NovelToon NovelToon
Terbangun Menjadi Seorang Putri

Terbangun Menjadi Seorang Putri

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Chicklit
Popularitas:227.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: Queen.z

Gracia pergi dengan sangat kesal mengendarai motornya untuk mengantar delivery ayam pedas gembel milik restaurant ibunya. Dalam perjalanan pulang, ia mengalamai kecelakaan tunggal karena tertimpa benda angkasa yang tiba-tiba turun dari langit. Kecelakaan itu tak bisa dihindari, terlebih saat itu dirinya tengah memikirkan perkataan ibunya mengenai dirinya yang akan dinikahkan dengan orang yang tidak ia ingkan. Apalagi orang itu tak lain adalah Devano, orang yang paling ia hindari dan ia benci.

"Mendengar namanya saja sudah membuatku kesal, apalagi melihat wajahnya." batin Gracia.


*Happy reading❤*

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen.z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

~Thirty two

Kediaman putra mahkota

Semua pelayan tampak sibuk tengah menyiapkan segalanya, karena hari ini bakal calon putri mahkota tiba. Tinggal beberapa jam lagi putri mahkota tiba diistana dan akan menyandang sebagai istri sekaligus putri mahkota negri ini.

Namun langkah kaki seseorang yang tiba dikediaman sana. Membuat semua pelayan tampak terkejut dan langsung memberi hormat. Dengan langkah yang berat namun begitu cepat. Orang itu pergi begitu saja melewati setiap pelayan dan tak terlalu memperdulikannya. Namun setelah melewati setiap para pelayan itu. Tiba - tiba langkahnya yang berat langsung berubah menjadi sangat cepat seperti akan berlari dan terasa tak sabaran ingin segera menuju tempat yang ditujunya. Tapi untungnya ia bisa mengontrol rasa tak sabarnya itu.

Setelah cukup lama berjalan seperti akan berlari itu. Tibalah dia disebuah tempat dan langsung menghampiri seorang wanita yang berdiri diujung sana. Wanita itu juga terlihat seperti tak sabaran akan sesuatu. Hal itu terlihat dari gerak - geriknya yang terus mondar - mandir ditempat yang sama.

"Ada apa?" tanya orang itu tiba - tiba. Dan membuat si wanita berbalik.

Wanita itu langsung menunjukan raut wajah sedih penuh kekhawatirannya dan bahkan hampir akan menangis.

"Ada apa? kenapa?" tanyanya lagi menjadi panik.

Namun wanita itu hanya diam dan terus memperlihatkan hal yang sama. Sontak saja membuat orang itu menjadi hilang arah dan bingung.

Untuk ketiga kalinya dia bertanya hal yang sama pada wanita itu. "Ada apa? cepat katakan?" tanyanya tak sabaran.

Perlahan wanita itu membuka mulutnya sediki demi sedikit. Ada rasa keraguan untuk mengatakan hal itu pada orang yang bertanya padanya. Namun bagaimanapun ia harus mengatakannya.

"I..i..itu.." tuturnya tergagap - gagap.

Orang itu mengangguk - angguk mendengarkan, seakan - akan berkata "cepat katakan aku sudah tak sabar untuk mendengarnya dari mulutmu itu".

"I..i..itu.."

"Ya.." mendengarkan.

"Itu.. pangeran.."

"Ya pangeran..?" menyimak.

"Pangeran.." mengulanginya lagi. "Pangeran hilang!" mengatakannya dengan cepat.

"Apa..!!!" terkejut dengan apa yang didengar.

Sontak saja penuturan wanita itu membuat orang tersebut terkejut.

"Iya.. kasim chu, pangeran mahkota hilang. Tadi hamba kekamarnya untuk memberikan pakaian pengantin. Tapi pangeran tidak ada disana. Sepertinya pangeran pergi entah kemana kasim chu" tutur wanita itu yang tak lain adalah seorang pelayan yang biasa melayani putra mahkota.

"Kau tidak bohong kan cuang ki?" tanya kasim chu selidik.

Sontak saja cuang ki langsung membantah "Tidak.. tidak. kasim chu, mana mungkin aku berani berbohong padamu. Aku berani sumpah demi apapun, aku tidak berbohong kali ini padamu kasim." Bantahnya sambil memperagakan dua jarinya itu.

"Jadi yang kemarin - kemarin bohongmu itu beneran?" tanyanya selidik setelah mendengar penuturan dari pelayan putra mahkota itu.

"Ah.. tidak.. tidak.." membantah kembali setelah menyadari mengatakan hal yang salah. "Ma-maksudku.. aku sama sekali tidak membohongimu. Sumpah deh demi apapun. Mana mungkin aku berani" tuturnya dengan mengacungkan dua jarinya kembali. Namun sekarang dengan kedua tangannya.

"Awas saja kau ya.." ancam kasim chu pada cuang ki.

