NovelToon NovelToon
Cinta Butuh Utang

Cinta Butuh Utang

Status: tamat
Genre:Poligami / Cinta Terlarang / Obsesi / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:43.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: El Geisya Tin

#penghianatan
Dia pergi meninggalkan keluarganya karena sakit hati, wanita yang dicintainya menikah dengan pria lain yang usianya jauh di atas dirinya. Setelah kembali, dia menyadari jika semua yang terjadi pada kekasih hatinya tidaklah seperti yang dinilainya selama ini. Padahal dia sendiri sudah menikahi wanita lain, bahkan memiliki banyak hutang.Apakah benar, hidup sebercanda ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Geisya Tin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harus Tega

Harus Tega

Usfi tertegun sejenak di depan pintu rumah yang dahulu diberikan Anwar padanya, dia baru saja membereskan rumah itu sebelum pergi jauh.

Dia melihat Noura yang juga berdiri di samping motor matic miliknya. Gadis remaja itu mengusap pipinya yang basah oleh air mata.

“Tante tega!” pekiknya, membuat Noura terkejut, karena baru hari ini gadis itu memarahinya.

‘’Apa Mas Anwar baru bilang kalau bercerai dariku? Tapi, ini sudah lewat empat bulan dari perceraian kami!’ kata Usfi dalam hati.

Ternyata selama ini, Anwar benar-benar menutup diri dari anak-anak tentang perceraiannya dengan Usfi. Dia selalu datang dan pergi seperti biasa, seolah tidak memiliki beban dalam keluarga. Semua biaya kebutuhan rumah dan anak-anaknya, sudah dia serahkan pada saudara Maisha yang dia percaya dan ada asisten rumah tangganya untuk menangani mereka.

Setiap kali anak-anak bertanya tentang Usfi, maka Anwar selalu memberi jawaban, kalau ibu sambungnya itu mungkin lelah dan bosan. Tentu saja mereka kecewa dengan ucapan Anwar. Oleh karena itu Noura semakin kesal padanya, dan mengira jika Usfi sudah mengambil semua harta ayahnya lalu, menghilang begitu saja.

Namun, beberapa hari ini, Noura justru lebih kesal lagi dengan kehadiran seorang wanita yang hamil tua bersama ayahnya, di rumah mereka. Apalagi ayahnya mengakui kalau wanita itu adalah istrinya. Noura pun marah besar, hingga Anwar mengurungnya di kamar. Baru hari ini dia bisa kabur, karena laki-laki itu pergi ke rumah sakit umum untuk memeriksakan kandungan.

Usfi tidak tega melihat gadis remaja itu menangis di hadapannya, semengesalkan apa pun, dia tetaplah anak Maisha, wanita yang luar biasa baik di matanya dan menyayanginya.

‘’Maaf, Mbak Mai, aku nggak bisa menjaga anak-anak karena sikap Mas Anwar menyakitiku!” lirihnya.

“Kenapa kamu nangis, Ra?” tanya Usfi sambil melangkah mendekati anak itu dan memeluknya.

Noura memukul punggung Usfi, tapi membalas pelukannya dan menangis cukup di bahunya.

“Kenapa, Tante? Kenapa?” katanya terbata-bata, setelah melepaskan pelukannya, tapi tetap menangis, “Kenapa Tante bercerai dari Papa? Apa kurangnya Papa, Tante? Papa sudah kasih semua hartanya untuk Tante, kan?”

Usfi diam dan hanya menatap gadis itu dengan penuh kasih sayang. Mendengarkan semua keluh kesah dan membiarkannya melepaskan amarah.

“Ayo! Masuk dulu dan duduklah! Kita bicara di dalam.”

“Nggak perlu, Tante!” Noura berkata sambil menepis tangan Usfi, kasar.

“Apa kamu baru tahu kalau Tante bercerai? Ini sudah lebih dari tiga bulan!”

“Ya! Papa nggak pernah bilang kalau sudah pisah dari Tante, Si Marini itu yang bilang ke aku kalau Papa sudah menceraikan Tante!”

