Disaat teman-teman merancang hendak kemana melanjutkan pendidikan atau bekerja setelah lulus SMA. Alya terpaksa menikah karena keinginan ayahnya yang lagi kritis di rumah sakit. Sayangnya pernikahannya hanya mampu bertahan tidak sampai 2 tahun, karena suaminya menikah lagi dengan mantan kekasihnya.
Setelah 12 tahun perceraian mereka ahkirnya mereka dipertemukan kembali. Dengan status yang sama-sama Single.
Alya Si single mom, harus menghadapi 3 duren yang berusaha untuk mendapatkan hatinya. Sang atasan yang baru mendapatkan status duda, serta mantan suami dan mantan adik iparnya. Siapa yang akan mendapatkan hati Alya mantan suami, atau mantan adik iparnya, atau bukan salah satu dari mantan tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eed Reniati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Hendra dan Haidar
Ternyata dugaan ku salah, pak Wisnu tidak memanggilku. Untuk menanyakan kebenaran hubungan ku dan Bisma. Pak Wisnu bersikap biasa-biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa.
" Buat apa kamu cuti seminggu? Bukannya Juna sudah pulang dan mulai masuk sekolah ?"
"Buat merayakan ulang tahun Juna yang ke 11 tahun. Juna minta di temani camping."
" Oke nanti gw temani gimana. Biar kita seperti keluarga kecil yang bahagia !"
"Enggak ah,aku mau menikmati hari ku berdua dengan Juna."
"Aku tidak di ajak ?"
"Tidak pak BISMA , buruan ACC mau aku anterin ke HRD."
"Iya ya, Bener gak perlu aku temani?"
"Tidak kami pergi berempat."
"Sama siapa aja ?"
"Aku ,Juna, Abi dan umi nya Juna."
"Ya udah sama aku buat jadi 2 pasangan."
"Iya nanti aku bilang Juna dulu mau gak." Ucapku sambil mengambil formulir cuti yang sudah di tandatangani Bisma .
Saat aku keluar ku lihat Hendra sedang mengobrol dengan Salwa, di meja Salwa.
"Siang Alya,"ucap Hendra dengan senyum manisnya.
"Siang pak Hendra."
"Bu Alya, Pak Hendra nungguin ibu katanya ada yang mau di sampaikan !"
"Oya ,ada apa ya pak?"
"Bisa bicara di ruang Ibu saja!"
"Oh silahkan," ucapku sambil berjalan masuk. "Silahkan duduk pak! Pintunya biar terbuka pak !" Hendra hanya mengangguk dan mengurungkan niatnya untuk menutup pintu.
"Ada apa?"
"Tadi pak lembut dan sopan, sekarang jutek amat neng?"
"Ada apa pak Hendra," ucapku kubuat lembut dan sopan. Membuat Hendra terkekeh geli mendengarnya.
"Aku dengar Minggu pagi kemarin papa menemui mu dan mengajak mu joging, bersama Haidar ya?" Aku hanya menganggukkan kepalaku untuk menjawab pertanyaannya.
"Pasti Haidar sudah menceritakan semuanya tentang papa?"
"Iya , sekarang kamu mau ngapain ke sini ?"
"Papa berharap kamu bisa masuk ke dalam keluarga kami lagi. Dan semalam baik aku dan Haidar sudah sepakat untuk mendapatkan mu lagi !"
Apa Haidar tidak menceritakan tentang kejadian kemarin siang, apa jangan-jangan Haidar tidak terlalu mengagap serius ucapan Bisma kemarin. Syukur deh, Eh astaghfirullah kenapa aku harus senang.
"Gila kalian. Tentu kamu masih ingat, bagaimana sikap mama dan Hana padaku dulu ?"
"Tentu tapi apa yang terjadi 12 tahun ini aku rasa, bisa menyadarkan mama dan Hana."
"Aku tidak tahu dan tidak mau tahu apa yang terjadi dengan Hana dan mama kalian. Aku juga tidak mau berurusan dengan keluarga kalian lagi !"
"Jangan bilang begitu kamu tidak tahu apa yang terjadi dengan masa depan. Sekarang kamu bilang begitu, kalau kenyataannya Kamu berjodoh kembali dengan salah satu di antara kami bagaimana ?"
"Biarlah waktu yang akan menjawabnya. Apa kamu datang hanya untuk memberi tahukan itu ?"
"Tidak ada yang lebih penting lagi. Kamu tau tersangka kasus yang menimpa mu di hukum berapa tahun ?"
"Kalau tidak salah 5 tahun penjara."
"Hari ini dia bebas !"
"Apa!! Putusan pengadilan aja belum genap sebulan , bagaimana bisa?"
