NovelToon NovelToon
Jodohku Anak Teman Mamah

Jodohku Anak Teman Mamah

Status: sedang berlangsung
Genre:Playboy / Beda Usia / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:247k
Nilai: 5
Nama Author: Safna Colloction

(Kanaya Khairunnisa Aulia) gadis yang berusia 17 tahun, di paksa oleh keadaan yang mengharuskan dia menikah mendahului kedua kakaknya dengan (Alfan Alvaro) yang usianya terpaut jauh 10 tahun darinya, karena Suatu alasan yang tidak bisa di hindari olehnya.

"Kamu pasti akan menyesal karena telah menyanggupi pernikahan ini?" tekan Alfan

"Tidak, aku tidak akan pernah menyesalinya karena ini pilihan ku!" jawab Kanaya.

Bagaimana kisah selanjutnya? yuk ikut kisahnya?

Makasih ya guys sudah mau baca? sungguh sangat senang sekali di baca! tapi jangan di bom like yah🙏 dan di sarankan komentar yang membangun? ✌️🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safna Colloction, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32 TIDAK ADA PENOLAKAN

"Loh Naya dengan siapa kamu ke sini sayang?" tanya kesya setelah membuka pintu hanya melihat Kanaya sendiri tidak dengan suaminya.

Kanaya hanya terdiam dia tidak tahu harus menjawab pertanyaan apa dari kesya.

"Aku yang bawa Dia, karena suaminya sedang sibuk, Kanaya menelpon ingin pulang ke rumah karena takut sendirian di sana!" jelas Kevin langsung masuk ke dalam rumah.

"Terimakasih Kak!" ucap Kanaya setelah melihat Kevin berlalu darinya.

"Mama kaget loh! Mama kira kamu sendirian ke sini? Mama sangat kangen sama kamu, di tinggal dua hari saja sama kamu Mama sudah gak kuat, tadinya besok Mama mau ke rumah kamu, eh sekarang malah ke duluan sama kamu!" Kesya Langung memeluk Kanaya.

"Aku juga sangat kangen sama Mama, makannya aku minta kak Kevin jemput aku untuk ke sini, karena Kak Alfan sangat sibuk sekali di kantornya dan tidak bisa mengantarkan aku!" Kanaya membalas pelukan kesya.

Kesya mengandeng Kanaya untuk masuk ke dalam rumah mereka duduk di sofa ruang tamu, kesya terus mengajak ngobrol Kanaya, tetapi Kanaya sangat sibuk dengan pikirannya dia sama sekali tidak mendengarkan obrolan kesya yang masuk kuping kiri keluar kuping kanan sambil terus mengusap-usap tangannya yang tidak dingin.

"Kamu kenapa sih aneh banget?" tanya kesya karena Kanaya tak merespon sedikit pun obrolannya, biasanya Kanaya selalu yang paling rame saat mengobrol dengan Kesya, untuk kali ini Kanaya terlihat sangat sulit di artikan.

"Gak apa-apa Ma, hanya saja aku mabuk perjalanan!" ucapnya sambil memegang kening yang sedikit berkerut.

"Kamu ini kaya dari Jakarta saja ke Bandung, cuman di sekitaran Bandung saja masa mabok, ke kamar Gih istirahatkan!"

"Iya Ma!" ujarnya dengan malu-malu.

...*****...

Sudah sekitar dua jam di balkon kamarnya Kanaya berdiri di dekat pagar, matanya terus tertuju ke gerbang rumah, semilir angin yang bandel menyapu Surai panjang miliknya sampai menutupi wajah cantiknya, tetapi itu tidak mengalahkan ke fokusnya untuk terus melihat ke arah gerbang yang banyak sekali kendaraan yang berlalu lalang di jalanan besar depan rumahnya itu.

...Tak...Tak...Tak...

Suara langkah kaki datang menghampirinya dan berhenti tepat di sebelahnya, Kanaya menolehkan matanya ke sebelah, sedetik kemudian, dia mengalihkan pandangannya kembali ke tempat semula.

Hening di antara mereka, hanya sibuk dengan pikirannya masing-masing wajah keduanya menegang, angin itu terus menerpa wajah mereka tetapi mereka tidak memperdulikannya sama sekali.

"Apa kamu di sini dari tadi menunggu dia untuk menjemputmu? tanyanya setelah sekian lama hening di antara mereka.

