NovelToon NovelToon
Calon Imamku

Calon Imamku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Hasriani

Namaku Auryn, seorang mahasiswa yang berkuliah di salah satu kampus swasta di ibu kota. Aku merupakan mahasiswa yang bermasalah dan sangat tertutup pada orang lain kecuali dengan teman-temanku yang sama bermasalahnya denganku.

Orang lain menilaiku sebagai gadis yang berkepribadian dingin dan tidak memperdulikan sekitarku, aku mengakui semua itu.

Perlahan sifatku mulai berubah sejak mengenal Dosen yang bergelar Doktor muda di kampusku. Aku tertarik padanya dan melakukan hal yang tidak biasa kulakukan untuk bisa akrab dengannya.

Sifatnya yang berbeda dari kebanyakan orang membuatku penasaran padanya, karena dia aku berusaha ingin menjadi lebih baik lagi.

Aku berharap dialah takdirku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Sabaran Sekali

Tiga hari lagi aku akan melaksanakan ujian akhir untuk kelulusanku, aku memilih melupakan semua masalah dengan keluargaku. Aku tidak ingin prosesku terganggu hanya karena memikirkan orang-orang yang tidak menginginkanku. Semua persiapanku telah selesai tinggal menunggu hari ujian saja

Aku sungguh bosan berada di kos sendirian, Kak Rafqi sedang memiliki jadwal mengajar sehingga tidak ada yang bisa menemaniku di jam perkuliahan seperti ini. Aku memutuskan untuk pergi ke tempat kak Tara karena sudah lama sekali aku tidak mengunjunginya, ku ambil tas dan ponselku lalu bergegas untuk kesana

Setibanya disana aku mengetuk pintu kamar kak Tara, tidak lama kemudian pintu terbuka menampakkan kak Tara yang baru saja bangun

"Auryn" Sapa kak Tara begitu senang melihatku

"Apa aku boleh masuk?" kak Tara terkekeh mendengarku

"Untuk apa kau minta izin, seperti orang lain saja. Biasanya juga kau langsung masuk tanpa izin, Masuklah" aku tersenyum malu mendengar kak Tara

Aku mengikuti kak Tara dari belakang dan masuk kedalam sana. Kak Tara segera membangunkan kak Willi yang masih tertidur dengan lelapnya

"Bangunlah!, Auryn datang kesini" kak Tara menggoyangkan bahu kak Willi sampai terbangun

"Kau mengganggu saja, kenapa membangunkanku?" seru kak Willi dengan kesal

"Lihatlah, ada Auryn disini"

"Auryn?" kak Willi melihatku sudah duduk manis di sofa yang sering ku tempati dulu

"Selamat Pagi kak" Sapaku sembari tersenyum

"Kau sungguh disini?, aku sangat merindukan tempat ini didatangi olehmu" Kak Willi beranjak bangun ingin memelukku tapi langsung ku hentikan

"Kau mau apa?, sana basuh wajahmu" perintahku dengan tegas mengurungkan niat kak Willi dan membalik arah menuju ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya

"Ada apa kau kemari?" tanya kak Tara setelah duduk disampingku

"Tidak, aku hanya merindukan kalian. Kebetulan aku tidak ada kegiatan dan tinggal menunggu jadwal sidang hasil, jadi aku kemari mengunjungi kalian"

"Dengan tangan kosong?" tanyanya bercanda

"Lalu kau mau ku bawakan apa" seruku dengan kesal

"Aku hanya bercanda, kau ini tidak pernah berubah kalau soal emosi" kata kak Tara terkekeh sembari mengacak pelan rambutku

Kak Willi terlihat keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar, ia kemudian duduk di tepi tempat tidur

"Apa rencana mu setelah kau lulus?" tanya kak Willi padaku

"Kau sendiri apa?"

