Hai, ini novel baru aku...
novel ini bertema romance seperti biasa.
mengisahkan 2 orang yang tidak saling mengenal, tetapi sering bertemu di waktu tanpa sengaja.
dengan profesi zaskia yang seorang dokter dan rangga seorang prajurit pemerintah yang juga menjalan kan perusahaan ayah nya.
saat itu, zaskia sedang memainkan seruling nya, sedang rangga tengah menunggu teman nya di balik pohon yang saling berdekatan dengan mereka.
raut wajah kia yang kesal dengan rangga, membuat lelaki itu cukup tertarik dengan wanita berjubah putih dengan gunting bedah di tangannya.
enjoy this novel, inshaAllah novel ini akan aku buat se apik mungkin.
semoga suka ya teman teman🙂🙂🙂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana 9898, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mi manca, Hubby
33.
“kemarilah..ku bantu ke kamar mandi” ucap rangga memaksa kia yang sedari tadi belum bisa bergerak
“aku malu, dan juga ini menyakitkan” ucap kia menunduk sembari masih memegangi selimut nya
“kemari lah..” ucap rangga lagi
“sprey nya..” ucap kia dengan muka memerah
“pegangi aku dulu! Aku malu ada darah disana” ucap kia tak berani menatap rangga
“apakah sangat sakit?” panik rangga memegangi istri nya, seperti menopang mungkin…
“bagaimana menyatakannya? Seperti apa ya sakit nya?” bingung kia malah menyandarkan tubuh nya ke rangga
“hei…jangan terlalu banyak berpikir! Sebentar lagi adzan” ucap rangga yang lalu mengangkat kia kedalam pelukannya
“sprey nya” ucap kia berusaha sekalian menarik sprey itu dalam balutan selimut di tubuh nya
Akhir nya, dengan sigap, kia menyembunyikan bercak itu dari rangga yang kemudian mereka membersihkan diri bersama. Meski kia masih sangat merasa malu, tetapi itu hal yang wajar di lakukan oleh Pasutri….hemmmm
** ** **
Selamat pagi…” ucap kia menemui teman dokter nya yang sedang sarapan
“pagi kia… kenapa dengan wajah mu?” tanya teman dekat nya di RS, Masha
“kelelahan sha…kenapa?” jwab kia mengambil air mineral milik nya
“emang, kamu ngapain aja tadi malam” tanya masha
“memberikan kewaiiban seorang istri..” ucap kia tak segan
“what…?!” teriak masha membuat beberapa orang disana menatap nya
“seiously?” ucap masha tak percaya
“pake toa sekalian sha..” sinis kia
“hehehe,, sorry sorry” jawab masha
“gimana?” tanya masha
“apa nya?” tanya balik kia
“rasanya..” ucap masha ta enggan
Pletok
Kia menjitak kepala masha
“nikah aja, cari tau sendiri!” jawab kia tegas, yang kemudian mereka melanjutkan sarapannya.
** ** **
“kia, abang ga bisa jemput ya…” pesan rangga kepada kia
“ohhh, ia bang.kia nanti minta di jemput supir aja” jawab kia menutup ponsel nya kemudian mengetikkan laporan di komputer pribadi milik nya
“kenapa rasa deg deg an nya masih berasa sampai sekarang yah? Padahal dari tadi pagi udah berusaha agar ga mikirin itu lagi” gumam kia sambil terus mengetik
“bang hamzah nih yang buat kepikiran!” salahkan kia pada rangga
“nanti malam, aku tidur duluan saja, menghindari dia. Apalagi aku sedang banyak pekerjaan” gumamnya lagi sampai tak memperhatikan orang yang lalu lalang disana
“hufttttt… pekerjaan istri itu memang begitu kiaaa” ucap kia pada diri nya sendiri
“tapi, ada kesenangan ter sendiri kan?” konyol nya pada diri sendiri lalu kemudian tertawa
“ya allah, kok aku rada geli gitu sih sama diri aku sendiri..” ucap nya tersenyum geli pada diri nya
“stop kia! Laporan kamu harus dikasi nanti sore ke dr.bahar” ucap kia berusaha focus mengerjakan laporannya
“tapi kepikiran terusssss” gumam kia yang kemudian melepas tangannya dari mengetik dan menyandar kan tubuh nya pada kursi kerja milik nya
Tuttt, tuttt, tuttt
Kia menelepon rangga
“hallo assalamualaikum” ucap rangga menjawab telpon dari kia
“walaikumsalam” jawab kia dengan sedikit enggan padahal dia sangat senang dalam hati
“kenapa?” tanya rangga
“apa nya?” tanya kia balik
“kenapa menelepon aku?” tanya rangga jelas!
“ohhh, ga kenapa kenapa sih” jawab kia sambil tersenyum
“rindu ya?” tanya rangga PD
“ih PD…” ucap kia terkekeh geli mendengar suami nya berbicara begitu
“terus ngapain nelpon?” tanya rangga lagi
“mi manca, hubby” ucap kia lalu cepat menutup telepon nya
Di balik telepon itu, rangga yang mendengar nya tersenyum bahagia,, bahkan binar di mata nya itu membuat saka dan willy saling heran dan bertatapan
“kenapa dengan nya?” tanya saka
“aku itu willy, bukan rangga..bagaimana aku bisa tahu coba?” jawab willy dengan sergahan membuat mereka berdua hanya bisa menatap bingung lelaki yang masih menatap ke ponsel nya itu..
Foto istri nya
Dzaskia …
**
**
**
Bagi like dan komennya yah
Salam hangat
Ismi hana rizky
Kalian jangan senyum senyum sendiri yah,
Juga buat para siglelillah…semangat!
Mana tau jodoh mu sudah di depan mata, tetapi belum berani memberi mahar atau akad
Jiah, author sendiri masih siglelillah kok…hehehe
authooor taiiii
katanya pasukan khusus.. koq datang telat kaya polisi India...
anjiing kau thoooor authooor