NovelToon NovelToon
Godaan Tetangga Seksi

Godaan Tetangga Seksi

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:837.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Misi Kepenulisan Noveltoon


Rumput tetangga lebih hijau, itu sudah biasa. Bagaimana kalau tetangga sebelah lebih seksi? Uh ... la ... la ... siapa yang tak tergoda?

Rumah tangga Inggit Katharina dan Fandi Haran terlihat baik-baik saja di luar. Banyak foto-foto romantis mereka di halaman majalah bisnis. Siapa sangka semua itu hanya akting semata?

Inggit yang kesepian mulai tergoda tetangga sebelah rumahnya, Dalvin Haris, pengusaha muda yang seksi dan menggoda. Bagaimana kalau Dalvin juga menyukai Inggit? Apakah hasrat liar mereka akan bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Pernah Berubah

"Kamu yakin kalau kamu akan mendatangi rumah itu lagi?" tanya Dalvin. "Aku tak tahu apa yang ada di rumah itu setelah puluhan tahun kosong. Bagaimana kalau ada ular di dalamnya? Tidak usah deh, aku tak mau kamu kenapa-kenapa!"

"Aku harus kembali ke rumah itu, Vin. Aku yakin ada alasan kenapa Papa dibunuh. Jawabannya hanya bisa didapat kalau aku kembali ke rumah itu lagi," kata Inggit dengan penuh keyakinan.

"Baiklah kalau memang itu mau kamu. Aku akan menyuruh orang untuk membersihkan rumput dan rumah itu dahulu. Aku tak mau ada ular atau hewan berbahaya lain saat kita datang. Satu lagi, gunakan masker dan wig saat kita datang. Aku yakin, kehadiran kita di rumah itu akan ada yang memperhatikan, oke?"

"Iya. Terima kasih atas semua bantuanmu. Aku pulang dulu ya! Aku mau kembali melukis. Aku mau mempersiapkan beberapa lukisanku untuk pameran." Inggit berdiri dan berjalan ke pintu rumah Dalvin bersama sang pemilik rumah.

"Bagus! Jangan terlalu terpuruk dengan masa lalu. Kamu juga harus bangkit dan menikmati hidupmu yang sekarang." Dalvin mengusap kepala Inggit seperti yang biasa ia lakukan saat mereka kecil dulu. "Kamu harus bahagia, oke?"

Inggit mengangguk sambil tersenyum. "Oke. Bye, Mas!"

Dalvin menatap punggung Inggit yang berjalan ke rumah sebelah. Dalvin sadar kalau Inggit bukanlah Angel, teman masa kecilnya dulu. Inggit adalah istri orang. Selama Inggit bahagia, Dalvin pun akan bahagia. Dalvin mengeluarkan ponsel miliknya dan menghubungi anak buahnya

"Bersihkan rumah itu, buat seperti sebelum kejadian. Jangan sampai ada ular dan hewan berbahaya di sana. Kerjakan secepatnya!"

****

Inggit melanjutkan lukisan yang baru setengah ia kerjakan. Hanya dengan melukis Inggit bisa melepaskan sedikit beban berat yang ada di dalam hatinya.

Inggit seperti putri tidur yang baru terbangun setelah beberapa tahun lamanya. Saat terbangun, Inggit begitu sedih mendapati kenyataan bahwa kedua orang tuanya sudah tiada.

Rencananya, sebelum kembali ke rumah lama mereka, Inggit akan pergi mengunjungi makam kedua orang tuanya terlebih dahulu. Dalvin yang akan mengantarnya. Lelaki baik itu seperti malaikat penjaga yang selalu ada di sisi Inggit kapanpun ia butuhkan. Entah bagaimana Inggit akan membalas semua kebaikan Dalvin selama ini.

Saat sedang asyik melukis suara ketukan di pintu membuat Inggit terpaksa menyudahi kegiatan melukisnya. Ia pergi ke depan dan membukakan pintu. Betapa terkejutnya Inggit saat melihat bahwa yang datang adalah Mama Olla dan Dara, adik iparnya. Inggit memaksakan senyum di wajahnya. "Mama?"