"Kau tidak usah mengkhawatirkanku, tahun depan kami akan lulus juga"

"Aku ingin melanjutkan S2 ku, tapi aku belum memutuskan tempatnya dimana" mereka berdua begitu terkesiap mendengar ucapanku

"Kau serius?" tanya kak Tara dan kak Willi secara bersamaan

"Aku serius, aku ingin mengejar S2 ku dan kalau bisa aku ingin menjadi seorang dosen nantinya" sekali lagi mereka dibuat menganga oleh ucapanku

"Apa kau benar-benar Auryn?" tanya kak Willi yang masih tidak berkedip melihatku

"Kau pikir siapa jika bukan aku" seruku dengan kesal

"Aku yakin Shandi akan sangat terkejut jika mengetahuinya"

"Kak Shandi sudah tau, bahkan dia menyarankan agar aku menyusulnya ke Amerika dan tinggal dengannya. Tapi aku belum memberinya jawaban, itu keputusan yang sulit buatku"

Beberapa hari yang lalu kak Shandi memang menelponku menanyakan rencanaku selanjutnya, begitu ku katakan aku ingin melanjutkan pendidikanku, kak Shandi menyarankan agar aku berkuliah di Amerika dan bisa tinggal bersamanya. Tapi aku belum memberikan jawaban untuk kak Shandi karena masih memikirkan mana yang terbaik untuk ku jalani kedepannya

Sudah cukup lama aku ditempat kak Tara, akupun berpamitan pulang karena hari sudah mulai sore. Aku merasa tidak enak karena kedatanganku mereka jadi tidak masuk kuliah dan malah menahanku disana

***

Aku berjalan di atas trotoar menikmati suasana sore hari, suara klakson mobil menghentikan langkahku. Aku segera berbalik dan melihat siapa yang membunyikan klaksonnya untukku. Ternyata kak Rafqi, aku segera menghampirnya

"Auryn" sapanya begitu kaca mobil terbuka

"Kak Rafqi, kau sudah selesai mengajar?" tanya ku dengan senang hati karena baru melihatnya seharian ini

"Iya, aku bersiap ingin pulang tapi aku melihatmu berjalan disini. Kau darimana?"

"Aku baru saja kembali dari tempat kak Tara, aku ingin pulang ke kos ku"

"Naiklah biar ku antarkan"

"Tidak usah kak, lagipula ini sudah sangat dekat dari kos ku"

"Kalau begitu temani aku membeli makan malam, sekalian belilah untukmu"

"Baiklah kalau begitu"

Aku segera masuk kedalam mobil kak Rafqi, aku memang berpikiran mencari makanan untuk makan malamku nanti dan kebetulan kak Rafqi mengajakku jadi aku tidak perlu bingung akan mencari kemana nanti

Mobil kak Rafqi berhenti di pinggir jalan yang terdapat banyak sekali pedagang yang berjualan di seberang sana. Kami berdua lalu turun dari mobil dan menyeberangi jalan dimana para pedagang itu berjualan

Nasi goreng menjadi pilihan kami, kak Rafqi memesan dua porsi nasi goreng untuk kami bungkus dan bawa pulang. Setelah pesanannya selesai kak Rafqi kemudian membayarnya sekalian membayarkan makananku dan kamipun kembali ke mobil

Diperjalanan pulang menuju kos ku, kami terus mengobrol tentang aktivitas kami hari ini dan obrolan lainnya

"Apa kau akan datang di sidang akhirku kak?" tanyaku setengah berharap

"Jika aku tidak sibuk aku akan datang" bibirku mengkerucut mendengar jawabannya, jadwalku memang ditengah jam perkuliahan jadi tidak mudah untuk mengajaknya

"Kau mengatakan akan memberitahuku sesuatu saat kelulusanku, kau tidak lupa kan?"

"Iya aku tidak lupa, aku akan memberitahumu di hari wisuda mu nanti"

"Kenapa lama sekali?"

