NovelToon NovelToon
Aku Bukan Dukun Cabul

Aku Bukan Dukun Cabul

Status: tamat
Genre:Mata Batin / Horor / Tamat
Popularitas:184.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kang Haji RIS'

Terlahir dari Keluarga yang sangat religius serta kedua orang tua nya ahli dalam agama dan di hormati oleh para warga, sungguh berbeda jauh dengan anaknya.

Jaya Jaeludin pemuda lajang berusia 23 tahun yang hobinya berpetualang ke tempat tempa seram dan penuh dengan ke mistikan. Selain Ia suka berpetualang Jaya pun bergaul dengan para preman yang hobinya mabuk mabukan dan berjudi... Sampai titik dimana Ia membantu seorang wanita yang berstatus sebagai wanita yang di tinggalkan oleh suaminya, memasang kan sebuah susuk ilmu Hitam. Ia di kampung nya sampai tingkat desa di cap sebagai Dukun Cabul.

Ikuti kisah nya Novel Aku Bukan Dukun Cabul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kang Haji RIS', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nasib Agus

Sementara pagi pagi sekali Agus sudah pergi berpamitan kepada istrinya untuk menemui temannya yang ikut kerja di sebuah proyek yang ada di pusat kota. Agus sebenarnya bukan pria yang tidak bertanggung jawab dan pemalas semua pekerjaan Ia lakukan demi memenuhi kebutuhan anak dan istrinya. Ia adalah pria yang sangat rajin dan giat pekerjaan apapun Ia lakukan untuk memenuhi sehari hari nya.

Sayang nya istrinya menuntut lebih sehingga lama lama pikiran Agus pun jadi kalut. Dan dalam puncak kebingungan tentang tuntutan dari seorang istri, dalam pikiran nya terlintas untuk mendapatkan kekayaan secara jalan pintas yang membuat syetan dengan riang nya menggoda pikiran dan hati Agus sehingga muncul niatan untuk melakukannya pesugihan dan menduakan tuhan nya.

Berbekal petunjuk dari teman nya lokasi pesugihan pun Ia dapatkan dan setelah di telusuri melalui Abah google menerangkan bahwa tempat pesugihan itu tidak memakan korban anak dan istrinya sehingga. Agus yakin untuk mendatangi tempat persugihan yang ada di Gunung Kong.

Dalam benak Agus tujuannya hanya satu yaitu ingin memenuhi semua permintaan dari Istri nya, agar istri nya senang dan bahagia. Namun Agus tidak memikirkan konsekuensinya dan perbuatannya akan berakibat fatal setelah nya.

Tekanan nada yang tidak goyah dengan pendirian yang sangat kuat dalam mengambil keputusan yang tidak dia pikirkan segala sebab dan akibat. Dia hanya ingin mendapatkan uang demi membahagiakan anak dan istrinya. Agus memejamkan mata nya saat itu.

Kini boro boro membahagiakan anak serta istrinya, malah sebaliknya ikut terseret dalam incaran mahluk yang tak kasat mata, nyawa nya terancam dan ikut menanggung sengsara yang di akibatkan oleh Agus walaupun ritual itu telah gagal.

##############

Selesai melaksanakan shalat duhur berjamaah.. Muhtar kembali ke rumah nya, Ia berniat ingin santai di teras rumahnya dengan di temani oleh secangkir kopi dan rokok kretek Dji Sam Sue kesukaan nya.

"Ubey. Mang Juned... Ayo kita ngopi bareng." Kata Muhtar ketika melewati pos ronda yang tak jauh dari rumah nya.!!

"Ayo siap Tar. Tapi kopi nya pengen mocacino." Tawar Ubey.

"Kalem.... Santai tinggal beli di warung Bu Ela. Jangan kaya orang susah... Hahahahahah." Tawa Muhtar.

"Samsu na ada nggak.?" Karna kopi tanpa rokok itu bagaikan sayur tanpa garam.?" Kata Mang Juned...

"Ada....... Samsu kawe dua biasa." Jawab Muhtar.!!

"Hahahahahah NU penting Ngebul.... Lest' Go'...... Ajak Ubey....... Les Kemon." Timpal Muhtar..

Sesampainya di teras rumah. Muhtar pun langsung masuk menuju rumah nya, Ubey dan Mang Juned menunggu nya di teras. Di lihatnya Fani sedang berada di dapur mencuci piring bekas makan siang tadi. Muhtar melangkah melewati kamar yang di tempati oleh Fani dan Ruslan, sejenak menyempatkan melongokan kepalanya melihat Ruslan yang sedang tertidur di kamarnya.

"Syukurlah, kondisinya makin membaik.. " Kamu harus kuat Rus. Semua ini masih belum berakhir, akan ada serangan yang sangat dahsyat. Uwa pasti akan selalu ada di samping dirimu. Yang sabar ya Ruslan." Ucap Muhtar dalam hati seketika bola matanya berkaca-kaca.

Walaupun Ruslan bukan anak kandungnya. Tetapi Muhtar dan Fina sangat menyayangi keponakan nya itu lebih dari segalanya. Sebab Muhtar dan Fina sudah hampir tujuh tahun berumah tangga belum di karuniai anak oleh sang pencipta, mungkin belum saat nya.

Muhtar kembali melangkah menuju pintu keluar dan bergabung kembali dengan Ubey dan Mang Juned. Tapi belum juga Ia keluar menuju teras rumah, tiba tiba ponselnya berdering keras. Di lihat nya layar ponsel Nokia tipe 6600, sejenak Ia ragu mengangkat nya karna dari nomor yang tak di kenal.

