Kinara gadis 23 tahun yang bekerja di perusahaan Geraldio company, yang hampir satu tahun namun sekalipun belum pernah melihat seperti apa wajah bosnya.
Rasa penasaran yang tinggi membuat Kinara nekat naik ke lantai 17 ruangan pimpinan perusahaan bernama Radhika. B Geraldio. Pria kaku irit bicara sulit senyum, sosok pria aneh yang membuat Kinara jatuh cinta.
Ketika hati mulai terbuka Radhika justru bertemu wanita yang mirip almarhum calon istrinya Mukta Arandyah.
Kinara terpaksa pergi membawa luka hatinya yang baginya sulit untuk melupakan pria pertama yang mampu membuatnya jatuh cinta.
Sosok Bara yang hadir sebagai pengganti Radhika adalah dua nama dengan satu karakter yang sama.
Ikuti terus ceria Asmara dan Luka Kinara dana Bara hanya disini👇👇
Sorry I Love You Boss!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ninaammar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa wanita Dalam Foto Itu?
“Kinaraaa!“
“Abang?!“ Gadis itu segera mendorong dada bidang tubuh pria yang berhasil mengacak-acak hatinya.
“Apa yang kau lakukan pada adikku? sarkas abangnya menjauhkan tubuh Radhika dari Kinara.
“Abang sudah kembali?“ Kinara memeluk tubuh abangnya erat dengan mata berkaca-kaca.
Pasti Gio yang sudah memberitahu keberadaan adiknya.
Pikir Radhika menjaukan diri dari mereka, mencari kemeja yang sempat ia lempar entah dimana.
“Abang tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti mu. Termasuk boss mu itu,“ ucap David melirik ke arah Radhika.
Radhika menarik ujung bibirnya sinis menatap David. “Aku tidak mungkin menyakiti karyawanku. Terlebih dia bekerja untuk ku, dan aku bertanggungjawab atas keselamatannya. Termasuk pada kejadian malam itu yang hampir__“
Cukup! Jangan teruskan lagi. Terima kasih sudah menyelamatkan hidup adikku.
Dia hanya menganggapmu sebagai karyawanya saja, Kinara tidak lebih dari itu. Kau jangan bodoh Kinara! Pria seperti dia tidak akan mungkin bisa jatuh cinta pada perempuan seperti mu. Dia atasan mu, boss mu dia membayar mu atas pekerjaan yang dia berikan untuk mu.
Kinara berkata pada hatinya dan meyakinkan dirinya, jika perempuan sepertinya tidak akan mungkin bisa menjalan hubungan dengan pria kaya seperti bossnya.
Gadis itu teringat akan ucapan Dion temanya satu shift dulu saat mereka makan di kantin.
Mereka itu punya posisi terpenting di perusahaan ini dan kita bagi mereka hanyalah butiran debu yang menempel di pakaiannya yang harus segera disingkirkan.
“Kinara ayo kita pulang!“ ajak David menarik tangan Kinara.
“Abang, tunggu! Kinara belum mengemas semua pakaian Ku.“ cegah Kinara menatap sendu abangnya.
Ada rasa sedih yang menggelayuti hatinya. Keinginannya untuk menolak ajakan abangnya pulang dan pergi dari tempat itu sangat berat. Yang sudah Hampir lima hari Kinara tinggali, Radhika datang hanya sesekali membawakan makanan atau cemilan. Jika tidak ada pekerjaan yang menyita waktu hingga larut malam.
“Abang tunggu di luar, cepat kemasi semua barang-barang mu!“ Kinara mengangguk patuh, David bejalan melangkahkan kakinya keluar.
Kinara memasukkan pakaian dan seragamnya kedalam tas. Sesekali Radhika memperhatikan Kinara melipat bajunya asal, setelah semua beres gadis itu mendekati Radhika dan berkata.
“Tuan, terimakasih sudah menolongku malam itu. Terima kasih juga untuk tumpangannya maaf sudah membuat mu kesusahan karena ku.“ pamit Kinara memunggungi Radhika meninggalkannya.
Belum selangkah Kinara melangkahkan kakinya, Radhika menarik tangan gadis itu dan memeluknya. Kinara pun ragu mengangkat tangannya untuk membalasnya.
Entahlah, gadis itu sendiri tidak tahu apa yang sedang dia rasakan saat ini. Tapi hatinya mengatakan jika dia ingin membalas memeluknya.
Terkejut, heran dan bingung seperti itulah yang gadis itu rasakan saat ini. Kinara sendiri tidak tahu bagaimana perasaan pria itu sebenarnya pada dirinya, atau hanya sekedar memberikan rasa simpatiknya saja.
Pulanglah! Kakak mu menunggumu di luar,“ ucap Radhika padanya.
Ucapan Radhika barusan membuat gadis itu terluka, perasaannya tiba-tiba menjadi sakit.
“Kau mengusir Ku? Baiklah aku pergi sekarang!“ gadis itu mencebik meraih tasnya yang terjatuh ke lantai saat tadi Radhika memeluknya tiba-tiba.
Aku harap setelah kau cek out dari sini. Kau bisa menyiapakn uang 25 juta, karena ini adalah hotel mahal dengan sistem pelayanannya yang terbaik di Jakarta.“ goda Radhika pada langkah Kinara di depan pintu.
Kinara tersenyum membalik tubuhnya. “Aku tidak akan membayarnya. Karena kau telah membuat Ku rugi pertama kau sudah mencuri ciuman pertamaku, kedua karena pekerjaan mu itu kekasih mu Michelle telah membuat ku mabuk. Hingga pria itu asing menculik ku dalam keadaan tidak sadarkan diri.“ Kinara menutup pintu kamar hotel cukup keras, dan membuat Radhika mengedipkan kedua matanya terkejut.
...***...
Di rumah setelah Kinara dan David sampai, mereka merapihkan kembali rumahnya yang berantakan. Akibat kejadian malam itu.
Kinara segera menyiapkan makan untuk mereka berdua setelah lelah membereskan kamarnya. David memperbaiki pintu kamar adiknya yang rusak dan memasangnya kembali, diraihnya sebatang rokok dari sakunya serta menyulutnya dengan api.
David pun keluar duduk di teras takut asap rokoknya mengepul mengganggu kenyamanan Kinara.
“Abang! Ayo kita makan! Bang!“ panggil Kinara dari dapur. Tapi yang dipanggil tidak menyahut ia pun memutuskan untuk keluar mencari abangnya. “Nggak ada, Abang kemana?“ cicitnya berjalan ke kamar abangnya.
Sosok yang dicari tidak ada Kinara keluar menari pintu dan menutupnya. Tapi ada sesuatu yang menarik perhatian Kinara di bawah ranjang abangnya, hingga gadis itu kembali membuka pintu kamar abangnya dan masuk. “ Foto siapa ini? Apa pacar abang? Tapi_ Abang tidak pernah cerita kalo abang punya pacar, sekalipin abang belum pernah mengenalkannya pada Ku.“ Kinara bertanya pada dirinya siapa sosok wanita yang ada dalam foto itu.