Cuang ki menggeleng, "aku tak berani!" ucapnya berulang - ulang sambil menggeleng.

Kasim chu panik dan juga bingung. Karena tuannya itu tidak ada dikediaman. Ditambah saat ini adalah saat - saat yang paling penting, yang mengharuskan tuannya itu ada.

"Aduh.. pangeran. Kau itu ada dimana?" gumannya gelisah.

Cuang ki yang melihat kegelisahan kasim chu hanya bisa diam menonton sambil mengerucutkan bibirnya dan memikirkan sesuatu.

Apa jangan - jangan pangeran pergi kesana yah? duga Cuang ki dalam hati.

—–—

Suara isak tangis seseorang terdengar didalam sebuah kereta yang tengah melaju dengan diiring - iringi oleh beberapa pengawal itu. Sontak saja suara tangisannya membuat sang kusir dan para iringan menjadi khawatir. Karena khawatir, salah satu pengawal yang duduk disamping kusirpun memberanikan dirinya untuk bertanya.

"Nona, apakah anda baik - baik saja?" tanya pengawal.

"Iya aku baik - baik saja. Jangan terlalu perdulikan dengan suara tangisan itu." Teriaknya didalam kereta.

Pengawal pun mengerti, kemudian langsung mengalihkan pandangannya kembali kedepan dan menyuruh sang kusir untuk mempercepat laju kereta kudanya.

Hiks.. hiks.. hua.. hua.. he.he.. hiks..

Dengan melajunya kereta kuda yang semakin cepat, semakin kencang pula tangisan itu terdengar. Sehingga membuat mereka yang berada diluar menjadi salah paham. Namun mereka semua hanya bisa diam dan saling melirik satu sama lain agar untuk tidak ikut campur.

"Berhentilah menangis kau ini!" omelnya penuh penekanan.

"Hua.. hiks..hiks.." tak perduli dan terus menangis.

"..." menatap kesal tak percaya.

Orang yang tengah kesal itu tak lain adalah Daxi sendiri. Ia tak habis pikir melihat pelayannya itu tengah menangis.

"Kau ini benar - benar sangat aneh mai. Harusnyakan yang menangis itu aku yang dipaksa menikah. Bukan dirimu.." ucapnya tak percaya.

Mai tak perduli dan terus merengek dan menangis.

Nona Daxi ini benar - benar tak punya hati. Kata mai dalam hati menatap kesal sang nona.

Mai menangis begitu bukan tanpa sebab. Ia menangis karena bernasib sial. Ia pikir ia akan bebas setelah nonanya menikah. Tapi ternyata malah sebaliknya. Huaa.. dia benar - benar kesal karena itu.

Dia pikir setelah sang nona menikah ia akan bebas. Karena tuganya melayanai sang nona dikediaman mantan perdana mentri telah usai. Ia bahkan sudah berangan - angan akan kebebasannya itu. Setelah ia bebas, dia akan pergi membeli rumah didesa dekat pinggiran sungai. Lalu akan berkencan dan segera menikah dengan pria idamannya nanti. Kemudian hidup dengan bahagia sampai tua disana. Namun dalam sekejap angan - angannya itu langsung musnah. Setelah mendengar permintaan sang nona pada utusan pengawal kerajaan. Dan saat itulah hidupnya berakhir dan tak sesuai harapan.

Flashback

Pintu gerbang kediaman Wu do ran.

Kejadian penuh haru terjadi saat itu. Semua orang tampak sedih dan terharu melihat interaksi diantara ayah dan anak yang tengah berpelukan seakan tak rela berpisah.

"Ayah.. sudahlah jangan menangis seperti itu. Kalau ayah terus - terusan menangis begitu. Lebih baik ayah batalkan saja pernikahanku. Xixi tak masalah kok apabila nanti xixi harus melajang seumur hidup." Tutur Daxi enteng yang masih dalam dekapan sang ayah.

Wu do ran seketika langsung melepaskan dekapanya dan menatap sang putri tajam. Namun yang ditatap hanya diam saja, tidak takut sama sekali ataupun merasa resah akan tatapan itu.

"Jaga ucapanmu itu," tegur sang ayah menatap tajam sang putri.

"Hhm.. iya.. iya, maaf deh ayah" jawab Daxi malas. "Tapi kan yah, xixi serius mengatakanya. Benar tidak apa - apa kok. Lagipula hidup dengan ayah disini saja sudah sangat cukup dan bahagia. Tak perlu deh menikah, menikah git.."

Pltak!!

"Aw.. sakit tahu!!" teriaknya kesal dan menatap tajam kearah Zouyu.

Zouyu sengaja menjitak Daxi. Agar adiknya itu berhenti bicara yang aneh - aneh.

"Biar saja, kamu itu harus dihentikan sebelum melenceng" celotehnya tak perduli.

