Mutiara tidak menyangka jika selama ini dia telah dikhianati oleh kekasih dan adik kandungnya karena gendut. Bahkan Ayah dan Ibunya sendiri juga seakan menganggapnya sebagai orang yang tidak berguna karena tubuhnya yang super big itu. Karena rasa sakitnya yang amat besar di perlakukan seperti itu oleh orang-orang yang dia sayangi, akhirnya Mutiara memutuskan untuk pergi ke luar Negeri dan melakukan perubahan diri berupa diet dan olahraga yang ketat agar tubuhnya langsing kembali.
Mutiara kembali ke Indonesia dan membuat semua orang terpana, mantan kekasihnya yang saat itu akan menikahi sang adik berlutut dihadapannya dan menangis mengungkapkan penyesalan.
Akankah Mutiara luluh dan memaafkan Dion yang menginginkannya kembali, ataukah dia berhasil membalaskan dendam dan membuktikan pada semua orang jika dia bukan wanita biasa?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
Happy Reading.
Mutiara berjalan dengan anggun menuju ke sebuah ballroom. Semua orang nampak terpana melihat sosok bidadari yang bersinar itu. Mutiara memakai pakaian berwarna biru safir dengan sepatu hitam yang mengkilap. Jangan lupakan polesan di wajahnya yang natural namun elegan.
"Selamat siang semua, saya akan memulai rapat ini dengan beberapa file yang sudah saya periksa. Saya merasa ada beberapa titik di bagian pemasaran yang tidak kooperatif, saya sudah membaca semua laporannya dan di bagian wilayah Jawa Barat, pemasaran kita banyak mengalami kerugian, apakah ada yang bisa menjelaskan?" beberapa orang yang bekerja di bagian pemasaran langsung menunduk takut.
Mereka tidak menyangka jika pemimpin baru mereka begitu jeli dan teliti. Padahal sebelumnya ketika di pimpin oleh pak Bagas masih banyak cela yang kurang jeli. Sehingga terkadang lolos begitu saja. Namun, sepertinya memang kali ini kerugiannya begitu kentara dan terlihat jelas.
"Begini Bu, sebelum kita sudah melakukan pemasaran besar-besaran, tetapi ada kendala saingan yang berat, mereka menjual produk yang sama, bahan yang sama tetapi harga jauh lebih murah, mungkin itu yang membuat produk kita kalah di pasaran," jawab manager pemasaran yang berusia sekitar empat puluh tahunan itu.
Mutiara mengamati ekspresi pria yang bertag-name Satria tersebut. Sepertinya memang pria itu berkata jujur.
"Kalau begitu, kenapa kita tidak turunkan harganya? Apakah kita akan merugi kalau harus menurunkan harga sekian persen?" tanya Mutiara dengan tegas.
Semuanya bisa melihat aura kepemimpinan yang kental di mata wanita itu. Bahkan jika hanya melihatnya saja mereka bisa seperti terintimidasi.
Salah satu orang mengangkat tangannya. "Kalau kita menurunkan harga produk, bisa dipastikan kita akan merugi, Bu. Karena biaya kita membeli bahan-bahannya juga tidak murah, jadi kita tidak berani melakukan itu, Bu Tiara," ujar salah satu tim marketing.
Mutiara menghela nafas, dia mengutak atik laptopnya yang terhubung dengan layar proyektor di belakangnya. "Bagaimana kalau kita memakai bahan yang jauh lebih berkualitas. Kita pakai yang jauh lebih bagus dan harganya kita kasih lebih mahal, tetapi jelas kwalitasnya tidak diragukan lagi, dengan begitu saingan kita tidak bisa untuk menyaingi kwalitas bahan produk kita yang lebih bagus, konsumen juga benar-benar bisa membedakan mana yang bagus dan tidak," ujar Mutiara menjelaskan. "Aku akan memberikan sampel bahannya, nanti kita ke laboratorium untuk menguji sampel," lanjutnya.
Terlihat semuanya mengangguk setuju, bahkan sebagian dari mereka merasa takjub dengan usul Mutiara.
"Betul Bu, itu sepertinya ide yang bagus, dengan begitu produk kita akan tetap unggul di kelasnya."
"Iya, betul."
"Ternyata Bu Mutiara memang cerdas ya?"
"Iya, bisa langsung menanganinya solusi produk kita."
Mutiara hanya diam saja sambil tersenyum simpul. Dia sudah terbiasa mendapatkan pujian seperti ini, karena memang kemampuannya tidak bisa di ragukan lagi, dia seorang pebisnis ternama di Korea dan mereka semua awalnya benar-benar meremehkan.
"Baik, setelah rapat Pak Krisna ikut saya langsung ke pabrik, kita akan uji langsung sampel itu." Semula setuju dengan usul itu. Rapat berjalan dengan cepat dan lancar. Banyak dari mereka merasa lega karena pemimpinnya baru mereka benar-benar bisa menghandle perusahaan.
