Arum mencintai sepupunya sendiri yang bernama Angga. Gadis itu tahu jika cinta itu salah dan tidak seharusnya terjadi.
Meskipun Angga sudah memiliki kekasih, tetapi Arum tetap tidak bisa menghilangkan rasa cinta itu dari hatinya.
Bagaimana caranya Arum menghilangkan perasaan nya terhadap Angga jika mereka saja berada satu atap yang sama?
Apakah Angga akhirnya tahu jika sepupunya itu memiliki perasaan terhadapnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Angga Tahu
Happy Reading.
Beberapa hari kemudian.
Hari ini adalah hari pertama Arum kekampus, dia berdandan secantik mungkin, memoleskan lipstik berwarna peach terang, dengan memakai dress selutut berwarna putih tulang di kombinasikan dengan bunga-bunga berwarna pink, membuat tubuh Arum terlihat semakin fresh.
"Cantik sih, tapi masih jomblo dari sejak lahir!" gumam wanita itu pada dirinya sendiri.
Merasa sedih dengan nasibnya yang entah sampai kapan akan berjalan ditempat seperti ini. Usianya sudah dua puluh satu tahun, tapi Arum belum pernah merasakan yang namanya pacaran.
Banyak yang suka dan kejar dia, tidak sedikit juga Arum menolak beberapa lelaki yang menyatakan cinta kepadanya.
Alasan Arum selalu sama, dia pasti mengatakan ingin fokus belajar lebih dulu.
Arum memang memiliki kecantikan khas Indonesia, dia tidak tahu seperti apa wajah orang tua kandungnya. Arum tidak mau mencari karena semenjak dimana dia di letakkan di depan panti asuhan, sejak saat itu juga Arum bukanlah anak mereka.
Dia hanya anak dari Bapak Andre dan Ibu Diah.
Arum tumbuh menjadi gadis yang anggun dan di bekali dengan otak yang smart, mungkin karena sering belajar bersama Della, membuatnya memiliki wawasan yang luas.
Rencananya dia akan mengambil jurusan manajemen bisnis meneruskan S2 di universitas London karena dia juga ingin bisa bersama dengan Angga. Pria yang sangat dia rindukan.
"Sudah siap?" Angga masuk ke dalam kamar dan melihat adiknya itu sedang berada di depan cermin. Wajah Angga langsung memerah ketika menatap Arum yang terlihat begitu cantik hari ini. Tidak begitu seksi namun terlihat sangat mempesona.
"Udah, eh, bentar aku pakai minyak wangi dulu," Arum mengambil salah satu parfum dengan aroma kesukaannya. Rose white yang wangi dan segar, aroma itu begitu menawan, membuat Angga bisa menghirupnya dari depan pintu.
'Pantas saja wanginya benar-benar membuat rileks dan bergairah, dia memakai aroma itu, akan ku ingat!'
"Eghem! Kalau begitu ayo kita sarapan dulu," ucap Angga berusaha menyembunyikan kegugupan nya.
Arum mengangguk, "ayo," gadis itu berbalik dan tersenyum menatap sang kakak sepupu yang pagi ini terlihat sangat tampan.
Jantung Angga berdetak sangat kencang saat Arum sudah berada di hadapannya. Menggandeng lengan pria itu dan menempel ketat di tangan Angga. Arum ingin memanjakan dirinya pada Angga, setelah 4 tahun tidak bertemu dan menyimpan rindu terdalam, Arum akan berusaha untuk mengambil hati Angga dengan cara yang baik. Bukan dengan keseksiannya tubuhnya seperti yang di katakan oleh Della. Arum yakin jika Angga sebenarnya juga memiliki perasaan yang sama dengan nya.
'Della, rencana mu susah untuk membuat kak Angga tergoda! Dia akan merasa jijik saat melihat ku memamerkan keseksian, aku akan membuat kak Angga mencintai ku dengan sendirinya!' batin Arum.
Keduanya sudah duduk di meja makan minimalis, apartemen Angga memang terbilang tidak terlalu besar karena memang hanya di tinggali seorang diri. Namun apabila sekarang Arum ikut tinggal di apartemen itu, mungkin masih sanggup menampung karena jumlah kamar yang tersedia.
"Apakah selama beberapa tahun ini kamu tidak memiliki kekasih?" tanya Angga pada saat mereka sedang menikmati sandwichnya.
"Tidak, aku sama sekali tidak pernah berpacaran," karena perasaan ku tidak akan pernah berubah untuk mu, kak. Lanjut Arum dalam hati.
"Kenapa?" tanya Angga penasaran. Pria itu menatap wajah cantik yang sejak tadi membuat jantungnya serasa ingin lompat dari tempatnya.
