NovelToon NovelToon
Wanita Simpanan Bryan

Wanita Simpanan Bryan

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: MeChan

Cinta hadir tanpa permisi, menelusup masuk melalui celah hati yang sebenarnya sudah bertuan.

Cinta memang buta dan tuli, hingga tanpa sadar Bryan seorang CEO perusahaan tembakau ternama, yang sudah memiliki tunangan meminta wanita yang berprofesi sebagai penari sekaligus karyawan di perusahaannya untuk menjadi wanita simpanannya. Wanita itu bernama Naina Anaclara.

Cinta tidak pernah salah, yang salah adalah waktu. Waktu mempertemukan mereka di saat yang tidak tepat. Karena cinta juga, Naina mau menerima untuk menjadi wanita simpanan Bryan.

Baru menjalin kasih terlarang selama dua bulan, Naina mengandung anak dari hubungan gelapnya bersama Bryan.

Akankah kisah cinta Naina berakhir bahagia bersama Bryan tanpa sepengetahuan dari Istri pertama lelaki yang sudah menjadikannya wanita simpanan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeChan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 32

Suster memberi kabar pada Bryan bahwa Naina telah dipindahkan ke ruang rawat inap. Dengan segera Bryan bergegas menuju ruangan tempat Naina dirawat.

"Nai." sapa Bryan dengan suara lirih saat melihat Naina tengah bersandar di atas bantal yang ditumpuk menjadi satu.

Naina tidak bergeming, ia masih terus menatap langit-langit ruangan. Perlahan langkah kaki Bryan telah tiba di samping ranjang yang ditempati oleh Naina.

Bryan mencoba meraih tangan Naina yang dipasang selang infusan, tapi Naina segera menarik tangannya agar tidak disentuh oleh Bryan. Hati Bryan sangat piluh melihat Naina menolaknya.

"Kenapa kamu tidak cerita soal semua ini, Nai?" tanya Bryan berusaha tegar.

"Kamu sudah tahu semuanya?" seketika Naina melihat wajah khawatir Bryan.

"Iya, Dokter sudah menjelaskan semuanya. Kita berobat ke Singapore ya."

"Tidak Bryan. Berhentilah mencemaskan aku, jangan pernah menganggap aku ini wanita yang lemah." ucap Naina berusaha sekuat tenaga agar bulir air mata tidak terjatuh di hadapan Bryan.

Bryan menatap mata coklat Naina, wajah yang pucat tapi tetap terlihat cantik, jiwa yang kuat membuat Bryan semakin mengagumi Naina yang tetap berusaha tegar menjalani semua cobaan hidup.

Naina tidak pernah ingin dikasihani, dia tidak ingin orang lain menganggapnya lemah dan tak berdaya, dia selalu menunjukkan topeng bahagianya di hadapan semua orang hingga yang mengenalnya hanya tahu Naina wanita periang dan selalu membawa kebahagiaan bagi setiap orang di sekitarnya.

"Aku tahu kamu wanita yang kuat, maka dari itu aku ingin apapun yang menyakitimu semuanya lenyap dan menjauh."

"Kamu menyakitiku, lenyaplah dari hadapanku dan menjauhlah sejauh-jauhnya."

"Bukan itu yang aku maksud. Nai, maaf atas kejadian tadi pagi, aku tidak sengaja membentakmu." ucap Bryan sedikit gugup karena merasa bersalah.

"Bukan hanya tadi pagi Bryan, tapi kemarin kamu juga menyakitiku. Sudahlah, lebih baik kamu pergi sekarang agar sakit kepalaku sedikit berkurang."

"Kamu sakit kepala, bagian mana yang sakit?" tanya Bryan sedikit cemas.

Bryan memajukan posisi duduknya, tangannya sudah berada di kepala Naina dan sedang memijatnya perlahan. Naina minipiskan bibirnya melihat tingkah Bryan.