"Kata Fandi kamu sakit, apa benar?" tanya Mama Olla dengan tatapan mata menyelidik pada Inggit.

"Sudah enakkan kok, Ma. Masuk, Ma, Dara!" Inggit membukakan pintu rumah dan mempersilahkan mertua dan adik iparnya masuk.

"Mama dan Dara mau minum apa?" tanya Inggit seraya membuka lemari es miliknya. Fandi sudah mengisi lemari es mereka dengan banyak bahan makanan dan minuman.

"Apa saja," jawab Mama Olla.

"Yang penting dingin, soalnya rumah ini-" Belum selesai Dara bicara, Mama Olla sudah menyuruhnya diam.

"Sst! Sudah, jangan protes!" omel Mama Olla.

Inggit mengulum senyumnya. Mama Olla yang dulu selalu menekannya kini sepertinya sudah bersikap lebih baik. Mungkin setelah tahu kalau rumah tangga Fandi dan Inggit tidak sebaik yang ia pikir. Mama Olla takut yang Inggit akan meninggalkan Fandi dan berita tentang Fandi yang menyukai sesama jenis akan kembali merebak.

Inggit mengambil minuman dingin dan menyuguhkan kedua tamunya. "Silahkan, Ma, Dara," kata Inggit.

"Iya," jawab Dara pelan.

"Kamu sakit apa, Git? Fandi sampai melarang Mama datang untuk menjenguk kamu. Fandi pikir Mama akan menyakiti kamu, padahal Mama juga khawatir dengan keadaan kamu."

Inggit mengernyitkan keningnya mendengar perkataan Mama Olla. "Khawatir? Sejak kapan Mama khawatir padaku? Bukankah aku ini hanya mesin pencetak anak saja di mata Mama? Apa mungkin setelah aku mengancam untuk bercerai Mama jadi sadar?" batin Inggit.

"Hanya pusing saja, Ma," jawab Inggit.

"Pusing? Jangan-jangan kamu-" Mama Olla terlihat berbinar-binar mendengar perkataan Inggit.

"Bukan, aku tidak hamil. Mama tahu sendiri bagaimana rumah tangga kami, bukan?" potong Inggit sebelum Mama Olla selesai bicara.

"Oh ... Mama pikir kamu akhirnya baikkan dengan Fandi dan kalian ... benar-benar menjadi sepasang suami istri yang sebenarnya," ujar Mama Olla.

Inggit tak menanggapi permintaan Mama Olla. Masalahnya sudah cukup banyak. Tak ada tempat untuk memikirkan hal yang tak penting.

"Git, Mama dengar dari Fandi, katanya kamu ikut pameran lukisan ya?" tanya Mama Olla. Dara berpura-pura memainkan ponselnya padahal ia menguping percakapan mereka.

"Iya, Ma."

"Hebat. Mama pikir kamu melukis hanya karena hobby saja loh, Git. Ternyata kamu benar-benar berbakat," puji Mama Olla.

"Mungkin karena orang tuaku memang pelukis sejati makanya aku mewarisi kemampuan mereka," jawab Inggit dengan jujur.

"Kamu ini, Git, bicaramu seakan kamu tahu saja siapa orang tuamu. Memangnya pihak panti asuhan memberitahu kamu siapa orang tuamu?" kata Mama Olla meremehkan Inggit.

"Pihak panti memang tak memberitahuku, Ma. Namun aku sudah mengingat semuanya. Aku sakit karena tiba-tiba mengingat semua kejadian di masa laluku. Aku punya orang tua, Ma. Mereka tak pernah meninggalkanku di panti asuhan seperti yang semua orang pikir, termasuk Mama. Aku rasa, Mama juga mengenal siapa Papaku." Inggit tak kuasa menahan emosinya. Luapan emosi yang selama ini ia pendam karena Mama Olla kerap menghina asal usulnya.

