda
hanya gara gara seorang Merry duo CEO hebat dan punya banyak bodyguard dibikin kalang kabut dan mati kutu hadeeeeh ..luar biasa hebat nya si merry
hayatun nufus
kesimpulan yg menakjubkan ya san 🤣🤣🤣🤣
hayatun nufus
mengandung bawang nih ceritanya
Wanda Khumairah
Lanjut Thor
Selvi Wondal
bahagia sampai mau yg memisahkan❤️
Selvi Wondal
semangat💪
R Bendang
luar biasa
Sudiyem Selsi
lanjut
Agus Irawan
Halo kak
Jeaksen Daboribo
uda ngantuk....... tapi masih pnararan
lanjud......... 😲😲😲
Lia Kally
terima kasih untuk ceritanya aku sangat suka dengan cerita ini "mutiara Hati"❤❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!