"Bryan berhentilah, aku lelah dan ingin sendiri."

"Kenapa kamu selalu bilang ingin sendiri? Padahal sendiri itu tidak aman, bagaimana kalau kita berdua saja."

"Tidak..."

"Ssstttt."

Bryan menempelkan jari telunjuknya pada bibir Naina agar berhenti bicara.

"Berhentilah bicara yang tidak-tidak, Naina."

Naina terdiam dan memejamkan matanya. Ia merasakan ritme setiap detak jantungnya selalu berbeda setiap kali dekat dengan Bryan, laki-laki yang menyebalkan.

Terkadang Naina kesal dengan pikiran dan ucapannya yang tidak sejalan. Mulutnya berucap sangat membenci Bryan, tapi pikiran dan hatinya sangat mencintai Bryan, selalu merindukan laki-laki itu di kala jauh.

"Kenapa kemarin kamu tidak menyapaku Bryan?"

"Apa kamu lupa dengan ucapanmu malam lalu saat aku mengantarkan kamu pulang ke rumah Ayahmu?"

Naina mencoba mengingat semuanya, mengingat kata-kata yang pernah ia ucapkan pada Bryan tapi malah ia lupakan.

"Bryan ingat ucapanku, jaga sikap saat kita bertemu di kantor besok, jangan melirikku apalagi tersenyum ke arahku. Aku tidak ingin orang lain curiga dengan hubungan kita."

"Curi-curi pandang boleh kan?"

"No Bryan! Kalau kamu sampai melanggar ucapanku, itu tandanya kamu tidak benar-benar mencintaiku."

"Baiklah sayang, aku akan menuruti semua ucapanmu."

Seketika wajah Naina bersemu merah seperti tomat matang saat sudah mengingat semua ucapannya pada malam itu. Bryan mengusap pipi Naina dengan kedua induk jarinya.

"Sudah ingat semuanya kan?" tanya Bryan tersenyum manis saat mata Naina menatap ke arahnya.

Naina mengangguk sambil membalas senyuman Bryan. Tangan Bryan beralih menggenggam tangan Naina, ia akan terus berusaha memaksa Naina agar mau berobat ke Singapore.

"Kita buat jadwal pengobatan ke Singapore ya, aku ada teman di sana yang akan membantu mengurangi rasa sakit yang kamu derita." ucap Bryan yang terus meyakinkan.

"Aku tidak mau Bryan, biarkan aku melakukan apapun yang mau aku lakukan."

"Tapi kamu sakit, Nai."

"Bry aku sudah bilang, aku tidak ingin menjadi orang sakit-sakitan dan harus merebahkan tubuhku di atas ranjang pesakitan terus menerus, aku tidak mau Bryan."

Naina tidak suka dianggap lemah, ia tidak suka dengan Bryan yang terus memaksanya. Ia sangat membenci orang yang tidak percaya pada dirinya bahwa dirinya kuat menghadapi penyakit yang ia derita.

Inilah alasan Naina menyembunyikan kanker otak yang sudah 2 tahun ia derita seorang diri, ia tidak ingin orang manapun mengetahui kesakitannya, ia tidak ingin membuat orang lain mengkhawatirkannya lalu mengasihinya, ya seperti Bryan saat ini.

"Kali ini aku tidak akan menuruti perkataanmu. Aku akan menghubungi temanku untuk pindah bertugas ke negara ini dan kamu tidak bisa membantahnya."

"Kamu tidak akan mengerti Bryan, aku tidak pernah takut untuk mengahadapi kematian setiap saat."

"Kenapa bicara yang tidak-tidak lagi?"

"Kematian hanya akan menyakitiku sekali seumur hidup, tapi kehidupan di dunia menyakiti aku berulang-ulang kali."

"Omong kosong apa ini Naina!" bentak Bryan dengan wajah mengeras.