"Hanya seminggu setelah sidangmu saja Auryn, kau ini tidak sabaran sekali"

Aku tidak menjawabnya lagi karena aku tau kak Rafqi sangat tegas pada perkataan yang sudah keluar dari mulutnya, tidak mungkin lagi untuk mengubah apa yang sudah keluar dari mulutnya

"Ohiya aku lupa memberitahumu, beberapa hari yang lalu kak Shandi menelpon ku dan menanyakan rencanaku. Aku memberitahunya dan dia mengajakku untuk tinggal dengannya di Amerika dan melanjutkan rencana S2 ku disana" kak Rafqi lansung diam tidak menjawabku beberapa saat

"Lalu jawaban apa yang kau berikan?" tanyanya dengan sangat datar

"Aku belum menjawabnya, ini keputusan yang berat untukku jadi aku masih memikirkannya" Tidak ada balasan lagi dari kak Rafqi, ia fokus mengemudikan mobilnya dan terus menatap lurus kedepan

Kami tiba di depan kosku, kak Rafqi menghentikan mobilnya tepat didepan kos ku. Akupun pamit dan turun dari mobilnya

"Terima kasih kak untuk makanan dan tumpangannya"

"Masuklah, jangan begadang. Kau harus menjaga kesehatanmu, jangan sampai sakit karena sebentar lagi hari ujian akhirmu" aku mengangguk mengiyakan semua pesan dari kak Rafqi

Begitu ia pergi dari sana dan mobilnya sudah tidak terlihat lagi, aku langsung masuk ke kos ku dan menuju ke kamarku, kemudian masuk kedalam sana dan meletakkan semua bawaanku dimeja lalu aku sendiri masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diriku

Setelah mandi aku mengambil makanan yang tadi dibelikan oleh kak Rafqi dan memakannya. Entah kenapa semua makanan yang ku makan terasa hambar sekarang, aku sangat gugup menunggu hari sidang akhirku yang sebentar lagi akan terlaksana. Apa aku mampu melewatinya?, itulah yang ku pikirkan beberapa hari terakhir ini. Aku takut mengacau di hari ujianku nanti

1
Zuny Achmad
q malah ikut nangis ke inget laras 😭😭😭
dsaat pad KUMpul psti ada laras
Vivin 작은 장미 Septiana
mulekkkk🙄
~elsafa~
karya ini bagus bgt👍😊
Hasriani: makasih kak dukungannya🤗
total 1 replies
~elsafa~
alhamdulillah 1 hari selesai baca 1novel
novelnya👍👍
Nova
bagus~
Zaiziluu
ahhh iri deh sama Dayyan bucin bangett..untung dah halalll
Zaiziluu
baru masuk mualaf udah tau adab adab terhadap suami..top auryn
Zaiziluu
salut sama Dayyan karena selalu menunggu aury....makanya Auryn jangan salah paham dengerin dulu penjelasannya jangan ambil keputusan sendiri..untung Dayyan nya baik
Zaiziluu
lama banget ihhh Auryn sama Dayyan berjodohnya...malah muter muterr
Zaiziluu
yahh thorr ku kira sama rafqi
Zaiziluu
ceritanya seputar itu itu aja deh..karena engga menceritakan keluarga jadi agak hambar sih suasananya
Zaiziluu
suka bngt sama ceritanya karena sedrhana gak berbelit belit
Zaiziluu
yaah Auryn non muslim
Jusmiati
maasyaa Allah, Alhamdulillah...
Jusmiati
tapi benar2 masuk ke dalam Islam secara kaffah, jangan hanya Islam KTP....
Jusmiati
jalannya ya harus jadi mualaf, klau enggak jatuhnya ke zina, itu hukum Islam....
Jusmiati
kan tdk boleh nikah beda agama, jatuh nya ke zina dong, kecuali auryn jadi mualaf..
Jusmiati
kenapa enggak dijelasin tuh klu aundry sdh tunangan...
Jusmiati
itu baru okey Thor...👍🏻👍🏻🎂🎂
Jusmiati
terima aja, toh akidah nya sama...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!