"Uang yang bekerja. Dokter mengatakan kondisi kesehatannya memburuk, karena itu dia menjalani perawatan di rumah sakit."
"Berati tidak bebas, masih di awasi polisi."
"Memang benar, tapi dengan tinggal di rumah sakit dia lebi bebas untuk bertemu dengan komplotannya. Aku menawarkan jasa untuk menjaga mu 24 jam bagaimana ?"
"Kenapa menjaga ku, belum tentu dia mau balas dendam. Mungkin dia sakit beneran."
"Apa kamu tahu dampak dari kasus kemarin.. Semua keluarganya menyalahkannya, istrinya kabur dengan lelaki lain. Kedua anaknya di ambil orang tuanya, supaya tidak makan uang haram katanya."
Aku hanya bisa mendengarkan cerita Hendra, tanpa memberi komentar. Karena aku sendiri juga bingung kenapa bisa seperti itu.
"Keluarga lelaki adalah tokoh agama, jadi tahu sendiri lah kamu. Aku cuma takut dia melukai mu karena putus asa di tinggal orang yang di sayanginya. Disalahkan semua orang karena memberikan uang yang tidak halal buat keluarganya."
"Semoga tidak sampai segitunya,aku berharap dia sadar dan tobat."
"Semoga yang ku takutkan tidak terjadi, dan doamu yang benar."
"Terima kasih atas informasinya, sekarang aku mau kerja bisa tinggalkan aku."
"Wah aku di usir !" Ucap Hendra dengan muka dibuat sedih.
"Maaf bukan begitu,"ucapku jadi tidak enak hati.
"Oke santai aja,gw sadar diri Ko."
"Maaf bukan begitu."
"Haha santai saja. Kamu tahu kan seharusnya aku yang menikah dengan mu, bukan kak Haidar 14 tahun yang lalu. Hanya karena aku masih terikat,ikatan dinas saja aku mengikuti permintaan orang tuaku."
"Jangan mengungkit kenangan masa lalu yang sudah berlalu."
"Tidak akan ada masa depan tanpa masa lalu. Dari segenap hati yang paling dalam aku meminta maaf atas yang menimpa ayah mu. Aku dulu minta maaf karena takut akan berpengaruh terhadap karirku. Tapi sekarang aku minta maaf dengan setulus hati."
"Aku sudah memaafkan mu. Hidup, mati seseorang sudah diatur, kita tidak dapat merubahnya."
"Terima kasih sudah mau memaafkan aku. Maaf mu membuatku tambah bersemangat untuk mendapatkan hati mu."
"Eh .."
"Santai aja. Wassalamualaikum selamat siang."
"Walaikumsalam."
Ini bener-bener gila, sebenarnya apa yang terjadi dengan Haidar dan Hendra. Mereka dulu yang tidak mengharapkan aku, bahkan aku masih ingat dengan sikap judes Hana. Haidar dan Hendra selalu bersikap seolah aku tidak ada, kecuali jika kumpul dengan keluarga besar baru mereka bersikap baik. Ah bodo amat.
"Bu Alya ini ada beberapa berkas yang sudah di tandatangani pak Wisnu."
"Salwa bukannya dulu kamu sempat jalan bareng AKBP Hendra ya?"
"Iya ,tapi orangnya cuek tidak banyak omong. Meskipun orangnya royal dan tidak pelit, tapi seperti lagi jalan sama patung."
"Haha bisa saja kamu Wa!"
"Mbak Alya gak tau, kalau lagi jalan bareng itu. Seperti jalan sama bodyguard." Ucap Salwa sambil tertawa sebelum meninggalkan ruangan ku.
Perasaan sejak bertemu kembali dengannya, Hendra yang sekarang lebih banyak bicara. Tidak sependiam dulu, yang hanya mengangguk dan tersenyum. Bahkan beberapa kali Hendra suka ngobrol dengan teman yang random, untuk menghidupkan suasana biar tidak kaku.
Kenapa baik Haidar dan Hendra berubah semua, sungguh waktu bisa mengubah karakter seseorang. Jika Haidar dan Hendra rajin mendekatiku lagi, bagaimana jika mereka bertemu langsung dengan Juna? Apa mereka tidak akan curiga.
Aku tahu jika waktunya tiba baik Haidar dan keluarganya pasti akan berjumpa dengan Juna. Tapi aku berharap jika waktu itu tiba-tiba, tidak akan terjadi drama keluarga.
Masalah dengan Bisma belum selesai masalahnya, kenapa sekarang bertambah dengan masalah baru dengan Haidar dan Hendra Ahhhh....
ada kisah lain donk,Juna atau Naya yg diposesif ma ayah dan kakaknya mungkin
up
up maning.....
btw 60 meter persegi itu seukuran rumah aku