NovelToon NovelToon
12 Badoet

12 Badoet

Status: tamat
Genre:Dendam Kesumat / TKP / Balas Dendam / Misteri / Tamat
Popularitas:830.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: bung Kus

12 badoet, kisah misteri tragedi perampokan yang terjadi 30 tahun silam. Rumah seorang konglomerat di kota T disambangi para perampok yang mengenakan topeng badut.

Bukan hanya mengambil harta benda sang konglomerat, para perampok juga melakukan tindakan tak termaafkan.

Pada tahun 2021 peristiwa-peristiwa mengerikan dan penuh misteri menimpa 12 orang laki-laki yang berhubungan dengan perampokan di masa lalu.

tulisan terbaru bung Kus
Genre misteri, yang semoga masih disukai.

like, vote, komentar ditunggu yaahh.

follow akun bung Kus di Noveltoon
Follow Instagram @bung_engkus

kisah ini hanya karangan saja. kesamaan nama tokoh dengan para tetangga penulis, hanya kebetulan semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bung Kus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Telungpuluh Siji

Inka menyulut rokok yang dijepit dengan jari telunjuk dan jari tengah. Bibirnya yang merah merona nampak mengecap bagian filter berwarna putih. Asap tipis mengepul, Inka mendongak menikmati setiap aroma dari hasil pembakaran tembakau dan cengkeh itu.

Wildan memperhatikan tetangga yang baru dikenalnya tadi pagi itu dengan raut wajah penuh kekhawatiran. Dia tak beranjak, masih berdiri di ambang pintu dengan beberapa bulir keringat mengalir di keningnya.

"Kemarilah Wildan. Tutup pintunya, dan duduk di dekatku," ucap Inka sambil tersenyum. Wildan tetap diam, tak bergeming.

"Kamu penasaran kan darimana aku tahu namamu? Tutup pintunya, kemarilah. Akan kutunjukkan sesuatu," pinta Inka menepuk-nepuk bantalan kursi di sebelahnya.

Kali ini Wildan menurut. Dia merasa tidak memiliki pilihan lain. Wildan menutup pintu depan dan segera duduk di kursi yang diminta Inka. Mereka berhadap-hadapan dalam diam selama beberapa saat.

Inka merogoh saku celana. Mengeluarkan sebuah handphone android ber casing merah jambu yang mencolok. Dia menyodorkan handphone nya itu pada Wildan. Di layar handphone nampak artikel berisi pengumuman dari kantor kepolisian dengan judul memakai huruf kapital.

Pengumuman yang menyebutkan pencarian seorang pemuda bernama Wildan yang diduga terlibat kasus kriminal. Dua buah foto terpampang disana. Foto Wildan dengan penampilan lama, rambut hitam yang cukup panjang. Juga foto Wildan yang di edit berambut cepak dan berwarna silver.

"Saat melihat foto ini aku teringat padamu. Tapi kamu tadi pagi memperkenalkan diri sebagai Willy. Maka aku bertaruh, mencoba memanggilmu dengan nama Wildan. Ternyata reaksi dan ekspresimu menunjukkan bahwa kamu terkejut. Itu artinya kamu memang orang yang ada dalam pengumuman ini. Namamu bukan Willy, melainkan Wildan," desak Inka kembali menghisap batang rokoknya.

Wildan terdiam. Dia merasa terjebak. Kenapa dia begitu mudah ketakutan? Seharusnya dia bisa bersikap tenang dan tidak terburu-buru mengungkap identitasnya. Toh Inka ternyata hanya menebak-nebak.

"Lalu, apa maumu? Aku tertuduh sebagai pembun*h. Kamu datang ke kandang singa. Apa kamu tak takut padaku?" tanya Wildan mencoba untuk menakut-nakuti lawan bicaranya.

"Waow, nggak usah memasang wajah serius seperti itu." Inka terkekeh.

"Aku sudah cukup berpengalaman dengan yang namanya laki-laki. Koreksi jika aku salah. Orang sepertimu, dengan wajah polos, pagi hari termenung di kebun belakang, merokok pun tidak, dan nggak bisa menunjukkan ekspresi terkejutnya, aku tidak yakin orang dengan ciri-ciri seperti itu adalah seorang pembun*h," tebak Inka dengan wajah santainya.

