NovelToon NovelToon
Imam Yang Seperti Bapak

Imam Yang Seperti Bapak

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:267.7k
Nilai: 5
Nama Author: lilinur m

"Diterima ya, Mba. Dijalani saja dulu, banyak shalat dan baca Qur'an. Semoga tugas akhirmu, lekas selesai. Insya Allah, ini keputusan yang baik, Mba. Sepertinya Mas Akbar, anak yang shaleh."

"Iya, Pak, Bu. Saya jalani. Makasih restu dan doanya."

Aku berdiri, pamit. Masuk ke kamar. Kututup pintu, segera sujud syukur kepada Pemilik Semesta.

"Bismillah, semoga aku bisa."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lilinur m, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Obrolan Setelah Menikah

"Mas, ayo shalat Subuh. Sudah azan, suamiku." Kata Sekar dengan lembut sambil menggoyangkan pelan lengan kanan suaminya.

"Hem, iya, Bu. Sebentar lagi." Ujar Akbar, dikiranya Ibu tercinta yang membangunkan.

Sekar malah tersenyum mendengar jawaban Akbar.

Akbar masih lanjut tidur. Tapi tak lama kemudian, ia mendengarkan suara merdu milik seseorang yang sangat dikenalnya.

"Asshola tu khoirum minann na'um, suamiku." Tutur Sekar pelan di dekat telinga Akbar.

Akbar langsung bergegas bangun. Ah, iya, sekarang baru ia tersadar, Sekar, perempuan bersuara lembut itu, adalah istrinya.

Mereka berdua duduk berhadapan. Akbar masih bertelanjang dada, tubuhnya masih terbungkus dengan selimut. Sementara Sekar, sudah rapi, memakai baju gamis berwarna soga, berjilbab merah marun. Paduan yang cantik, menurut Akbar.

Akbar memeluk Sekar. Sekar membalas pelukan sang suami.

"Maaf ya, Sekar dan terima kasih untuk yang semalam. Semoga kehidupan kita lekas tambah hangat dengan dikaruniai anak-anak yang sholeh dan sholehah."

"Aamiin. Iya, Mas. Sama-sama. Sekarang, Mas mandi. Sudah Sekar siapkan handuknya. Sekar shalat qabliyah dulu ya."

"Dirimu memang istri yang sholeha." Ujar Akbar sambil mencium kening istrinya.

"Ini handuknya, Mas." Akbar menerima uluran dari luar kamar mandi.

Suaminya kembali menggoda Sekar.

"Sayang, mau mandi bersama dengan Mas?"

Sekar tersenyum, pipinya memerah. "Terima kasih atas tawarannya, Mas. Sekar sudah mandi, mari hemat sabun sayang."

"Begitu, sayang. Oke. Nanti Mas akan meminta di lain waktu dan yang pastinya, sabun akan tetap hemat."

Sekar hanya tertawa mendengarnya dan melanjutkan niatnya untuk sholat sunah terlebih dahulu.

Akbar sudah selesai mandi. Segera Akbar memakai baju yang sudah disiapkan oleh sang istri tercinta. Lalu shalat Subuh berjamaah untuk pertama kali, setelah resmi mendapatkan gelar suami-istri.

"Mas, tampan sekali. Sekar baru sadar kalau Mas Akbar alisnya tebal."

Akbar mengeryitkan dahi, heran. "Hubungannya apa, sayang?"

"Maaf ya, Mas. Sekar dulu pernah bilang begini, semoga besok yang menjadi suami Sekar, alisnya tebal, hitam dan berbentuk apik. Alhamdulilah, Allah kabulkan." Jelas Sekar sambil terkekeh.

"Benarkah, sayang? Berati Allah juga mengabulkan kata-kata walaupun itu hanya sebatas omongan saja."

"Maksudnya, Mas? Sekar ingin tahu."

Sambil menggenggam kedua tangan Sekar, Akbar memandang wajah ayu Sekar.

Sekar masih memakai mukena berwarna putih dengan motif kembang yang timbul.

"Sayang, Mas, masih ingat ketika dulu waktu di Yogya, Mas bertandang ke kossanmu?"

"Iya, waktu itu Mas sedikit menyebalkan."

"Kenapa?"

"Gaya Mas itu lo!"

"Ada dengan gaya Mas? Terlalu keren?"

Akbar tersenyum ketika melihat Sekar gugup. Berati jawabannya iya. Memang dari dulu Akbar selalu keren dan berkarima.

"Hem, i..iya Mas. Sudah datang menggunakan motor besar, terus kata Mas, habis pulang dari riset jadi langsung pulang. Mas tahu apa yang aku katakan dalam hatiku?"

"Apa sayang?" Akbar tersenyum sambil mengelus punggung tangan Sekar.

"Ganteng-ganteng sombong."

"Apa, kamu berkata seperti itu dengan calon imammu?" Akbar tidak kaget dengan respon Sekar, teman kelasnya juga mengatakan hal yang sama.

"Sayangku, waktu itu kan, diriku masih sendiri, dan pastinya yang aku tahu, Mas sudah bertunangan. Jadi, wajar dong, kalau aku mengatakan kalau Mas seperti itu."

"Oya, aku lupa. Maaf, ya sayang. Tapi sekarang hatiku milikmu serang adindaku, Sekar."

"Lupakan saja, Mas. Sekarang katakan apa yang Mas mau katakan." Pinta Sekar dengan cepat.

"Dengarkan dengan baik ya, sayang."

"Iya, Mas. Siap."

-tbc-

Terima kasih sudah membaca, yaaa.....

Semoga sehat selalu. Aamiin.

1
Suyatno Galih
disn othor sll menyebut desa asal dan domisili, ku kenal Ambal Mirit Kebumen Jateng---Makmur p rimau Banyuasin Sumsel benar or salh thor
Eny Hidayati
kata hati yang sama...
Eny Hidayati
ujian hidup selalu ada ...
Eny Hidayati
sahabat selalu ikut gembira untuk sahabatnya...
Eny Hidayati
mode on going ...
Eny Hidayati
Bapak ibu Suryo sepertinya baik, orangnya tidak sok ...
Eny Hidayati
seneng banget lamaran diterima...
Eny Hidayati
masih menyimak...
Eny Hidayati
nembung itu namanya...
Eny Hidayati
berlanjut berarti...
Eny Hidayati
sama2 berdebar ...
Eny Hidayati
mohon maaf sebelumnya... masih bingung pov-nya ... tapi aq nikmati saja karena adanya begitu ... tetap semangat Thor.
Eny Hidayati
memasak itu yg paling ditakuti kalo keasinan ...se buyar-buyarnya pokoknya...
Eny Hidayati
Akbar pasti terkejut dan tentu ingat itu adik tingkat .
Eny Hidayati
Bapaknya Sekar itu disebut orang yang nyungkani ...
Surya Langit
bagus
Eny Hidayati
pesawat melangit... seperti melangitnya sebuah harapan ...
Eny Hidayati
menyimak ceritamu Thor... AQ semangat membaca... Author semangat menulis... sehat selalu Thor...
Aminah Mimin
maaf perasaan waktu USG anak nya kembar kok waktu lahiran cm 1
Kimie Meonk
colon imam pilihan jga so sweet loh.. aq rekomend... bgt dh...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!