Assalamualaikum... hallo ha..
Ini cerita othor yang ke tujuh ya?
Cerita ini kelanjutan cerita dari Janda kembang Season 1. Mana yang belum tau, boleh baca dulu yang disana ye?
Zahrani adalah putri kedua dari Aisyahrani dan Reza. Ia harus menerima kenyataan pahit disaat umurnya masih sangat muda harus ternoda oleh kakak kelasnya sendiri.
Demi menutupi aibnya yang sudah ternoda, ia terpaksa harus menikah dengan calon suami masa depan nya sebelum waktu yang di tentukan.
Akankah Zahrani sanggup bertahan dengan kenyataan hidupnya? Ataukah ia lebih memilih pasrah pada takdir?
Inilah kisah nya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merasa bersalah
Zahra masuk ke kamar setelah mendapatkan kotak P3K. Ia kembali duduk di depan Rayyan yang sedang termenung menatap kosong figuran besar yang ada di kepala ranjang Zahra.
''Darah! Kamu berdarah kak! Hiks.. maaf! Aku jahat padamu! Aku nakal! Tanpa belas kasih aku melempar mu dengan gelas kaca tadi. Hiks .. maaf.. aku durhaka pada mu kan Rayyan.. maafkan aku..'' lirihnya dengan tangan terus bergerak membersihkan luka di dahi Rayyan yang begitu lebar terkoyak gegara lemparan gelas kaca Zahra tadi.
Mendengar Zahra berbicara, Rayyan menoleh. Ia tersenyum melihat Zahra begitu panik saat melihat darah di pelipisnya. Sebenarnya Rayyan tidak tau tentang luka itu.
Yang Rayan tau saat Zahra menangis menyuruhnya pergi tadi, ia seperti di hempasbke jurang yang paling dalam. Kebencian Zahra meruntuhkan hatinya. Kelemahan nya terletak pada Zahra. Andai Zahra tau itu.
Rayyan masih saja tersenyum saat melihat Zahra terus mengusap dengan tangan gemetar mengusap luka di dahinya. Dengan perlahan Zahra membersihkan luka itu. Walau sesekali meniup dengan air mata beruraian.
Rayyan Terkekeh, air mata nya pun ikut mengalir. ''Huuffttt... huffftt... hiks.. sakit ya? hiks.. huuufffttt.. maaf... hiks.. huffftt..'' ucapnya pada Rayyan saat meniup luka Rayyan itu.
Papa Reza yang baru saja tiba pun ikut tertegun dengan kelakuan Zahra pada Rayyan. Mata tua itu mengembun namun, ia mengusap nya dengan kasar.
''Ayo, biarkan dulu mereka. Setelah tenang, nanti kita bereskan kamar mereka,'' lirihnya pada Putra Pak Rahmat yang bernama Thamrin dan juga Paman Ali, bibi Kasmi.
Mereka bertiga mengangguk, mereka bertiga keluar bersamaan. Setelahnya pintu di tutup dengan peldn oleh Papa Reza. ''Istiraharatlah dulu Pak Thamrin. Paman dan Bibi boleh melanjutkan pekerjaan kalian tadi. Maaf.. aku membuat rusuh..'' lirih Papa Reza dengan menunduk.
Paman Ali tersenyum sedangkan Pak Thamrin, ia berlalu masuk ke kamar yang ada dibelakang rumah ini. Ia dan istrinya yang akan menggantikan kedua orang tua nya yang sudah lansia untuk bekerja di rumah Papa Reza.
''Tak apa Nak. Kita sendiri bahkan sangat mengenal Zahra seperti apa. Jangan khawatir. Biarkan mereka bersama di dalam satu kamar. Mungkin dengan cara seperti itu, mereka berdua bisa saling menguat kan. Paman bisa melihat sendiri bagaimana Tuhan putra teman mu itu begitu mencintai putrimu. Mungkin hanya sedang terjadi kesalahpahaman saja. Masuklah. Rani sudah sadar?''
''Sudah. Sedang istirahat saat ini. Ia begitu shock dan merasa bersalah karena telah melarang Zahra untuk tidur sekamar bersama Rayyan. Kami hanya takut, Rayyan akan menyentuh Zahra sebelum waktunya. Itu saja Paman. Tapi kami salah. Ternyata kami telah bertindak diluar batas mencampuri hubungan mereka. Aku bersalah pada mereka berdua Paman..'' lirih Papa Reza sambil menundukkan kepalanya.
Paman Ali hanya bisa menenangkan dirinya dengan cara mengusap lembut pundak Papa Reza. ''Sudah .. jangan dipikirkan. Kamu lihat sendiri kan seperti apa Zahra terhadap Rayyan begitu pun sebaliknya?? Mereka berdua itu pasangan yang sudah di tetapkan dari lauhul Mahfudh. Jadi.. kamu jangan khawatir. Biarkan mereka menyelesaikan masalah itu berdua saja tanpa ikut campur kita didalamnya. Karena dari yang Paman lihat, Rayyan itu pemuda yang Keukeh dengan pendirian.''
''Jika ia sudah menginginkan yang itu, maka itulah yang dia mau. Dia akan berusaha mendapatkan nya. Dan sekali ia dapatkan, tidak akan pernah ia lepas lagi sampai kapan pun. Rayyan pemuda gigih, Za. Dia pemuda yang tepat untuk Zahra. Istirahat lah. Jangan khawatir kan mereka, hem??'' ujar Paman Ali membuat Papa Reza.
Papa Reza mengangguk patuh. ''Aku masuk di Paman. Kalian istirahat lah,''
''Tentu, jangan berpikir yang macam-macam. Jaga kesehatan mu dan juga Rani. Kalian berdua sudah cukup menderita selama ini. Besok, Keanu, Kenan dan Kenta akan pulang. Tadi mereka menghubungi Paman. Mereka ingin pulang menjenguk kakak mereka. Begitu juga dengan Kezia. Mereka akan keluar dari asrama besok pagi. Siapkan dirimu dengan ke empat anak mu yang lain.'' ucapnya sambil terkekeh kecil
Papa Reza pun Terkekeh. Setelahnya mereka bertiga berlalu meninggalkan Paman Ali dan Bibi Kasmi yang saling menghela nafas panjang.
lbh bagus tanpa da alur" yg belok ttp semangat brkarya