***
Berlian menatap ibu mertuanya dengan tatapan kesal. Wanita yang awalnya begitu baik itu kini terlihat seperti nenek sihir di matanya.
"Apakah pekerjaan mu hanya bisa bersolek di depan cermin dan menghabiskan uang saja? dasar wanita pemalas!" seru Anita kemudian menarik tangan Berlian dengan kasar. "Ayo, kita ke taman belakang, di sana kamu menyiram tanaman kaktusku yang sudah kering!"
"Tapi Ma, aku tidak pernah melakukan kegiatan itu, tanganku yang mulus nanti jadi kasar donk, lagian kan ada tukang kebun?"
Anita menghempaskan tangan Berlian, "kamu di sini jangan jadi orang tidak berguna! Aku lihat Dion sekarang benar-benar mengabaikan mu, dia mengatakan jika dia sekarang mencintai Mutiara, jadi kamu kalau tidak mau nurutin kata-kataku, jangan salahkan aku jika Dion akan mengusir mu!" Berlian tentu saja takut dengan ancaman Ibu mertuanya itu.
Anita sendiri juga sudah tidak respek lagi dengan Berlian, dulu dia menyukai Berlian karena dia merasa jika wanita itu benar-benar menantu idaman. Tetapi ketika dia mengetahui jika Berlian hanya bisa menghabisi uang Dion saja dan tidak bisa melakukan apa-apa, hal itu membuat Anita muak dan jadi membenci Berlian.
Anita sekarang lebih menyukai Mutiara yang terlihat bersinar, bahkan sekarang Mutiara sangat terkenal di kalangan para pria-pria muda yang sukses. Entah kenapa Anita tiba-tiba menginginkan Mutiara kembali bersama Dion. Apalagi sekarang Dion benar-benar terang-terangan mengatakan jika mencintai Mutiara.
"Huh, kalau tahu dulu Dion dan Mutiara pernah pacaran, tentu aku akan membuat mereka bersatu!"
***
Dirga tersenyum melihat Mutiara yang benar-benar datang menemuinya di tempat yang telah mereka sepakati. Ini adalah pertemuan kedua mereka yang bisa di namakan dengan kencan. Biar bagaimanapun Dirga sudah bertekad akan membuat Mutiara jatuh cinta padanya.
"Hai, udah lama?"
"Kalau menunggumu tidak ada kata lama, aku bahkan sanggup menunggu sampai lima tahun lebih," jawab Dirga terkekeh.
Mutiara duduk dan meletakkan tas branded nya di meja. Dia tidak mengerti dengan ucapan Dirga, Mutiara hanya menganggap ucapan Dirga hanyalah gombalan belaka. "Kamu udah pesan makanan?"
"Belum, aku nungguin kamu, aku pengen kamu yang pesan makanan," jawab Dirga tersenyum.
Mutiara mengedikkan bahunya, kemudian dia memanggil pelayan dan memesan makanan. Dirga hanya menurut saja, dia akan makan apa yang di pesan oleh Mutiara.
"Lusa akan ada pelelangan barang-barang antik, apakah kamu mau menghadiri?" tanya Dirga.
"Sebenarnya aku tidak terlalu tertarik, tetapi bukankah harus ada undangan untuk masuk ke sana?"
Dirga mengeluarkan sebuah undangan berwarna emas dengan pita merah diatasi. "Aku mendapatkan undangan ini, dan boleh membawa satu pasangan. Kalau kamu mau, aku akan mengajakmu, di sana ada batu safir langka yang katanya di ambil dari dataran tinggi china, aku ingin mendapatkannya. Konon katanya kalau kita memberikan batu safir itu pada wanita yang dicintai, akan bisa bersatu selamat," ujar Dirga.
Mutiara mengambil undangan itu, membaca tempat yang akan di adakan acara pelelangan itu, kemudian dia menatap Dirga. "Memangnya kamu sedang mengincar seorang wanita?" tanya Mutiara.
"Ya, aku sedang mengincar wanita yang sejak dulu aku cinta, aku akan mendapatkan batu safir itu."
"Apa kamu masih percaya dengan ramalan seperti itu?" tanya Mutiara.
"Tentu saja, aku percaya jika wanita yang ku cintai pasti akan menjadi milikku, selamanya," jawab Dirga sambil menatap mata Mutiara.
Entah kenapa Mutiara tidak senang dengan kata-kata Dirga yang mengatakan jika pria itu memiliki wanita yang dicintai.
Bersambung.
Maaf baru up 🙏
kalung hage 150juta ... cuma 150rbu??
yg jual dlm lelang, bukan brg brg loaak!!
ape2 pon sebelum dijual akn diteliti dulu..
jual dlm pasar GELAP pon penuh dgn KETELITIAN, apatah lgi ni dlm LELANG..yg katanya org2 BESAR/ BERDUIT semua dtg..
speechless 😵💫😩😩😏😂
songong amat kamu berlian 🤣🤣
siapa sebenarnya org tua kandung mutiara...