Bryan sudah tidak bisa lagi mengendalikan emosinya saat Naina berbicara soal kematian, ia tidak mau wanitanya merasakan sakit yang hanya bisa dirasakan sendirian, ia tidak ingin Naina pergi meninggalkannya. Bryan masih belum bisa menerima semua kenyataan ini yang begitu menyayat hati.

"Bry, aku ingin pulang, aku ingin bertemu dengan Mommy dan Daddy."

"Aku akan membicarakannya dulu pada Dokter Luis."

Bryan pergi meninggalkan Naina di ruangan rawat seorang diri dengan rasa kecewanya. Ia menghampiri Dokter Luis dan membicarakan masalah Naina yang ingin pulang, Dokter bilang untuk saat ini Naina masih bisa istirahat di rumah jika tidak ingin istirahat di rumah sakit dengan catatan sementara waktu tidak boleh kerja yang berat-berat dan jangan banyak berpikir yang macam-macam.

Sebelum kembali ke ruangan Naina, Bryan menghubungi seseorang untuk meminta bantuannya.

"Halo Bos Bryan, tumben meneleponku?" tanya seorang wanita dari balik ponsel.

"Akira aku mohon, pindahlah ke Spanyol." ucap Bryan sambil menghela napas berat.

"Why?"

"Tolong sembuhkan seseorang yang sangat berharga dalam hidupku."

"Elvia mau dibedah? Emang dia sakit apa?"

"Bukan Elvia, ini seseorang yang lain. Akira cepat urus kepindahanmu ke sini, jangan membuang banyak waktu."

"Wah parah banget sih kamu, Bos. Ya sudah aku akan membicarakan masalah ini pada Papaku. Emang sakit apa seseorang itu?"

"Namanya Naina, dia menderita kanker otak stadium akhir."

Akira terkejut mendengar Bryan yang tiba-tiba menghubunginya dan memberikan tugas berat untuknya, tapi demi persahabatan Akira akan berusaha semampunya untuk membantu Bryan.

"Walau kedengarannya ini sangat sulit, tapi, baiklah aku akan terbang besok ke Spanyol tanpa pindah tugas, aku akan menjadi dokter pribadi seseorang yang spesial untukmu."

Walau sedikit ragu tapi Akira tetap ingin mencobanya, mungkin dengan bertatap muka secara langsung akan memudahkannya untuk mengambil tindakan yang tepat dan benar untuk membunuh sel kanker yang sudah ganas dan pastinya sudah menyebar ke beberapa sel-sel yang berada di luar otak.

"Thank you so much, Akira. Aku akan menjemputmu besok di airport."

Bryan memutuskan panggilan, hatinya sedikit lega karena Akira mau membantunya dalam misi pengobatan Naina. Ia berharap jalan ini adalah jalan yang baik dalam menjemput kesembuhan untuk Naina.

"Kamu boleh pulang hari ini, ayo aku bantu untuk duduk di sini." ujar Bryan yang tengah mendorong sebuah kursi roba.

Saat Bryan hendak menggendong Naina, tiba-tiba tangannya ditepis dengan kasar oleh Naina.

"Kamu kira aku tidak kuat berjalan sendiri sampai harus menggunakan kursi sialan ini!" ketus Naina sembari berjalan dan menendang kursi roda dengan kasar.

Bryan hanya mampu mendesah kasar mencoba mengendalikan emosinya, ia tidak ingin kelepasan seperti tadi. Bryan meletakkan kursi roda yang ia bawa di samping ranjang dan hendak membantu Naina berjalan.

"Aku bisa jalan sendiri!" ucap Naina memberi peringatan.

Mendengar peringatan seperti itu membuat Bryan tidak berkutik. Ia berjalan mengikuti langkah kaki Naina menuju keluar ruangan. Naina berjalan seperti biasa, tidak terlihat seperti orang sakit yang lemah dan tidak memiliki banyak tenaga.