“Siapa? Marini? Jadi, Mas Anwar bawa perempuan itu ke rumah Mbak Mai? Sejak kapan?”

Usfi bertanya sambil menggelengkan kepala, dia merasa tidak salah dalam mengambil keputusan untuk bercerai, karena bila dia tetap bertahan, maka justru dirinyalah yang akan terus menerus terluka karena sikap suaminya.

Bukankah setiap orang hanya perlu menjadi dirinya sendiri untuk bahagia, dia tidak perlu menjadi orang lain untuk menciptakan gembira, bagi seseorang yang belum tentu bisa menjaga hatinya.

‘Mungkin wanita kuat seperti Mbak Mai akan memilih untuk bertahan karena dia punya banyak alasan untuk melakukannya, tapi, aku lebih memilih bercerai karena alasan yang berbeda’ batin Usfi.

“Ya! Dan, Tante tahu soal wanita itu? Kenapa nggak bilang sama Noura? Kenapa? Biar aku bunuh saja perempuan itu!”

Tangisan gadis itu semakin keras dan kecewanya semakin dalam pada semua orang dewasa di sekitanya.

“Nah, ini yang nggak baik ... Tante memang sudah lama tahu Sola perempuan itu, tapi, sengaja nggak ngasih tahu, karena kamu bisa bersikap gegabah ... Orang tuamu pasti nggak mau, anaknya jadi pembunuh! Masa depanmu masih panjang, kamu harus jadi anak yang baik demi membanggakan Mama!”

“Untuk apa? Lebih baik Tante yang tinggal di rumah dari pada dia!”

Noura menangis lagi lebih keras, sambil berjongkok di dekat motor, Usfi ikut berjongkok di depannya, air mata menetes juga.

Perpisahannya dengan suaminya, memang menyisakan kesedihan yang dalam, tapi, melihat gadis remaja ini begitu terpukul, lebih menyedihkan lagi. Dia membayangkan jika dirinya berada di posisi Noura, mungkin hatinya akan merasakan sakit yang sama.

“Tante tahu, kamu kecewa dan sedih, sebab tidak ada perpisahan yang menggembirakan, tapi ingat, semua sudah menjadi takdir dan keputusan yang diambil oleh Papa. Jadi, percuma saja kamu menangis terus menerus, karena Papa dan Marini tetap akan tunggal di rumah itu, kan?”

“Makanya, aku bilang Tante tega! Apa Tante nggak sayang sama aku, sama Fadil dan Imad? Padahal kami juga sayang sama Tante!”

Ucapan Noura kembali membuat Usfi menitikkan air mata. Dia terharu walau sikap gadis itu selama ini padanya sangat ketus dan cuek, tapi, nyatanya kasih sayang sudah bersemayam tanpa mereka sadari. Walaupun, akhirnya dia akan pergi, tapi harapannya adalah agar kasih sayang tetap ada di hati mereka.

Usfi menggamit bahu Noura untuk berdiri dan merangkulnya, lalu, berjalan masuk ke dalam rumah yang sudah bersih, bahkan semua perabot sudah ditutupi dengan kain putih.

Melihat suasana rumah itu, Noura menghentikan langkahnya. Lalu, melihat Usfi penuh tanda tanya.

“Apa Tante mau pergi?”

“Duduklah, Tante memang mau pergi dari sini!”

“Tante jahat! Jahat, apa Tante mau jual rumah ini? Harusnya Tante tahu, rumah ini dulu atas permintaan Mama ke Papa buat Tante!”

“Ya! Tapi, Tante nggak akan menjualnya!” Usfi berkata sambil mengeluarkan kunci rumah itu dan memberikan pada Noura.

“Tadinya, rumah ini mau Tante titipkan ke Abah dan Ambuk, tapi, sepertinya, kamu lebih membutuhkan rumah ini, jadi, ambilah ... eum ... tapi mobilnya mau Tante tinggalin di rumah Abah, biar ada yang merawat!”

“Apa maksud Tante?”