"Huh.. dasar!" seru Daxi kesal.

"Sudah, sudahhh. Kalian berdua ini selalu saja begitu." Ujar sang ayah melihat tingkah kedua anaknya yang tengah perang itu.

Untuk menghilangkan kekacauan yang tengah berlangsung. Ayah langsung saja memeluk Daxi begitu saja dan menasehatinya.

"Xixi.., kau baik - baik disana ya. Ingat jangan berulah dan melakukan hal yang aneh - aneh lagi. Disana kau tidak bersama ayah. Jadi berlakulah yang baik. Apabila kau melakukan sebuah kesalahan disana. Ayah sudah tak bisa menolongmu ataupun ikut campur." Titur ayah pada Daxi.

"Huhuhu.. ayah tega sekali padaku" rengeknya.

Ayah melepaskan pelukannya, kemudian hanya bisa tersenyum dipaksakan. Karena sebenarnya ia pun tak rela.

Daxi menghela napas melihat raut wajah sang ayah.

Benar - benar sudah berakhir dan tak ada harapan lagi. Kata batinya menatap sendu.

Kemudian Daxi langsung berpaling pada sang kakak kedua, lalu memeluknya erat.

"Jaga dirimu baik - baik yah xixi kecil. Jangan nakal disana," ungkap Danyi menasehati.

"Baiklah.." jawabnya malas dan semakin mempererat pelukan.

Selamat tinggal babang tamvanku. Hari ini adalah hari terakhir aku memeluk tubuhmu yang menggairahkan ini. Benar - benar sangat disayangkan. Aaaa.. dada bidangku, guling berjalanku ini. Tante pasti akan sangat merindukanmu nak. rengeknya batinya, yang masih dalam dekapan sang kakak.

Setelah memeluk kedua anggota keluarganya. Kini giliran memeluk satu anggota keluarganya lagi. Siapa lagi kalau bukan orang itu tak lain adalah kakak pertamanya, Zouyu. Sebenarnya Da xi malas, namun ya mau bagaimana lagi. Mau ga mau harus tetap melakukannya untuk pencitraan saja, agar kelak dirinya itu tak dipandang buruk oleh orang - orang yang tengah menyaksikannya saat itu.

Namun ketika Da xi akan mulai memeluk sang kakak. Zouyu malah tiba -tiba menghindar dan meletakan tangan kanannya dipucuk kepala Da xi. Lalu mengusap lembut kepalanya itu.

Da xi sebenarnya terkejut dengan penolakan itu, bagaiamna bisa Zouyu menghindari pelukannya. Ia tak habis pikir seorang Wu da xi yang cantik ini ditolak. Tapi penolakan itu tak langsung membuatnya menyerah. Da xi kemudian langsung bertindak dengan cepat dan memeluk Zouyu dengan sangat erat. Sampai - sampai perbuatanya itu membuat Zouyu hampir kena serangan jantung.

"Apa yang kau lakukan!?" bisik Zouyu penuh penekanan pada Da xi.

"Tentu saja memeluk. Memangnya apalagi?" jawabnya enteng.

Zouyu hanya bisa memutar kedua bola matanya pusing. Ia benar - benar terkejut dengan apa yang dilakukan oleh sang adik.

"Aish.. sudah lepas" pinta Zouyu berbisik.

"Tidak mau!" tolak Da xi.

"Kau ini.." tegas Zouyu. Lalu melihat sekeliling, orang - orang tengah memperhatikannya. Melihat itu Zouyu hanya bisa tersenyum dan menepuk - nepuk punggung adiknya sayang. Agar mereka tak merasa curiga.

Sudah merasa cukup menggoda sang kakak. Da xi langsung melepas pelukannya itu, kemudian menatap Zouyu tersenyum mengejek.

"Maaf semuanya, hamba rasa nona Da xi harus segera berangkat. Agar tidak terlambat sampai ke istana nanti." Ucap pengawal utusan kerajaan tiba - tiba.

"Ah.. iya baik" respon Wu do ran mengerti.

Da xi pun segera berpamitan pada anggota keluarganya dan tersenyum sebelum akan menaiki kereta kuda.

Perlahan Da xi berjalan menuju keteta kudanya itu dan langsung masuk kedalam sana dengan bantuan dari mai. Mai yang mengantar kepergian sang nona sampai kereta kuda, merasa senang karena akhirnya ia bisa bebas ditugaskan. Karena memang tugasnya hanya sampai nonanya itu menikah.

Namun ketika Mai akan menutup pintunya. Tiba - tiba Da xi berteriak menghentikanya. dan sontak saja mai terkejut.

"Ada apa nona?" tanya mai bingung.

"Kenpa kau hanya diam saja mai. Kenapa tidak ikut naik denganku?" ujar Da xi.

"Kenapa mai harus ikut naik juga? Mai kan memang tidak akana ikut" tungkas Mai.