"Jangan menilai isi buku dari sampulnya," sahut Wildan masih mencoba membuat Inka takut.

"Ohh oke, anggap saja kamu penjahat berdarah dingin. Aku tetap saja tidak takut." Inka menghembuskan asap rokoknya tepat ke wajah Wildan. Membuatnya terbatuk-batuk.

"Lalu, apa maumu?" tanya Wildan kesal. Beberapa hari bersama Angel dia sudah merasa lelah karena terintimidasi. Kini dia harus berurusan dengan Inka, yang rupanya memiliki perangai serupa dengan Angel. Atau mungkin perempuan di hadapannya itu lebih parah.

"Aku mau mencoba hal baru. Mungkin ini terdengar tidak masuk akal, aneh atau bahkan stupid. Tapi inilah aku. Aku mau kamu menjadi pacarku," jawab Inka kembali menghembuskan asap rokoknya pada Wildan.

"Hah?" Wildan terbelalak kaget. Bagi Wildan tidak ada yang lebih aneh dan gila di dunia ini kecuali perempuan yang duduk di hadapannya.

"Kenapa?" Inka mengernyitkan dahi.

"Kita baru kenal tadi pagi. Dan aku adalah seorang buron. Otakmu sudah geser kah?" Wildan melotot.

"Hu hu hu. Alasannya ada dua. Pertama kamu tampan, lebih tampan dari mantanku. Kedua karena aku suka tantangan. Aku suka mencoba berbagai hal. Aku tipe orang yang hidup dengan rasa penasaran yang tak tertahankan. Dan kali ini, aku penasaran gimana rasanya pacaran dengan seorang buron. Lagipula kini dadaku berdesir saat bersamamu. Kupikir inilah cinta," jelas Inka santai. Sebuah ungkapan cinta yang gila dan di luar nalar.

"Kamu aneh," bantah Wildan.

"Oh ayolah, apakah kamu tak tertarik denganku? Apa aku kurang cantik?" tanya Inka menggoda.

"Bukan seperti itu. Aku sedang tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun saat ini," jawab Wildan tegas.

"Kamu tidak punya pilihan my boy. Kamu menolakku artinya ku telpon polsek terdekat. Akan kuberitahu, buron mereka ada disini. Kalau kamu menerimaku artinya pelarianmu, masa buron mu disini akan indah bersama diriku. Madu di tangan kanan dan racun di tangan kiriku. Masak kamu pilih racun?" Inka terkekeh.

"Kamu sudah gila!" Wildan geleng-geleng kepala.

"Oke, per hari ini tepat jam 10 pagi. You are mine," desak Inka menatap tajam pada Wildan. Dia menyeringai menakutkan.

...----------------...

Lewat tengah hari terdengar suara motor matic di halaman rumah yang tak seberapa luas itu. Angel dan Nilla sudah pulang. Nilla membawa tiga plastik mie ayam yang masih terasa hangat.

Angel langsung masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar. Dia segera mengganti kemejanya dengan kaos oblong. Perempuan cantik itu merasa gerah. Setelah berganti pakaian, dia bergegas ke dapur untuk mengambil air minum. Angel sempat melirik Wildan yang tertidur di depan tv.

Nilla pun menyusul ke dapur. Mengambil mangkok, sendok dan garpu. Lalu meletakkan peralatan makan itu di lantai depan tv. Wildan masih nampak tertidur dengan pulas. Tak terusik dengan kedatangan Angel dan Nilla.

"Bangun woey." Angel menggoyang-goyangkan tubuh Wildan dengan sedikit kasar.

Wildan membuka mata perlahan. Menguap beberapa kali dan tersenyum kala mengetahui Angel dan Nilla sudah pulang.

"Sembrono sekali kamu. Tidur dengan pintu depan dibiarkan terbuka!" hardik Angel.

"Iya kah? Aku ketiduran, jadi lupa," Wildan tersenyum masam.

"Tunggu sebentar," ucap Nilla mendekatkan wajahnya pada Wildan. Perempuan berkacamata itu mengendus-endus. Hidungnya yang mungil nampak kembang kempis menggemaskan.

"Apa sih?" tanya Wildan risih.

