NovelToon NovelToon
Forgive Me I Give Up

Forgive Me I Give Up

Status: tamat
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Roman-Angst Mafia / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:660.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: Mia pakes

Cindy putri mahendra, gadis manja yang selalu bertingkah semaunya dan harus bisa memiliki apapun yang dia inginkan, merasa hancur ketika hal yang benar benar dia inginkan tidak bisa dia miliki, seorang pria yang begitu dia cintai lebih memilih wanita lain. Bahkan dirinya tidak sadar itu cinta atau obsesi. Di tambah dengan kebangkrutan kedua orang tuanya.

Hingga pada suatu hari Cindy di jodohkan oleh sang dady dengan anak sahabatnya. Atas dasar balas budi. Karena telah membantunya.

Ziko anderson. Pria sejuta pesona dan sejuta kekejiannya harus memenuhi permintaan sang dady, untuk di jodohkan, dengan ancaman yang membuat Ziko tidak bisa berkutik.

akankah Cindy bisa menjalani semuanya.
mari ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia pakes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS-32

"Apa kamu sedang memenangkan proyek triliunan? Kenapa berteriak begitu," saat Devan masuk, dia melihat bosnya ber yes ria, itu sebabnya Devan bertanya, karena tidak ada yang lebih membahagiakan bagi bosnya kalau bukan memenangkan hal yang luar biasa, pikir Devan.

"Ketuk pintu dulu kalau masuk, tidak sopan!" Omel Ziko, Ziko berjalan menghampiri Devan di sofa dan menepuk bahunya, "kali ini aku akan berterima kasih padamu," ujar Ziko dengan senyum misterinya.

"Kamu sehat kan? Kepalamu tidak terbentur Zik?" Devan memandang temannya dengan tatapan menyelidik, "sepertinya kamu memang lagi tidak sehat"

"Sembarangan! aku akan membagi kebahagian denganmu, kamu tahu"

"Tidak," jawab Devan cepat, dan itu membuat Ziko langsung mendelik.

"Dengarkan dulu sialan!"

"Ok ok, santai, jangan menatapku seperti itu, aku seperti ditelanjangi jika kamu mentapku begitu"

"Devan!!!"

"Ok baik-baik, kita serius sekarang," ujar Devan ketika melihat Ziko mengangkat fas bunga yang ada di depannya, "bisa pecah kepalaku nanti" batin Devan.

"Dia me-"

"Ada apa ini, kenapa kalian tegang begitu, apa jangan-jangan"

"Diam!" Ujar Ziko dan Devan kompak.

"Si pria suci datang rupanya,,," kelakar Devan pada Jay yang baru saja datang, dan memotong pembicaraan keduanya.

"Sunguh kepalaku mau pecah jika kalian berdua ada disini," Ziko memijit pelipisnya, dia yakin dia tidak akan bisa tenang jika ada mahluk astral dua ini.

"Sudah lupakan, bagaimana semalam?" Tanya Jay sambil menaik turunkan alisnya, dia yakin sudah terjadi yang mantap-mantap antara bos dengan istrinya itu.

"Apa."

"Is sok lupa lo,,, pikun beneran syukur kamu," timpal Devan

"Sudah diamlah kalian!" Bentak Ziko, dimana itu justru membuat keduanya terbahak-bahak.

"Eh tadi kamu mau bilang apa?"

"Tidak jadi! sana kalian keluar, aku mau bekerja," kesal Ziko.

Akhirnya mereka berdua keluar dari sana setelah mengejek bos mereka habis habissan, "dasar gila!" Umpat Ziko setelah mereka benar-benar berlalu dari sana.

"Mau kemana."

"Tentu saja kembali ketempat saya tuan," pertanyaan konyol macam apa itu, pikir Tesha pada Devan, ya, kini Tesha sedang mengantar kopi pesanannya, dimana itu Tesha yang mengantar, karena dialah yang bertugas dibagian lantai paling atas prusahaan Ziko.

"Sudah berapa pria yang menjamahmu" dengan sadisnya Devan bertanya hal yang tidak sepantasnya dia tanyakan, sedangkan Tesha yang mendengar perkataan Devan sungguh terluka, segitu tidak sopannya pertanyaan sang bos, pikir Tesha, tesha memejamkan matanya demi bisa mengontrol emosinya, tanpa ada niatan menjawab Tesh hendak berlalu dari sana, tapi sayang nya perkataan Devan lagi-lagi menghentikan langkahnya, "apa sungguh banyak sehingga kamu tidak sanggup menjawabnya."

"Ya!! Sangat banyak! bahkan saya lupa dimana saja saya berhubungan intim, apa sudah puas mendengar jawaban saya!" Karena emosi, Tesha tanpa sadar, membentak atasannya, "lagian apapun yang saya lakukan bukan urudan anda tuan, kita tidak sedekat itu sehingga anda harus tahu tentang apa yang saya lakukan! Saya permisi," Tesha benar-benar berlalu dari sana dengan membanting pintu sangat keras, "tenanglah Sha, ini bukan pertanyaan pertama kali bagimu, jadi tidak perlu dipikirkan" Tesha menenangkan dirinya sendiri agar tidak terngiang ngiang dengan pertanyaan Devan.

sedangkan Devan mengepal kan tangannya kuat, "Sial!! Terus kenapa dia menolakku waktu diapartemen, apa dia hanya sok suci saja, bahkan jika dilihat dari berpakainnya ketika bekerja, orang tidak akan percaya jika dia bekerja diclub malam," geram Devan, karena ditempat kerja Tesha begitu tertutup jika berpenamlikan, setelah Devan tahu orang yang mengantar dirinya adalah Tesha ketika mabuk berat dulu, Devan justru sangat ingin tahu tentang wanita itu, bahkan Devan selalu pergi keclub dimana Tesha bekerja, tapi sayang setiap Devan kesana dia tidak pernah bertemu Tesha, itu sebabnya Devan mengira jika Tesha bekerja ++ disana, "jika dia melayani pelanggan di atas ranjang juga, lalu kenapa dia menolak ciumanku waktu itu, apa dia pikir aku tidak bisa membayarnya" umpat Devan yang emosi mengingat penolakan Tesha waktu diapartementnya.