"Siapa bilang?"

Mai jadi bingung dengan peunuturan sang nona. Jelas - jelas dia memang tidak akan ikut sang nona ke istana. Karena dia kan memang sudah selesai tugasnya. Apalagi tuan Wu do ran tidak mengatakan hal apapun. Dan dia sudah boleh berenti.

Tapi kebingungannya itu seketika lenyap setelah mendengar penuturan dari Da xi yang sontak saja membuatnya kaget bukan kepalang. Mai yang tadinya sudah tersenyum senang akan bebas seketika raut wajahnya berubah drastis seperti terkena lemparan batu besar.

"Apa!!" teriak Mai terkejut tak percaya. "Nona pasti bercandakan. Nona pasti tengah prank yang biasa nona lakukan pada Mai kan? Sudah nona, jangan buat yang seperti itu lagi. Mai kali ini tidak akan tertipu" cerocos Mai.

Da xi bingung, karena memang yang sebenarnya begitu dan ucapnya itu adalah benar, bukan kebohongan yang seperti Mai pikirkan. Sedangkan itu para penonton hanya terdiam begong menyaksikannya. Dan mereka pun sesekali berbisik setelah mendengar kata aneh prank yang keluar darinya.

"Aku ini serius Mai, kau ini tak percaya sekali" ujar Da xi. "Kalau kau tak percaya, coba saja kau tanyakan sana pada ayahku."

Sontak saja Mai langsung berbalik dan menatap tuan Wu do ran meminta penjelasan. Namun yang dia dengar adalah sama. Tentu saja kenyataan itu membuat mai terkulai lemas tak percaya. Melihat mai yang terkulai begitu membuat semua orang menghampirinya khawatir.

Semua ini tidak mungkinnnnn...., teriaknya dalam hati.

Flashback end..

tbc.

❤❤❤

Jangan lupa supportnya dengan like, komen, rate dan juga vote yah..

Makasih😉

1
Cellestria
lanjut🤭
Tessa Wed Wed
salh sendiri yg suka kabur2an , kan jatuh jdnya🤣🤣🤣
Khoirul Jr.
can you send
fushi
nama" nya aestetic semuaa gaisss😁
mar14mut
da xi tp q bacany (daki di badan) mfkn sy author hhhhh
from me "Tentara yang Ku Benci"
bca juga yh
mar14mut
Grazia
bintang julianti_
Hai ka mampir juga yuk ke karya ku
'Pembantuku kesayanganku' di tunggu ka klik aja profil ku.

Terimakasih
Aar Chelalucuex
Ok thor.gk mslah ug pnting dilanjutin lgi
Aar Chelalucuex
Mksih lothor msih dilanjutin critanya.kirain off gitu aja..
Radin Zakiyah Musbich
Ceritanya seru kak 👍👍👍

ijin promo ya 🐞🐞🐞

jgn lupa baca novel dg judul "HITAM"

kisah tentang pernikahan yg tak diinginkan,

jangan lupa tinggalkan like and comment 🐞🐞🐞🙏
Annabelle Lovely Lorenza
kak qm hilang kmn aj?lg sibuk y..kmi mnggumu y kak...🙏💋
Galaxy Piyak🐣: permisi kakak kakak🙏 mau izin numpang promo novel🙏 skuy kak mampir siapa tahu suka😊
.
"Terlempar ke zaman kuno"
genre = time travel, action, romance.
.
bagaimana jadinya jika azka pembunuh bayaran termuda abad 21 terlempar ke zaman kuno, namun bukanya bertransmigasi ke tubuh tuan putri ataupun bereinkarnasi menjadi bayi, yang ada malah terlempar secara utuh jiwa serta raganya.
.
buat kelanjutannya silahkan mampir😊
total 1 replies
Annabelle Lovely Lorenza
mf bolh ketawa tidak..hhhhhhhh...mf habisnya lucu bgett sich...
Annabelle Lovely Lorenza
oke...bget ceritanya
Annabelle Lovely Lorenza
lanjut kak..seruu..kerennn lg..
Milda
next kk
jully
semangat thor up nya di tunggu
Siska_wulandary💕💞
up lagi
vo
up lagi ya thor
Ina Ima
pantes thor lama gak up........
semangat thor
iamfine: Author yang punya lapak, mohon ijin ya untuk juniormu ini.... 🙏🙏🙏🙏🙏
Hallo kk, aku author baru di sini, mohon kk mapir ke tulisan pertama aku, judul AKULAH MIRAI UNTUKMU gendre fantasi romance kk, aku sadar tulisanku jauh dari kata bagus tapi mohon suportnya kk, kritik dan saran sangat berarti kk....... Sambil nunggu up juga kk, trimakasih
total 1 replies
💛 Nnchim💜
lanjut thor semangat up a
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!