Sesampainya di lobby rumah sakit. Mike datang menghampiri Bryan yang keluar bersama Naina.

"Bagaimana Bos?" tanya Mike dengan hati-hati karena melihat air muka Bryan yang muram.

"Nanti saja bicaranya. Oh ya Mike, kau naik mobil Naina dan antarkan ke rumahnya. Lempar kunci mobilku."

Refleks Mike melemparkan kunci mobil yang Bryan minta sesuai perintah Bosnya. Dengan cekatan Bryan langsung menangkapnya dan berjalan menuju mobil yang terparkir di depan lobby rumah sakit.

Tidak lupa Bryan membukakan pintu mobil untuk Naina, setelahnya ia berlari memutari mobil dan duduk di bangku kemudi, lalu melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang.

"Bryan aku mohon jangan beritahu semua orang tentang penyakitku, termasuk Mommy dan Daddy."

"Kenapa Nai? Mereka itu orangtua kamu, mereka berhak tahu agar kamu pun punya semangat untuk sembuh."

"Sudah turuti saja permintaanku."

Naina mengambil tas miliknya yang berada di jok belakang, lalu ia mengambil make up dan mulai memakainya. Dengan make up yang sedikit tebal akan menutupi wajahnya yang pucat, dan ini semua hanya sementara waktu.

1
Anju Toreg
jdi malas bacanya, gitu2 aja...
Noerlina Akbar
Lumayan
Noerlina Akbar
Kecewa
levian
mampir kak ke novelku takdir cinta di koridor sekolah meskipun ceritanya nggak nyambung tapi nikmatin aja
Echa Alfahrezy
Kok MP Bryan-Naina dSkip Thorr😜
M fahregi Fairus sunandar
kebanyakan pemainya!!!ceritanya jadi gaje
Nok Denok
Kecewa
Nurul Aini
kok aku sedih bacanya😭😭😭
Tri Widayanti
Menarik..Visualnya cakep² bgt.
🌻Ruby Kejora
Hai kak
Aku mampir
Salam kenal, 💐😄
Tut Eny
lanjut
ari
mana kelanjutannya thor
Indhar Hasan
yg peran utama Brian and naina, knp harus di pisahkan Thor,saran sya ya Thor klu emang,Brian dan naina tdk bisa bersatu,ganti judul aja,Krn tdk sesuai alur ceritanya dan judul,maaf klu komen sya kyak gini Thor 🙏🙏
Indhar Hasan
smua novel yg saya baca,novel ini yg paling tdk sya suka,jalur cerita kyak keluar dri judul,seharusnya Brian dan naina bahagia,tpi ujung",masih sja ada peran pembantu spya Brian dan naina tdk bisa bersama,skalian aja Thor ganti judul sja,dr PD Brian dan naina tdk bisa bersatu
᪙ͤæ⃝᷍𝖒ᵗᵃʳⁱ♡⃝𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂᶬ⃝𝔣🌺
Aku mampir ka thorr... Keeeeerreennn
Mechan: hihihi, maaccciiii kak🥰🤗
total 1 replies
Ida Lailamajenun
karakter Naina nih mudah percaya ma org lain ya.kayaknya gk.punya prinsip hidup yg tegas orgnya kesana iya kesini iya,bahaya nih cwek
Ida Lailamajenun
gk sehat nih Bryan laki" serakah.lama" si nai bisa Hamidun nih Krn Bryan klu liat gelagatnya bgn..
Ida Lailamajenun
ibu sambung berasa ibu kandung
Ida Lailamajenun
kayaknya bakal gk jadi nikah nih Bryan ma tunangannya Krn udh jatuh cinta ma nai
Ida Lailamajenun
serem" juga nih ma Raees kyknya gk beres nih ada udang dibalik gandum ma Naina spt nya.nai maen setuju" aja nih🤦🤦dan Bryan juga gk beres nih org nya udh buka celah buat selingkuh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!