"Halo.........!!

"Apakah ini dengan Pak Muhtar. Kakak ipar nya Pak Agus.

"Iya.... Betul saya kakak' Ipar nya.! Dari siapa ini.?" Tanya Muhtar penasaran.

"Bisa nggak Pak Muhtar kesini ke jalan Baros depan warung material bangunan ada kios konter.?" Tanya penelepon bersuara wanita itu.

"Ohk.... Emang ada apa ya Teh.!! Adik ipar saya kenapa.? Muhtar semakin penasaran.

Suara Muhtar menyiratkan kecemasan. Exfresi wajahnya kini bener bener berubah ke khawatiran setelah mendengar penjelasan dari sebrang telepon.

"Agus nya ada di mana ya Teteh.?" Tanya Muhtar.

"Saya amankan di belakang kios saya." Jawab si penelepon itu.

"Ohk... Nanti saya otw kesana.!! Sebelumnya makasih Teh." Kata Muhtar menutup panggilan telepon nya.

"Ubey.... Mang Juned. Ayo ikut ada masalah dengan Agus di jalan Baros." Ajak Muhtar memberikan kunci motor nya.!!

Dua motor pun langsung melesat.. Meninggalkan halaman rumah Muhtar menuju lokasi yang di berikan oleh penelepon itu. Muhtar sengaja tidak memberitahu kan Fani Istri Agus, karena tak mau membuat gaduh dan mencemaskan nya.

Hanya butuh lima belas menit saja Muhtar bersama Ubey dan Mang Juned sudah sampai di tempat yang di tuju. Muhtar dan Ubey membelokkan motor nya ke pinggir jalan Baros.!!

"Misi Teh... Saya kakak ipar nya Agus.!! Sekarang dimana adik ipar saya.?" Tanya Muhtar sedikit panik kepada pedagang pulsa itu.

"Ohk... Iya Pak... !! Pak Agus di amankan di dalam rumah, belakang kios.. Silahkan Pak. Saya antar." Kata pedagang Muhtar dan Ubey serta Mang Juned pun mengikuti pedagang pulsa menuju rumah di belakang kios.

Tak lama setelah itu, di dalam ruangan tengah rumah berukuran sederhana, tampak terlihat kondisi Agus sangat lusuh terduduk di lantai dengan kedua tangan di ikat tali rafia dan bersandar di dinding tembok.

Kasihan dan iba melihat raut muka Agus yang nampak kebingungan, pandangan mata nya kosong seperti orang yang linglung.

Melihat kedatangan Muhtar. Agus langsung berdiri tangisnya pecah sambil menyandarkan kepalanya di bahu sang kakak ipar.

"Kamu kenapa Gus.?" Tanya Ubey seraya mengelus ngelus punggung nya. Ia melihat nya iba.

Agus tak menjawab. Ia hanya terisak Isak di bahu Muhtar.!!

"Sebenarnya. Apa yang di lakukan oleh Adik ipar saya di sini dan kenapa sampai di ikat kedua tangan nya.?" Tanya Muhtar kepada pemilik kios counter tersebut.

"Mohon maaf sebelumnya Pak Muhtar.... Pertama tama Pak Kosim meminta untuk mengisikan pulsa sebesar lima puluh ribu kepada nomor yang baru Ia terima dari si penelepon..." Kata si pedagang sambil menunjukkan nomor yang di isi dan terkirim.

"Tak lama setelah dua menit berlalu. Ia meminta untuk di isi lagi pulsa nya tapi nomor nya berbeda dengan nominal yang dua kali lipat yaitu 100 ribu." Sambung pedagang sambil menunjukkan nomor yang berbeda.

"Saya hanya menuruti nya saja. Lalu setelah itu Ia meminta lagi mengisi pulsa dengan dua nomor yang berbeda beda dengan nominal yang hampir sama yaitu seratus ribu." Kata Pedagang pulsa itu menunjukkan bukti transfer pulsa tersebut.

"Untungnya pada permintaan pulsa yang nominal sebesar lima ratus ribu saya tolak. Saya di ingatkan di bisikan oleh suami agar tidak menuruti nya karena melihat kondisi Pak Agus seperti orang kebingungan dan panik. Suami saya menduga bahwa Pak Agus terkena hipnotis." Kata Pedagang pulsa itu menerangkan.

Bersambung.

1
Siti Choiriyah
kok ceritanya mirip cerita yang ono yak🤔... cuma beda judul tahun pembuatan...
Endro Budi Raharjo
bisa dipelajaru nih..
Endro Budi Raharjo
nah agak nyesel, jaya bertarung gak lama....
Endro Budi Raharjo
ternyata msh blm mampu....
Endro Budi Raharjo
Allohu Akbar....
Endro Budi Raharjo
senjata ampuh yg terlalu dihubung2kan....
Endro Budi Raharjo
dimulai pertempuran lawak....
Endro Budi Raharjo
sapa dia...
Endro Budi Raharjo
daging yg menggetarkan....
Endro Budi Raharjo
ragu2 lbh baek kembali....
Endro Budi Raharjo
kena sdh...
Endro Budi Raharjo
nah klo cara halus gak bisa....gmn..????
Endro Budi Raharjo
ternyata begitu critanya....
Endro Budi Raharjo
sementara slesai....
Endro Budi Raharjo
nenek lampir....
Endro Budi Raharjo
siap-siap....
Endro Budi Raharjo
kok lewat....
Endro Budi Raharjo
tambah pasukan...
Endro Budi Raharjo
utk sementara bisa tidur/Grin/
Endro Budi Raharjo
brp nomor nya....????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!