Zeta seorang wanita 25 tahun, anggota agen pembunuh bayaran. Suatu hari mendapat tugas dari kliennya untuk membunuh orang penting yang mempunyai pengaruh besar di dunia politik. Saat menjalankan tugasnya ia melakukan kesalahan. Dia tertembak dan akhirnya sekarat. Ketika ia bangun, ia menemukan bahwa dirinya telah bereinkarnasi sebagai Lumie, putri seorang duke dari keluarga Crylle yang ayahnya merupakan seorang Assassin yang bertugas membunuh orang-orang korup atau pengkhianat di kerajaan Arandelle. Meski ia sekarang menjadi gadis bangsawan yang cantik, ia tetap sama dan bertekad menjadi Assassin untuk melindungi negaranya di kehidupan yang sekarang. Namun, selain tidak bisa menggunakan Sihir ia juga sakit-sakitan dan rapuh, ia juga dihadapkan pada nasib buruk seorang wanita. Ia harus belajar sopan santun dari ibunya yang tegas, bertunangan dengan pria yang tidak ingin dinikahinya, dan masih banyak tantangan lain yang menghalanginya untuk menjadi seorang Assassin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FeryZheferly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter - 31
Aku tidak Menyukai Semua Ini
Malam ini Kerajaan Larazaya mengadakan pesta penyambutan Pangeran Allan.
Pestanya terlihat sangat meriah. Pangeran Allan juga begitu sibuk menyapa para bangsawan yang datang sehingga Lumie terabaikan.
Para bangsawan terkesima dengan kecantikan Lumie ketika melihatnya, mereka langsung membicarakan tentang Lumie yang sedang duduk di kursi sendirian.
"Siapa gadis itu? Dia sangat cantik."
"Kudengar dia adalah tunangan Pangeran Allan dari bangsawan biasa."
Disini aku bisa mendengar percakapan orang-orang yang berada tak jauh dari tempatku duduk.
Dasar menyebalkan, sudah kuduga, aku sangat membenci acara merepotkan seperti ini.
Sekarang apa yang harus aku lakukan di sini? AL sebelumnya mengajakku untuk ikut ngobrol dengan bangsawan lain, tapi aku menolaknya karena aku tidak terbiasa dengan hal seperti itu.
Namun di saat itu juga Pangeran William tiba-tiba datang dan mengajakku berdansa.
"Nona Lumie, maukah kamu berdansa denganku?"
Saya pun kaget dengan ajakan Pangeran William.
Bagaimana ini, aku tidak bisa menolak ajakan Pangeran William, ini sungguh merepotkan. Aku pun menerima ajakannya dengan sangat terpaksa.
"Dengan senang hati, Pangeran."
Jawabku sambil tersenyum manis padanya.
Semua mata tertuju pada Lumie yang sedang berdansa dengan Pangeran William.
Sebaliknya Pangeran Allan yang melihat Lumie berdansa dengan Pangeran Wiliam terlihat sangat kesal, namun ia menyadari bahwa melarang Wiliam dapat menimbulkan masalah, karena Pangeran Allan dan Lumie saat ini masih bersetatus tunangan, sehingga siapa pun boleh berdansa dengan Lumie.
Setelah pesta usai, aku langsung beristirahat di kamar khusus yang telah disediakan. Tidak lama kemudian Pangeran Allan datang menemuiku, aku sedikit terkejut.
"Lumie, kamu belum tidur?"
"Belum, Apa ada sesuatu AL?" Aku bertanya.
"Itu? Maaf jika aku mengabaikanmu tadi."
"Kenapa minta maaf, ini salahku sendiri karena aku tidak mau bergabung denganmu, aku baik-baik saja."
Tiba-tiba AL memelukku, aku sangat kaget.
"AL, apa yang kamu lakukan?"
"Maaf Lumie, tolong biarkan aku seperti ini sebentar."
Sebenarnya ada apa denganya, aku melihat kegelisahan di wajah AL.
Dia kemudian melanjutkan.
"Lumie, sebenarnya aku tidak suka melihatmu berdansa dengan Pangeran Wiliam." kata AL.
"M-Maaf, aku melakukan itu karena terpaksa, aku tidak ingin menimbulkan masalah dengan menolak ajakannya, apakah sikapku salah?"
AL melepaskan pelukannya.
"Tidak, apa yang kamu lakukan itu benar, aku hanya sedikit cemburu."
Jadi dia cemburu? karena aku berdansa dengan Pangeran William, apa yang harus aku lakukan untuk menghilangkan kegelisahannya?
Aku langsung memegang tangan AL dengan kedua tanganku.
"Jangan khawatir AL, aku akan selalu berada di sisimu, jadi kamu tidak perlu khawatir."
Ini memalukan, bagaimana aku bisa mengatakan sesuatu yang begitu memalukan?
Mendengar perkataan Lumie, wajah Pangeran Allan langsung memerah.
"T-Terima kasih Lumie."
AL menjadi gugup.
"A-Aku bilang begitu, bukan berarti aku mencintaimu, lho!"
Kataku dengan wajah merah karena malu.
"Ya...Ya, aku tahu, kok Lumie."
Lumie manis sekali saat dia malu. Kau memang tidak bisa jujur dengan perasaanmu sendiri Lumie. pikir AL.
Hari berikutnya.
Kini Pangeran Allan sedang mendiskusikan kerjasama yang akan dilakukan antara Kerajaan Arandelle dan Kerajaan Larazaya dengan Raja Alexander.
Sementara aku menunggu AL yang sedang berbincang sambil duduk di gazebo taman.