"Terimakasih Kak Kevin sudah tidak mengatakannya langsung sama Mama, aku tidak tahu jika Kakak membongkarnya sama Mama, maka wajah yang ceria itu seketika akan menjadi murung, dan aku tidak mau akan hal itu!" jawab Kanaya sedikit tersenyum sambil melihat ke arah yang bertanya.

"Jadi, maksud kamu?" tanyanya lagi dengan mengerutkan keningnya, terlihat jelas kekecewaan yang dia pancaran di wajahnya.

"Aku sangat berterimakasih sama Kakak untuk keinginan Kakak mengeluarkan aku dari penjara ini, aku sangat senang akan hal itu, tetapi aku tidak bisa, aku harus tetap tinggal, aku yang masuk dan aku juga yang harus bertanggung jawab akan hal itu!" jawab Kanaya

"Tapi, bagaimana kalau kamu menyukainya? itu akan menjadi semakin rumit untuk terlepas darinya, kamu akan semakin menderita karena kamu tidak akan menerima balasan darinya Kanaya." ujar Kevin sedikit menaik.

Kanaya menghela nafas panjang sampai pada akhirnya dia menghembuskannya perlahan, dia berpikir panjang tidak menjawab pertanyaan dari sebelahnya, dia mengalihkan pandangannya ke sebelah wajah teman ngobrol nya itu yang baru saja menyelipkan sebatang rokok di sela-sela bibirnya, Kanaya tersenyum melihat asap rokok yang keluar dari bibir sedikit kecoklatan itu.

"Apa benar merokok itu bisa menenangkan pikiran?" tanya Kanaya penasaran.

"Apa yang kamu lakukan?" bentak Kevin

"Aku ingin mencobanya!" Kanaya mengambil rokok itu dan menyelipkan di bibir tipis merah mudanya.

"Dasar adik bodoh!" umpat Kevin mengambil kembali rokok itu dari bibir mungil Kanaya.

Kanaya terkekeh sampai pada akhirnya kekehhan itu menjadi gelak tawa, "Setahun yang lalu ada orang yang mengatai ku bodoh untuk pertama kalinya, waktu itu aku tidak terima akan di bilang bodoh, karena aku belum pernah mendapatkan predikat itu dari Papa dan Kakak, sekarang Kakak menjadi orang kedua yang mengatai ku bodoh, dan aku baru sadar karena aku memang sebodoh itu!" ujar Kanaya masih dengan tawanya.

Kevin tersenyum kecil melihat Kanaya tertawa seperti itu, dia tahu bahwa Kanaya sedang menipunya. "Tidak lucu!" ujarnya ketus

Seketika mimik wajah Kanaya menjadi cemberut, "Emang aku sedang tidak melucu!" jawab Kanaya tak kalah ketusnya.

'Kakak akan selalu ada untuk kamu Kanaya, untuk saat ini dan seterusnya, kamu tidak perlu khawatir!' batinnya

Kevin mengambil ponsel dari saku celananya, dia membuka ponsel lalu memencet warna hijau yang tertera dari ponselnya itu, sedetik kemudian dia menaruhnya ke telinga, beberapa kali dia mengulanginya, tetapi hanya ada suara Operator yang terdengar. "Maaf No yang anda tuju sedang tidak aktif"

'Sial*an' gumamnya

Kanaya melihat dari ekor matanya bahwa kakaknya itu sedang kesal, dia mulai berbalik memandang wajah Kevin, "Apa Kakak marah sama aku?" tanyanya dengan lirih

"Kakak duluan yah? kamu segera masuk disini sangat dingin?" Kevin tidak menjawab pertanyaan Kanaya, dia langsung berlalu dari balkon itu.

Kanaya mengangguk tanda setuju, dia baru menyadari bahwa langit yang tadinya cerah, kini telah menjadi gelap tanda siang hari sudah berakhir, dan di ganti dengan malam hari, tak terasa dia sudah lama berada di balkon itu, Kanaya mendekat ke kursi lalu duduk di sana karena dia mulai merasa kakinya kesemutan.

'Sepertinya dia tidak akan datang!" batin Kanaya

...*****...

Setelah berada di kantor dari pagi sampai malam Alfan sama sekali tidak bisa keluar dari kantornya itu, Papanya yang terus berada di depannya, dia sama sekali tidak bisa berkutik, harus terus mengerjakan berkas-berkas penting, dia merasa sangat lelah, dan gelisah untuk apa yang dia hadapi saat ini, tetapi dia tidak bisa menolak Papanya karena itu juga kewajiban dia.