“Papamu memberi rumah ini atas inisiatif Mbak Mai, sekarang Tante sudah bercerai dari Papamu dan rumah serta mobil dijadikan mut’ah untuk Tante. Tapi, sekarang Tante mau berikan rumah ini buat kamu, jadi ... pakai rumah ini buat pelarian kalau kamu ingin pergi dari rumahmu! Ingat, jangan bilang sama Papa, oke? Semua surat rumah ada di laci kamar Tante.”

Noura seketika menatap Usfi dengan sorot mata berbinar.

“Noura sudah punya KTP? Kalau sudah, kamu bisa membalik namakan rumah ini atas namamu, simpan semua foto kenangan Tante, Papa dan Mamamu yang ada di sini.”

Noura melihat ke dalam rumah, ada juga foto Maisha dan Usfi di sana. Sementara Usfi, tahu benar apa yang dirasakan gadis itu, dengan keadaan keluarganya sekarang.

“Tapi, tolong jangan pergi sekarang, Tante! Gimana kalau istri Papa jahat sama Noura?” Noura kembali menangis sambil memeluk erat wanita itu.

Usfi menggelengkan kepalanya, “Makanya, Tante kasih rumah ini buat kamu ... Kalau seandainya nggak dikasih uang jajan, kamu bisa minta sama Pak Joko, dia yang ngurusin pos sejak Tante cerai sama Papamu. Dan, jangan berpikir buruk, mudah-mudahan dia perempuan yang baik,” kata Usfi, sambil mengusap kepala remaja itu dengan lembut.

“Maaf, tidak bisa ... Tante sudah pesan pesawat dan sudah buat janji dengan orang yang akan jemput Tante, besok!”

Mendengar hal itu, Noura sangat sedih, tapi seteguh apa pun pertahanan, sepertinya perpisahan tetap akan terjadi.

“Tante tega!”

❤️❤️❤️👍🙏❤️❤️❤️

1
Barcelona
luar biasa cerita yang bagus semoga sukses
Nagumi
luar biasa
Hajime02
tamat ternyata
Hajime
lebih seru novel baru
Sedang mengetik...
yahh kok tamat... semangat berkarya kak El.. sukses terus
El_Tien: makasih sayang, semangat buat dirimu juga yaa....🥰🥰🥰 dan jangan lupa jaga kesehatan
total 1 replies
Sedang mengetik...
Alhamdulillah akhirnya usfi bisa merasakan nikmatnya hamil..
Sedang mengetik...
Tanta Tanta usfi sedang berbadan dua itu
Sedang mengetik...: wkwkwk 🤣🤣 kok typo
total 1 replies
⭕ BluJoker
Karya yg bagus.... semangat selalu, Author El!
Ghiie-nae
juragan mah bebas ya cari bini baru...
Ghiie-nae
ceritanya keren abis...

lanjut baca dulu ya...
El_Tien: terima kasih dukungan rate nya
total 1 replies
Pangeran Matahari
💪💪💪💪
El_Tien: terima kasih atas dukungannya
total 1 replies
Dede
iua pasti hamil
Sedang mengetik...
ikut aja usfi gak papa juga,, biar calon pelakor gak bermekaran
Sedang mengetik...
solusi nya ya harus ada yg mau mengalah dan berkorban kalau sama sama mempertahankan keinginan masing masing ya susah ,, gak akan ada solusi
Sedang mengetik...
wkwkwk 🤣🤣🤣 ngakak ihh typo nya kebangetan masa usfi jadi Upin..
Sedang mengetik...
bang Gani belum sadar kalau istrinya liat tadi dia di peluk sama cewek lain
Noviana Lestari𖣤᭄
tau2 udah tamat semangat ka author semoga sukses selalu karya-karyanya amin
Dede: siiip
total 1 replies
Noviana Lestari𖣤᭄
Alhamdulillah akhirnya hamil jg semoga kedepannya sll bahagia y dak ad ulet bulu🤭
Noviana Lestari𖣤᭄
tanda2 hamil kali🤭
Noviana Lestari𖣤᭄
dak papa usfi ikut krj sama suami bosan dak papa nanti lama2 udah bisa dan semoga cepat hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!