"Ada apa dengan pak Devan, kenapa dia suka sekali mencari masalah denganku, apa yang telah aku perbuat padanya," gumam Tesha dengan mata berkaca kaca.

2bulan berlalu, kini Cindy dan Ziko tengah melakukan perjalan bulan madu mereka, tidak lama mereka sampai dibandara internasional utama di kota istanbul, kota terpadat yang berada diturki.

Tidak lama terlihat seorang pria gagah berjalan menghampiri Ziko putra pemilik Anderson grup itu, "tuan Ziko."

"Ya."

"mari saya antar kehotel tempat anda menginap," Ziko paham betul siapa pria paruh baya itu, karena tidak hanya kali ini saja Ziko berkunjung kekota padat ini, Ziko dan Cindy mengikuti pria paruh baya itu sambil bergandengan tangan.

"Apa kakak mengenalnya?" Bisik Cindy ditelinga sang suami.

"Tidak"

"Astaga kak,,, bagaimana jika dia orang jahat," pekik Cindy tanpa sadar, Cindy yang sadar dengan suara kerasnya segera menutup mulutnya, "sory"

"Maka kamu yang akan aku berikan padanya," jawab Ziko, Cindy yang mendengar itu langsung menarik tangan suaminya dan menggeleng, "sudah diamlah, dia suruhan papah, kamu tidak perlu takut," barulah Cindy bisa bernafas lega.

"Apa benar anda tuan muda Ziko," tanya pria paruh baya yang kini berdiri dihadapan Ziko dengan beberapa temannya yang lain, dimana mereka ditugaskan untuk menjaga tuan muda dari keluarga Anderson ini.

"Yes, saya Ziko anderson," jawab Ziko dengan wajah wibawanya, dimana itu hanya akan terlihat dihadapan orang asing saja, dan tidak berlaku untuk teman dan istrinya.

"Mari saya akan mengantar tuan muda Ziko kehotel yang sudah dipesan oleh tuan besar Anderson dan nyonya Nisa," sembari menyuruh seluruh anak buahnya untuk membawa barang bawaan Ziko.

Tanpa mengucapkan sepatah katapun Ziko berlalu dari sana untuk menuju mobil yang sudah terlihat dipandangannya, "sungguh suamiku sangat tampan jika sudah memperlihatkan aura kepemimpinanya," gumam Cindy yang masih tidak bergeming dari tempatnya berdiri.

Ziko menatap kesamping dan tidak mendapati istrinya, dia menoleh dan melihat Cindy yang masih berdiri ditempatnya, "kenapa kamu masih disitu, apa kamu ingin aku tinggal dikota ini," Ziko menghampiri istrinya dan menggandeng tangannya.

"bodoh kamu Cindy" batin Cindy.

Tidak lama mobil yang dikendarai pria gagah itu sampai dihalaman hotel, hotel yang cukup besar diantara hotel lainnya, hanya saja tidak banyak yang berlalu lalang dilobi, mungkin mengingat kota yang begitu dingin, jadi semua orang yang menginap dihotel ini lebih memilih berbaring diatas kasur.

"ini kamarnya tuan, selamat beristirhat" Ziko anya mengangguk dan segera masuk kedlaam kamar yang sudah disediakan untuknya, "aku yakin ini mamah Nisa yang mengatur bulan madu ini"gumam Ziko dalam batinnya, karena Ziko sangat mengenal Dadynya seperti apa.

1
sherly
kok dah mantan mertua
sherly
makanya jgn emosi dulu.. ditinggal baru deh sakau
sherly
hanya ziko dan mertuanya yg ngk tau... ah tak patenlah kau ziko kayak gitu pun tak tau payah
sherly
ya ampun sedihnya
sherly
kasiannya Cindy...
sherly
Lo dah 1 bulan berlalu trus gimana nasib OB yg kemarin mau minjam duit?
sherly
menarik
sherly
Luar biasa
sherly
makanya jgn galak2, giliran orgnya ada cuek eh giliran org ya ngk ada nyariin... oh tuan ziko yg plin plan
sherly
wah beneran ketemu org yg tepat kamu Cindy... jgn Islam KTP aja ya Cindy...
sherly
sekarang Cindy lg di traning jd org lebih baik
sherly
emang luar biasa Cindy nihlah... syukurnya tetengganya mau nampung.. kalo ngk dah dibw kaburlah Ama supir taksi
sherly
kayaknya Cindy dulu kelakuannya banyak menyakiti org lain...
sherly
lagian Cindy kayak org linglung... masa sih ngk liat ziko pulang
sherly
betul tu Jay kayaknya otak ziko perlu di vakum
Yovita Vita
cindy ada di rumah
cerita yg mengandung bawang
Sutiyah Suradi
Lumayan
Wahyu Ningsih Aiug
Kecewa
Wahyu Ningsih Aiug
Buruk
ros
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!