"Kenapa aromamu seperti parfum perempuan?" Nilla balik bertanya. Wildan langsung mengangkat lengannya, dan mengendus aroma tubuhnya sendiri.

"Perasaan bauku memang begini." Wildan beralasan.

"Yasudahlah. Mari kita makan," sahut Nilla menyodorkan mangkok berisi mie ayam pada Wildan.

"Padahal aku tadi sudah masak lho," gumam Wildan sedikit kecewa.

"Jangan cerewet! Masakanmu kan bisa untuk nanti sore!" bentak Angel kesal.

Pada akhirnya mereka bertiga makan siang dengan menu mie ayam. Angel dan Nilla menutup mulutnya saat makan. Mereka terlihat menikmati setiap suapan dari makanan beraroma manis kecap itu.

"Emmm, sebaiknya kita merubah lagi penampilanku," ucap Wildan setelah meletakkan mangkoknya yang sudah kosong.

"Kenapa?" tanya Angel penuh selidik.

Wildan mengambil handphone dan menyodorkan pada Angel. Sebuah artikel yang didapatkannya dari Inka. Foto editan Wildan berambut putih terpampang disana.

"Si tatoo kalajengking mati setelah kita berkunjung dari rumahnya. Natrium bikarbonat ditemukan dalam jumlah tak wajar dalam darah laki-laki tua itu," ucap Wildan penuh kekhawatiran.

"Baguslah kalau dia sudah mati," sahut Angel santai.

"Masalahnya saksi mata mengatakan ada 3 orang yang berkunjung sebelumnya. Dan salah satunya diduga adalah aku. Di artikel tertulis, aku memiliki penampilan baru berambut silver. Ini semakin rumit. Sepertinya ada yang mencoba menjebakku. Siapa sebenarnya yang sudah menghabisi si tatoo kalajengking?" Wildan bertanya. Angel dan Nilla hanya diam saja tak menyahut.

Bersambung___

1
Juniya Ar
Thor please bikin extra chapter untuk Wildan dong kasian dia sendiri,SM angel aja
Sarah
Ya... konsep yang Robin Hood lakuin aja salah, gimana ini yang buat mereka sendiri? 🤣
Reksa Nanta
good job Author. Semangat berkarya.

Thanks a lot
Reksa Nanta
bagian inilah yang sangat terasa.
Reksa Nanta
Pak Wito orang yang memiliki banyak anak buah, ketika dikejar musuh malah berlari ke tempat sepi ? 🤔
Reksa Nanta
keributan terjadi di trotoar tengah kota dan tidak ada yang melihat ?
Reksa Nanta
kehidupan tenang yang didapat dengan cara membuat banyak orang menderita, bahkan anak anaknya sendiri.
Reksa Nanta
setidaknya kalau tidak bisa membantu orang lain, jangan menyusahkan orang lain.
Reksa Nanta
kenapa Nilla tidak menghapus riwayat panggilannya ?
Reksa Nanta
tapi baru saja Mbak perawat membocorkan nama pasien. itu seharusnya juga tidak boleh.
Reksa Nanta
keponakannya sudah berusia paruh baya ? 🤔
Reksa Nanta
akan lebih baik kalau minta bantuan dari kantor. jangan gegabah.
Reksa Nanta
kenyataannya tidak semudah kita punya kenalan lalu bisa mengakses informasi tentang tamu.
Reksa Nanta
berarti Angel bukan anak Sumiran ?
Reksa Nanta
diceritakan bahwa orang tua Santoso tetap berhutang lagi setelah hutang sebelumnya dilunasi. tidak ada narasi yang menceritakan bahwa orang tua Santoso sakit parah di bab bab sebelumnya.
Reksa Nanta
bukankah Santoso ikut merampok karena orang tuanya terlilit hutang rentenir ? 🤔
Reksa Nanta
bagaimana bisa seorang polisi bertindak seceroboh itu ?
Reksa Nanta
di hotel bintang 3 tidak ada kamar dengan single bed. kecuali kamar dengan twin bed.
Reksa Nanta
lha kok bisa ?
Reksa Nanta
betul. kecuali berkas kasusnya dilimpahkan. kalau melangkahi prosedur Adi malah akan kena sanksi kode etik.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!