(Sekuel) Sang Pewaris
Kenzo Alvaro Aditama pria tampan yang merupakan calon CEO yang terkenal begitu sangat Arogan dan kejam.Ia tak segan segan mengeksekusi orang yang berniat berbuat curang padanya.
Dalam masalah percintaan pria itu tak tersentuh.Tak ada gadis maupun wanita yang berhasil menaklukkan hatinya.Lain halnya dengan saudari kembarnya yang begitu humbel dan murah senyum.
Namun seorang gadis yang merupakan OB di kantornya begitu mengagumi ketampanan pria itu dan selalu berusaha untuk bisa berdekatan dengan Kenzo.Dia Andini Putri yang akrab di sapa Andin itu harus bekerja keras untuk mendapatkan hati sang pujaan.
Bagaimanakah kisah mereka?, Apakah Andini bisa menaklukkan hati sang Tuan muda, yuk simak!
Yang ingin tau Kenzo masa kecil silahkan mampir di novel Author yang berjudul Sang Pewaris.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Zoviza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Tok tok tok
Kenzo berdiri dari duduknya membuka pintu ruang kerjanya.
"Pak ini pesanannya",ujar security perusahaaan yang mengantarkan makanan yang ia pesan lewat aplikasi tadi.
Ia bisa saja meminta bantuan Tomy untuk membuka pintu tapi saat ini di luar jam kerja pria itu.
"Ya...",jawab Kenzo kembali menutup pintu lalu meletakkan makanan itu diatas meja.
"Ayo makan dulu Tomy, Andini.Aku gak mau dikatakan bos yang kejam nantinya",ujar Kenzo.
"Ya Pak...",jawab Tomy.
Namun Andini masih fokus pada laptopnya karena pekerjaannya hampir selesai.
Melihat sang kekasih hanya diam saja Kenzo hanya menggeleng pelan."Andini...",ujar Kenzo lembut.
"Iya Mas--eh Pak",jawab Andin yang keceplosan memanggil Kenzo dengan sebutan Mas.
"Makan dulu,nanti lanjutkan lagi",ujar Kenzo menyerahkan sebuah sterofoam yang sudah di bukakan oleh Kenzo pada Andin.
Lagi dan lagi Tomy di buat melongo melihat tingkah atasannya itu.Ia yakin kedua memiliki hubungan lebih dari sebatas bos dan atasan.
"Ya Pak... terimakasih",jawab Andin yang terlihat sedikit gugup karena Tomy menatapnya penuh selidik.
"Ya...",jawab Kenzo tersenyum tipis.
Andin memakan makanannya dengan lahap karena perutnya memang sangat lapar sekali karena tadi siang tak sempat makan karena meeting yang memakan waktu cukup panjang.
Dan Kenzo tak tau akan hal itu karena ia berpikir Andin memakan makanan yang disediakan saat rapat.Nyatanya tidak,gadis itu sibuk mencatat poin poin penting untuk laporannya.
"Andini makanlah dengan pelan", tegur Kenzo saat gadis itu makan dengan cepat.
"Hehehe...lapar Pak",jawab Andin cengengesan.
Kenzo menggeleng pelan melihat kelakuan kekasihnya itu yang tak ada jaim jaimnya dihadapannya.
Andin selesai lebih dulu lalu membuang bekas sterofoamnya kedalam tong sampah dan berjalan menuju westafel untuk mencuci tangannya.
Gadis itu mencepol rambutnya keatas dengan asal karena merasa begitu gerah.Setelahnya ia kembali ke ruang kerja Kenzo.Pria itu tampak merapikan kembali meja dan membuang sterofoam bekasnya ke dalam tong sampah.
Kenzo melirik Andin yang tampak cantik dengan rambut yang dicepol asal keatas.Pria itu begitu terpesona dengan kecantikan sekretarisnya itu.
"Kenapa kamu mencepol rambutmu, hum",tanya Kenzo.
"Gerah Pak",jawab Andin.
"Selesaikan segera pekerjaanmu setelah itu kita pulang",ujar Kenzo.
"Ya M-mas...",jawab Andin lalu kembali duduk dan memangku laptopnya.
"Mas...Pak Tomy mana?",tanya Andin tak lagi melihat keberadaan pria itu.
"Sudah pulang, pekerjaannya sudah selesai, tinggal kamu saja lagi",jawab Kenzo yang duduk di meja kerjanya sembari bersidekap didada menatap kekasihnya itu yang fokus pada laptopnya.
Kenzo duduk disebelah sang kekasih untuk menemani gadis itu mengerjakan pekerjaannya.Ia tak mau menggangu gadisnya itu.
"Selesai...",ujar Andin menekan Control S untuk menyimpan hasil pekerjaannya.
"Ayo .. bersiap.Kita pulang",ujar Kenzo.
"Ya..."
"Oh ya Mas... sudah jam berapa?", tanya Andin.
Kenzo melirik jam tangannya."Pukul 21:36 malam", jawab Kenzo.
"Hampir larut tenyata",ujar Andin.
Andin meraih tas jinjingnya lalu mengikuti langkah Kenzo untuk keluar dari ruangan itu.Andin mensejajarkan jalannya dengan pria itu karena ia cukup takut gelap.Lampu ruangan divisi sudah dimatikan tinggal hanya lampu lorong yang tak begitu terang.