"Oh ya? Siapa? Orang tua kamu sangat terkenal sampai Mama bisa mengenalnya?" Ada nada mengejek dalam nada suara Mama Olla.

"Ma, udah deh. Mama tahu sendiri kalau dia tuh halu. Mama percaya gitu kalau dia punya orang tua? Terkenal lagi? Enggak mungkin Ma, kalau orang tuanya terkenal, pasti anaknya akan diurus, bukan malah ditelantarkan di panti asuhan. Kecuali kalau dia itu ... anak haram?" kata Dara dengan pedasnya.

Inggit tersenyum mendengar perkataan Dara. "Terserah kamu mau bilang apa. Anak Papa hanya aku seorang. Kamu bilang apa? Orang tuaku tak mengurus? Jelas mereka tak bisa mengurusku karena memang mereka kini sudah tiada. Masalah kamu tak percaya, tak masalah bagiku. Kita lihat saja nanti!"

Inggit berdiri dan hendak kembali melanjutkan kegiatan melukisnya. "Kalian masih lama tidak berada di rumah ini? Kalau masih lama, aku mau kembali bekerja. Kalau sudah mau pulang, jangan lupa bawa bekas sampah minuman kalian dan buang di tempat sampah luar ya?"

"Kamu mengusir Mama, Git?" tanya Mama Olla dengan nada tersinggung.

"Aku tidak mengusir Mama. Aku hanya bertanya. Awalnya aku pikir Mama sudah berubah, ternyata sama saja. Tak ada perubahan. Mama hanya baik padaku karena takut aku menceraikan Mas Fandi. Aku sudah berusaha menyambut baik perubahan Mama namun semua sia-sia. Memang ya, manusia itu tak akan berubah kecuali Tuhan yang menggerakkannya." Inggit pergi dan meninggalkan mertua dan adik iparnya yang menggerutu di belakangnya.

****

1
nobita
akhirnya ketemu juga pencarian Dalvin
nobita
kapokk kamu.. bikin gregetan nihh mama Olla
nobita
penyesalan memang datang terlambat
nobita
lanjutkan Dalvin aku mendukung mu.. baru kali ini aku dukung pebinor dalam novel 🤭😄
nobita
siapa Dalvin sebenarnya ya??
nobita
kurasa Dalvin PDKT pada tetangga baru
nobita
aku mampir kak
Sri Wulan Hazariah
Luar biasa
Elsa Chan
mantap
Elsa Chan
padahal udah berharap banyak sama fandi
indira kusuma wardani
Luar biasa
bunda DF 💞
luar biasa,,, sat set bener ceritanyaaa
lucky gril
Asli ini tuh seru keripu dengan jalan ceritanya,mungkin pada ragu tumben k'mizzly bikin karya kok dikit😅

tapi ini bisa jadi recomended tuk nunggu up nya si seruni😍😍😍
lucky gril
novel terpendek karya k'mizly tapi di buat jungkir balik mak sama ceritanya,sempet takut bacanya kok cuma dikit takut novel gantung ternyata asli keren banget.
makasih k'mizzly tahan banting dengan komentar2 mak ini🙏🙏🙏
lucky gril
wong kamu yg jadi cium an pertama angel ,vin😁
lucky gril
telat om fandi sudah cerai in ,malu dong balik lagi🤣🤣🤣
lucky gril
y'ampun ternyata oh ternyata orang licik tetap licik mak teerkecoh kali ini😔
lucky gril
kaasih toleransi boleh😥
selama 3 tahun ,fandi begitu kan karna dia trauma juga dengan wanita,bukan selingkuh😔.
harusnya inggit eh angel mengerti itu sebagai istri🙏🙏🙏
lucky gril
awal part mak dukung penuh dalvin merebut inggit.

seandainya fandi berterus terang dr awal mungkin ...
lucky gril
mak bimbang milih yg mana😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!