"Pah, apa tidak bisa besok? aku mau keluar dulu hanya sebentar? pinta Alfan memecahkan suasana yang dingin di ruangan itu.

"Kita tidak punya waktu Alfan kerjakan itu! bagaimana kamu mau jadi pewaris Papa, kalau kerja begini saja kamu tidak bisa." ujar Alvaro dengan nada tinggi.

"Maaf pah! aku kemarin ada keperluan mendadak, jadi, aku tidak bisa membereskan semuanya?"

Alvaro hanya diam tidak menjawab pertanyaan Alfan dengan bersidekap dada tak lupa dengan wajah datarnya, menandakan tidak ada penolakan dan tidak ada penawaran dari Alfan.

...Bersambung......

...Lanjut ke Bab berikutnya......

1
Anita Jenius
2 iklan buatmu supaya semangat.
Qaisaa Nazarudin
Itu bukan CINTA tapi OBSESI..Harusnya Dewi nikah aja sama Alvaro, cocok tuh sama2 gak punya hati..
Qaisaa Nazarudin
Harusnya Alfan juga bisa mengancam papanya,Kalo papanya ingin berbaik-baik dgn mamanya,Papanya harus menerima Kanaya,Jangan mau selalu di tindas,Dasar lelaki tua gak sadar diri..
Qaisaa Nazarudin
Ini juga kesalahan kalian yg terlalu memanjakan anak..Tdk bisa menerima kenyataan kalo Alfan itu sudah punya istri,Masih juga kekeuh menyodorkan anak,Kayak anak gak laku aja,Dewi juga terlalu Egois..
Qaisaa Nazarudin
Ada hikmah di balik semua ini,Dengan Aldi menikahi Dewi,Jadi rumah tangga Alfan akan aman dari Pelakor..
Qaisaa Nazarudin
Dari awal pernikahan Alfan dgn Kanaya,Ipar gak pernah akur..
Qaisaa Nazarudin
Andre udah terlambat,Mungkin sebelum Kanaya menikah dia dgn senang hati menerima Andre..
Qaisaa Nazarudin
Katanya udah lama bersahabat dgn ortunya Alfan,Kenapa Faisal gak tau seluk beluk keluarga itu,Sehingga dgn mudahnya menjodohkan anaknya, Sekarang baru menyesal, Nasi sudah jadi bubur,udah gak ada gunanya kamu marah dan menyesal..
Qaisaa Nazarudin
Ckk Kanaya dari dulu sampai sekarang g pernah berubah,Tetap aja NODOH dan LEMAH..🤦🤦🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Gak ramah banget sama iparnya,Padahal kenal juga dr kecil,heran aku..
Qaisaa Nazarudin
Inilah anak kalo terlalu polos dan Manja,Apa2 semua takut2 dan hanya bisa mengandalkan orang lain,Jadi cewek itu harus Tegas dan mandiri,Jangan manja..
Qaisaa Nazarudin
WAKTU YANG TERBUANG SIA SIA✅
WAKTU YANG TERBANGUN SIA SIA❎
Awas thor banyak kalimat atau ayat yg salah tulis..hati-hati..
Jeankoeh Tuuk
turut berduka cita atas berpulangnya ayah tercinta ....semoga keluarga di beri kekuatan & ketabahan selalu
🌜💖Wanda💕🌛
Luar biasa
nining
inalilahi wainailaihi rojiun...turut berduka cita ya....semoga alm husnul khotimah
bunda safna: Aamiin ya Allah terimakasih untuk doanya Kak 🙏
total 1 replies
visi Sembiring
turut berduka cita thor semoga amal ibadah beliau di terima di sisiNya dan keluarga yg ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran. semangat thor 🙏🙏
bunda safna: Aamiin ya Allah terimakasih untuk doanya Kak 🙏
total 1 replies
Suci Dava
Innalillahi wainailaihi roji'un, smoga almarhum husnul khotimah, Author di beri kesabaran yg luas dan keikhlasan utk berpulangnya ayahanda author, Aamiin, semangat utk berkarya lgi thor 💪🙏
bunda safna: Amin ya Allah terimakasih untuk doanya Kak 🙏
total 1 replies
Suci Dava
maaf, kok di ulang lgi thor 🤔
visi Sembiring
lbh baik alfan menjauh dr ayahnya smpe ayahnya menyesal setelah kehilangan anak, menantu dan cucunya
nining
lagian si alfan aneh aja...masa tamu di suruh nunggu di kamar🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!