Kenzo menarik pergelangan tangan sang kekasih karena jalan gadis itu yang sangat lambat.Ia tau Andin takut kegelapan dari hasil penyelidikannya dulu.
"Mas...apakah hanya tinggal kita saja yang belum pulang?", tanya Andin.
"Tidak, divisi keuangan juga ikut lembur",jawab Kenzo saat keduanya sudah memasuki lift.
"Oh..."
"Kamu takut gelap?",tanya Kenzo.
"Ya ... kenapa kamu bisa tau Mas?",jawab Andin.
"Semua tentangmu aku tau Andini",ujar Kenzo merengkuh pinggang Andin agar merapat pada tubuhnya.
"Mas...apa--
"Diamlah.Hanya seperti ini tak lebih",jawab. Kenzo.
Andin berdebar kencang saat pinggangnya didekap erat Kenzo.
"Andini...", panggil Kenzo karena gadis hanya diam saja.
"Ya Mas",jawab Andin.
"Kamu mau tidak menikah muda?",tanya Kenzo.
"Ha?, maksudnya?", tanya Kenzo.
"Ya... menikah muda,kamu mau apa tidak?", tanya Kenzo.
"Oh...itu.Ya mau aja sih, kenapa memangnya Mas?",tanya Andin.
"Tidak...",jawab Kenzo tersenyum tipis.
"Oh ya besok malam adalah ulang perusahaaan.Aku sudah menyiapkan gaun untukmu",ujar Kenzo.
"Oh ya...?",tanya Andin.
"Huummm... tampil cantiklah besok malam karena akan ada kejutan untuk kamu",jawab Kenzo.
"Kejutan?",beo Andin.
"Ya...",jawab Kenzo.
"Hahaha...kamu ada ada aja Mas,yang ulang tahun itu perusahaaan kok malah aku yang akan kamu kasih kejutan", gelak Andin mengikuti langkah Kenzo keluar dari lift.
Kenzo membiarkan kekasihnya itu untuk tertawa.Karena dia telah menyiapkan sesuatu kejutan untuk Andin besok malam.
"Puas, hum?, tertawanya?",ujar Kenzo menarik cepolan rambut Andin karena ada beberapa karyawan dilobi kantor.
"Mas rambut aku", sungut Andin membuat beberapa karyawan itu menoleh kearah mereka.
"Mau pemer leher jenjang kamu pada mereka?",ujar Kenzo menunjuk karyawan dengan dagunya.
Andin menggeleng pelan berjalan keluar dari lobi kantor dengan tangannya digandeng oleh Kenzo.
Kenzo mengantarkan Andin untuk pulang ke apartemen milik Kenzo.Pria itu memastikan Andin sampai di unitnya dengan mengantarkan Andin hingga ke depan pintu apartemen.
"Selamat malam,baby.Jangan mandi, cukup cuci muka saja oke",ujar Kenzo.
"Ya Mas... terimakasih telah mengantarkanku pulang",jawab Andin.
"Masuklah,jangan membukakan pintu jika ada yang berkunjung mengerti!",ujar Kenzo.
"Ya..."
"Hubungi aku jika terjadi sesuatu",ujar Kenzo.
"Iya...kamu cerewet banget sih Mas, perasaan kamu itu biasa datar dan tak banyak bicara",kekeh Andin.
"Aku takut terjadi sesuatu yang buruk sama kamu,dan satu lagi berhati-hatilah pada Kakakmu,Alea.Jika dia ke sini jangan membiarkan dia masuk",ujar Kenzo.
"Kenapa?",tanya Andin.
"Karena aku tak ingin apartemenku dimasuki wanita lain selain kamu.Karena hanya kamu gadis pertama yang memasuki unit ini.Dan juga Kakak kamu tak sebaik yang kamu pikirkan.Dia saja mengkhianatimu tidak menutup kemungkinan dia akan menyakitimu",jawab Kenzo.
"Ya Mas...",jawab Andin tersenyum tipis, meski Kenzo memiliki sifat datar tapi dia sangat perhatian padanya.
"Aku pulang dulu,tutup pintu dan kunci",ujar Kenzo.
"Ya...",jawab Andin menutup pintu dan menguncinya dari dalam.
Kenzo menelepon seseorang untuk berjaga di unit apartemen miliknya.Takut jika Alea bertindak nekat karena ia tau gadis itu begitu terobsesi padanya.Sekarang gadis itu tau ia memiliki hubungan dengan adiknya.Kenzo yakin Alea akan mengusik Andin.
Diwaktu yang sama Kanza sedang berchatting ria dengan sang kekasih yang mulai hari ini tinggal di apartemen.
Darren sengaja tak lagi tinggal satu rumah dengan Unclenya,karena kini ia dan Kanza memiliki hubungan.Tak baik juga untuk hubungan mereka.
Meski awalnya Kevin menolak tapi akhirnya Kevin luluh juga dengan syarat Darren tinggal di unit miliknya.Dengan begitu ia bisa memantau keponakan angkatnya itu dari jauh karena unit apartemennya itu memiliki cctv tersembunyi.
...****************...
siiplah yaaa