Namun tiba-tiba Pangeran William datang dan mengajakku bicara.
"Nona Lumie, apakah kamu menunggu Pangeran Allan?" tanya William.
"Benar Pangeran, apa yang kamu lakukan disini Pangeran?" Aku bertanya.
"Aku hanya mencari angin dan kebetulan melihatmu di sini. Nona Lumie, tahukah kamu tentang pembicaraan Kerjasama yang sedang dibicarakan antara Pangeran Allan dan ayahku?"
"Tidak tahu Pangeran."
"Kalau begitu aku akan memberitahumu. Kolaborasi ini akan melibatkan Pangeran Allan dan adikku Christina. Kerajaan kita ingin Pangeran Allan menikah dengan Christina untuk membangun hubungan antara Arandelle dan Larazaya. Itu juga tergantung keputusan Pangeran Allan. Jika dia setuju, Christina akan menjadi istrinya. Terutama karena dia adalah seorang putri, dan kamu pasti akan menjadi selirnya karena kamu berasal dari bangsawan biasa, apakah kamu tidak keberatan dengan itu Nona Lumie?"
Aku sedikit terkejut setelah mendengar perkataan Pangeran William.
Jika AL setuju menikah dengan Cristina, itu baik bukan? Lagi pula aku hanyalah tunangan palsunya, aku bertunangan dengan AL hanya untuk bisa mewujudkan impianku, menjadi selir tidak masalah, semua itu tidak ada hubungannya denganku, aku bisa hidup sebebas yang aku mau. tapi entah kenapa aku tidak menyukainya?
"Nona Lumie, kenapa kamu diam saja?" tanya Pangeran William.
"Maafkan saya pangeran."
"Aku tahu kamu pasti terkejut ketika mendengarnya. Nona Lumie aku ingin menawarimu sesuatu, jika Pangeran Allan setuju untuk menikahi Cristina dan kamu tidak ingin menjadi selirnya, maka bagaimana kalau kamu menikah saja denganku Lumie, aku bisa membuat kamu menjadi istri utamaku?" William menekankan.
Apa sih orang ini, kenapa dia mengatakan itu padaku?
"Maaf pangeran, aku tidak bisa karena Pangeran Allan adalah penyelamatku, aku akan tetap berada di sisinya untuk melindunginya, menjadi selir atau tidak, itu tidak ada hubungannya denganku."
Ada apa dengan gadis ini? Dia tidak terlihat seperti gadis pada umumnya. Aku jadi penasaran dengannya. pikir William.
"Jadi itu keputusanmu, maaf karena sudah berkata demikian, jika kamu berubah pikiran datanglah kepadaku, aku pasti akan menyambutmu. Baiklah saya pergi dulu, sampai jumpa lagi Nona Lumie."
"...umm, sampai jumpa lagi, Pangeran."
Di sisi lain, Pangeran Allan yang sedang berbincang dengan Raja Alexander juga terkejut dengan rencana pernikahan antara dirinya dan Christina yang dibicarakan Raja.
Raja Alexander pun mengatakan bahwa ia harus menjadikan Christina sebagai istri utamanya, karena Raja mengetahui bahwa Pangeran Allan sudah mempunyai tunangan.
"Yang Mulia, saya belum bisa memutuskan sekarang, saya perlu membicarakan hal ini dengan Ayah." Allan menekankan.
"Baiklah, aku akan menunggu keputusanmu." jawab Raja.
Setelah itu Pangeran Allan keluar dari kamar Raja dan berjalan menuju taman untuk mencari Lumie.
Aku tidak menyangka kerjasama ini melibatkan aku dan Cristina, menikah dengan Christina adalah hal yang mustahil bagiku, aku tidak bisa menikah dengan orang lain selain Lumie, aku juga tidak bisa menjadikan Lumie sebagai selir, karena bagiku Lumie adalah segalanya, aku harus segera membicarakan hal ini dengan ayahku. pikir Allan.
Pangeran akhirnya bertemu Lumie.
"Lumie!" AL memanggilnya.
"AL, apa kamu sudah selesai?"
Namun di saat itu juga Christina tiba-tiba datang.
"Pangeran, hari ini kamu berjanji untuk minum teh bersamaku, kan?" Christina bertanya.
"Ah, benar, bolehkah aku mengajak Lumie?"
"Maaf pangeran, aku ingin bicara berdua denganmu, jadi bisakah kita berdua saja?"
Pangeran menatapku, aku tahu dia merasa tidak enak denganku.
"Jangan pikirkan aku Pangeran, silakan temani Christina minum teh, aku baik-baik saja!"
Aku mengatakannya sambil tersenyum, tapi entah kenapa hatiku sakit saat mengatakan itu.
"Tapi Lumie?" Jawab AL cemas.
"Sudah kubilang aku baik-baik saja, lagipula kamu sudah tahu, aku tidak terbiasa dengan acara seperti itu."
"Baiklah kalau begitu."
Pangeran Allan memandang Christina.
"Baiklah, mari kita minum teh Christina."
"Terima kasih banyak, Pangeran."
Ucap Christina sambil memegang tangan sang pangeran sambil menatapku tajam Lumie.
Kenapa Christina menatapku seperti itu?
Saya melihat mereka berjalan bersama, mereka sangat cocok satu sama lain.
Apakah saya akan ditinggalkan?
Tanpa kusadari, air mataku keluar dengan sendirinya.
...
...
Aku belum pernah merasa seperti ini sebelumnya. Sudah kuduga, aku tidak menyukai semua ini.
Bersambung....