"Gak ada yang cocok, gak ada yang sreg juga, gak ada yang bisa membuatku jatuh cinta," jawab Arum santai menatap ke arah mata Angga.
Kedua mata itu bertemu.
'Kenapa aku merasa tatapan mata Arum begitu berbinar penuh cinta, tidak mungkin kan, Arum juga memiliki perasaan padaku?' batin Angga.
"Kalau kak Angga bagaimana? Apakah pernah berpacaran?" tanya Arum.
Deg!!
Aku baru saja mendeklarasikan hubungan dengan Lisa. Batin Angga.
"Kak, pernah punya kekasih?" tanya Arum sekali lagi saat Angga hanya diam saja.
Alven menggeleng, "aku terlalu sibuk bekerja, tidak ada waktu untuk mencari pacar, mungkin aku akan memikirkan kedepannya karena usiaku juga sudah cukup matang untuk berhubungan dengan lawan jenis," jawab Angga yang kali ini mampu membuat Arum menghentikan kunyahan nya pada sandwich yang masih tersisa setengah.
Belum saatnya dia mengatakan pada Arum jika dia telah memiliki kekasih.
"Apakah kakak ada wanita yang di sukai?" tanya Arum penasaran.
Angga terdiam beberapa saat, dia menatap Arum dalam, ingin sekali dia mengatakan bahwa 'Ada' dan wanita itu adalah kamu, tapi tentu saja itu tidak mungkin mengingat hubungan darah di antara mereka tidak akan pernah mengizinkan hal itu terjadi.
Setahu Angga, Arum adalah anak dari adik Ayahnya, mereka tidak boleh menikah bagaimanapun keadaannya.
"Tidak, aku tidak menyukai wanita manapun saat ini," jawab Angga berbohong.
Dia memang belum menyukai Lisa, wanita yang saat ini menyandang status sebagai kekasihnya.
Senyum Arum langsung luruh seketika ketika mendengar jawaban dari Angga.
'Apakah itu artinya kamu tidak menyukai ku juga?' Arum hanya bisa bertanya dalam hati.
"Yuk, kita berangkat ke kampus sekarang," suara Angga memecahkan lamunan Arum.
Hari ini Arum diantarkan oleh Angga ke kampus barunya yang sudah ia daftarkan lewat online, hanya keheningan yang ada di antara mereka ketika berada di dalam mobil.
Angga membawa mobilnya ke sebuah gedung universitas ternama di London. Mereka memasuki gedung fakultas management bisnis.
Dia ingin bisa mengembangkan potensi nya dalam bidang yang sama dengan Angga
Arum mengambil kuliah pagi dan siang hari. Dia ingin segera mendapat kan gelar diplomat agar bisa segera bekerja. Itulah harapan nya, sekarang fokus utamanya hanya belajar dan belajar.
"Makasih, kak!" seru Arum ketika sudah keluar dari dalam mobil.
"Hati-hati, nanti sore ku jemput," ucap Angga. Kemudian dia segera pergi dari kampus itu menuju kantor nya karena akan ada rapat penting dua jam lagi.
Lisa berdiri menyapa Angga dengan senyuman lebar saat melihat atasannya sekaligus kekasihnya itu datang.
"Selamat pagi, tuan!"
"Selamat pagi," jawab Angga seperti biasanya, dia terus berjalan menuju ruangannya di ikuti oleh Lisa.
"Hari ini ada meeting dengan klien dari Manchester dua jam lagi, kemudian rapat dengan dewan direksi jam 1 siang, setelah itu anda harus mendatangi undangan Tuan Garfield," seperti biasa Lisa membacakan semua agendanya hari ini.
Angga menatap Lisa, merasa tidak enak karena telah melibatkan wanita itu dalam urusan hati.
"Hemm!" hanya itu jawaban dari Angga.
Pria itu mengambil ponselnya yang sejak semalam tidak dia lihat.
Ada beberapa panggilan tidak terjawab dari nomer yang tidak dikenal, dan sebuah pesan dari Della.
'Della mengirim kan pesan!'
Pria itu segera membuka pesan dari adiknya tersebut.
'Apa kak Angga sudah di beritahu oleh Arum, jika sebenarnya dia buka anak kandung dari Om Andre!'
Deg!!
Apa maksudnya ini? Apakah Arum anak adopsi? Kenapa dia baru diberitahu itu sekarang?
Bersambung.
****
DAN TERLALU BANYAK MEMBATIN..JADI KESANNYA TERLALU BANYAK DRAMA..
MAAF YA THOR,KENAPA NAMA PERAN SELALAU SALAH?? Tadi DIAH JADI BIANCA, SEKARANG RIAN JADI STEVEN..🤦🤦🤦🙇🙇
MAMPIR THOR 🙋🙋😃