Area 21+, harap bijak dalam membaca.
Permaisuri yang terbuang,,
Demi Selir tercintanya, Sang Kaisar tega mengabaikan Permaisurinya...
Hingga pada suatu hari, Sang Permaisuri kembali ke istana untuk membalaskan dendamnya..
Bagaimanakah kisahnya, jika Sang Permaisuri balas dendam,,
Akankan ia kembali dengan Kaisar yang mencampakannya atau pergi meninggalkannya....
ig:@riiez.kha.37
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 : Keterkejutan Kaisar Yu
Setelah selesai adu gulat panasnya....
Ling Hua dan Kaisar Yu Long makan bersama di kediaman Naga.
"Ling'er untuk menyambut musim semi, di Kekaisaran ini akan mengadakan pemburuan, tapi setelah kita menyelesaikan acara pernikahannya." ucap Kaisar Yu Long menatap Ling Hua.
"Bolehkah hamba ikut Yang Mulia." tanya Ling Hua..
"Boleh, asalkan jangan jauh dariku." balas Kaisar Yu ia mengambil nasi kemudian menyuapi Ling Hua.
Ling Hua mengangguk tersenyum.
"Yang Mulia, hamba ingin menemui Ayah, bolehkah..."
"Tentu, tapi habiskan dulu makanan mu." ucap Kaisar Yu Long dengan lembut..
Setelah selesai makan Ling Hua pamit undur diri.
Para pelayan mengantarkannya kediaman Pejabat Ling.
"Ayah." sapa Ling Hua dari arah pintu, ia melihat Ayahnya bersama dengan Tabib Chen dan Lin Qi sedang berbicara dengan serius.
Tabib Chen, Pejabat Ling dan Lin Qi menoleh, Merekapun terkejut dengan kedatangan Ling Hua.
Mereka saling menatap satu sama lainnya, tentu saja mereka khawatir yang di bicarakan tadi akan di dengarkan oleh Ling Hua.
"Ling'er ada apa?" tanya Pejabat Ling ia menghampiri Ling Hua kemudian memeluknya.
"Aku ingin bertanya sesuatu." ucap Ling Hua.
Pejabat Ling mengangguk kemudian menuju kursi ia membantu Ling Hua untuk duduk.
"Ada apa Ling'er??" tanya Tabib Chen menatap Ling Hua.
"Yang Mulia, berkata jika akan ada festival berburu, jadi aku ingin ikut..aku hanya ingin bertanya keahlian ku apa saja Ayah?"
tanya Ling Hua.
"Ling'er, kamu bukanlah orang biasa, ya bisa dikatakan kamu orang jenius."
"Nona memiliki elemen api, air, petir, kayu, angin dan tanah dan Nona juga memiliki api murni bahkan Nona memiliki orang api yang di panggil dengan Blue." timpal Lin Qi menjelaskan.
"Ah, benarkah aku lupa."
"Bisakah, aku mencobanya?" tanya Ling Hua.
"Nona, hanya memanggil Blue, Blue akan mengajari non mengingatnya." jawab Lin Qi.
"Begitu baiklah, aku akan mencobanya. Tapi bagaimana memanggil Blue."
"Nona hanya perlu memusatkan elemen api nona."
Lin Qi menatap Ling Hua dengan wajah serius.
"Aku akan mencobanya di halaman belakang istana." ucap Ling Hua kemudian menuju halaman belakang istana di ikuti Tabib Chen, Lin Qi dan Pejabat Ling,,,
Dari kejauhan Kaisar Yu Long melihat mereka keluar kediaman menuju istana halaman belakang, Kaisar Yu keheranan, ia mengikuti mereka dari kejauhan,,,sebenarnya ia hanya ingin menemui Ling Hua, setelah jauh dari Ling Hua hanya beberapa menit saja Kaisar Yu Long sudah merindukan Ling Hua.
Sampai di halaman istana belakang, ia memerhatikan Ling Hua dari jauh.
Sementara Ling Hua tengah duduk di atas batu dengan posisi lotus.
Ia memusatkan pikirannya pada elemen api.
Selang beberapa saat munculah Blue di hadapan Ling Hua.
"Hormat hamba, Tuan." ucap Blue menunduk hormat.
Ling Hua membuka matanya ia menatap orang api di depannya.
"Jadi kamu adalah Blue,,,"
"Blue, Nona mengalami kecelakaan hingga ia lupa ingatan, ia memanggilmu hanya untuk meminta bantuan mengetahui elemen apa saja yang ia punya,, dia butuh bimbingan mu untuk mengingatnya." jelas Lin Qi.
Blue terkejut,, "Tuan, bagaimana keadaan tuan?" tanya Blue panik.
"Aku tidak apa apa." jawab Ling Hua menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Tuan bisa saja mengetahui elemen apa saja saat bersemedi, tapi karna tuan membutuhkan bimbingan hamba untuk mengingat, dengan senang hati hamba akan melakukannya." ucap Blue kemudian menunduk hormat.
Blue menjelaskan semua pada Ling Hua, beserta gerakan yang Ling Hua pelajari dari kitab,,
Tiga jam berlalu, kini Ling Hua mengerti semuanya...
Ling Hua kemudian menoleh, dari kejauhan ia melihat Kaisar Yu duduk di lantai dengan terduduk lemas.
"Yang Mulia." teriak Ling Hua ia berlari menuju Kaisar Yu yang duduk di lantai.
Kaisar Yu menatap Ling Hua yang mengkhawatirkannya.
"Yang Mulia."
"Ling'er jadi." ucap Kaisar Yu menatap Ling Hua, sementara Kasim Yi gemetar ketakutan melihat Ling Hua.
"Yang Mulia, hamba harap Yang Mulia menjaga semua rahasia ini, hamba tidak ingin semua tau kemampuan Ling Hua." ucap Pejabat Ling.
Kaisar Yu menatap Ling Hua,,,
"Hahaha,, istriku jeniuss..." teriak Kaisar Yu menggendong tubuh Ling Hua dengan berputar putar....
Sementara mereka yang melihatnya, hanya berwajah lesuu..